Jagoan Kecilku

Jagoan Kecilku
Menua bersama


__ADS_3

Sesampainya di lobby hotel John dengan siap siaga sudah menunggu Arsen, begitu melihat atasannya John langsung membukakan pintu mobil untuk Arsen.


" Pagi tuan. Sapa John dengan sopan.


Arsen hanya menjawab dengan anggukan kepalanya saja lalu masuk ke dalam mobil, begitu atasannya masuk John pun ikut masuk dan mobil pun berjalan pergi meninggalkan hotel.


Sepanjang perjalanan menuju kantor Arsen terlihat memiliki mood yang baik, semua ekspresi wajah Arsen tidak lepas dari pantauan John.


Tidak biasa mood pagi hari tuan begitu bagus, apa karena gadis itu.


Setelah beberapa saat lamanya keduanya pun tiba di kantor dengan santai Arsen berjalan keluar mobil dan masuk ke dalam kantor sambil menjinjing tas yang entah muncul dari mana.


Melihat tas yang sedang tadi di pegang oleh Arsen, ada sedikit rasa penasaran yang menggelitik di hati John. Pria itu sangat penasaran apa isi di dalam tas tersebut.


Karena biasanya Arsen selalu memberikan tas kerjanya pada John namun berbeda untuk kali ini.


" John, tolong belikan hadiah yang cocok untuk seorang perempuan. perintah Arsen pada John.


" Bisa tuan berikan perintah lebih spesifik agar saya bisa memilih dengan tepat. Kata John yang bingung harus membeli apa.


" Aku ingin sesuatu yang terlihat mewah, elegan sekaligus sederhana. Jawab Arsen.


" Baik tuan, akan saya siapkan. kata John.


" Aku ingin hadiah itu sudah ada saat aku pulang nanti. perintah Arsen lagi pada John.


" Baik tuan, saya mengerti. Jawab John.


" Lalu untuk jadwal ku hari?


Kemudian John pun mengatakan apa saja jadwal Arsen hari ini, dan mereka pun berbicara tentang pekerjaan mereka.


" Oke, sekarang kamu bisa kembali ke ruangan mu. Kata Arsen setelah mereka selesai berbicara tentang pekerjaan.


" Baik tuan. Jawab John lalu keluar dari ruangan Arsen.


John pun sibuk dengan pekerjaannya begitu juga dengan Arsen, pria itu tampak begitu serius membaca semua dokumen dan juga email yang masuk melalui laptopnya.


Yang isinya adalah laporan tentang perkembangan perusahaannya yang ada di berbagai belahan negara, saking sibuknya tanpa terasa hari sudah siang waktunya istirahat makan siang.


Tok.... Tok....tok...... Ketukan pintu yang membuat Arsen mengalihkan perhatiannya.

__ADS_1


" Masuk. Jawab Arsen.


" Permisi tuan. Kata John dengan sopan begitu masuk ke dalam ruangan Arsen.


" Iya, ada apa? Tanya Arsen dengan wajah yang serius menatap layar laptopnya.


" Untuk makan siang, tuan ingin menu makan siang apa untuk siang ini? Tanya John.


" Akhhhh..... Tidak perlu aku sudah membawa bekal. Jawab Arsen jujur.


" Bekal. Mengulangi perkataan atasannya dengan menaikan sebelah alihnya.


" Iya, aku meminta Flo untuk membuatkan ku bekal hari ini. Jawab Arsen.


Memang gadis itu bisa memasak? Melihat tangannya yang kecil saja sudah membuat ku ragu dengan rasa dan juga kebersihannya.


" Tapi tuan, apakah makanannya aman? Tanya John khawatir dengan kondisi tubuh atasannya.


" Tenang saja John, Flo adalah gadis yang pintar masakannya pun enak. Jawab Arsen membanggakan Aira pada John.


" Baiklah tuan saya mengerti, kalau begitu saya permisi dulu. Ucap John sopan.


" Betul tuan.


" Oke, tolong siapkan semuanya John. Kata Arsen.


" Baik tuan. Jawab John lalu pergi meninggalkan ruangan atasannya.


Begitulah hari-hari berlalu setiap pulang kantor Arsen selalu memberikan hadiah untuk Aira, Aira sempat menolaknya karena semua hadiah yang di berikan Arsen adalah barang-barang branded yang mungkin jika Aira menabung selama sepuluh tahun masih belum cukup untuk membelinya.


Namun karena sifat keras kepala Arsen Aira mau tidak mau menerimanya, gadis itu hanya bisa melakukan apa yang dia bisa lakukan untuk membalas semua hadiah yang Arsen berikan pada dirinya.


Tanpa terasa enam hari sudah berlalu sebentar lagi saatnya Aira kembali pulang, gadis itu sudah tidak sabar melihat ibundanya.


Kini Aira sedang ada di rumah Arsen, sesuai dengan apa yang di janjikan oleh Arsen jika dirinya akan mengajak Aira ke rumahnya dan bermain di pantai.


Arsen sengaja pulang kantor lebih awal agar bisa bermain bersama dengan Aira, dia juga tidak tahu menahu jika malam ini adalah malam terakhir dia bersama Aira.


" Bagaimana menurutmu Flo? Tanya Arsen meminta pendapat air tentang rumahnya.


" Ini sangat bagus Arsen, semua terlihat indah. Walaupun aku tidak terlalu mengerti tentang disain rumah, tapi menurutku ini sangat bagus dan indah. Jawab Aira sambil menatap ke sekeliling rumah Arsen yang begitu megah.

__ADS_1


Dengan tatapan terpukau sekaligus terpesona Aira terus memperhatikan ornamen-ornamen yang menempel di dinding rumah Arsen, yang menambah kesan mewah.


Sementara Arsen amat sangat terhibur dengan ekspresi wajah Aira yang begitu polos, entah kenapa dia sangat menyukai semua yang melekat pada gadis yang ada di hadapannya.


Jika kamu menginginkannya kita bisa tinggal di sini setelah kita menikah nanti, mari menua bersama di rumah ini.


" Apakah kamu menyukainya Flo? Tanya Arsen sambil memeluk Aira dari belakang.


" Iya, ini sangat bagus. Jawab Aira.


Cukup lama mereka berada di rumah Arsen, lalu setelah puas menunjukkan rumahnya.


Arsen pun membawa Aira ke pantai karena memang rumah Arsen berada di dekat pantai.


Dengan girangnya Aira melepaskan sepatu hills dan memegangnya lalu dia pun berlari-lari kecil menyusuri bibir pantai, sementara Arsen terlihat puas kala melihat Aira terlihat bahagia.


" Jangan terlalu jauh Flo. Teriak Arsen saat melihat Aira berjalan semakin jauh.


Mendengar perkataan Arsen Aira pun berjalan kembali menghampiri Arsen.


" Kita tidak bisa terlalu lama berada di sini, karena semakin malam udara di pantai semakin dingin. Aku tidak ingin kamu terkena flu. Kata Arsen khawatir.


Haaaaachi...... Baru selesai Arsen memberi tahu, Aira pun sudah bersin-bersin.


Melihat Aira bersin-bersin dengan cepat Arsen membawa Aira menuju restoran untuk menghangatkan tubuh, pria itu sangat takut jika Aira jatuh sakit.


" Apakah kamu masih kedinginan Flo? Tanya Arsen sambil memegang kedua tangan Aira untuk menghangatkannya.


" Aku tidak apa-apa Arsen, aku hanya bersin karena hidungku gatal. Kata Aira meyakinkan Arsen jika dirinya baik-baik saja.


" Tidak kamu harus cepat makan sup hangat dan juga susu hangat, agar tubuhmu baik-baik saja. Kata Arsen tidak percaya dengan perkataan Aira.


Kemudian Arsen pun memesan makanan untuk Aira dan juga dirinya, keduanya terlihat begitu dekat saat mereka bersama.


Begitu makan yang Arsen pesan datang, Arsen dengan cepat menyuruh Aira untuk memakannya. Dengan patuh Aira pun menyantap sup ikan pesan Arsen dan meminum susu hangat.


Keduanya pun terlihat mengobrol bersama dengan santai sambil menghabiskan makan mereka masing-masing, setelah itu karena malam semakin larut Arsen pun membawa Aira kemudian ke hotel.


" Mandilah lebih awal. Ucap Arsen lembut pada Aira.


Aira pun mengangguk lalu masuk ke dalam kamar mandi, sementara Arsen duduk di sofa. Dengan ponsel di tangannya, ia terlihat begitu serius mengetik sesuatu di sana.

__ADS_1


__ADS_2