
Pagi menjelang, Aira sudah rapih dengan setelan baju kantornya. Gadis manis itu berpamitan pada sang ibunda yang masih terbaring tak sadarkan diri tak lupa ia juga mencium kening ibundanya.
" Aira jalan kantor dulu yah Bu, doain Aira yah Bu. Kata Aira berbisik di telinga ibundanya.
Lalu ia pun keluar dari ruangan ibundanya, tak lupa ia juga menitipkan ibundanya pada perawat. Lalu ia pun melangkah pergi meninggalkan rumah sakit.
Sepanjang perjalanan menuju kantor Aira tampak terlihat melamun, banyak hal yang ia pikirkan entah serumit apa pikirannya saat itu.
Lalu Aira pun tiba di kantornya, sesampainya di kantor Aira langsung merubah raut wajahnya agar tidak membuat rekan kerjanya khawatir akan dirinya.
Karena hampir semua karyawan di kantornya mengetahui jika ibundanya sedang di rawat di rumah sakit, Aira bukan tidak ingin menerima bantuan dari siapapun namun ia tidak ingin merepotkan siapapun.
Aira pun mulai fokus dengan pekerjaannya, gadis itu dengan cekatan mengerjakan pekerjaannya satu persatu.
" Aira, kamu ke kantor hari? Tanya Bu Berta yang terkejut melihat Aira yang sedang duduk di mejanya.
" Iya Bu, memangnya kenapa? Tanya balik Aira sambil berdiri menghadap atasannya.
" Saya pikir kamu akan izin kantor hari ini, mengingat ibumu sedang koma. Kata Bu Berta yang merasa heran dengan karyawannya.
" Apa, koma. Jawab karyawan lain, teman seprofesi Aira.
" Lalu bagaimana keadaannya sekarang Aira? Tanya karyawan lain dengan cemas.
" Aku minta doanya saja pada semuanya, semoga ibuku cepat sadar dan lekas sembuh. Jawab Aira yang tidak ingin menceritakan kondisi yang di alami oleh ibundanya.
" Amin..... Jawab karyawan lain serentak.
" Maaf Bu Berta sebelumnya, ada hal penting yang ingin saya sampaikan. Kata Aira pada atasannya yang sedari tadi berdiri di hadapan Aira.
__ADS_1
" Kita bisa di ruang saya saja yah. ucap Bu Berta pada Aira sambil mengajak Aira ke ruangannya.
" Begini Bu, sepertinya saya akan mengajukan cuti panjang untuk mengurus kepindahan ibu saya ke rumah sakit yang ada di Singapore. ucap Aira begitu duduk di ruangan atasannya.
" Iya, nanti saya akan mengaturnya untuk mu. Tapi kenapa kamu malah masuk kantor hari ini? Tanya Bu Berta lagi sambil memperhatikan Aira.
" Saya berpikir karena saya akan mengambil cuti panjang, jadi saya harus mengerjakan semua pekerjaan saya terlebih dahulu sebelum saya cuti agar meringankan beban rekan kerja saya Bu. Jawab Aira jujur.
" Ya Tuhan, Aira. Saya mengerti kamu adalah karyawan yang sangat bertanggung jawab pada pekerjaanmu sendiri tapi tolong pikirkan juga ibumu yang masih koma, biarlah pekerjaan mu dihandle oleh rekan kerja mu. Kata Bu Berta yang sedikit marah pada Aira.
" Tapi saya tidak ingin terlalu merepotkan karyawan lain Bu. Jawab Aira sambil menundukkan kepalanya.
" Aira, tidak ada yang merasa direpotkan di sini. Coba kamu pikir jika ada salah satu karyawan cuti, siapa yang mengerjakan tugas mereka? Tanya Bu Berta pada Aira.
" Saya Bu. Jawab Aira.
" Iya Bu, saya minta maaf karena telah lalai. Jawab Aira meminta maaf pada atasannya.
" Astaga Aira..... Saya tidak menyalahkan mu sedikit pun, saya hanya ingin kamu mempercayakan semua pekerjaan mu pada rekan-rekan mu. jelas Bu Berta yang tidak habis pikir dengan pemikiran Aira.
" Iya Bu, saya mengerti sekali lagi saya minta maaf. Jawab Aira masih menundukkan kepalanya.
" Ahhhhhh sudahlah.......... Oh iya, ada yang ingin saya sampaikan. Sebenarnya saya ingin menyampaikan informasi ini kemarin saat di rumah sakit, namun karena keadaan mu tidak baik-baik saja saat itu, dengan terpaksa saya mengurungkan niat saya. ucap Bu Berta pada Aira.
" Ada hal apa Bu? Tanya dengan wajah polosnya.
" Begini sebenarnya satu tahun lalu saya sempat mengajukan namamu di forum pertukaran karyawan tanpa sepengetahuan kamu, karena mengingat kamu memiliki potensi besar dalam bidang pekerjaanmu jadi saya pikir kamu pasti bisa mendapatkan hasil yang baik. Dan ternyata hasilnya kamu Lolos, kamu di terima di perusahaan cabang yang ada di Inggris. Kata Bu Berta menjelaskan pada Aira.
Mendengar perkataan Bu Berta mata Aira pun terbelalak sampai-sampai mulutnya pun sedikit terbuka saking terkejutnya.
__ADS_1
" Ibu serius? Tanya Aira tak percaya.
" Iya saya serius. Jawab Bu Berta dengan wajah serius.
Entah seperti apa perasaan Aira saat itu antara senang, sedih dan tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
" Dan untuk keberangkatannya mungkin sekitar dua bulan lagi dari sekarang, selama waktu itu kamu bisa prepare untuk keberangkatan mu. Kata Bu Berta menjelaskan pada Aira.
" Secepat itu Bu, lalu bagaimana dengan ibu saya nanti? Kaget dan tidak tahu harus berbuat apa.
" Ohhhhhhhh soal itu kamu juga bisa membawa beliau pindah ke sana, mungkin di sana ibumu juga bisa mendapatkan perawatan medis lebih baik Aira. Karena pihak perusahaan juga memberikan rumah dinas untuk kamu tempati selama kamu bekerja di sana, dan untuk keberangkatan mu sudah di urus oleh pihak perusahaan tinggal kamu urus saja Visa dan paspor ibumu beserta surat izin tinggal di sana. Kata Bu Berta lagi yang membuat Aira menghembuskan nafas lega.
" Baik Bu, saya mengerti dan terima kasih. Jawab Aira dengan senang wajahnya tampak begitu sumringah.
" Oh iya, Aira. Jika ada sesuatu yang mendesak atau butuh bantuan jangan ragu untuk mengatakannya padaku yah. ucap Bu Berta menawarkan bantuan pada Aira.
" Iya Bu, Sekali lagi terimakasih banyak atas semua bantuan ibu untuk saya dan ibu saya. Jawab Aira berterima kasih sambil tersenyum manis pada atasannya.
Bu Berta hanya menjawab dengan menganggukkan kepalanya dan tersenyum pada Aira.
" Sekarang lebih baik kamu kembali ke rumah sakit, temani ibumu di sana. Kata Bu Berta lagi menyuruh Aira untuk pulang.
" Oke Bu. Jawab Aira dengan semangat lalu keluar dari ruangan atasannya.
Lalu Aira pun pamit pulang lebih awal pada rekan-rekannya, rekan-rekannya pun dengan senang menyuruh Aira pulang dan memintanya agar mempercayakan pekerjaan Aira pada mereka semua.
Aira pun akhirnya pulang dengan perasaan tanpa beban sedikit pun, ia ingin cepat-cepat bertemu dengan ibundanya dan memberi tahukan kabar gembira ini.
Di sepanjang perjalanan menuju rumah sakit gadis itu tampak begitu semangat, senyuman manis itu tak pernah luntur dari wajah cantiknya itu.
__ADS_1