Jagoan Kecilku

Jagoan Kecilku
Sebagai bukti


__ADS_3

Aira pun menatap wajah ibundanya dengan tatapan mata yang sedih, gadis itu bahkan sampai menggenggam erat tangan ibundanya.


Walaupun terlihat enggan mengatakan hal itu Aira pun tetap harus mengatakan yang sebenarnya pada ibundanya, karena tidak mungkin selamanya dia menutup rapat-rapat semua kejadian itu dari ibundanya.


" Memang benar kantor Aira tidak bisa mengcover biaya operasi ibu, karena biaya sangat lah besar. Kantor tempat Aira bekerja hanya bisa mengcover biaya perawatan saja. Jawab Aira jujur sambil menundukkan kepalanya.


" Lantas dari mana uang itu berasal Aira? Tanya Bu Wulan lagi dengan wajah yang semakin penasaran.


Mendengar pertanyaan itu Aira pun sempat terkejut dan menatap wajah ibundanya kemudian dia pun kembali menundukkan kepalanya.


" Ibu sangat tahu jika kamu tidak mungkin mempunyai uang sebanyak itu nak, tolong katakan pada ibu dari mana kamu mendapatkan uang sebanyak itu? tanya Bu Wulan lagi.


Wanita paruh baya itu sangat ingin Aira berterus terang pada dirinya, agar ia bisa mengetahui semua masalah yang telah Aira sembunyikan dari dirinya.


" Maafkan Aira Bu, Aira telah gagal menjadi putri yang baik untuk ibu dan bapak. Aira menjual keperawanan Aira untuk mendapatkan uang itu, Aira bener-bener minta maaf Bu. Jawab Aira akhirnya menjawab semua pertanyaan-pertanyaan yang menumpuk di dalam benak Bu Wulan.


Untuk sesaat Bu Wulan terdiam setelah mendengar jawaban putrinya, lalu tanpa sadar air matanya pun mengalir.


Sementara Aira langsung bersujud di kaki ibundanya, memohon ampun pada ibundanya sambil menangis dan menciumi kaki ibundanya.


Jadi ini alasannya kamu tidak memberi tahu pada ibu, siapa ayah dari bayi itu. Ya ampun seberapa besar beban yang kamu tanggung untuk ibu Aira, ibun benar-benar tidak menyangka bahwa kamu akan melakukan hal itu untuk ibu.


Bu Wulan pun menarik pelan tangan putrinya lalu memegang kedua pipi Aira yang sudah banjir dengan air mata.


" Tidak nak, kamu tidak bersalah. Di sini ibu yang bersalah. Ucap Bu Wulan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya sambil menghapus air mata putrinya lalu menghujani Aira dengan ciuman.


" Ibu yang telah gagal mendidik mu nak, kamu tidak bersalah. Seadanya ibu tidak sakit, kamu pasti tidak akan mungkin melakukan hal itu. Seharusnya kamu biar saja ibu meninggal. Ucap Bu Wulan lagi sambil memeluk erat tubuh putrinya.


" Tidak Bu, Aira melakukan semua hal ini karena Aira tidak ingin kehilangan ibu. Aira ikhlas Bu, jika waktu berputar kembali Aira tetap akan melakukan hal yang sama untuk menyelamatkan ibu. Jawab sambil menangis dan memeluk ibundanya.

__ADS_1


" Aira tidak akan sanggup menjalani hari-hari seorang diri tanpa ibu, Aira ingin ibu tetap ada di samping Aira. Ucap Aira lagi dengan diiringi tangisan yang begitu menyedihkan.


Keduanya pun terlihat menangis tersedu-sedu bersama sambil memeluk satu sama lain, Bu Wulan benar-benar tidak menyangka jika putrinya akan lakukan hal yang seperti itu untuk menyelamatkan nyawanya.


Cukup lama mereka menangis, keduanya terlihat saling menguatkan satu sama lain. Sampai akhirnya keduanya pun kembali tenang.


" Apakah bayi yang ada di dalam kandungan mu adalah bayi pria itu? Tanya Bu Wulan lembut sambil merapihkan rambut panjang putrinya.


Aira hanya menjawab dengan menganggukkan kepalanya saja.


" Apakah ibu mengenal pria itu? Tanya Bu Wulan lagi pada Aira.


" Tidak, ibu tidak mengenalnya. Bahkan Aira sendiri tidak mengenalnya dengan baik. Jawab Aira jujur.


" Lalu bagaimana kalian bertemu? Tanya Bu Wulan penasaran.


" Sebenarnya Aira menjual keperawanan Aira melalui sebuah situs di internet, karena Aira tidak ingin lakukan nya dengan seorang yang Aira kenal. Tapi yang jelas dia adalah pria yang baik dan dewasa. Jawab Aira menjelaskan pada ibundanya.


Aira hanya menganggukkan kepalanya.


" Ya ampun, maafkan ibu nak. Karena ibu kamu jadi harus menderita seperti ini. Ucap Bu Wulan lalu kembali memeluk tubuh mungil putri semata wayangnya.


Wanita paruh baya itu hanya bisa memeluk Aira sambil berpikir betapa besarnya tanggung jawab yang telah di pikul oleh putrinya selama ini.


" Aira benar-benar lupa meminum pil KB saat itu, bahkan mungkin Aira sama sekali tidak memikirkan nya. Karena yang ada dalam pikiran Aira saat itu hanya ingin ibundanya cepat sembuh agar bisa bersama dengan Aira lagi. Ucap Aira menjelaskan pada ibundanya mengapa bisa dirinya sampai hamil.


" Tidak apa-apa sayang, mungkin bayi ini adalah bukti bahwa kamu telah memberikan pengorbanan yang begitu besar untuk ibu. Jawab Bu Wulan sambil mengelus lembut perut putrinya yang sudah mulai membesar.


" Aira tidak pernah menyesal melakukan hal itu untuk ibu. ucap Aira sambil tersenyum manis pada ibundanya.

__ADS_1


Lalu keduanya pun kembali berpelukan dan setelah itu mereka pun makan malam bersama, kini Bu Wulan tak lagi mengabaikan putrinya.


Kehidupan keduanya pun mulai kembali normal, namun dengan kondisi tubuh Aira yang berbeda. Bu Wulan sangat memperhatikan kondisi kesehatan putrinya dan bayi yang ada di kandungan Aira.


Jika Aira tiba-tiba ingin memakan sesuatu Bu Wulan pun dengan sigap membuat makanan tersebut, Aira pun dengan senang memakan makanan yang di buat oleh ibundanya.


Singkat waktu usia kandungan Aira pun sudah masuk 33 Minggu, karena perutnya sangat besar membuat Aira sulit untuk bergerak.


" Kamu tidak bisa ambil cuti lebih awal saja? Tanya Bu Wulan saat melihat putrinya sedang bersiap-siap untuk berangkat ke kantor.


" Belum bisa Bu, Aira harus menyelesaikan semua pekerjaan Aira terlebih dahulu sebelum Aira mengambil cuti lahiran. Jawab Aira sambil berusaha memakai sepatu.


" Tapi melihat kamu sudah kesulitan seperti ini, ibu jadi khawatir. kata Bu Wulan lalu membantu Aira memakai sepatu.


" Tidak apa-apa Bu, lagi pula dokter juga sudah memberikan jadwal persalinan kan. Jadi pasti aman. Jawab Aira sambil tersenyum menyakinkan ibundanya dan mengelus-elus perutnya.


" Lagian si Dede bayi juga masih anteng-anteng saja kok Bu, iyakan nak? Ucap Aira pada bayi yang ada di dalam perutnya sambil mengelus-elus nya.


Lalu si bayi pun menjawab dengan menendang-nendang di dalam perut Aira, Aira dan Bu Wulan pun tertawa karena si kecil seperti mengerti apa yang di ucapkan oleh ibundanya.


" Ya sudahlah, tapi kamu hati-hati saat menyetir mobil yah. Ucap Bu Wulan yang hanya bisa pasrah.


" Iya Bu. Jawab Aira lalu mencium kening ibundanya kemudian dia pun berpamitan pada ibundanya.


" Hati-hati dijalan, Oh iya. pesanan camilan teman kantor mu sudah ibu letakkan di kursi belakang. Ucap Bu Wulan pada putrinya sambil melambaikan tangannya.


" Iya Bu, Aira jalan yah. Jawab Aira lalu perlahan-lahan pergi.


Awal Bu Wulan hanya iseng menyuruh Aira untuk membagikan beberapa camilan buatannya pada teman-teman kantor Aira, itung-itung hadiah salam kenal.

__ADS_1


Namun entah kenapa rekan-rekan kerja Aira malah ketagihan dan meminta ibundanya untuk menjualnya camilan itu untuk mereka.


Awalnya Bu Wulan menolak namun karena terus di bujuk, lalu wanita paruh baya itu pun akhirnya mengikuti keinginan teman-teman kantor putrinya.


__ADS_2