Jagoan Kecilku

Jagoan Kecilku
Hadiah perpisahan


__ADS_3

Sesampainya di rumah sakit Aira langsung bergegas mencari kamar mandi, karena dia merasa jika perutnya kembali merasakan mual.


Bu Wulan pun dengan panik mengikuti putrinya, wanita paruh baya itu pun hanya bisa memberikan pijatan lembut pada tengkuk Aira.


" Masih mual? Tanya Bu Wulan setelah Aira minum air putih yang di berikan Bu Wulan.


Aira hanya menganggukkan kepalanya, Bu Wulan pun hanya bisa menyeka keringat yang bercucuran di kening putrinya.


" Ayo, Bu. Dokter pasti sudah menunggu ibu. Kata Aira dengan suara lemah.


" Kamu benar gak apa-apa? kamu bisa pulang ke rumah lebih dulu kok. Kata Bu Wulan yang khawatir.


" Aku gak apa-apa kok Bu, aku masih kuat kok. Jawab Aira sambil tersenyum meyakinkan ibundanya.


" Ya sudah kalau begitu. Jawab Bu Wulan lalu keduanya pun berjalan menuju tempat pemeriksaan.


Walaupun tubuhnya amat sangat lemah di tambah rasa mual ingin muntah Aira tetap berusaha tetap tenang agar ibundanya tidak begitu mencemaskan keadaan dirinya.


Karena sudah membuat janji terlebih dahulu, nama ibunda Aira pun di panggil lebih awal jadi mereka tidak membutuhkan waktu lama untuk menunggu.


" Nyonya Wulan. panggil suster.


" Ayo Bu, nama ibu sudah di panggil tuh. Kata Aira sambil bangkit dari duduknya.


Lalu keduanya pun berjalan masuk ke ruang pemeriksaan, belum sempat Aira duduk gadis itu berlari kembali ke keluar. Dokter dan juga suster yang ada di situ hanya bisa menatap dengan wajah bingung, sementara ibundanya Aira yang sudah mengetahui kemana perginya putrinya hanya memperlihatkan wajah cemasnya.


" Mari Bu, biar saya periksa terlebih dahulu. Kata dokter sopan pada Bu Wulan.


" Baik dok. Jawab Bu Wulan.


" Maaf yah dok, putri saya sedang tidak enak badan. Sepertinya dia masuk angin mangkanya dia bolak-balik ke kamar mandi terus menerus, katanya perutnya terasa mual. ucap Bu Wulan menjelaskan tindakan kurang sopan putrinya pada sang dokter.

__ADS_1


" Tidak apa-apa Bu, saya mengerti. Jika memang sedang sakit lebih baik di periksa, selagi sedang berada di rumah sakit. Kata dokter memberi saran sambil memeriksa kondisi Bu Wulan.


" Iya dok. Jawab Bu Wulan sambil tersenyum.


Kemudian dokter pun melanjutkan pemeriksaan, setelah selesai Bu Wulan pun duduk di kursi sambil mendengarkan penjelasan sang dokter.


Lalu tak berselang lama Aira pun muncul, gadis itu pun duduk di samping ibundanya.


" Bagaimana dokter keadaan ibu saya? Tanya Aira pada dokter.


" Semuanya bagus, luka dari operasinya pun sudah mulai kering. Tinggal rutin minum obat dan mengoleskan krim pada bekas luka jahitan saja secara teratur, tapi tetap masih dalam pantauan dokter. Kata dokter itu menjelaskan kembali pada Aira.


" Baik saya mengerti dok. Jawab Aira sambil menganggukkan kepalanya. " Lalu bagaimana jika kami pindah rumah sakit dok? Soalnya saya di pindah tugaskan oleh kantor ke tempat yang berbeda, dan saya berencana akan membawa ibu saya. Tanya Aira pada sang dokter dengan wajah serius.


" Baik saya mengerti, saya akan membuatkan dokumen khusus tentang semua perkembangan Bu Wulan, agar pihak rumah sakit sana mengerti apa yang harus mereka lakukan. Jawab sang dokter.


" Kalau bisa pakai bahasa Inggris yah Dok. Kata Aira sambil tersenyum.


" Iya, iya saya mengerti. Sepertinya nona di pindah tugaskan ke luar negeri yah? Tanya sang dokter sambil tersenyum.


" Sekarang kita akan pulang kan nak? Tanya Bu Wulan sambil duduk bersandar di kursi.


" Tidak dong Bu, kan aku sudah bilang akan pergi ke pusat perbelanjaan. Untuk membeli beberapa kebutuhan kita selama perjalanan nanti. Jawab Aira sambil memegang tangan ibundanya dengan lembut.


" Kamu memang tidak lemas, bukannya kamu sedang tidak enak badan? Tanya Bu Wulan yang cemas dengan kondisi putrinya.


" Aira sudah tidak apa-apa kok Bu, lagian mumpung kita sedang di luar. Kalau nanti-nanti Aira pasti akan malas untuk pergi lagi. Jawab Aira.


Setelah naik taksi keduanya pun sampai di pusat perbelanjaan yang berada tak jauh dari rumah mereka, Aira pun membawa ibundanya masuk ke dalam toko tersebut.


" Kita beli minyak angin, dan beberapa produk yang akan kita butuhkan yah Bu. Karena setahu Aira di sana akan sulit mencari produk yang sering kita gunakan di sini. Ucap Aira pada ibundanya.

__ADS_1


" Ibu mah ikuti kamu saja lah nak. Jawab Bu Wulan hanya bisa pasrah mengikuti keinginan putrinya.


Keduanya pun mencari-cari semua yang mereka butuhkan, satu persatu produk yang mereka inginkan sudah masuk ke dalam troli. Sampai tak terasa troli mereka hampir penuh.


Setelah selesai berbelanja Aira pun mengajak ibundanya untuk makan siang di luar, karena sudah menunjukkan waktu makan siang.


Lalu setelahnya keduanya pun kembali pulang ke rumah, sesampainya di rumah Aira langsung berlari masuk ke dalam kamar mandi, gadis itu kembali memuntahkan semua makanan yang tadi dia makan.


Bu Wulan sempat merasa heran dengan tingkah laku putrinya, namun beliau berusaha untuk tetap tenang dan berpikir positif.


Setelah selesai memuntahkan semua makanan yang dia makan Aira pun langsung terkapar di tempat tidurnya, dia terlihat sangat lemah.


" Nak, ibu kerik yah? Siapa tahu kamu sembuh setelah selesai di kerik. Kata Bu Wulan dengan lembut sambil memberikan segelas air putih.


Aira pun akhirnya mengikuti keinginan ibundanya, gadis itu pun akhirnya di kerik oleh sang ibunda.


Setelah selesai di kerik Aira pun tertidur pulas, sementara Bu Wulan tetap memberikan pijatan lembut di tubuh putrinya sambil sesekali memberikan minyak angin ke tubuh mungil Aira.


Tanpa terasa tiga hari pun berlalu, Aira masih tetap sama dia masih sering mual. Dan kini dia sedang berada di kantornya, dia hendak berpamitan pada teman-teman dan rekan-rekannya.


" Yahhhhhh....... Sepi deh gak ada Aira. Ucap salah satu rekan kerja Aira.


" Iya, kalau kamu pergi gak ada yang bantu aku handel kalau aku sedang keteteran deh. Ucap yang lain sambil memeluk Aira.


Mereka pun bergantian memeluk Aira, setelah selesai Aira pun kemudian berpamitan pada atasannya yang tak lain adalah Bu Berta.


" Bu, terima kasih banyak atas semua bantuan yang ibu berikan untuk saya maupun ibu saya. Saya tidak tahu harus melakukan apa untuk membalas semua kebaikan ibu pada saya. Kata Aira pada wanita paruh baya yang ada di hadapannya.


" Tidak Aira, kamu pantas kok mendapatkannya. Saya hanya sekedar membantu saja, selebihnya itu karena memang kemampuan kamu yang bagus. Jawab Bu Berta sambil memeluk hangat Aira.


Semua tampak terlihat menitipkan air mata, ada rasa sedih dan takut kehilangan yang mereka rasakan. Sampai tiba-tiba Aira memberi bingkisan.

__ADS_1


" Nih, hadiah perpisahan sementara dari ibu. Kata Aira sambil tertawa dan menghapus air matanya.


Tanpa rasa sungkan mereka pun menerima hadiah itu, yang berisi camilan khas buat ibunda Aira yang selama ini mereka rindukan. Suasana pun kembali ceria.


__ADS_2