Jagoan Kecilku

Jagoan Kecilku
Singapore


__ADS_3

Selama pemeriksaan Aira hanya duduk menunggu di depan ruang ICU dengan tangan yang bergetar tanpa henti, entah sudah berapa lama gadis itu menunggu sambil menitikkan air matanya.


" Aira. Panggil seseorang dari arah lorong sebelah kiri.


Aira pun sontak menatap ke arah sumber suara tersebut. " Bu Berta. Ucap Aira yang terkejut dengan kedatangan atasannya, dengan terburu-buru Aira pun menghapus air matanya.


" Tadi di kantor saya mencari mu, dan beruntung rekan kerja mu memberi tahu ku jika kamu pulang lebih awal. Ucap Bu Berta yang kini sudah ada di hadapan Aira.


" Maafkan saya, saya tidak tahu jika ibu akan mencari saya. Karena saya pikir saya sudah menyelesaikan pekerjaan saya jadi saya memilih pulang lebih awal. Ucapan meminta maaf dan menjelaskan pada atasannya.


" Tak apa-apa, kamu tidak perlu minta maaf, saya yang salah kok. Seharusnya saya memberikan informasi lebih awal. Ucapan Bu Berta lalu duduk di samping Aira.


" Iya sekali lagi saya minta maaf Bu. Kata Aira pada atasannya.


" Aira, is everything okay? Tanya Bu Berta yang baru sadar jika mata Aira sembab seperti orang habis menangis.


" Yah...... I am not okay. Kata Aira pelan lalu kembali menangis.


Bu Berta pun langsung memeluk Aira sambil menepuk-nepuk pundak Aira pelan, ia tahu pasti perasaan saat itu Aira sedang berantakan. Gadis manis itu menangis sambil berbicara jika ibundanya koma, dia tidak tahu harus berbuat apa.


Bu Berta hanya bisa mendengarkan dan berusaha menenangkan Aira sambil memberikan dukungan pada karyawannya itu.


Lalu Fahri pun keluar dari ruang ICU, melihat pintu terbuka Aira pun langsung berdiri dan berjalan menghampiri dokter muda itu.


" Bagaimana kondisi ibu saya dok? Apakah ibu baik-baik saja? Apakah ibu sudah sadarkan diri?. Berbagai pertanyaan Aira lempar pada dokter muda itu.


" Aira, ikutlah ke ruangan ku sekarang. Ada hal penting yang ingin aku bicarakan. kata Fahri dengan wajah cemasnya menatap gadis yang ada di hadapannya.


Lalu Aira pun mengangguk dan berjalan mengikuti dokter Fahri ke ruangannya dengan di ikuti oleh Bu Berta.

__ADS_1


" Jadi bagaimana keadaan ibu saya dokter? Tanya Aira sesampainya di ruangan dokter Fahri.


Dokter Fahri diam sejenak lalu dia menatap ke arah wanita paruh baya yang sedari tadi mengikuti mereka.


" Tidak apa, beliau adalah atas ku. Kata Aira yang seakan mengerti arti dari tatapan mata dokter Fahri.


" Hemmmmmmm.......... Begini Aira sebelumnya aku minta maaf padamu, aku benar-benar tidak tahu jika hal seperti ini akan terjadi pada ibumu. Tapi sepertinya kita harus melakukan tindakan operasi pada ibumu. Kata dokter muda itu sambil menatap wajah Aira.


" Ooo...Operasi. Kata Aira memastikan kembali perkataan dokter Fahri.


" Iya operasi, dan operasi tersebut tidak di lakukan di sini melainkan di Singapura. Karena rumah sakit ini tidak memiliki peralatan yang memadai dan juga dokter di rumah sakit ini tidak ada yang bisa melakukan tindakan tersebut. Kata Fahri memberikan penjelasan pada Aira.


Mendengar perkataan dari dokter Fahri Aira hanya diam pandangannya terlihat kosong.


" Kira-kira kapan waktu yang tepat untuk pemindahan pasien ke rumah sakit yang ada di sana? Tanya Bu Berta menggantikan Aira.


" Lebih cepat, lebih baik. Namun saya sedang berusaha menghubungi pihak rumah sakit yang ada di sana, kemungkinan kita harus berangkat dalam waktu dua Minggu. jawab dokter Fahri sambil menatap Aira yang sedari tadi diam.


" Untuk soal itu Aira dan ibu bisa membicarakannya dengan pihak administrasi rumah sakit. Jawab Fahri.


Lalu Aira dan Bu Berta pun keluar dari ruangan dokter Fahri, gadis itu hanya diam saja sedari tadi. Bu Berta pun bingung harus berbuat apa.


" Aira, lebih baik kita ke tempat administrasi untuk menanyakan biaya secara keseluruhan untuk ibumu. Ajak Bu Berta pada Aira.


Aira hanya diam sambil menganggukkan kepalanya lalu berjalan beriringan dengan Bu Berta.


Sesampainya di sana, saat sedang menghitung total semua biaya yang harus Aira bayarkan tiba-tiba Bu Berta mendapatkan panggilan. Lalu Aira pun mengatakan agar Bu Berta mengangkat panggilan tersebut.


Dengan berat hati Bu Berta pun meninggalkan karyawannya itu sejenak, lalu suster pun memberi tahu jumlah yang harus Aira bayarkan.

__ADS_1


Mendengar jumlah yang begitu besar Aira hanya mengatakan terimakasih lalu ia pun berjalan perlahan, dan tak berselang lama Bu Berta pun berjalan menghampiri Aira.


" Bagaimana Aira? Tanya Bu Berta pada Aira.


Aira pun memberikan kertas yang di pegang oleh dirinya pada Bu Berta.


" Apakah bisa di cover oleh kantor? tanya Bu Berta lagi.


" Sepertinya tidak bisa Bu. Jawab Aira pelan.


Kemudian Bu Berta pun mengajak Aira untuk makan malam terlebih dahulu dan beliau bahkan mencoba menghibur Aira.


Tanpa terasa waktu pun kian larut, Bu Berta pun mau tidak mau pamit pulang pada Aira tak lupa beliau juga menyemangati Aira.


" Jika ada yang kamu butuhkan, katakanlah kepada ku. Aku pasti akan membantu mu sebisa ku Aira. Ucap Bu Berta sebelum pergi meninggalkan Aira.


" Sekali lagi terimakasih Bu. Jawab Aira sambil menganggukkan kepalanya dan tersenyum tipis.


Setelah kepergian Bu Berta Aira pun duduk termenung di depan ibundanya yang kini tidak sadarkan diri, dia tidak tahu harus berbuat apa.


Bagaimana caranya aku bisa mendapatkan uang sebanyak itu? Aku tidak tahu harus melakukan apa.


Kalau pun aku harus menjual rumah itu pasti tidak akan cukup, dan mau tinggal dimana nanti saat ibu keluar dari rumah sakit jika aku sampai menjual rumah itu.


Pikiran Aira berkecamuk gadis itu benar-benar tidak tahu harus berbuat apa, dia juga tidak ingin merepotkan Bu Berta maupun dokter Fahri.


Setelah beberapa saat lamanya Aira bergulat dengan pikirannya, gadis itu pun membuka ponselnya. Saat sedang membaca email tanpa sengaja Aira membuka salah satu situs di internet, sepintas Aira membacanya karena ada beberapa tulisan yang menarik perhatiannya.


Lalu setelah membaca dengan teliti matanya pun terbelalak dengan lebar, kemudian ia pun beralih menatap wajah ibundanya dan tersenyum tipis.

__ADS_1


Aku akan melakukannya, maafkan aku Bu. Ini semua Aira lakukan demi menyelamatkan ibu, Aira tidak ingin kehilangan ibu.


__ADS_2