
Keesokan harinya, kini Aira sudah duduk di kursi penumpang pesawat VIP. Pagi-pagi sekali gadis itu pergi meninggalkan rumah sakit, tak lupa ia juga sudah berpamitan pada suster yang menjaga ibundanya.
Selama penerbangan Aira tampak begitu tertekan, gadis itu benar-benar tidak mau melakukan hal itu. Namun jika dia tidak melakukannya maka taruhannya adalah nyawa ibunda tercintanya, dan akhirnya ia pun memutuskan untuk melakukannya.
Penerbangan Aira kali ini cukup lama sekitar 21 jam lebih itu pun harus berpindah ke pesawat lain yang biasanya memakan waktu cukup lama.
Namun Aira berusaha untuk tetap sabar dan tenang selama perjalanannya, ia juga selalu menanyakan kondisi ibundanya pada suster yang menjaga ibundanya.
Singkat waktu 24 jam lebih akhirnya Aira sampai di bandara yang ia tujuan, dengan perlahan gadis itu pun berjalan keluar bandara.
Aira tampak terlihat mencari-cari seseorang yang datang untuk menjemputnya, diantara banyak orang akhirnya Aira menemukan sosok yang memegang papan yang bertuliskan namanya.
" Hello Mr. I am Aira Puspita Maharani. Kata Aira pada orang asing tersebut sambil menunjuk papan nama yang di pegang oleh pria tersebut.
" Ohhhh...... hello.... my name is John. Jawab pria itu lalu mengajak Aira menuju parkiran mobil.
Lalu Aira pun pergi bersama pria yang bernama John meninggalkan bandara, selama perjalanannya Aira mau pun John hanya diam saja mereka sibuk dengan pikirannya masing-masing.
" Apakah kamu sudah mengerti apa yang harus kamu lakukan? Tanya John tiba-tiba memecahkan keheningan.
(di sini John bicara dengan menggunakan bahasa Inggris)
" Iya. jawab Aira sambil menganggukkan kepalanya.
" Oke, seperti aku juga tidak perlu menjelaskan lagi pada mu, karena sepertinya kamu sudah mengerti. ucap John lagi sambil fokus menyetir.
" Yes Mr. Jawab Aira pendek kemudian diam lagi.
Tak berselang lama Aira pun tiba di sebuah hotel ternama di New York, John pun turun di ikuti oleh Aira yang juga ikut turun. Dengan langkah kecil sambil membawa koper Aira mengikuti John.
Lalu John pun membawa Aira menuju sebuah kamar yang sudah ia pesan sebelumnya, kemudian mereka pun masuk ke dalam kamar tersebut.
__ADS_1
" Aira, sedang apa kau di situ? Tanya John kala melihat Aira masih berdiri mematung di depan pintu.
" Ahhhhh..... Tidak. Jawab Aira gelagapan sontak gadis itu pun langsung berjalan perlahan menghampiri John.
" Tenang lah, bukan aku yang akan memakan mu tapi atasan ku. Beliau juga bukan orang jahat, jadi tenang saja. Kata John pada Aira.
" Apa tuan? Jadi bukan dengan anda melainkan orang lain? Kata Aira yang kaget mendengar ucapan John.
" Iya, sebelumnya aku minta maaf bukan maksud ku untuk membohongi mu lagi pula kamu tenang saja aku pasti akan memberikan bayaran lebih untuk mu karena kesalahan ku ini. Ucap John meminta maaf dan menjelaskan pada Aira.
" Tapi di perjanjian dan di profil itu adalah anda tuan. Kata Aira sedikit marah.
" Aku maupun atasannya ku tak berbeda jauh Aira, bahkan usia kami hanya beda dua tahun beliau dua tahun lebih tua dariku. Ucap John berusaha menjelaskan pada Aira.
Aira pun hanya diam saja, dia hanya membuang pandangannya ke arah lain. Sementara John hanya menarik nafas dalam-dalam.
" Lebih baik sekarang kamu bersihkan tubuhmu terlebih dahulu, lalu tolong pakai pakaian yang ada di dalam tas itu. Ucap John menyuruh Aira mandi dan meminta Aira untuk mengenakan baju yang ada di dalam tas yang berada di atas sofa.
Namun sebelum ia keluar, ia memasukkan koper Aira ke dalam lemari terlebih dahulu, setelah itu ia memandang selalu kamar merasa tidak ada yang aneh ia pun keluar dari kamar tersebut.
Kini pria bule itu pun berjalan keluar dari hotel lalu tak berselang lama ada sebuah mobil mewah yang berhenti tepat di depan hotel tersebut, lalu John pun berjalan menghampiri mobil mewah itu dan ia pun membukakan pintu mobil tersebut.
" Selamat malam tuan. Kata John dengan sopan begitu penumpang mobil tersebut keluar.
Lalu pria itu hanya menjawab dengan menganggukkan kepalanya, dan berjalan masuk ke dalam hotel John mengikuti pria itu.
Melihat sosok pria gagah nan tampan itu semua staf hotel menundukkan kepala mereka, mereka semua tak berani menatap dua pria yang berjalan menuju lift.
" John, apakah kamu sudah menyelesaikan pria brengsek itu? Tanya pria itu begitu pintu lift tertutup.
" Sudah tuan, saya sudah menyelesaikannya dengan rapih tanpa meninggalkan jejak sedikit pun sesuai dengan keinginan tuan Jawab John dengan sopan.
__ADS_1
" Bagus. Kata pria itu sambil menepuk bahu John pelan.
Lalu mereka pun mengobrol santai perihal pekerjaan mereka sambil berjalan menuju kamar yang tadi di tempati Aira.
" Pulanglah, aku tahu kau sudah bekerja keras beberapa hari terakhir ini. Ucap pria itu pada John sebelum ia masuk ke dalam kamarnya.
" Baik tuan, selamat malam dan selamat beristirahat. Jawab John sopan sambil menundukkan kepalanya.
Setelah atasannya masuk lalu dia pun pergi meninggalkan hotel begitu saja tanpa mengatakan apapun pada Aira maupun atasannya.
Sementara itu pria itu mengedarkan pandangannya ke seluruh kamar lalu ia pun melempar jas yang ia pakai ke sembarang arah, kemudian dia duduk bersandar di sofa sambil melihat pemandangan dari luar jendela dengan tangan yang sibuk membuka dasi.
Pria itu pun tenggelam dalam lamunannya, saat sedang asyik melamun tanpa sengaja dia mendengar suara gemericik air dari arah kamar mandi.
Dengan pandangan sengit pria itu pun berjalan perlahan menuju kamar mandi, lalu dia pun membuka pintu kamar mandi dengan pelan tanpa mengeluarkan suara.
Terlihatlah Aira yang sedang mandi di bawah kucuran shower, karena posisi Aira membelakangi pintu jadi Aira tidak melihat pria itu.
Seorang wanita, permainan siapa lagi ini. Aku benar-benar membenci hal seperti ini. Brengsek.
Setelah melihat sosok yang ada di dalam kamar mandi pria itu pun kembali ke tempat duduknya, namun dengan mood yang berbeda.
Aira yang berada di kamar mandi tidak tahu menahu jika pria yang ada di dalam kamar sudah berganti, dengan perlahan Aira pun mengambil pakaian yang ada di dalam tas.
" Apa ini? Apakah ini benar-benar pakaian. Ucap Aira pada dirinya sendiri sambil menatap pakaian yang kekurangan bahan yang ada di tangannya.
" Aku tidak mau memakainya, lebih baik aku pakai pakaian ku saja. Ucap Aira dengan kesal lalu melempar pakaian itu.
Gadis itu pun berjalan keluar kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk saja karena dia pikir John sedang berada di luar.
Jadi pas John keluar Aira sempat keluar dari kamar mandi untuk mengambil ponselnya yang ada di dalam koper, namun karena kopernya tidak dapat dia temukan dia pun kembali masuk ke dalam kamar mandi.
__ADS_1