
Beberapa jam kemudian Aira pun tertidur karena lapar, karena memang sejak pagi dia tidak makan dengan benar.
" Sudah bangun. Ucap Bu Wulan yang terbangun lebih awal.
" Iya Bu, ibu tidak tidur? Tanya Aira dengan suara serak khas bangun tidur sambil mengusap-usap matanya.
" Ibu sempat tidur juga kok, tapi karena ada suara yang lumayan keras ibu jadi bangun. Ucap Bu Wulan.
Aira pun hanya menganggukkan kepalanya mengerti suara apa yang di maksud oleh ibundanya.
" Ibu lapar tidak? Tanya Aira lembut sambil bersandar pada ibundanya.
" Lapar sih tidak terlalu, namun ibu hanya haus sedari tadi. Jawab Bu Wulan.
" Ya ampun, kenapa tidak memintanya pada pramugari ibu? Atau setidaknya ibu harusnya bangunkan Aira. Kata Aira yang kaget mendengar perkataan ibundanya.
Lalu Aira pun dengan cepat memesan air mineral dan jus buah beserta beberapa menu makanan untuk ia dan ibundanya makan.
Tak berselang lama makanan pun datang, Aira dengan telaten merubah posisi tepat duduk ibundanya, agar ibundanya bisa makan lebih nyaman.
Lalu keduanya pun mulai menyantap makanan mereka masing-masing, sesekali ibu dan anak itu saling bergantian mencoba makanan mereka masing-masing.
" Ibu lebih suka udangnya? Kata Bu Wulan sambil menunjuk udang yang ada di piringnya.
" Ibu mau tambah lagi? Tanya Aira sambil menatap lembut wajah ibundanya.
" Tidak, Aira. Ibu sudah kenyang, ibu hanya menunjukkan makanan yang enak menurut ibu agar kamu mencobanya. jawab Bu Wulan menjelaskan pada Aira.
" Ohhh.... Gitu, tidak ah. Untuk ibu saja Aira sedang tidak ingin makan seafood. kata Aira menolak sambil melanjutkan kembali menyantap makanannya hingga habis tak tersisa.
Setelah selesai makan dan perutnya terasa full, ibunda Aira terlihat bosan hanya duduk saja. Lalu tak berselang lama tiba-tiba wajahnya berubah.
" Aira. Panggil Bu Wulan pada putrinya yang sedang asyik menonton film.
__ADS_1
" Hemmmmm...... Kenapa Bu? Jawab Aira sambil melihat ke arah ibundanya.
" Di pesawat itu ada toilet tidak sih, rasanya ibu ingin sekali buang air kecil. kata Bu Wulan dengan wajah yang gelisah seperti menahan sesuatu.
" Ada lah Bu, masa tidak ada. Kalau ibu mau ke toilet biar Aira temani, ayo Bu. Kata Aira yang sudah berdiri sambil menarik lembut tangan ibundanya.
Kemudian Bu Wulan pun mengikuti putrinya, Aira sempat bertanya dimana letak toilet itu berada pada pramugari. Sang pramugari pun memberi tahu Aira, setelah itu Aira pun pergi sesuai arahan si pramugari.
Setelah menemukan toilet itu, Bu Wulan pun langsung bergegas masuk ke dalam kamar mandi. Sementara Aira hanya tertawa kecil melihat tingkah ibundanya, gadis itu pun dengan setia menunggu ibundanya keluar dari kamar mandi.
Tak berselang lama ibunda Aira pun keluar, di situ Bu Wulan lagi-lagi kesulitan dengan kondisi kamar mandi yang jauh berbeda dengan kamar mandi pada umumnya.
Dan untuknya ada air yang dengan setia mengajarkan ibundanya, sampai wanita paruh baya itu pun sedikit demi sedikit mengerti.
" Haduh, belum sampai saja sudah bingung ibu Aira. Bagaimana nanti saat sudah sampai di sana. Kata Bu Wulan sambil duduk kembali di kursinya.
Mendengar keluhan sang ibunda Aira hanya tersenyum simpul. " nanti Aira ajarin sedikit-sedikit yah Bu? Agar nanti ibu bisa terbiasa dengan kehidupan baru kita. Kata Aira sambil memeluk ibundanya.
Mendengar perkataan putrinya, wanita paruh baya itu pun tidak sampai hati. Beliau juga tidak mungkin membiarkan putri semata wayangnya pergi dan tinggal seorang diri di negeri orang.
Waktu terus berjalan kini Aira dan ibundanya telah tiba di Qatar, mereka harus berpindah pesawat untuk menuju inggris.
" Ibu mau mandi? Tanya Aira pada ibundanya.
" Memang masih ada waktu? Tanya balik Bu Wulan.
" Ada sekitar tiga jam lebih sebelum kita naik kembali ke pesawat. Jawab Aira.
" Boleh deh, karena badan ibu rasanya lengket. Jawab sang ibunda.
Lalu Aira pun mengajak ibundanya ke ruangan khusus atau kamar khusus yang di sediakan oleh pihak maskapai, kemudian wanita paruh baya itu pun langsung mandi.
Sementara Aira memiliki duduk bersandar sambil menunggu ibundanya, tak berselang lama ibunda Aira pun keluar lalu Aira pun kini gantian masuk ke dalam kamar mandi.
__ADS_1
Setelah selesai membersihkan tubuh dan berganti pakaian, Aira pun mengajak ibundanya makan terlebih dulu kemudian keduanya wanita itu berkeliling bandara Qatar.
" Wahhhh...... Bagus sekali yah nak. Ucap Bu Wulan sambil menatap kearah sekelilingnya.
" Iya Bu. Jawab Aira sambil tersenyum manis melihat ibundanya.
Setelah puas berkeliling kini waktunya mereka kembali masuk ke dalam pesawat, sesampainya di kursinya Aira dan ibundanya pun langsung tertidur pulas.
Karena terlalu lelah berkeliling dan hari memang sudah malam, kedua ibu dan anak itu tertidur sambil berpegangan tangan seakan takut kehilangan.
Singkat waktu Aira dan ibundanya pun telah tiba di bandara, sesampainya di bandara sudah ada seseorang yang yang sudah menunggu kedatangan mereka.
Aira pun menghampiri orang tersebut, kembali mereka terlihat saling berkenalan dan berbincang dengan menggunakan bahasa Inggris.
Sementara ibundanya Aira hanya diam saja sambil memperhatikan putri dan orang asing tersebut, lalu kemudian orang itu pun membimbing mereka menuju parkiran.
Orang tersebut juga sempat menyapa ibundanya Aira, namun karena Bu Wulan tidak begitu mahir dalam bahasa Inggris beliau hanya bisa menjawab dengan senyuman pada orang tersebut.
Lalu mereka pun pergi meninggalkan bandara, selama perjalanan ibundanya Aira hanya duduk diam, dalam hati kecil wanita paruh baya itu ada rasa takut terhadap orang asing yang baru beliau temui.
Cukup lama mereka berada di dalam mobil sampai akhirnya mereka pun tiba di sebuah rumah yang jauh dari keramaian, lalu orang itu pun memarkirkan mobilnya di halaman rumah tersebut.
Kemudian Aira pun turun di ikuti oleh Bu Wulan yang juga ikut turun, orang asing itu pun membantu membawakan barang-barang milik Aira dan ibundanya.
" Ini rumahnya Aira, saya harap kamu tinggal dengan nyaman di rumah ini bersama dengan ibumu. Kata orang itu dengan menggunakan bahasa Inggris sambil membuka pintu rumah tersebut.
" Iya, terimakasih. Jawab Aira sambil tersenyum manis sambil memperhatikan sekeliling rumah itu.
" Walaupun rumah ini jauh dari kota, namun semua pasilitas sudah lengkap dan kamu juga mendapatkan pasilitas mobil agar kamu lebih mudah untuk pulang pergi ke kantor. Kata orang itu sambil mengajak Aira dan ibundanya berkeliling rumah tersebut.
" Iya, terimakasih Mr. Ini semua sudah lebih dari cukup untuk saya dan ibu saya, saya akan berusaha keras dalam pekerjaan saya nanti. jawab Aira sambil tersenyum senang.
" Oke Aira, selamat bergabung dan semoga kamu dan ibumu betah tinggal di sini. Kata orang itu sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Aira.
__ADS_1
Aira pun mengulurkan tangannya lalu mereka pun berjabat tangan, seperti beberapa orang tersebut pun pamit pada Aira dan ibundanya.