
Mendengar pertanyaan itu Aira hanya diam saja, gadis itu hanya meminta maaf pada ibundanya sambil menangis.
Sesampainya di rumah Bu Wulan pun langsung keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumah, Aira pun ikut masuk mengejar ibundanya.
Namun ibundanya lebih cepat masuk ke dalam kamar dan mengunci pintunya, sementara Aira berusaha mengetuk pintu dan memohon pengampunan pada ibundanya.
" Aira mohon Bu, Aira memang salah. Tolong maafkan Aira Bu. Ucap Aira dengan suara sedih sambil menangis tersedu-sedu di depan pintu kamar ibundanya.
Bu Wulan hanya diam tak menjawab, wanita paruh baya itu hanya terduduk diam bersandar di pintu sambil menangis tersedu-sedu.
Dari mana awal mula masalah ini berasal, mengapa kamu begitu tega pada ibumu nak. Ini bukan salah Aira, ini semua pasti kesalahan ku karena tidak becus dalam mendidik anak perempuan satu-satunya.
Apa yang harus aku katakan pada mendiang suamiku? aku sangat malu padamu mas. Aku benar-benar telah gagal dalam mengurus Aira putri kita mas, maafkan istri mu ini mas.
Tolong jangan salahkan dia, tapi salahkan aku yang telah gagal menjadi seorang ibu. Aku terlalu mencintai dan menyayanginya, sampai aku tidak bisa melihatnya menangis atau terluka sedikitpun.
Maafkan aku mas, maafkan aku.....
Malam itu terasa amat sangat panjang untuk Aira maupun ibundanya, mereka sama-sama mengunci diri mereka di dalam kamar masing-masing.
Entah apa yang mereka pikirkan yang jelas hanya ada suara isak tangis dari dalam kedua kamar itu.
Singkat waktu pagi pun tiba, seperti biasa Aira pun bangun pagi dan bersiap ke kantor. Begitu keluar kamar dia tidak mendapati ibundanya di setiap sudut ruangan.
Lalu Aira pun menatap pintu kamar ibundanya yang masih tertutup rapat, Aira pun berjalan menuju dapur dengan wajah sedih.
__ADS_1
Saat sedang minum mata Aira pun tanpa sadar melihat meja makan, ternyata di sana sudah ada sarapan untuknya lengkap dengan bekal makan siangnya seperti biasanya.
Aira pun langsung berjalan menghampiri kamar ibundanya lalu mengetuk-ngetuk pintu, namun tak ada balasan lalu dia pun mencoba membukanya dan ternyata di kunci.
Lalu Aira pun kembali lagi ke dapur dan memakan sarapan yang telah ibundanya siapkan, namun kali ini Aira hanya memakan sarapannya hanya sedikit.
Gadis itu sama sekali tidak berselera untuk makan, namun karena ibundanya sudah menyiapkan untuknya jadi dia pun memakannya.
Tokkkkk......tokkkkk.....tokkkkkkk.......
" Bu, Aira jalan yah. Ucap Aira sambil mengetuk pintu dan berpamitan pada ibundanya dengan tangan yang menentang tas yang berisi bekal makan siangnya.
Bu Wulan yang berada di dalam kamar hanya diam tidak menjawabnya, karena tidak ada jawaban Aira pun berjalan keluar dari rumah. Dengan perasaan kacau gadis itu pun mulai menghidupkan mobilnya dan pergi.
Setelah Aira pergi, Bu Wulan pun keluar dari kamarnya. Perempuan paruh baya itu sama sekali tidak bisa tidur semalaman, karena memikirkan kejadian yang menimpa putrinya.
Bu Wulan pun hanya bisa menelan kepahitan yang sedang dia rasakan, dia hanya bisa mengalihkan pikirannya dengan mengerjakan semua pekerjaan rumah.
Namun usahanya tetap sia-sia, dia masih saja mengingatnya. Saat mengingatnya Bu Wulan hanya bisa diam-diam menitipkan air matanya.
Waktu terus berjalan, ibunda Aira sama sekali tidak ingin berbicara dengan putrinya. Setelah kali Aira mencoba mengajak ngobrol ibundanya, perempuan paruh baya itu selalu langsung masuk ke dalam kamar dan mengunci pintunya.
Aira pun hanya bisa pasrah dan diam saja, namun dia selalu berusaha untuk mendapatkan kata maaf diri ibundanya.
Aira juga sama sekali tidak menjelaskan tentang siapa orang yang telah menghamilinya pada ibundanya, gadis itu hanya menutup rapat mulutnya saat ibundanya bertanya tentang ayah dari bayi yang ada dalam kandungannya.
__ADS_1
Mungkin jika Aira menjelaskan pada ibundanya, pasti lah ibundanya akan memaafkan dirinya. namun jika dia memberi tahu kebenaran ibundanya, pasti lah ibundanya menyalahkan dirinya sendiri karena telah membuat putrinya melakukan hal seperti itu.
Dari pada melihat ibundanya menyalahkan diri sendiri, lebih baik ibundanya membenci dirinya seperti ini.
Hari berganti hari bulan berganti bulan, perut Aira pun kian membesar. Namun hubungan ibu dan putrinya itu masih belum juga kunjungan membaik.
Bu Wulan masih tetap mengabaikan putrinya, namun Aira tidak pernah bosan mengajak ibundanya untuk mengobrol. Walaupun pada akhirnya ibundanya pasti meninggalkan dirinya.
Di sisi lain Arsen masih tetap meminta John untuk terus mencari keberadaan Aira, John hanya bisa mengikuti perintah tuannya. Sejujurnya John sudah sangat menyerah dalam mencari keberadaan Aira.
Keberadaan Aira sudah seperti hilang di telan bumi, semua informasi tentang perempuan itu sama sekali tidak dapat di temukan oleh John.
Saking putus asa nya John dalam mencari keberadaan Aira, dia pun kembali memesan perempuan di situs yang sama saat dia memesan Aira.
Dia berharap jadi tuannya bisa melupakan Aira dan mau menerima pengganti baru, bukannya senang dan menerimanya. Arsen malah menghajar habis-habisan John dengan bengis, sampai pria itu terkapar tak berdaya.
" Jangan berani-berani kau mencampuri kehidupan pribadiku, cukup cari dan temukan Flo untuk ku. Lalu bawa dia kehadapan ku, bagaimana pun caranya. Kata Arsen dengan sangat marah sambil menarik kerah kemeja yang di pakai John lalu kemudian mendorong tubuh John hingga jatuh tersungkur.
Karena keberadaan Aira masih belum ditemukan, perubahan sikap dan perilaku Arsen pun berubah total. Pria itu jadi lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bekerja dan bekerja, tanpa kenal waktu.
Sikapnya pun sudah tidak sesantai seperti dulu lagi, kini sikapnya gampang tersulut emosi hanya karena masalah sepele. Tidak mudah untuk menghadapinya, karena sikap pemarahnya itu.
Dari raut wajahnya yang tampan dan gagah pun sudah tidak pernah memperlihatkan senyumannya indah, yang ada hanya wajah dingin tanpa ekspresi yang ia tunjukkan pada siapapun yang dia temui.
Kini pria itu sedang duduk bersandar sambil melihat ke arah luar jendela, pandangannya terlihat kosong. Entah apa yang di dalam pikirannya saat itu, yang jelas dia hanya sesekali mendesah karena kesal.
__ADS_1
" Ehmmmmmmm......... Sampai kapan ini berakhir? Sebenarnya di mana keberadaan mu sekarang Flo? Aku benar-benar sangat merindukan wajahmu, senyumanmu, dan aroma tubuhmu. Semua tentang dirimu, aku benar-benar rindu. Ucap Arsen dengan suara pelan sambil membayangkan wajah Aira.
" Aku pasti akan menemukan mu suatu hari nanti Flo, jangan salahkan aku jika aku mengurung mu dalam sangkar. Ini semua aku lakukan karena aku tidak ingin kehilangan mu lagi. Sambung Arsen sambil mengepalkan tangannya dengan bersungguh-sungguh.