
Sesampainya di kantor seperti biasa Aira selalu tiba lebih awal dari rekan-rekannya yang lain, gadis itu pun langsung duduk di kursinya dan mulai membuka laptopnya lalu mulai fokus bekerja.
Setelah beberapa saat lamanya satu persatu rekan-rekannya pun tiba di kantor, mereka saling menyapa satu sama lain.
" Selamat pagi Aira. Sapa salah satu rekannya yang baru sampai di kantor.
" Pagi. Jawab Aira sambil tersenyum manis.
" Seperti biasa Aira selalu datang paling awal di banding kita semua, si paling rajin dan teliti. Ucap yang lain ikut menimpali.
" Iya yah, kadang aku bingung lho. Soalnya setahu ku kampung halaman Aira adalah termasuk negara tersantai di dunia lho, apakah itu cuma omong kosong belaka? Ucap yang lain ikut nimbrung.
" Entahlah, coba kamu tanyakan langsung pada Aira. jawab salah satu karyawan.
Yang lain pun akhirnya mendekat pada Aira, karena mereka ingin tahu kebenarannya. Aira yang sedari tadi diam dan terus fokus dengan pekerjaannya pun akhirnya menatap rekan-rekannya.
" Ada apa? Tanya Aira sambil melihat ke arah teman-temannya.
" Negara mu. Ucap temannya penasaran.
" Hemmmmmm....... Aku tidak tahu kamu mendengar berita itu dari mana, cuma yang jelas prinsip orang berbeda-beda tergantung pada aturan di negeri itu sendiri. Yang ku tahu karena negara ku sangatlah besar dan juga beragam seni budaya, suku, adat, tradisi dan bahasa yang membuat negara ku itu terkenal dengan warganya yang sangat ramah. Itu lah yang aku tahu. Jawab Aira panjang lebar menjelaskan sedikit tentang negaranya pada rekan-rekannya.
" Ohhhhhhh begitu ternyata. Jawab rekan-rekannya berbarengan sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.
" Oh iya, ini pesan kalian semua. Ibu bilang ibu tidak bisa menjual camilannya dalam jumlah besar, karena beliau tidak sanggup mengerjakannya seorang diri. Kata Aira sambil menaikkan ras besar yang berisi camilan pesanan rekan-rekannya.
" Ohhhh tidak, akhirnya penyambung hidup ku datang juga. Ucap salah satu rekan Aira yang kegirangan melihat pesanan camilan yang dia tunggu-tunggu akhirnya datang.
" penyambung hidup apaan sih maksudnya? Tanya Aira sambil mengerutkan keningnya tidak mengerti.
" Aira, camilan ini sudah seperti Sukma ku tahu, aku tidak bisa makan jika tidak ada ini. Jawabnya dengan lebay sambil menunjuk penyek ikan teri kesukaannya.
Mendengar jawaban itu Aira hanya menepuk jidatnya sambil tertawa kecil, dia tidak menyangka jika rekan-rekannya akan menyukai camilan khas negaranya.
Satu persatu pun dari mereka mengambil camilan yang telah mereka pesan dengan perasaan antusias, Aira pun membagikannya berdasarkan nama masing-masing.
__ADS_1
" Jadi ibu tidak bisa lagi menjual camilan mewah ini? Ucap salah satu rekannya pada Aira.
" Hemmmmmmm.......... Bukan tidak menjualnya lagi tapi lebih tepatnya ibu hanya bisa menerima pesanan dalam jumlah yang tidak terlalu banyak. Jawab Aira menyampaikan pesan ibundanya.
Bu Wulan sudah sangat lelah jika harus mengerjakan pesanan yang begitu banyak, jadi beliau meminta Aira untuk menyampaikan pada rekan-rekannya jika beliau sudah tidak sanggup lagi mengerjakan pesanan dalam jumlah banyak di karenanya kondisi tubuhnya yang gampang merasa lelah.
" Ya ampun, lalu bagaimana dong. Ucap yang lain sedih.
" Kalau mau pesan bergantian saja. Aku tidak tega melihat beliau kelelahan. ucap Aira pada rekan-rekannya.
" Baiklah, kami mengerti Aira. Nanti biar kami pesan secara bergantian saja seperti apa yang kamu ucapkan. Jawab rekan-rekan kerja Aira yang mengerti kondisi ibundanya Aira.
" Oke, terimakasih semuanya. Ucap Aira sambil tersenyum manis.
" Oh iya, kamu masih belum ambil cuti Aira? Tanya salah satu rekannya yang memperhatikan perut Aira yang kini sudah sangat besar.
" Mungkin satu Minggu lagi, baru aku akan ambil cuti. jawab Aira sambil melihat tanggal di kalender.
" Jadwal persalinannya sudah di tentukan? Tanya yang lain penasaran.
" Kamu ingin lahir normal kan Aira? Tanyanya lagi pada Aira.
" Tentu saja, tapi mudah-mudahan bisa yah. Tolong doakan saja. Jawab Aira sambil tersenyum manis.
" Iya tentu saja Aira, kami pasti akan mendoakan mu dan si Dede bayi agar kalian sehat-sehat. jawab yang lain.
" Amin.
" Lalu bayinya perempuan atau laki-laki Aira? Tanya rekannya penasaran, sejujurnya dia sangat ingin bertanya soal itu pada Aira. Namun dia baru menemukan momen yang pas.
" Waktu USG untuk mengecek kondisi dan pertumbuhan bayi nya sih dokter mengatakan laki-laki, tapi masih belum bisa di pastikan jika itu beneran akurat. Jawab Aira sambil mengelus-elus perutnya karena bayinya yang ada di dalam kandungannya sedang menendang-nendang dan aktif bergerak.
" Iya, aku mengerti. Jawab rekannya sambil ikut memegang perut Aira yang bergerak-gerak.
" Wah sepertinya dia sangat aktif yah. Ucap rekannya setelah memegang perut Aira.
__ADS_1
Aira hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum dengan bahagia.
" Oh iya, sebelum aku mengambil cuti lahiran ibu mengundang kalian untuk makan siang bersama di rumah weekend ini. Ucap Aira pada rekan-rekannya.
" Wahhhhh....... Kebetulan sekali, aku tidak ada jadwal apapun weekend ini. Aku pasti datang. Ucap teman-teman kantor Aira.
Mereka pun dengan semangat mengobrol tentang betapa enaknya masakan ibunda Aira, karena sudah beberapa kali Aira mengundang rekan-rekannya untuk makan di rumahnya.
" Hey, bos datang. Cepat kembali ketempat masing-masing. Ucap Aira memberi tahu rekan-rekannya saat melihat atasannya yang sedang berjalan.
Begitu mendengar perkataan Aira dengan cepat mereka pun kembali ke tempat masing-masing, lalu mulai pura-pura sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.
Atasannya pun berjalan mengecek semua karyawannya satu persatu, dia juga mengecek hasil pekerjaan karyawannya.
" Aira, apakah proposal tender proyek yang untuk investor sudah kamu kerjakan? Tanya atasannya yang kini ada di hadapan Aira.
" Sudah pak, sudah saya letakkan di atas meja ruangan bapak sesuai instruksi dari bapak. Jawab Aira sambil berusaha berdiri dengan susah payahnya.
" Baiklah saya mengerti, kamu duduk saja tidak perlu berdiri. Ucap atasannya saat melihat Aira kesulitan untuk berdiri dari duduknya.
" Baik pak terima kasih, jika ada yang tidak bapak suka dari proposal yang saya buat bapak bisa langsung hubungi saya untuk merevisi ulang. kata Aira pada atasannya.
" Iya, saya akan mengeceknya terlebih dahulu. Jawab atasannya lalu pergi begitu saja.
Kemudian Aira pun kembali fokus dengan pekerjaannya, dengan cepat dia menyelesaikan satu persatu pekerjaannya.
Tanpa terasa waktu pun berlalu tanpa henti, kini Aira pun sudah waktunya untuk pulang kantor. Singkat waktu sesampainya di rumah Aira pun langsung duduk bersandar di sofa.
" Capek yah? Ucap Bu Wulan sambil memberi segelas air putih pada putrinya.
" Tidak Bu, hanya saja punggung Aira terasa sakit. Jawab Aira lalu menerima air itu dan langsung meminumnya hingga habis.
" Mau ibu pijat? Tanya Bu Wulan.
" Tidak usah Bu, paling kalau Aira tidur juga sudah enakan. Jawab Aira menolak dengan lembut.
__ADS_1
Aira tidak ingin terlalu merepotkan ibundanya, dia juga tahu jika ibundanya juga pasti sudah lelah karena seharian harus bersih-bersih rumah dan memasak untuk dirinya di tambah harus membuat pesanan camilan untuk rekan-rekannya.