Jagoan Kecilku

Jagoan Kecilku
Mual


__ADS_3

Mendengar pertanyaan Erik, John hanya terdiam sejujurnya ia sudah tidak tahu harus melakukan apa. Sedang Erik hanya diam memperhatikan John.


Sejujurnya Erik memiliki cara untuk menemukan perempuan yang di cari oleh Arsen, namun pria itu memilih tidak mengatakannya pada Arsen mau pun John.


Karena dia takut jika wanita yang di inginkan oleh Arsen hanya memanfaatkan Arsen, apa lagi jika wanita itu tahu status Arsen. Jadi Erik memilih diam demi kebaikan Arsen.


Waktu terus berjalan, tanpa terasa Aira dan ibundanya akan pergi meninggalkan tanah air tercinta dan juga rumah kesayangan mereka. Kurang dari satu Minggu Aira dan ibundanya akan terbang ke inggris.


Kini ibunda Aira telah kembali pulang ke rumahnya, empat Minggu setelah di operasi ibunda Aira di bolehkan kembali pulang oleh pihak rumah sakit.


" Apa ibu benar-benar harus ikut? Tanya ibunda Aira sambil sibuk memasak.


" Harus dong Bu, nanti Aira sendirian di sana. Aira juga tidak bisa meninggalkan ibu sendirian disini. Jawab Aira sambil membantu ibundanya memasak.


" Lalu bagaimana dengan rumah ini jika kita pergi? Tanya Bu Wulan pada putri semata wayangnya.


" Nanti aku akan meminta bantuan Bu Jamilah untuk merawat rumah kita tentunya Aira juga pasti membayar beliau, tapi jika ibu mengizinkan kita bisa sewakan rumah ini pada orang. Jawab Aira sambil tersenyum manis pada sang ibunda.


" Apakah tidak merepotkan Bu Jamilah? tanya Bu Wulan kembali.


" Tidak dong Bu, kalau pun beliau tidak bisa melakukannya kita bisa meminta bantuan pada saudara beliau. Jawab Aira lembut.


" Ya sudahlah, ibu ikut kamu saja. Jawab Bu Wulan pasrah.


" Gitu dong, itu baru namanya ibu Aira yang paling baik di seluruh alam semesta ini. Kata Aira sambil bermanja-manja pada sang ibunda.


" Ahhhh..... Kamu ada-ada saja. Ucap Bu Wulan sambil tersenyum manis.


Setelah selesai memasak kedua ibu dan anak itu pun makan malam bersama, terlihat keduanya menikmati dan hidup bahagia.


" Ibu nanti cek up lagi besok yah? Nanti biar Aira temani ibu deh, mumpung besok weekend. Kata Aira di sela-sela dia sedang menyantap makanannya.


" Iya nak, tapi aneh yah kok dokter yang dulu merawat ibu sudah di ganti. Kira-kira kemana yah dokter muda itu. kata Bu Wulan bingung karena dokter Fahri sudah tidak lagi memeriksa kondisinya.


" Maksud ibu dokter Fahri? Tanya Aira.

__ADS_1


" Iya. Jawab sang ibunda.


" Hemmmmmm....... Aku pernah mendengarnya dari suster jika tidak salah beliau kembali bersekolah lagi (kuliah) di luar negeri. Jawab Aira sambil mengingat-ingat kapan suster yang dulu merawat ibundanya bercerita tentang kepergian dokter Fahri yang mendadak.


" Oh begitu. Jawab Bu Wulan sambil menganggukkan kepalanya mengerti.


" Iya Bu, oh iya. Bu........ Belum sempat Aira melanjutkan perkataannya tiba-tiba perutnya terasa mual.


Aira pun berlari ke kamar mandi, gadis itu pun memuntahkan semua makanan yang ada dalam perutnya, Bu Wulan pun dengan panik mengikuti putrinya.


" Kamu tadi siang makan apa sih? Tanya Bu Wulan sambil dengan lembut memijit tengkuk Aira.


Aira hanya menggelengkan kepalanya sambil terus muntah-muntah, Bu Wulan pun dengan cepat mengambil air putih untuk putrinya.


" Minum dulu nak. Kata Bu Wulan sambil menyerahkan segelas air putih pada putrinya.


Aira pun menerimanya kemudian dia meminumnya, setelah itu Bu Wulan pun menuntun putrinya duduk di sofa.


" Sepertinya kamu masuk angin Aira. Ucap Bu Wulan sambil menggosok-gosokkan minyak angin pada leher Aira.


" Ibu kerik yah. Tanya Bu Wulan.


" Tidak mau Bu, sakit. Mungkin jika Aira minum wedang jahe lalu istirahat, besok akan sembuh. Kata Aira sambil bersandar di sofa.


" Ya sudah kamu istirahat dulu, biar ibu buatkan wedang jahe untuk mu. Kata Bu Wulan penuh perhatian, dengan lembut wanita paruh baya itu menyeka keringat yang membasahi kening putrinya.


Lalu Bu Wulan pun pergi ke dapur, sementara Aira kembali berlari ke kamar mandi mandi karena perutnya kembali merasakan rasa mual.


Dengan perasaan cemas Bu Wulan pun membuat wedang jahe untuk putrinya, sesekali beliau mengecek kondisi putrinya yang masih ada di dalam kamar mandi.


Setelah selesai Bu Wulan pun memberikan segelas wedang jahe pada putrinya yang sedang terbang di tempat tidur, Aira tampak begitu lemas karena terlalu banyak mengeluarkan keringat dan bolak balik ke kamar mandi.


" Aira, sayang minum dulu wedang jahe nih. Ucap Bu Wulan lembut sambil mengelus rambut panjang putrinya.


Dengan lemah Aira menerimanya dan meminum, Bu Wulan pun membantu putrinya.

__ADS_1


" Makasih Bu. Ucap Aira setelah selesai minum.


Bu Wulan hanya mengangguk dan meletakkan gelas di atas meja, kemudian dengan lembut beliau mengelus-elus perut putrinya yang masih terasa tidak nyaman.


Aira pun perlahan-lahan memejamkan matanya, tubuhnya benar-benar terasa tidak nyaman. Sementara Bu Wulan pun menerima putrinya.


Pagi harinya Bu Wulan pun bersih-bersih rumah dan menyiapkan sarapan untuk putrinya, sementara Aira masih terbaring di tempat tidurnya.


" Aira, sayang bangun yuk. Sarapan dulu. ucap Bu Wulan dengan membangunkan putrinya yang masih tertidur sambil menggoyang-goyangkan tubuh Aira.


" Iya Bu. Jawab Aira dengan suara serak khas bangun tidur.


" Ibu tunggu di meja makan yah, kamu cuci muka dulu sana. Kata Bu Wulan lalu pergi dari kamar Aira.


Dengan malas Aira pun masuk ke dalam kamar mandi, gadis itu pun membasuh wajahnya kemudian dia menggosok gigi. Lalu setelah itu dia pun keluar dari kamar mandi dan menyusul ibundanya.


" Pagi Bu. Sapa Aira sambil mengecup pipi ibundanya lalu duduk di samping ibundanya.


" Aira makan roti aja deh Bu sama susu hangat. Kata Aira saat ibundanya hendak memasukkan nasi goreng ke piring Aira.


" Masih tidak enak perutnya? Tanya Bu Wulan lalu mengambil roti tawar untuk putrinya.


" Iya Bu, makasih Bu. Jawab Aira sambil menerima roti yang sudah di oleskan selai moccha kesukaan Aira.


" Ya sudah, nanti saat ibu cek up kamu juga sekalian saja. Kata Bu Wulan memberi saran pada putrinya.


" Tidak perlu Bu, paling Aira hanya masuk angin saja. Jawab Aira.


" Ya sudah kalau begitu. Jawab Bu Wulan tidak mau memaksa putrinya.


" Nanti setelah selesai cek up, ibu ikut aku yah kita harus cari perlengkapan keberangkatan kita ke inggris nanti. Kata Aira pada sang ibunda sambil melahap rotinya.


Bu Wulan hanya menganggukkan kepalanya sambil ikut menyantap sarapannya.


" Tidak akan lama kok Bu. kata Aira lagi.

__ADS_1


Lalu Aira dan ibundanya pun bersiap, karena mereka sudah buat janji dengan dokter pagi. Setelah selesai bersiap kedua pun pergi meninggalkan rumah, dengan lembut Aira menggandeng tangan ibundanya.


__ADS_2