Jagoan Kecilku

Jagoan Kecilku
Makan malam


__ADS_3

Mendengar jawaban Aira, Arsen pun terdiam menatap wajah gadis yang duduk di sampingnya dengan menaikan sebelah alihnya tidak percaya dengan perkataan Aira.


" Kamu serius Flo? Tanya Arsen tidak percaya sembilan membukakan pintu mobil untuk Aira karena mereka telah sampai di supermarket asia.


" Untuk apa saya berbohong? tidak ada untungnya pula saya membohongi Arsen. Kata Aira lalu keluar dari mobil.


" Kenapa kamu tidak pernah mencoba berkencan? Tanya Arsen penasaran sambil mendorong troli dan berjalan beriringan dengan Aira.


" Entahlah, saya tidak begitu tertarik dengan hal seperti itu. Jawab Aira dengan acuh.


" Tapi seseorang yang kamu cintai pasti ada kan? Kata Arsen masih penasaran dengan Aira.


" Ada. Jawab Aira sambil memilah-milah sayuran.


" Wahhhhh...... Dia beruntung sekali. Kata Arsen dengan penuh rasa iri pada seseorang yang tidak pernah ia temui apalagi mengenal seseorang itu.


" Apakah Arsen ingin tahu siapa orang itu? Tanya Aira sambil menatap wajah Arsen.


" Iya, siapa dia? Dan seperti apa dia? jawab Arsen penuh dengan rasa ingin tahu sambil menganggukkan kepalanya.


" Dia adalah ibuku perempuan terhebat dalam hidup ku. Jawab Aira sambil memukul kepala Arsen dengan sayuran lalu berjalan pergi.


Mendengar perkataan Aira sekaligus perlakuan jail gadis manis itu, seketika wajah Arsen merona lalu dia pun tersenyum salah tingkah.


" Arsen, sedang apa di sana? Kata Aira yang melihat Arsen masih tetap diam berdiri di tempatnya.


" Ahhhhh...... iya, tunggu aku Flo. Ucap Arsen yang tersadar lalu berjalan menghampiri Aira.


Arsen dengan setia mengikuti kemanapun Aira pergi sambil bertanya tentang apa saja nama bahan-bahan yang Aira pilih, dengan sabar Aira menjawab semua pertanyaan Arsen.


Mereka berjalan beriringan sudah seperti pasangan pengantin baru yang baru memulai kehidupan, kedua tampak begitu serasi walaupun usia mereka terpaut usia sangat jauh tapi karena sifat sedikit kekanak-kanakannya Arsen dan sifat dewasanya Aira yang membuat mereka terlihat saling melengkapi satu sama lain.


" nyonya silahkan di coba kuenya? Ucap salah satu karyawan yang sedang mempromosikan produknya.


" Kalau begitu permisi yah. Jawab Aira sambil mengambil satu potong kue lalu menyerahkan ke depan mulut Arsen.


Arsen pun terkejut dengan sikap manis Aira dengan senang hati pria itu pun membuka mulutnya lalu Aira pun memasukkan kue itu kedalam mulut Arsen.

__ADS_1


" Apakah Arsen suka? Tanya Aira sambil menatap wajah Arsen.


Sejujurnya Arsen tidak begitu menyukai masakan manis namun entah kenapa kali ini makanan manis itu terasa jauh lebih enak.


" Enak. Jawab Arsen sambil menganggukkan kepalanya dan menikmatinya.


Kemudian Arsen kembali menarik tangan Aira dan melahap habis sisa kue yang ada di tangan Aira, sementara si karyawan itu hanya bisa mengalihkan pandangannya dari pemandangan yang ada di hadapannya.


" Saya mau satu kotak yah Bu. Kata Aira lembut sambil tersenyum manis pada karyawan itu.


" Siap nyonya, tolong tunggu sebentar. Jawab si karyawan lalu bergegas menyiapkan pesanan Aira.


" Apakah Arsen menginginkan rasa yang lain? Tanya Aira sambil melihat-lihat deretan kue yang ada di hadapannya.


" Untuk ku itu saja sudah cukup, tapi jika kamu mau pilih saja semua yang kamu inginkan. Jawab Arsen sok.


" Bu, saya mau rasa karamelnya juga yah. Satu kotak. Kata Aira pada karyawan itu.


" Baik nyonya, mohon ditunggu. Kata si karyawan.


" Arsen, ada noda coklat di bibir mu. Kata Aira memberi tahu Arsen sambil menunjuk ke arah bibir.


" Di sini. Jawab Arsen sambil berusaha mengelap-lap bibirnya.


" Di situ ada tissue nyonya. Kata karyawan member tahu Aira sambil menunjukkan dimana tissue itu berada.


Kemudian Aira pun melihat tissue yang di tujukan oleh karyawan itu lalu dia pun mengambil dan kemudian mengelap bibir Arsen dengan lembut.


Arsen yang sedari tadi mendapatkan perhatian manis dari Aira pun jadi makin salah tingkah, pria tinggi, besar itu terlihat gugup untuk pertama kalinya.


Aira yang tidak peka akan tingkah laku Arsen malah sibuk melanjutkan belajarnya, dan singkat waktu mereka pun selesai berbelanja dan sudah kembali ke hotel.


Sesampainya di kamar hotel Aira pun langsung sibuk menyiapkan bahan-bahan yang akan dia masak, sementara Arsen memilih pergi mandi karena Aira yang menyuruhnya.


Setelah beberapa saat lamanya saat Aira tengah sibuk memasak Arsen pun keluar dari kamar mandi, kini pria itu sudah berganti pakaian dan berjalan menghampiri Aira dengan rambut basahnya.


Dengan manjanya pria dewasa itu memeluk Aira dari belakang sambil menyandarkan kepalanya di bahu Aira.

__ADS_1


" Arsen keringkan dulu rambutmu, nanti kamu bisa sakit. Kata Aira yang terus memasak.


" Tidak mau. Jawab Arsen menolak. " Apakah masih lama? Tanyanya lagi sambil merengek pada Aira.


" Iya, sebentar lagi selesai kok. Jawab Aira.


Lalu Arsen pun mencium kening Aira kemudian dia pun berjalan menuju sofa, karena bosan menunggu pria itu pun membuka laptopnya dan memilih mengerjakan pekerjaannya sambil menunggu Aira selesai memasak.


Setelah tiga puluh menit berlalu Aira pun selesai memasak, gadis itu bahkan sudah selesai menyajikan masakannya di piring dan menyiapkan semua peralatan makan.


Kemudian tiba-tiba hujan deras pun turun, Aira sempat menatap ke arah lain kemudian dia pun berjalan menghampiri Arsen yang terlihat serius menatap layar laptopnya dengan kaca mata yang bertengger di wajahnya yang membuat pria itu terlihat begitu menawan.


" Arsen. Panggil Aira lembut.


" Sudah selesai? Tanya Arsen kala melihat Aira.


" Iya, kok rambutnya belum di keringkan. Kata Aira saat melihat rambut Arsen yang masih basah.


" Aku malas melakukannya, jika kamu mau kamu saja yang mengerikannya aku akan sangat berterimakasih. jawab Arsen sambil menarik lembut tangan Aira lalu dia pun memeluk tubuh mungil Aira.


" Ya sudah, bisa saya yang keringkan. Jawab Aira lalu mengambil alat pengering rambut kemudian gadis itu pun dengan lembut mengerikan rambut Arsen.


Sementara Arsen terlihat menikmatinya sambil sibuk mengerjakan pekerjaannya, lalu setelah selesai Aira pun mengajak Arsen untuk makan malam.


" Wahhhhh...... semuanya terlihat enak. Kata Arsen begitu melihat semua makanan yang ada di atas meja.


" Kamu coba sedikit-sedikit dulu yah. Kata Aira sambil memberikan nasi beserta lauk pauk ke piring Arsen.


" Apakah ini pedas? Tanya Arsen saat melihat ada cabe di dalam makanannya.


" Sebenarnya masakan aslinya harusnya pedas, tapi karena Arsen adalah orang eropa yang cenderung tidak begitu menyukai masakan pedas, jadi aku membuatnya tidak begitu pedas. Jawab Aira menjelaskan pada Arsen.


Setelah mendengarkan perkataan Aira, perlahan-lahan Arsen pun memakan makanan yang ada di hadapannya.


Pria itu terlihat sedikit kepedasan namun dia tetap memakannya, Aira yang melihat itu hanya bisa tersenyum tipis lalu memberikan air minum pada Arsen.


Lalu perlahan-lahan mereka pun makan malam dengan tenang, sambil berbincang-bincang santai dengan pemandangan air hujan yang turun membasahi bumi.

__ADS_1


__ADS_2