
Gadis itu pun berjalan keluar dari kamar mandi secara perlahan, kemudian ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling kamar dengan perasaan was-was.
Deg...... Jatuh Aira berdetak kencang saat tiba-tiba ia melihat sosok pria asing yang sedang duduk menghadap ke arahnya.
" Siapa kau? Tanya Aira dengan takut sambil menutupi tubuhnya.
" Hehhh....... permainan apa lagi ini? bukannya menjawab pria itu malah balik melempar pertanyaan pada Aira dengan tatapan mata bringas.
Pria itu pun berjalan menghampiri Aira, sementara Aira berusaha menjauh dari pria tersebut. Aira terus mundur ke belakang sampai tubuhnya menempel di pojokan.
" Katakan siapa yang mengirim mu ke sini? Dan berapa banyak yang ia berikan padamu? Tanya pria itu dengan suara dingin.
Kini pria itu sudah berdiri tepat di depan Aira, Aira hanya menundukkan kepalanya ketakutan.
" Saya tidak mengerti apa yang anda katakan, saya datang ke sini tadi berdasarkan instruksi dari tuan John. kata Aira dengan suara bergetar sambil terus menunduk.
" John? kata pria itu mengulangi nama yang di sebut oleh Aira.
" Iya, saya datang bersama dengan tuan John ke sini. jawab Aira.
" Berhenti bermain-main dengan ku. Kata pria dengan marah sambil mencengkram dagu Aira. " Sekali lagi jawab dengan jujur siapa yang mengirim mu ke sini? tanya pria itu dengan nada yang mengintimidasi sambil menatap wajah Aira dengan wajah dingin.
Aira yang melihat sorot mata tajam pria yang ada di hadapannya itu seketika lemas, gadis itu tampak begitu ketakutan.
" Saya benar-benar tidak berbohong tuan, saya datang bersama dengan tuan John jika tuan tidak percaya saya akan menunjukkan buktinya. Kata Aira yang berusaha menjauh dari pria itu.
" Jika kau memang memiliki bukti tunjukkan padaku sekarang, kalau ternyata itu hanya alasanmu saja akan patahkan tangan mu itu. Kata pria itu mengancam Aira lalu melepaskan cengkraman tangannya dari dagu Aira.
Dengan tergesa-gesa Aira pun mencari-cari kopernya, sementara pria itu hanya berdiri diam sambil memperhatikan gerak-gerik Aira.
__ADS_1
" Apa yang sedang kau lakukan, apakah ini yang kau maksud dengan bukti. Kata pria itu dengan dana membentak karena Aira hanya berjalan ke sini kemari.
Mendengar itu Aira pun sontak membuka pintu lemari, dan terlihat lah koper miliknya. Dengan tergesa-gesa Aira pun mengeluarkan laptop dan juga ponselnya.
Lalu Aira dengan terburu-buru mengetik sesuatu di laptopnya kemudian dia peralihan ke ponselnya, setelah beberapa saat kemudian Aira pun meletakkan laptopnya dan ponselnya di atas meja.
" Itu tuan buktinya. Kata Aira sambil menunjuk ke layar laptop dan ponselnya.
Pria itu pun berjalan mendekati, lalu ia pun membaca tulisan yang ada di layar laptop Aira. Untuk sesaat pria itu sempat menatap ke arah Aira lalu dia pun kembali menatap layar ponsel Aira.
" Jadi kau wanita yang di bayar oleh John? Tanya pria itu dengan suara yang sudah mulai normal.
Aira hanya menganggukkan kepalanya berulang, lalu kembali menundukkan kepalanya.
" Di bayar berapa kau olehnya? Tanya pria itu lagi yang kini sudah duduk sambil menatap ke arah Aira.
Aira tak menjawabnya dia hanya diam saja.
( di sini Aira pake nama samaran, Aira sengaja memalsukan identitas nya karena dia tidak ingin sampai identitas aslinya ketahuan )
Aira masih tetap diam dan membuang pandangannya ke arah lain.
" Bahkan di situ juga ada persyaratan yang harus kau penuhi, misalnya bermain tanpa pengaman. Dasar perempuan murahan. Kata pria itu dengan suara mengejek pada Aira.
" Jika tuan tidak tahu apa-apa tentang hidup saya lebih baik tuan diam saja. Jawab Aira kini dia tidak lagi diam, dia sangat marah dengan ucapan pria yang ada di hadapannya.
" Memang apa yang aku katakan salah? Kau memang perempuan murahan yang menjual tubuh mu demi mendapatkan uang kan? Kata si pria yang balik marah karena tak terima dengan perkataan Aira.
" Kalau pun saya perempuan murahan, tapi saya masih punya harga diri. Tidak seperti seseorang yang hanya bisa mencaci maki orang lain hanya karena merasa dia memiliki banyak uang jadi dia merasa bebas mencaci maki orang lain seenaknya. Kata Aira yang kini sudah sangat murka.
__ADS_1
" Aku memang banyak uang, saking banyaknya aku bahkan bisa membeli lusinan wanita seperti mu. Kata pria itu yang kini sudah berdiri tepat di depan Aira, dia amat sangat tersinggung dengan kata-kata Aira.
" Tidak semua hal bisa di beli dengan uang anda tuan. Kata Aira dengan dingin. " Anda pikir saya ingin memberikan hal yang berharga dalam hidup saya pada orang seperti anda? saya tidak Sudi melakukannya. Kata Aira lagi dengan wajah kesalnya lalu gadis itu pun berjalan pergi.
Mendengar perkataan Aira, darah dalam tubuh pria itu pun mendidih. Ia tampakkan begitu marah dan murka dengan apa yang di katakan Aira.
Tanpa basa-basi pria itu pun langsung menarik tangan Aira lalu melemparkan tubuh mungil gadis itu ke atas tempat tidur, kemudian dia menimpa tubuh mungil Aira sambil memegang tangan Aira yang memberontak dan bibirnya pun mencumbu bibir manis milik Aira.
Pria itu dengan paksa mencumbu bibir Aira, ia juga memasukan lidahnya kedalam mulut Aira, lalu tangannya pun mulai menjelajahi tubuh mungil Aira.
Sementara Aira terus memberontak gadis itu berusaha melepaskan dirinya dari cengkraman pria yang sedang mencumbunya itu.
Cukup lama mereka bercumbu sampai Aira pun tersengal karena kehabisan nafas, barulah pria itu melepaskan Aira.
Aira pun langsung berdiri menjauh dari pria itu sambil membetulkan handuknya yang berantakan karena ulah si pria itu, sementara pria itu dengan santai mencari sesuatu setelah itu ia pun mendapatkan apa yang dia cari.
" Mari kita lakukan hal yang harusnya kita lakukan, aku tidak mungkin mengecewakan apa telah sekertaris ku siapkan secara khusus untuk ku. Kata pria itu sambil menyeringai jahat.
Mendengar perkataan pria itu Aira pun berusaha kabur dari pria tersebut, lalu pria itu pun mengejar sambil berusaha menangkap Aira dan di situ terjadi lah kejadian kejar-kejaran antara Aira dan pria itu.
" Aku akan mendapatkan mu lalu mencabik-cabik tubuhmu kemudian memakan mu. Kata pria itu sambil terus mengejar Aira dengan penuh semangat.
Karena terlalu lama berlari di tambah tubuhnya sudah lelah Aira pun akhirnya tertangkap oleh pria itu, kemudian pria itu langsung menggendong Aira ke tempat tidur tak lupa ia juga mengikat tangan Aira dengan dasinya agar Aira tidak memberontak.
" Lepaskan....... Dasar pria brengsek. Ucap Aira memaki pria itu.
Pria itu hanya tersenyum misterius lalu dia pun langsung menarik handuk yang di pakai oleh Aira kemudian ia melemparkannya ke sembarang arah.
Setelah itu dia sempat terpana melihat tubuh telanjang Aira, kemudian ia tersadar kembali karena Aira terus memberontak sambil memaki-maki dirinya.
__ADS_1
Kemudian si pria itu mulai menjelajahi tubuh mungil Aira, dia mengecup setiap senti tubuh mulus milik Aira sambil meninggalkan beberapa bekas tanda di tubuh mungil Aira.
" Ha ha ha...... Akan ku buat kau merintih semalaman, jadi bersiap lah. Kata pria itu sambil tertawa jahat lalu dia pun mulai membuka baju kemejanya dan melemparnya.