
Mendengar perkataan atasannya John pun sangat terkejut, ia tahu betul jika tuan nya tidak mungkin bermain-main dengan perkataannya tapi dia juga tahu jika Arsen tak akan semudah itu memberikan hatinya pada seorang gadis.
" Tidak bisa tuan, tuan bahkan tidak mengetahui asal usul gadis itu. Kata John melarang Arsen.
" Apa hak mu berani mengatur hidupku? Tanya Arsen dengan marah, pria itu pun langsung berjalan menghampiri John lalu menarik kerah baju yang di pakai John.
" Saya tidak ingin tuan terjerat dalam kepahitan yang sama lagi karena seorang perempuan. Jawab John masih tidak bergeming.
" Dengar dan tanamkan baik-baik di pikiran mu John, aku tidak perduli asal usul Flo, seperti apa keluarganya atau sifat aslinya. Yang pasti aku ingin menikah dengannya dan menghabiskan sisa hidupku bersama dengannya. Kata Arsen dengan tegas langsung melepaskan cengkraman tangannya dari John.
" Tidak tuan, saya tetap pada pendapat saya. Saya tidak ingin tuan terluka lagi. Jawab John masih tetap pada pendiriannya.
" Dengar baik-baik John, apapun pilihanku. Aku akan menerima semua resikonya, jadi aku ingin kau perlu terlalu ikut campur kehidupan pribadiku. Kata Arsen dengan suara dinginnya sambil menatap wajah John dengan bengis.
John pun terdiam mendengar perkataan atasannya, dia sangat terkejut dengan apa yang dia lihat.
" Sekarang pergilah, urus semua permintaan yang aku katakan tadi. Perintah Arsen tanpa menoleh ke arah John.
" Baik tuan, kalau begitu saya permisi. Jawab John sopan lalu keluar dari ruangan atasannya.
Selepas kepergian John Arsen terlihat gelisah, pria itu pun dengan mood yang buruk melanjutkan kembali pekerjaannya nya.
Sementara John terlihat begitu serius kala keluar dari ruangan atasannya.
Sepertinya aku harus menemui gadis itu, untuk memperingati gadis itu agar tidak bermain-main dengan perasaan tuan Arsen.
Sementara itu di hotel Aira terlihat sibuk Peking, setelah Arsen pergi gadis itu langsung sibuk merapikan pakaiannya.
Setelah selesai ganti baju dan merapikan kopernya Aira pun berjalan keluar dari hotel, tentunya setelah meninggalkan secarik surat yang ia tinggalkan untuk Arsen.
Aira hanya diam saja selama dia berada di dalam taksi, entah apa yang ada dalam pikirannya saat itu.
Sesampainya di bandara Aira langsung memesan tiket pesawat penerbangan saat itu juga, beruntungnya dia mendapatkan tiket pesawat yang akan terbang satu atau dua jam lagi.
Selama menunggu panggilan penerbangan Aira terlihat sibuk dengan ponselnya, gadis itu terus bertukar pesan dengan suster yang menjaga ibundanya.
__ADS_1
Akhirnya waktu yang di nantinya pun tiba, pengumuman pesawat yang akan di naikin oleh Aira pun muncul juga. Dengan cepat Aira masuk ke dalam pesawat lalu pesawat itu pun pergi meninggalkan kota New York.
Sedangkan Arsen yang sedari tadi perasaannya tidak enak memutuskan kembali lebih awal, setelah selesai meeting pria itu langsung kembali ke hotel.
Sesampainya di dalam kamar, Arsen pun mencari-cari keberadaan Aira sambil memanggil-manggil nama Flo.
Kemana dia? Apakah sedang berada di dalam kamar mandi?.
Arsen pun langsung membuka pintu kamar mandi yang terlihat kosong melompong, kemudian dia peralihan mengecek ke balkon tempat biasanya Aira menikmati keindahan kota New York.
Namun nihil Aira tetap tidak berada di sana lalu dengan putus asa Arsen kembali masuk ke dalam kamar, dengan terduduk lesu sambil berpikir positif tanpa sengaja ia menemukan sebuah kertas.
Kemudian Arsen pun mengambil kertas itu dan membaca isi dari kertas tersebut.
Dear Arsen.
Mungkin saat kamu menemukan surat ini aku telah pergi. Maafkan aku, seharusnya aku berpamitan dengan benar pada mu tapi karena kamu terlihat begitu sibuk jadi aku tidak sempat mengungkapkan salam perpisahan padamu, tapi ketahuilah aku benar-benar berterima kasih atas semua kenangan indah yang kamu berikan kepada ku.
Maafkan aku juga yah, untuk semua barang-barang yang kamu berikan sepertinya aku tidak cocok memilikinya, aku memilih mengembalikan semuanya padamu.
indah ini, aku akan menyimpan rapat-rapat kenangan indah ini di sudut ruangan yang ada dalam hatiku.
Aku berdoa semoga kamu selalu sehat dan bahagia, dan semoga kita tidak pernah bertemu kembali lagi.
Begitulah kira-kira isi dari surat Aira untuk Arsen, setelah selesai membaca surat itu Arsen hanya mengepalkan tangannya.
Lalu pria itu langsung menghubungi John dan meminta John untuk menunda semua keberangkatan pesawat kemampuan.
Setelah itu pria itu pun keluar dari kamar dan berjalan pergi meninggalkan hotel, matanya tampak begitu merah karena menahan api amarah.
Sesampainya di bandara John dengan sigap menyambut kedatangan Arsen, lalu Arsen pun berjalan tiba-tiba ada seorang pria menghampiri Arsen.
" Kegilaan apa lagi ini Arsen, jika kau ingin mencari masalah bukan di sini tempatnya. Ucap pria itu pada Arsen.
" Cepat carikan wanita yang bernama Flo, dia pasti belum pergi dari sini. Bukannya menjawab Arsen malah memerintah pria itu.
__ADS_1
Belum sempat pria itu menjawab John langsung bertindak terhadap pria itu.
" Tolong tuan Erik, ikut semua perintah tuan Arsen. Kata John pada pria itu.
" Kau membuat keributan sebesar ini hanya karena perempuan, benar-benar yah. Ucap pria bernama Erik itu sambil mengomel tapi tetap mengantar Arsen menuju tempat pemeriksaan.
" Siapa nama perempuan itu? Tanya Erik begitu tiba di ruangan pemeriksaan.
" Flo. Jawab Arsen yang hanya tahu jika itu nama asli Aira.
Lalu pria itu dan kedua anak buahnya mencari nama tersebut, cukup lama mereka mencari nama itu.
" Apakah tidak ada nama lain selain nama itu? Tanya Erik lagi karena tidak berhasil menemukan nama yang di sebutkan oleh Arsen.
" Tidak, aku tahu nama itu saja. Jawab Arsen.
" Coba aku cari ulang. Kata Erik kembali mencari.
" John kau seharusnya tahu nama asli Flo, kau yang membawa dia padaku. Kata Arsen pada John.
" Maaf tuan, saya hanya tahu namanya Flo sesuai dengan data yang dia kirim pada saya. Selebihnya saya tidak tahu apa-apa tentang perempuan itu. Jawab John jujur sambil memasang wajah merasa bersalah.
" Bukannya aku sudah menyuruhmu untuk mencari informasi tentang Flo? bertanya dengan marah.
" Saya sudah berusaha mencarinya tapi saya masih belum menemukan informasi tentang perempuan itu, maafkan atas ketidak mampuan saya tuan. Kata John yang merasa bersalah sekaligus merasa dirinya tidak berguna.
" Damn it. Kata Arsen memaki sambil menendang kursi yang ada di hadapannya.
" Tunggu, tunggu. Sebenarnya apa sih yang kalian bicarakan? Tolong jelaskan pada ku. Kata Erik yang sedari tadi diam memperhatikan keduanya.
Arsen tidak menjawabnya pria itu malah berjalan pergi, sementara John mau tidak mau menjelaskan semuanya pada Erik.
Setelah mendengarkan semua cerita dari John, Erik pun menendang kaki John dengan keras.
" Itu salah mu, kau yang membawanya kau juga yang tidak tahu menahu tentang perempuan itu. Kata Erik dengan kesal. " Aku sudah mengatakannya biarkan dia jadi manusia maniak kerja, dari pada seperti ini kita yang babak belur olehnya. Sambil Erik.
__ADS_1
Erik pun memberikan instruksi pada kedua bawahan untuk membuka kembali koprasi.