
Aira terus berusaha memberontak namun usahanya sia-sia, jangankan lepas dari cengkraman pria itu dia bahkan tidak bisa melepaskan ikat di pergelangan tangannya.
" Tolong, aku mohon lepaskan aku. Kata Aira pada pria itu.
Karena sudah lelah Aira pun akhirnya menyerah, gadis itu pun akhirnya memilih pasrah saat pria itu terus menggerayangi tubuhnya.
Namun berbeda dengan pria itu, dia dengan gilanya menciumi setiap lekuk tubuh Aira. kemudian mencumbunya habis-habisnya, lalu perlahan-lahan ciumannya pun turun ke leher, bahkan kedua payudara Aira pun tidak ia lewatkan.
Dia menghisap kedua pa***ara Aira secara bergantian sambil meninggalkan beberapa tanda bekas di sana, bahkan dia sempat beberapa kali menggigitnya yang membuat Aira mengerang kesakitan.
" Akhhhh...... Sakit.... ucap Aira merintih kesakitan.
Lalu perlahan-lahan dia pun turun ke perut Aira sampai pandangan tertuju diantara dua kaki Aira, lalu pria itu pun membenamkan wajahnya diantara dua kaki Aira.
" Akhhhhhhh...... Jangan lakukan hal itu. kata Aira yang terkejut dengan apa yang di lakukan oleh si pria.
Bukannya menghentikan aksinya, pria itu malah semakin menjadi-jadi dia terus menerus menghisap dan menjilat va**na Aira tanpa henti sambil memasukkan jari jemarinya satu persatu kedalam va**na milik Aira.
Aira hanya bisa merintih sambil terus memohon pada pria itu agar dirinya bisa di lepaskan.
Setelah merasa puas dengan aksinya, serta merasa va**na milik Aira sudah basah dan siap menerimanya, pria itu pun dengan cepat membuka celananya.
" Aku sudah ada apa batas ku. Kata pria itu langsung memasukan Junior kedalam va**na Aira.
" akhhhhhh..... Sakit, sakit aku mohon lepaskan aku. Kata Aira yang merasa kesakitan yang begitu luar biasa diantara kedua kakinya.
Gadis itu pun akhirnya menangis memohon pada pria itu, Aira merasa seperti ada benda besar, tebal dan panjang yang memaksa masuk ke dalam va**nanya dan membuat va**nanya robek.
Saking sakitnya Aira bahkan menggaruk punggung pria itu dengan kukunya, yang membuat punggung pria itu terluka. Namun bukannya kesakitan pria itu malah semakin bersemangat.
Bahkan dia tidak berhenti atau memberi sedikit waktu untuk Aira istirahat, pria itu malah terus mendorong juniornya masuk semakin dalam.
Aira hanya bisa menangis sambil menggigit bibirnya dengan putus asa, sementara pria itu terus melakukan hal yang ia inginkan.
Dia terus memaju mundurkan juniornya tanpa henti, kemudian dia mengangkat tubuh Aira yang membuat Aira duduk di atas pria itu.
" Ayo lakukan apa yang harus kamu lakukan. Kata pria itu pada Aira meminta agar Aira menggoyangkan pinggulnya dan memimpin permainan.
__ADS_1
Aira hanya diam sambil membuang pandangannya ke arah lain, karena Aira diam saja pria itu pun mengambil alih permainan.
Pria itu terus melakukan hal itu beberapa kali tanpa memberikan waktu untuk Aira istirahat, bahkan dia mengeluarkan semua air maninya di dalam va**na milik Aira.
Setelah beberapa saat lamanya akhirnya Aira pun jatuh pingsan dalam pelukan pria itu, pria itu pun menghentikan aksinya lalu memeluk tubuh mungil Aira.
Dia pun secara perlahan meletakkan tubuh Aira di tempat tidur lalu menyelimuti tubuh Aira, kemudian dia masuk ke dalam kamar mandi.
" Sial.... ucap pria itu sambil memaki-maki di dalam kamar mandi.
Cukup lama pria itu berada di dalam kamar mandi, dia tenggelam dalam pikirannya. Lalu setelah itu ia pun keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk kimono.
Dia pun berjalan perlahan menghampiri Aira, lalu dengan lembut membelai kepala Aira. Tanpa sadar matanya melihat sesuatu di atas seprei.
" Ohhhhh....... damn it. Kata pria itu begitu melihat ternyata noda tersebut adalah darah.
" Aku lupa jika dia masih virgin. Kata pria itu baru ingat jika Aira masih perawan, dengan frustasi dia hanya mengacak-acak rambutnya.
Lalu dia pun kembali memandang wajah Aira, setelah beberapa saat dia langsung menggendong tubuh mungil Aira masuk ke dalam kamar mandi.
" Aku benar-benar sudah keterlaluan pada gadis ini. kata pria itu setelah melihat tanda yang ia tinggalkan di sekujur tubuh Aira.
" Siapa namanya....... Kata pria itu sambil menatap wajah Aira dan mengingat-ingat nama Aira. " ahhhhh...... Flo, berapa usia gadis ini? Sepertinya dia masih sangat muda. Ucap sambil dengan lembut menggosok tubuh Aira, pria itu hanya menepuk jidatnya saat melihat ulahnya terhadap Aira.
Bahkan dia melihat beberapa tanda bekas gigitannya, dia hanya bisa membuang pandangannya.
Lalu setelah itu dia pun kembali menggendong tubuh mungil kembali ke tempat tidur, tak lupa ia juga mengerikan rambut panjang milik Aira.
Kemudian mereka pun tidur bersama, pria itu dengan lembut membawa Aira kedalam pelukannya, sebelum ia tertidur dia sempat mengecup kening Aira lalu tertidur pulas.
Singkat waktu pagi pun tiba, Aira terbangun dari tidurnya. Perlahan-lahan gadis itu membuka sambil mengerjapkan matanya.
" Selamat pagi. Sapa seseorang yang ada di hadapan Aira.
Aira hanya mengangguk, lalu kembali menutup matanya.
" Astaga..... Kata Aira yang baru teringat apa yang terjadi semalam terhadap dirinya sendiri.
__ADS_1
" Apakah tidur mu nyenyak nona? Tanya pria yang kini sudah duduk bersandar di tempat tidur.
Aira tak menjawabnya, dia malah sibuk menutup tubuhnya dengan selimut. Sementara pria itu bangun dan berjalan dengan santai menuju meja.
Aira hanya memperhatikan pria itu dengan tatapan waspada, sementara si pria terlihat sedang menghubungi seseorang melalui telepon hotel.
" Tidurlah lebih lama, ini masih pagi. Saat staf hotel mengantarkan makanan akan aku bangunkan kamu. Kata pria itu pada Aira begitu dia selesai menelpon.
Bukannya menjawab Aira malah masukkan kepalanya kedalam selimut, dia ingin memastikan kondisi tubuhnya. Betapa terkejutnya dia melihat begitu banyak tanda di sekujur tubuhnya, sementara pria itu hanya memperhatikan apa yang Aira lakukan.
Apa sih yang sebenarnya dia lakukan di dalam selimut itu?
Setelah itu Aira pun bangun dari tempat tidur, dengan tubuh yang di balut selimut gadis itu pun berjalan tertatih menuju kamar mandi. Karena tidak tega melihat Aira kesulitan pria itu pun langsung berjalan menghampiri Aira kemudian menggendongnya masuk ke dalam kamar mandi.
" Turunkan saya, saya bisa jalan sendiri. Kata Aira sambil memberontak agar dilepaskan.
" Diam lah, aku hanya ingin membantu mu. jawab si pria masih tetap menggendong tubuh Aira.
Pria itu dengan lembut meletakkan Aira di dalam bathtub lalu menarik paksa selimut yang menutupi tubuh Aira.
" Jangan lakukan itu......
" Diam lah aku hanya ingin membantu mu. Ucap si pria memotong perkataan Aira. " Sebenarnya semalam aku sudah membersihkan tubuhmu, tapi sepertinya kamu ingin membuat tubuhmu terasa segar yah? Kata pria itu lagi sambil memberikan wewangian ke dalam air.
Aira hanya diam tak berniat menjawabnya, lalu tanpa banyak tanya pria itu ikut masuk ke dalam bathtub yang membuat Aira terkejut.
" Apa yang kau lakukan tuan? Tanya Aira saat pria itu sudah masuk ke dalam bathtub dengan posisi tepat di belakangnya.
" Aku hanya ingin menemani mu mandi. Jawab pria itu santai.
" Saya bisa mandi sendiri tuan, jika tuan ingin mandi kita bisa bergantian. Kata Aira mengusir pria itu secara halus.
" Itu terlalu lama, lebih cepat seperti ini. Lagi pula apa yang membuat mu malu, aku bahkan sudah melihat dan menyentuh setiap senti tubuh mu. Kata pria itu dengan tidak tahu malunya.
Mendengar perkataan pria itu wajah Aira pun memerah, gadis itu hanya bisa berusaha menutupi tubuhnya dan dengan malu menatap ke arah lain.
" Bolehkah aku melakukannya lagi. Bisik lembut pria itu tepat di telinga Aira.
__ADS_1