Jagoan Kecilku

Jagoan Kecilku
Buat bekal


__ADS_3

Setelah selesai makan malam Aira pun kembali merasakan dapur seperti semula lalu gadis itu pun dengan cekatan mencuci semua piring kosong.


Sementara Arsen kembali sibuk dengan pekerjaannya pria itu tampak begitu serius melihat layar laptopnya.


" Mau kopi? Tanya Aira lembut sambil berjalan menghampiri Arsen setelah ia selesai cuci piring.


" Boleh, Espresso please. Jawab Arsen lembut sambil mengecup tangan Aira.


Aira pun kembali lagi ke dapur, lalu membuat kopi yang diinginkan Arsen dengan mesin kopi yang canggih tak butuh waktu lama kopi pesanan Arsen pun jadi.


Aira pun membawa kopi dan juga kue yang mereka beli di supermarket, gadis itu pun meletakkannya di atas meja.


" Terima kasih sayang. Ucap Arsen kala melihat Aira meletakkan kopi. " Kemari lah. Kata Arsen lagi meminta Aira untuk mendekat.


Dengan patuh Aira pun menghampiri Arsen, lalu dengan cepat Arsen menarik tangan Aira yang membuat Aira terduduk di atas pangkuan Arsen.


" Tunggulah sebentar lagi, ada pekerjaan yang harus aku selesaikan. Kata Arsen pada Aira sambil mengecup kening Aira.


Dengan patuh Aira pun duduk di di pangkuan Arsen, gadis itu hanya diam memperhatikan apa yang Arsen lakukan.


Kemudian tanpa sadar Aira pun tertidur pulas di pangkuan Arsen, entah karena bosan atau memang sudah lelah gadis itu pun terlelap.


Sedangkan Arsen masih sibuk dengan pekerjaannya pria dewasa itu tidak menyadari jika Aira sudah tertidur, sesekali ia menyeruput kopinya.


Dan tanpa terasa waktu sudah hampir tengah malam, setelah menyelesaikan pekerjaannya Arsen pun meregangkan otot-otot yang terasa kaku.


" Ya ampun, sejak kapan dia tertidur? kata Arsen yang sadar jika Aira tertidur, lalu pandangan matanya melihat jam dinding. " Pantas saja dia tertidur ini sudah hampir tengah malam. Kata Arsen lagi lalu kembali menatap wajah tenang Aira.


Dengan lembut pria itu mengelus pipi Aira dan memegang hidung gadis itu, karena merasa terganggu Aira pun mengerutkan keningnya sambil berusaha mengusir sesuatu yang ada di wajah dengan mata yang masih terpejam.


Melihat itu Arsen pun tertawa tanpa suara, dia tidak menyangka jika gadis yang ada di pangkuannya itu begitu menggemaskan.


Dan tanpa sadar matanya tertuju pada bibir manis milik Aira, entah karena sudah sedari tadi menahan nafsu atau memang mesum Arsen tanpa ragu mencium bibir Aira.


Karena merasa tidak leluasa Arsen pun membopong tubuh mungil Aira ke tempat tidur, kemudian pria itu pun memulai aksinya.


Arsen terus menggerayangi tubuh Aira, sementara Aira masih terlihat tertidur pulas. Pria itu pun membuka satu persatu pakaian Aira dan juga pakaiannya sendiri.

__ADS_1


Setelah puas bermain-main kemudian Arsen memasukkan juniornya, karena kaget Aira pun terbangun dari tidurnya.


Begitu membuka matanya dia sudah mendapati Arsen yang sedang bersenang-senang, melihat Aira yang terbangun karena ulahnya Arsen malah terlihat tersenyum pada Aira dan melanjutkan aktivitasnya.


Sementara Aira hanya bisa pasrah dengan apa yang dilakukan oleh Arsen, dia tahu jika dirinya sudah tidak bisa lagi mengalihkan perhatian Arsen dari diri.


Cukup lama mereka bermain dan entah berapa kali Arsen sudah keluar di dalam diri Aira, namun pria itu tidak terlihat lelah sedikit pun sebaliknya Aira terlihat sudah tidak sanggup meladeni nafsu gairah Arsen.


Singkat waktu pagi pun tiba, Aira terbangun lebih awal. Gadis itu pun bangkit dari tempat tidur kemudian masuk ke dalam kamar mandi, setelah selesai mandi Aira pun menyiapkan sarapan untuknya dan juga untuk Arsen, Aira sudah terlihat sudah seperti istri Arsen yang sibuk menyiapkan keperluan Arsen.


" Selamat pagi sayang. Sapa Arsen sambil memeluk Aira dari belakang.


" Kamu sudah bangun? Tanya Aira sambil terus lanjut memasak.


" hng, sedang buat apa? Tanya Arsen dengan suara seraknya sambil bergelayut manja di belakang Aira.


" Sandwich, kamu suka makan sandwich kan? Tanya Aira sambil melirik Arsen.


" Iya, aku suka. Jawab Arsen yang masih terlihat mengantuk.


" Tidurlah lagi, nanti setelah selesai aku akan membangunkan mu. Kata Aira yang tahu jika Arsen masih mengantuk.


Mendengar perkataan Arsen, Aira pun berhenti memasak gadis itu pun membuka celemek nya dan kemudian berbaring kembali bersama Arsen.


Dengan cepat Arsen kembali tertidur pulas sambil memeluk Aira, sementara Aira hanya diam diam saja lalu tak berselang lama gadis itu pun ikut tertidur di samping Arsen.


Kemudian waktu sudah menunjukan pukul 09:00, keduanya pun terbangun dari tidurnya.


Dengan cepat Aira melanjutkan kembali pekerjaannya yang tertunda, sementara Arsen malah mengekor di belakang Aira sambil bermanja-manja.


" Kamu mau kopi? Tanya Aira pada Arsen.


" No, Hot tea please. Jawab Arsen.


Karena pagi ini hujan jadi udara terasa begitu dingin, Arsen ingin menikmati sandwich buat Aira dengan di temani teh panas.


Lalu Aira pun membuatkan, dan setelah selesai keduanya pun sarapan sambil menikmati pemandangan di pagi hari yang masih terlihat gelap karena mendung.

__ADS_1


" Flo, bisakah kamu membuat makanan Japan? Tanya Arsen sambil menikmati sandwich.


" Maksud Arsen sushi maksudnya? Tanya balik Aira.


" Yes. Jawab Arsen cepat.


" Aku pernah membuatnya beberapa kali, tapi aku tidak yakin dengan rasanya. kata Aira jujur.


" Tidak apa-apa, bisa tolong buatkan bento untuk makan siang ku di kantor. Aku benar-benar sudah bosan dan malas jika harus order dari luar restoran, karena hari ini aku akan benar-benar sibuk. Kata Arsen sambil memohon pada gadis yang ada di sampingnya.


" Baiklah, akan aku usahakan untuk membuatnya. Sementara itu lebih baik kamu mandi sambil menunggu aku menyiapkan Bekalnya. Jawab Aira lembut sambil tersenyum tipis.


" Baiklah sayang, kalau begitu aku mandi dulu yah. Kata Arsen dengan genit, sebelum ia masuk ke dalam kamar mandi dia sempat mengecup kening Aira.


Dengan cekatan Aira pun merapikan kembali perabot kotor, lalu dengan teliti dia menyiapkan semua keperluan memasak dan mulai memasak.


Entah karena peralatan di dapur kamar hotel yang canggih di tambah bahannya yang berkualitas tinggi, dengan mudahnya Aira menyelesaikan bekal yang diinginkan Arsen.


Begitu selesai Arsen pun keluar dari kamar mandi dengan setelan baju kantornya namun dengan dasi yang masih di pegang oleh pria itu.


" Tolong pakaikan. Kata Arsen berjalan menghampiri Aira sambil memberikan dasinya.


Lalu Aira pun dengan patuh mengikuti keinginan Arsen, Aira sudah benar-benar seperti istri untuk Arsen.


" Arsen, bolehkah aku bertanya? tanya Aira sambil memasang dasi dengan serius.


" Silahkan. Jawab Arsen sambil terus menatap wajah Aira.


" Mengapa kamu tinggal di hotel? Tanya Aira, sejujurnya gadis itu sudah sangat penasaran dengan alasan kenapa Arsen tinggal di hotel.


" Aku baru pindah ke rumah baruku setelah selesai di renovasi dan di isi dengan furniture, tapi begitu aku masuk ke dalam rumah. Aku sangat tidak menyukai desain dari rumah itu, jadi aku meminta desainer untuk merubahnya kembali seperti yang aku inginkan. Jawab Arsen santai dan jujur.


" Oh begitu rupanya. jawab Aira sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.


Kalau aku sih, ada uang untuk bisa renovasi saja sudah bersyukur dan tidak ada niat untuk mengganti perabotan rumah yang masih bisa digunakan, tapi kalau Arsen itu hanya buang-buang uang.


" Nanti aku ajak kamu melihat rumah ku, sekalian kita bermain di pantai. Kata Arsen dengan semangat sambil mengelus lembut kepala Aira.

__ADS_1


Aira hanya diam tak menjawab.


" Kalau begitu aku berangkat yah sayang? Kata Arsen lagi berpamitan pada Aira, tak lupa ia juga mencium bibir Aira sebelum ia pergi dengan tangan yang membawa tas bekal.


__ADS_2