JALAN SANTRIKU

JALAN SANTRIKU
part 12 SIAPAKAH ITU


__ADS_3

Pov dalari


Seusai salat Isya, acara pun dilanjutkan dengan acara api unggun, untuk menghangatkan suasana yang mulai terasa dingin, apalagi di pedesaan yang berada di kaki gunung, rasa dingin itu sangat menusuk sampai ke sumsum Balung.


"Api telah menyala


Sinarnya menerangi alam


Cahya terang dalam gulita


Merona dikeheningan malam


Api ciptaan tuhan


Bagi semua insan


Api unggun api kenangan


Api tanda semangat juang


Api unggun api kenangan


Api tanda Perahabatan"


Lagu itu dilantunkan secara serempak oleh semua siswa, setelah api mulai berkobar melahap makanannya, menari-nari tertiup angin yang berhembus, memberi hawa panas bagi semua siswa yang mengelilinginya.


Setelah api mulai mengecil, semua siswa disuruh mendekat untuk dilanjutkan ke acara selanjutnya yang diisi oleh berbagai atraksi yang disuguhkan dari setiap regu.


Pukul 10.00 malam acara sudah selesai, lalu dilanjutkan dengan acara tidur,  benar, hanya di kegiatan pramuka lah kita tidur memakai jadwal.


Anggota kelompokku semuanya sudah masuk tenda yang terbuat dari terpal dengan tinang bambu sebagai penyanga. Tidak ada penerangan didalamnya.


"Besok main ke rumah aku yuk" ajak Nasrul yang berbaring di sampingku.


"Malu ah, kalau main ke rumah orang kaya, nanti disangka kita mau ngemis lagi" jawab Heru


"Jangan gitu lah, kamu sering main juga ke rumah" Ketus Nasrul, karena rumah mereka berdekatan.


"Tapi, bener, malu nggak" tanya aku memastikan karena apa yang dikatakan Heru kalau dipikir memang ada benarnya.


"Tanya aja sama Heru, Bagaimana sikap orang tuaku" ucap Nasrul.


"Orang tuanya baik, cuman kelewatan baiknya, jadi kita yang malu" ucap harus ambil duduk menekuk kakinya.


"Ngapain kami bangun" tanya Nawir yang tidur di sebelahnya.


"Tahu nih, badanku gatal banget" Jawab heru sambil menggaruk-garuk punggungnya.


"Dibilangin, suruh mandi, malah ngeyel, kerasakan, mamam aja" Ketus Nawir.


"Males mandi bareng, apalagi di sungai, nanti tubuh idealku terekspos media, itu bisa gawat" jawab Heru menyombongkan diri sambil terkehkeh.

__ADS_1


"Halow malah ke mana-mana, mau nggak besok main ke rumahku" ujar Nasrul mengingatkan pembahasan awal.


"Emang acara kemah nyampe jam berapa sih" tanya Nawir.


"Katanya jam 07.00 pagi, kita sudah boleh pulang" Jawab Heru sambil membaringkan lagi tubuhnya tikar.


"Ya audah Insya Allah" jawabku mengiayakan ajakan Nasrul


"Nah gitu dong,  awas aja kalau kalian bohong" ancam Nasrul


Trrokk!!


Trokkk!!


Trokk!!


Tiang tenda  yang terbuat dari bambu dipukul dengan keras oleh seseorang, membuat tenda itu bergoyang dengan keras. sehingga membuat orang yang berada di dalamny terperanjat kaget, apalagi yang sudah mulai terlelap.


"Tidur, tidur, jangan ngobrol terus" perintah seseorang yang tadi memukul tiang bambu.


"Kurang ajar, dibiarin makin ngelunjak tuh: gerutu seorang siswa sambil menarik sarungnya kembali untuk menyelimuti kepalanya.


"Siapa itu tadi" tanya Nawir penasaran karena tadi, tidak sempat melihat orangnya karena tiang berada di luar tenda.


"Si Rohman" jawab seseorang yang sempat melihat keluar.


"Ya udah jangan dipikirin. Emang mereka kalau nggak ganggu mungkin nggak kenyang. Mending sekarang berdoa, lalu kita tidur" ajakku sambil menarik kakiku agar terselimuti sarung.


"Apa-apaan sih risih tahu, jangan dekat-dekat" gerutu. Heru dengan kesal


"Syttttttt" ujar seorang siswa memberi tanda agar mereka diam, karena ini waktunya tidur bukan waktunya mau ngobrol.


Akhirnya di dalam tenda itu mulai sunyi, hanya dengkuran-dengkuran yang saling bertautan, mengisi ruang itu menandakan semua orang Sudah terlelap, dengan mimpi masing-masing. Begitu juga denganku makin lama makin masuk kedalam bawah sadarku, dan akhirnya aku juga terlelap hanyut dalam mimpi mimpiku.


Tiba-tiba mataku di tutup oleh kain, yang diikatkan dibelakang kepala, membuatku kepalaku terasa pusing, karena terbangun secara tiba-tiba apalagi baru saja terlelap, dengan keadaan mata tertutup.


"Kalian semua ikuti perintahku, jongkok lalu pegangan ke teman kalian, dan perlu kalian ingatkan, jangan sampai kalian membuka penutup mata" perintah seseorang dengan suara lantang.


Setelah kami jongkok kedua tanganku dituntun untuk memegang pundak teman yang lainnya, begitu dengan juga dengan pundakku yang dipegang oleh teman lainya.


"Yang paling depan ikuti suara ini" seru orang itu lagi, sambil meremas botol air mineral sehingga menimbulkan suara yabg sangat nyarig, suara itu terdengar dengan jelas apalagi dikeheningan malam seperti ini.


Trek!!


Trek!!


Trek!!


Suara itu mulai berbunyi, dengan perlahan siswa yang di depan  mulai berjalan diikuti siswa yang ada paling belakang, kami berjalan dengan keadaan berjongkok mengikuti suara yang dikeluarkan oleh botol air mineral. Setelah beberapa menit berjalan suara itu berhenti menandakan perjalanan pun harus berhenti


"Jangan sampai ada yang membuka mata  kalau sampai ketahuan maka kalian akan tahu akibatnya" ancam suara seseorang.

__ADS_1


Suara itu mulai berbunyi kembali, menandakan kita harus berjalan mengikutinya, Lalu setelah sesaat berjalan suara itu berhenti kembali.


"Kalian semua t0lol, bod0h, ngapain kalian susah-susah sekolah" bentak seseorang yang menghakimi kami.


"Apa-apaan lu, Dasar t0l0l dibilangin Jangan dibuka penutup matanya, malah ngeyel, bawa sini, pinta seseorang dengan suara keras


Plak


Suara tamparan Terdengar sangat nyaring, apalagi di keheningan malam, suara itu sangat jelas, memenuhi setiap telinga yang berada diarea itu.


"Push up kamu" bentaknya lagi membuat kami semua merasa ngeri Atas kejadian seperti.


Apalagi kesadaran belum sepenuhnya pulih, setelah dibangunkan dengan paksaan, membuat nyali kita menciut, karena otak belum bekerja dengan semestinya.


"Dengar ya kalian, orang tol0l kalau ada ada lagi yang sampai membuka mata, maka kalian akan dihukum lebih dari itu" ancam buat seseorang


Trek


Trek


Trek


Botol air mineral pun mulai berbunyi kembali, dan orang yang kupegang pundaknya, mulai berjalan, mengikuti lagi arah suara, kalau suara itu terhenti, itu memberi tanda Untuk  menghentikan langkah kami, setelah berhenti maka Makian, hinaan dan kata-kata kotor lainnya terus keluar, dari mulut mulut yang tidak bertanggung jawab. Begitulah terus-menerus kalau tidak dimaki, yah mengikuti suara botol air mineral.


Agrrhkkkkkkkkk!!!


Terdengar suara teriakan yang sangat nyaring membelah Kesunyian malam.


"Diam g0blog"  bantak seseorang disusul dengan suara tamparan.


:Aduhhhh aduhhhhh" terdengar suara rintihan seperti rintihan orang yang merasakan kesakitan yang amat dalam.


"Siapa itu, Nasrul, Apakah benar itu Nasrul" gumamku dalam hati.


Lihat kakinya kayaknya terluka ujar seseorang dengan pelan namun di keinginan malam ini suara itu Terdengar sangat jelas


"Coba senterin" pinta seseorang.


"Astagfirullah darahnya mengalir sangat banyak sekali, cepat bawa-bawa" perintah seseorang dengan suara pelan.


"Gimana kakiku, aduh" orang itu terus merintih menahan rasa sakit yang teramat dalam.


"Nasrul" desikku sambil berdiri


"Tetap jongkok" pinta seseorang sambil menekan tubuhku agar tetap berada seperti semula "Kalian semua Diam jangan ada yang bergerak" suara itu memperingatkan ke semua siswa.


Tak lama terdengar suara langkah menjauh membawa suara rintihan, Tak ada pergerakan setelah itu, hanya ada bisikan-bisikan pelan, terdengar, namun tidak terlalu jelas apa yang mereka bicarakan.


Bruuumm brumm burubumm bumm buuum brum brumm!!!


Terdengar suara motor yang dinyalakan, namun tak lama motor itu terdengar menjauh sampai suaranya tidak terdengar lagi.

__ADS_1


__ADS_2