Jagoan Kecilku

Jagoan Kecilku
Baby boy Adalah jagoan kecilku


__ADS_3

Sesampainya di rumah sakit bersalin ibunda Aira beserta rekan-rekan kerja Aira dengan panik memanggil suster, lalu salah satu dari rekan kerja Aira pun langsung membopong tubuh Aira masuk ke dalam rumah sakit tersebut.


Begitu mendengar perkataan seseorang dari salah satu rekan kerja Aira, suster yang berada tak jauh dari mereka pun dengan sigap membawakan kursi roda untuk Aira.


Rekan kerja Aira pun meletakkan Aira di kursi roda itu secara perlahan, sementara Bu Wulan tengah sibuk dengan urusan pendaftaran di meja resepsionis bersama beberapa rekan kerja Aira.


Salah satu dari rekan kerja Aira pun memberi tahu tentang kondisi Aira dan juga memberi tahu jika air ketuban Aira sudah pecah pada sang suster.


Setelah mendengarkan penjelasan itu dengan sigap suster itu pun mendorong kursi roda itu menuju ruang bersalin, entah karena keadaan darurat atau memang sedang tidak ada pasien lain Aira langsung di bawa masuk ke oleh suster itu.


Sementara rekan-rekannya Aira hanya bisa berdiri menunggu di depan ruangan itu, tak lama Bu Wulan dan yang lain pun menyusul di ikuti oleh dua dokter di belakang mereka.


Kedua dokter itu pun langsung masuk ke dalam ruangan itu, semua rekan-rekan Aira tampak begitu cemas sekaligus khawatir. Begitu juga dengan Bu Wulan, wanita paruh baya itu terlihat sangat cemas dengan keadaan putrinya yang berada di dalam ruangan.


Sementara di dalam ruangan Aira tampak merintih kesakitan, sedangkan sang suster dengan tenaga memasang jarum infus di tangan Aira sambil memberikan dukungan pada Aira.


Begitu dua dokter masuk ke dalam ruangan, keduanya langsung mengecek kondisi Aira dan bayi yang ada di dalam kandungannya.


Kemudian salah satu dokter meminta suster untuk menyiapkan ruangan operasi, karena di khawatirkan terjadi sesuatu pada bayi dan ibunya.


Dengan segenap suster itu pun keluar dari ruangan bersama salah satu dokter, sementara dokter yang satunya terus memantau kondisi Aira dan bayinya.


" Permisi, atas nama keluarga pasien Aira Puspita Maharani. Ucap sang suster begitu keluar dari ruangan itu.


" Iya, saya. Jawab Bu Wulan langsung bergegas maju.


" Begini nyonya, karena air ketuban pasien pecah lebih awal di tambah kondisi bayi yang ada di dalam kandungan pasien tampak kurang stabil. Dokter memutuskan untuk melakukan tindakan operasi sesar untuk meminimalisir terjadinya hal yang tidak diinginkan menimpa ibu dan bayinya. Kata sang suster menjelaskan pada Bu Wulan.

__ADS_1


Karena Bu Wulan tidak pasih dalam bahasa Inggris salah satu rekan kerja Aira pun yang langsung mengambil alih dan menjawabnya.


" Baik sus, saya mengerti. Jawab rekan Aira yang berdiri di samping Bu Wulan.


" Apakah keluarga pasien bersedia menyetujui semua persyaratannya? Tanya sang suster lagi pada rekan kerja Aira.


" Iya, kami setuju. Jawabnya.


" Baik, mari ikut saya untuk melengkapi beberapa surat persetujuan. Kata suster itu lagi lalu mengajak rekan kerja Aira yang itu pergi.


Bu Wulan pun dengan terpaksa harus ikut serta dengan sang suster karena Bu Wulan harus memberikan tanda tangan persetujuan untuk Aira.


Lalu Aira pun di pindahkan ke ruang operasi, begitu keluar Aira tampak begitu kesakitan. Rekan-rekannya yang lain yang memang sedang menunggu di depan ruangan itu pun langsung berjalan menghampiri kala melihat Aira keluar dari ruangan itu.


" Aira, apakah kamu baik-baik saja? Tanya salah satu rekannya sambil memegang tangan Aira.


" Memang apa yang salah dari pertanyaan ku? Bertanya lagi karena merasa dirinya tidak bersalah.


" Iya sudah jelas salah lah, kau seperti bertanya pada orang yang jatuh dari sepeda dengan kondisi tangan sudah patah. Lalu kau bertanya tentang kondisinya apakah dia baik-baik saja? itu sama saja kamu mengajak bertengkar. Jawab si temannya itu dengan emosi sambil ikut mendorong tempat tidur yang Aira tempati.


Sementara dua suster yang bertugas memindahkan Aira dari ruangan bersalin menuju ruang operasi hanya bisa menahan tawanya akibat pertengkaran kecil rekan kerja Aira itu.


" Akhhhh....... Kalian terlalu berisik, sudah diam. Aira tampak begitu kesakitan kalian malah sibuk berdebat bukannya memberi dukungan dan semangat untuknya. Sela satu temannya yang sedari tadi diam saja.


Mendengar perkataan teman itu keduanya pun diam, dan kini mereka memberikan dukungan pada Aira. Semua rekan-rekan kerja Aira pun memberikan semangat untuk Aira sebelum Aira masuk ke dalam ruang operasi.


Sebelum masuk Aira terlihat tersenyum manis pada rekan-rekannya itu sambil mengucapkan terimakasih kepada mereka, lalu tak berselang lama Bu Wulan pun datang dengan rekan kerja Aira yang tadi menemaninya.

__ADS_1


" Aira sudah masuk ke dalam? Tanya rekannya itu yang baru datang.


" Sudah. Jawab yang lain.


" Lalu bagaimana dengan dokternya? Tanyanya lagi.


" Dokter masuk tak berselang lama setelah Aira masuk ke dalam, sepertinya sekarang mereka sedang melakukan tindakan operasi. Jawabnya lagi sambil menunjuk lampu yang ada tepat di atas pintu ruang operasi berubah menjadi merah.


Setelah itu mereka pun duduk menunggu dengan cemas, begitu juga dengan Bu Wulan. Wanita paruh baya itu terus berdoa untuk keselamatan putrinya dan juga bayi yang ada di dalam kandungan putrinya.


Untuk beberapa saat suasana di lorong itu tampak begitu sunyi senyap, tidak ada yang bersuara sedikit pun di antara mereka. Semuanya sibuk dengan pikirannya masing-masing.


Sementara di dalam ruang operasi Aira terlihat lemas, setelah suster menyuntikkan obat bius pada Aira. Setelah menunggu beberapa saat dokter pun mulai bersiap untuk melakukan operasi pada Aira.


Kesadaran Aira tampak terlihat setengah-setengah, antara sadar dan tidak seperti dia sedang melayang-layang di atas awan. Namun dia bisa merasakan sakit sedikit pun saat pisau bedah menusuk perutnya, di karenakan obat bius nya sudah mulai bekerja.


Lalu setelah beberapa kemudian dokter pun berhasil mengeluarkan bayi yang ada di dalam kandungan Aira, lalu dengan cepat suster pun mengambil dan meletakkan bayi itu di atas dada Aira.


" Selamat nyonya, bayi anda sehat dan berjenis kelamin laki-laki dia sangat tampan. Ucap sang suster saat meletakkan bayi itu dalam dekapan Aira.


" Terima kasih suster. Jawab Aira sambil tersenyum manis pada sang suster.


" Welcome to this beautiful world my dear, semoga kamu menjadi anak yang baik, penyayang dan senang membantu orang yang kesulitan. Dan tumbuh lah menjadi jagoan kecilku yang pemberani. Ucap Aira pada bayinya sambil menangis terharu dan bahagia.


Karena Aira menangis, bayi itu pun ikut menangis dalam dekapan hangat Aira. Lalu suster pun mengambil bayi itu untuk di bersihkan.


Sementara itu jauh di sana tepatnya di kota New York, Arsen terlihat sedang tertidur di kursi kerjanya. Pria itu terlihat tertidur dengan tenang, lalu tiba-tiba dia pun terbangun.

__ADS_1


" Floooooooooo............ Kata Arsen saat terbangun dari tidurnya sambil memanggil nama wanita yang sangat dia rindukan.


__ADS_2