
Di sisi lain Aira yang sedang berada dalam pesawat tampak begitu gelisah, semenjak mendapat kabar jika pagi ini ibundanya melakukan operasi dari suster yang menjaga ibundanya.
Gadis itu tampak terlihat sangat cemas, dia benar-benar ingin secepatnya menemui ibundanya. Dia juga ingin meminta maaf atas apa yang dia lakukan saat itu.
Bu, tunggu Aira. Sebentar lagi Aira akan bersama ibu, maafkan Aira yang tidak bisa menemani ibu saat ibu membutuhkan Aira.
Mungkin jika ibu tahu apa yang Aira lakukan ibu juga pasti akan sangat marah pada Aira, tapi Aira tidak memiliki pilihan lain hanya ini yang bisa Aira lakukan untuk ibu.
Jika waktu berputar kembali pun Aira akan tetap melakukan hal yang sama, Aira akan melakukan hal apapun untuk menyelamatkan ibu sekali pun harus mengorbankan nyawa Aira sendiri.
Gadis itu hanya bisa pasrah dan berdoa semoga operasi yang di jalan oleh sang ibunda berjalan dengan lancar.
Di sini lain Arsen sudah kembali ke hotel, pria itu hanya terduduk diam sambil menatap hadiah-hadiah yang yang dia berikan untuk Aira.
Arsen kembali melihat dan membaca isi dari surat yang Aira tinggalkan, tanpa sadar air matanya mengalir begitu saja membasahi kertas yang ada di tangannya.
" Hehhhhhhh....... Begitu mudahnya kamu datang dalam kehidupan ku dan kamu sekarang ingin pergi meninggalkan ku begitu saja. ucap Arsen sambil menatap kertas itu.
" Jika kamu datang hanya untuk singgah dalam hidupku seharusnya kamu tidak perlu mencuri hatiku dan membawanya pergi, kamu telah salah memilih tempat untuk bersinggah Flo. Karena dalam kamus hidup ku jika ada seseorang orang yang berani mengambil sesuatu dari ku, aku akan berusaha mendapatkannya kembali. Kata Arsen lagi sambil mengepalkan tangannya.
" Aku akan mencari mu ke seluruh pelosok negeri, setelah aku berhasil menemukan mu akan ku penjarakan kamu di dalam istana yang aku bangun untuk mu, sehingga kamu tidak dapat lagi kabur dan menghilang dari hidupku. Kata Arsen dengan bersungguh-sungguh.
" Satu hal yang harus kamu tahu Flo, kamu adalah hal terbaik yang datang dalam hidup ku. Sambung Arsen lagi lalu bangkit dari duduknya.
Sementara John yang baru tiba di hotel hanya bisa berdiri diam melihat atasannya yang begitu serius menatap ke arah luar jendela, lalu pandangan pun menyusuri setiap sudut kamar.
Apakah perempuan itu benar-benar meninggalkan semua hadiah yang diberikan oleh tuan Arsen, aku pikir dia pergi setelah puas mendapatkan semua yang dia inginkan dari tuan.
Tapi apa-apa ini? dia bahkan tidak membawa satu pun hadiah-hadiah nya, sebenarnya apa sih yang ada dalam pikiran perempuan itu.
Bukankah dia menjual keperawanan hanya untuk mendapatkan uang? lalu kenapa dia tidak mengambil barang-barang yang sudah jelas memiliki nilai. Apakah gadis itu dungu? sampai-sampai tidak mengerti barang berharga.
__ADS_1
Pikiran John sambil menatap semua hadiah-hadiah yang dia beli untuk Aira atas permintaan Arsen yang tertata dengan rapi di atas meja rias.
" John, aku tidak mau tahu ini tugasmu dan ini juga salah mu. Kau yang membawanya padaku jadi kau juga yang harus menemukannya untukku. Kata Arsen sambil menatap tajam ke arah John.
" Baik tuan, saya akan berusaha menemukannya. Jawab John sambil menundukkan kepalanya.
" Cari dia dimana pun, bila perlu keseluruhan pelosok negeri sampai kau menemukannya. perintah Arsen dengan tegas.
" Saya mengerti tuan. Jawab John yang tahu jika Arsen sedang bersungguh-sungguh.
" Segera temukan Dia sebelum aku mulai menggila. Kata Arsen sambil memegang pundak John seperti menegaskan pada John jika dia tidak berhasil menemukan Aira maka Arsen akan melakukan hal yang diluar kendali John.
" Baik tuan, saya akan mengerahkan seluruh kemampuan saya untuk mencarinya. Jawab John menundukkan kepalanya.
Setelah mengatakan itu Arsen pun keluar dari kamar dan pergi begitu saja, pria itu tampak begitu marah dan frustasi.
Aku akan menemukan mu, pasti akan aku temukan dirimu.
" Aira. Panggil seseorang.
Aira pun menoleh ke arah sumber suara itu, terlihat lah dokter muda yang berdiri di ujung lorong yang sedang berjalan menghampirinya.
" Dokter Fahri. Panggil Aira sambil berjalan menghampiri dokter Fahri.
" Kamu baru sampai? Tanya dokter muda itu sambil menatap wajah Aira dengan lembut.
Aira hanya menganggukkan kepalanya. " Ibu saya bagaimana dokter? Tanya Aira yang terlihat tidak sabar ingin segera bertemu dengan ibundanya.
" Syukurlah, operasinya berjalan dengan lancar Aira. Sekarang Bu Wulan sedang di rawat di ruangannya, mari saya antar. Kata dokter Fahri lalu berjalan beriringan dengan Aira menuju ruangan ibunda Aira.
Sambil berjalan Fahri juga menjelaskan semua perkembangan Bu Wulan pada Aira, Aira dengan serius mendengarkan semua perkataan dokter muda itu.
__ADS_1
" Ibu, Aira datang. Ucap Aira begitu melihat sang ibunda terbaring di tempat tidur rumah sakit.
Dokter Fahri langsung keluar begitu selesai memeriksa kondisi ibu Wulan, dia ingin memberikan waktu untuk Aira melepaskan rasa rindunya pada sang ibunda.
" Maafkan Aira Bu, Aira baru datang sekarang. Bagaimana keadaan ibu? apakah kepala ibu ada yang terasa sakit? Tanya Aira pada sang ibunda yang masih belum sadarkan diri pasca operasi.
Air terus menemani sang ibunda, gadis itu bahkan terlihat enggan di harus meninggalkan ibundanya barang sebentar pun.
Singkat waktu dua hari setelah operasi ibunda Aira pun akhirnya sadarkan diri, dengan perasaan senang bercampur air mata yang mengalir tanpa sadar gadis itu pun tersenyum manis sambil menahan tangisannya.
" Aira. Panggil sang ibunda dengan suara pelan sambil menatap wajah putri semata wayangnya.
" Iya Bu, ini Aira. Jawab Aira dengan semangat.
Lalu dokter pun datang begitu mendapatkan kabar jika pasiennya telah siuman, dokter yang menangani ibunda Aira pun langsung memeriksa kondisi pasiennya.
Sementara Aira dengan setia menemani sang ibunda, gadis itu memperhatikan sang dokter yang sedang memeriksa kondisi ibundanya.
Setelah selesai pemeriksaan sang dokter pun bertanya beberapa hal pada pasien dengan menggunakan bahasa Inggris, karena Aira tahu jika sang ibunda tidak bisa bahasa Inggris Aira pun mengganti ibunda untuk menjawab pertanyaan dari sang dokter sambil sesekali kali menanyakan pertanyaan sang dokter pada sang ibunda dengan bahasanya sendiri.
" Nak, dimana kita? Tanya sang ibunda bingung kala melihat dokter bule yang baru keluar dari ruangannya.
" Kita masih berada di rumah sakit Bu. Jawab Aira jujur sambil tersenyum manis menatap wajah ibundanya.
" Lalu mengapa dokter tadi berbeda dengan dokter yang terakhir ibu lihat? Tanya sang ibunda bingung.
" Maksud ibu dokter Fahri? Beliau masih tetap sering rutin memeriksakan ibu kok, cuma sekarang mungkin beliau sedang sibuk. Jawab Aira lembut.
Sang ibunda pun menganggukkan kepalanya mengerti. " Aira, sayang. Mengapa badanmu terlihat begitu kurus? Kamu pasti tidak makan dengan benar yah. kata sang ibunda yang baru menyadari jika tubuh putrinya telah berubah.
" Habis Aira tidak nafsu makan jika bukan masakan ibu. Jawab Aira dengan manja sambil memeluk sang ibundanya.
__ADS_1
Gadis itu masih tidak percaya jika ibundanya sudah terbangun dari koma panjangnya, dia juga amat sangat bersyukur karena ibundanya telah sadarkan diri.