JALAN SANTRIKU

JALAN SANTRIKU
part 51 MENAKAP POCONG


__ADS_3

Pov dalari


Semenjak kejadian di mana warga pada tertidur, setelah minum kopi yang dicampur obat tidur oleh Kang Bayu. aku dan Kang Agus serta para warga yang dapat dipercaya, menyusun strategi agar bisa menangkap basah kejahatan Kang Bayu.


Menyusun sterategi mulai dari memata-matainya, ketika keluar dari rumah. mengikuti sampai ke kuburan, mendengarkan semua rencana mereka, hingga akhirnya temannya yang bernama Dadun, sudah tertangkap di kamar rumah Pak Haji goni oleh warga yang sudah menunggu kedatangan pocong jadi-jadian. namun Sayangnya Kang Bayu, masih bisa melarikan diri, padahal semua warga sudah berusaha keras untuk menangkapnya.


Kang Bayu banyak alat-alat canggih, seperti bom asap, semprotan cabe dan lain-lainnya. Padahal kang Agus sudah menghancurkan beberapa alat melarikan dirinya, Namun ternyata masih banyak senjata senjata yang kang Bayu miliki.


Seperti sekarang Padahal dia sudah terkepung, dan tidak mungkin bisa melarikan diri, namun dengan cepat Kang Bayu mengeluarkan bom asap, yang mengelilingi tubuhnya, sehingga tak terlihat oleh pandangan warga.


"Fokus! jangan sampai si Bayu kabur!" Teriak Seorang warga yang masih menatap ke kepulan asap, yang diciptakan oleh Kang Bayu.


"Kang! Kang!" teriaku sama Kang Agus sambil menunjuk warna hitam yang berkelebat keluar dari asap.


Dengan cepat Kang Agus mengejar bayangan hitam itu, diikuti olehku, Kang Andi dan Kang Arif. Yang mengekor di belakangnya, ikut mengejar Kang Bayu yang sudah kabur.


"Ayo, kita tangkap! Jangan biarkan Kang Bayu lolos!" seru Kang Agus memberi komando sambil terus berlari mengejar bayangan hitam.


Beruntung malam ini, malam yang keluar bulan, meski tidak terang, namun cukup untuk melihat pergerakan seseorang, yang sedang berlari. sehingga Kami berempat tidak kehilangan jejaknya Kang Bayu.


Kami terus mengejar, sampai terus masuk ke dalam perkebunan warga, semakin menjauh dari perkampungan. Kang Bayu terus berlari tanpa terlihat kelelahan, sampai disuatu pelataran Yang datar, tidak ada pepohonan di situ, hanya ada rumput liar yang memenuhi area pelataran. tiba-tiba Kak Bayu berhenti, lalu membalikan badan sambil bertolak pinggang menatap ke arah kita berempat yang lagi mengejarnya.


"Hahaha. hahaha." Kang Bayu mengeluarkan suara yang begitu nyaring, membuat Kami berempat berhenti di depannya, Waspada takut ada jebakan-jebakan yang sudah disiapkan oleh Kang Bayu


"Eh, santri ingusan! Kalian jangan macam-macam. pakai mau nangkap aku segala!" ucap kang Bayu sambil membagi tatapan ke arah kami, yang berada di hadapannya.


Kang Bayu baru mengeluarkan suara aslinya, soalnya dari tadi dia hanya tertawa dan meringis ketika terkena pukulan oleh warga, baru sekarang dia berani berbicara.


"Maaf, kang! Kalau kami lancang, namun akang harus mempertanggungjawabkan semua perbuatan yang telah akang lakukan. sekarang menyerahlah!" seru Kang Agus yang sama menatap ke arah Kang Bayu, seolah takut kehilangannya lagi. Menatap bayangan hitam, karena Kang Bayu sudah melepaskan baju pocong jadi-jadiannya, untuk menyamarkan penglihatan orang-orang.


"Kalian tahu apa tentang tanggung jawab, inilah bentuk tanggung jawab saya, untuk menafkahi istri saya, dan semenjak kedatangan kalian, Nafkah istri saya jadi terganggu, sampai akhirnya teman saya harus tertangkap. kalian yang harusnya bertanggung jawab! atas semua ini. hahaha." ancam Kang Bayu yang masih berdiri kira-kira 3 meter di hadapan kami.

__ADS_1


"Nafkah itu yang halal Kang! Bukan hasil dari maling!" Teriak Kang Andi yang sudah geram dari tadi.


"Banyak bac0t!" teriak kang Bayu, sambil berlari menuju arah Kang Andi, disusul dengan lemparan pasir, untuk memecahkan konsentrasi kami.


Bugh! bugh! bguh!


Serangan Kang Bayu tak bisa kami elakkan, karena mata kami yang tertutup, setelah menghindari lemparan pasir.


"Hahaha. cuma segitu kemampuan kalian? lagunya aja udah kayak pahlawan!" cibir Kang Bayu setelah merobohkan Kami.


Bugh!


"Bangs4t kalau berani gentle, jangan pakai batu!" pekik Kang Bayu sambil memegangi dadanya, yang terkena lemparan batu olehku. lalu disusul dengan lemparan-lemparan batu lainnya, sehingga membuat Kang Bayu kalang kabut menghindari serangan demi Serangan yang kami lontarkan.


Sehingga terlihat kang Bayu hendak membalikkan badan, karena sudah tidak kuat lagi menahan Serangan yang beruntun, berniat melarikan diri kembali. namun dengan cepat Kang Andi mendekap tubuhnya dari belakang, sampai mereka berdua terjatuh berguling di tanah.


Melihat kejadian itu Dengan cepat Kami bertiga, ikut membantu, menahan Kang Bayu yang hendak melarikan diri.


Tenaga Kang Andi yang kuat dan ditambah dengan tiga tenaga lainnya, membuat Kang Bayu tidak berkutik sama sekali.


"Oke! oke! aku menyerah." ucap kang Bayu yang sudah tidak berontak lagi.


Kang Andi merobek baju Kang Bayu, untuk dijadikan pengikat tangannya. lalu mendudukan kang bayu dengan tangan terikat ke belakang.


"Kalian dibayar berapa sama Pak RT?" tanya Kang Bayu yang sudah duduk di atas tanah.


"Kami nggak dibayar sama sekali, karena menjaga keamanan kampung, adalah tanggung jawab kita semua. mempertahankan harta adalah kewajiban bagi setiap umat Islam!" jawab Kang Agus yang sama-sama duduk di hadapan Kang Bayu.


"Aku punya penawaran bagus buat kalian!" ucapnya sambil tersenyum.


"Penawaran bagus, bagaimana?" tanya Kang Arif Yang penasaran.

__ADS_1


"Kita bagi lima hasil dari pertunjukanku di rumah warga, aku yakin harta itu cukup buat kalian menikah." ucap kang Bayu yang masih menganggap bahwa kejahatan itu adalah sebuah pertunjukan seni, padahal pertunjukan tidak harus merugikan orang lain.


"Maaf Kang. kami Bukannya tidak butuh, namun kalau uangnya itu, uang haram. kami tidak bisa diajak kompromi. akang tetap harus mempertanggungjawabkan semua kejahatan yang akang lakukan!" Tolak Kang Agus yang masih terlihat santai.


"Dasar bod0h! dikasih enak tidak mau." ucap kang Bayu sambil mendelik ke arah Kang Agus.


"Kamu yang bod0h, mencari uang dengan cara mencuri." tolak kang Andi yang tidak suka dengan ucapan Kang Bayu, yang merendahkan Kang Agus.


"Jang Agus! Hang Agus! Arif!"  Panggil warga berteriak yang mungkin sudah tersadar bahwa Kang Bayu sudah melarikan diri dari tadi, ketika kami mengajar kang Bayu ada salah satu warga yang melihat, sehingga mungkin mereka menganggap kami mengajarkan Bayu.


"Bagaimana, kalau semua harta yang kudapat buat kalian berempat, aku tidak mengambil keuntungan sama sekali. yang terpenting sekarang kalian Bebaskan Aku. aku berjanji tidak akan mengganggu Kampung Cikadu lagi, aku akan mencari kampung-kampung yang bisa kujadikan tempat untuk mempertunjukkan kemampuanku." ucap kang Bayu masih bernegosiasi.


"Jangan percaya, Kang! orang seperti ini pasti pandai berbohong." Kang Andi memperingatkan.


"Hahaha, Lagian siapa yang mau dibagi uang haram." ucap kang Agus dengan sinis.


"Hartaku sangat banyak, bisa buat bertahan hidup selama berpuluh-puluh tahun. dan aku janji akan menanggung semua kebutuhan hidup kalian!" Kang Bayu menaikkan lagi negosiasinya.


Namun Kami berempat hanya saling tersenyum, tidak tertarik dengan semua penawaran Kang Bayu. dengan cepat Kang Agus berteriak menjawab panggilan para warga, yang memanggil-manggil  terus nama Kang Agus dan Kang Arif.


Tak lama menunggu, rombongan para warga pun mendekat ke arah Kami, membuat Kang Bayu semakin merasa ketakutan, melihat warga yang begitu banyak sambil membawa penerangan. menerangi tempat di mana kami tadi bertarung.


"Bangs4t" teriak Seorang warga yang berlari ke arah Kang Bayu, dengan tega Dia menendang pipi Kang Bayu dengan kakinya.


"Aagrrrrhhhh!" teriak Kang Bayu yang tersungkur ke tanah, tidak kuat menerima hantaman kaki yang begitu keras.


Dan para warga lain pun mengikuti, menghajar Kang Bayu yang sudah tidak berdaya, mulai dari pukulan dan tendangan Terus mereka layangkan.


"Sudah! sudah! nanti si Bayu m4mpus!" teriak Pak RT menenangkan.


Namun para warga yang sudah begitu emosi, dengan kelakuan Kang Bayu .mereka tidak menghiraukan peringatan dari Pak RT, mereka terus menghajar Kang Bayu, sampai tak terlihat bergerak lagi.

__ADS_1


__ADS_2