
Cerita ini tentang seorang anak SMA bernama Berry yang memiliki sifat introvert dimana ia selalu sendiri menjalani keseharian nya selama sekolah dan menjalankan rutinitas nya sehari-hari begitu saja hingga suatu ketika ia menemukan orang yang mengubah kesehariannya yang dulunya seorang penyendiri menjadi lebih berwarna dan juga lebih banyak kisah yang akan ia kenang selama ia sekolah
Kisahnya dimulai sekarang!!!!!!!!
Di suatu pagi
Ting
Ting
Ting
Ting
Ting
Ting
Ting
Suara alarm yang berbunyi
Berry selalu berangkat ke sekolah selalu terlambat bangun dan tergesah gesah menuju sekolah di karenakan kebiasaannya yang selalu tidur larut malam.
Setiap pagi ia bangun lalu mencuci wajah dan langsung memakai seragam sekolahnya yang tergantung di belakang pintu kamarnya, dengan tergesah-gesah ia memakai dan langsung mengambil tas dan langsung berangkat ke sekolah terkadang Berry tidak pamit kepada ibunya yang setiap pagi selalu menyiapkan bekal untuk di bawanya ke sekolah
Ia pun menaiki sepedanya dengan tergesah- gesah agar tidak terlambat menuju sekolah, dalam pikirannya ia berkata ”pasti tidak terlambat” di tengah jalan ketika ia sedang mengayuh sepedanya dengan kencang ia pun melihat temannya juga baru berangkat ke sekolah di antar oleh orang tuanya menaiki motor bebek yang melaju kencang seperti motor 1000cc, ia pun segera mengayuh kencang kembali sepedanya “wussssss” bunyi laju sepedanya yang kencang
Sesampainya di gerbang sekolah ia pun melihat pak satpam yang mau menutup gerbang sekolahnya dengan cepat ia pun masuk melalui celah yang masih terbuka dan langsung melaluinya, dan ia berhasil masuk tepat waktu sebelum gerbang di tutup.
Melihat Berry yang melewati gerbang dengan kencangnya pak satpam pun kaget dengang Berry
"aduh dek kok telat lagi sih hari ni?"
Karena ia terburu-buru dan tanpa berhenti dahulu ia pun menjawab pertanyaan pak satpam sambil terus mengayuh sepedanya dengan kencang
"maaf pak telat bangun lagi pak"
"kaget bapak jadinya hampir aja kamu ke jepit pintu tadi, hadee" pak satpam menghela nafasnya karena hampir menjepit Berry yang melewati celah gerbang yang sempit yang hendak di tutup pak satpam
Berry yang masih mendengar sedikit jelas kata-kata yang di ucapkan pak satpam pun membalasnya kembali
"maaf pak buru-buru ni"
Dengan cepat Berry pun mengayuh sepedanya menuju parkiran sepeda dan meletakkan nya lalu menuju ruang kelasnya
Berry pun berbicara sendiri sembari ia buru-buru berjalan menuju kelasnya
"untuk gak telat lagi, selamat-selamat!!!"
Tanpa sadar ketika ia berjalan menuju kelasnya, ia pun melihat kepala sekolah sedang berbicara dengan seorang guru, dengan wajah kaget ia langsung berlari menuju ruang kelas dan duduk karena takut di panggil kepala sekolah karena terlambat.
Beberapa saat kemudian pelajaran di mulai
Jam istirah pun tiba
Ia membuka tasnya dan memakan bekal yang telah di buatkan oleh ibunya dan ia pun memakannya di dalam kelasnya, ada beberapa teman kelasnya yang selalu mengajaknya untuk nongkrong ke kantin tapi ia selalu menolaknya dan menyendiri di kelas hingga jam pelajaran kembali di mulai.
__ADS_1
Seteleh pelajaran selesai ia pun langsung membereskan semua barangnya dan langsung keluar ruang kelasnya dan langsung menuju parkiran untuk mengambil sepedanya dan mengayuhnya dengan perlahan tidak seperti tadi pagi, ia dengan santainya mengayuh sepedanya menyusuri jalan menuju rumahnya.
Begitulah keseharianya hingga suatu hari ia bertemu dengan siswi yang sangat cantik baru pindahan dari
sekolah lain masuk ke sekolahnya dan murid pindahan itu pun sangat popular ketika itu, hingga membuat semua orang yang melihatnya pun ingin berteman dan ada yang tertarik dengannya dan ingin sekali berpacaran dengan nya.
Beberapa hari kemudian
Seperti hari-hari biasanya Berry pun terlambat bangun dan tergesah gesah pergi ke sekolah lagi dan seperti biasanya ia selalu bertemu dengan pak satpam yang selalu menunggunya di depan gerbang untuk
menjepit Berry dengan pintu gerbang (becanda)
Sesampainya di sekolah seperti biasa ia bergegas dan langsung menuju kelasnya dan duduk di kursi belakang
dimana itu adalah singgah sanahnya di sekolah.
Dengan kelelahan ia pun istirahat
"Aduh……" tanpa sadar ia melihat seseorang yang duduk di samping nya dan terkaget-kaget melihatnya, Ia pun langsung berdiri dan bertanya kepada orang itu dengan penasaran karena melihat sosok bak bidadari yang sedang duduk
"maaf siapa kamu ?" dengan nada yang ter engah-engah karena kelelahan
"perkenalkan nama saya Iren"
Dengan senyum yang sangat manis dan juga dengan suara yang halus ia memperkenalkan dirinya kepada Berry dan menyuguhkan tangnnya untuk berkenalan
Dengan gugup Berry pun menyambut tangan nya dan memperkenalkan namanya kepada Iren
"sssaya Berry"
Selama jam pelajaran berlangsung Berry pun tersipu malu dengan kejadian saat ia menggenggam tangan Iren hingga selesai kelas dan istirahat ia pun enggan untuk menyapa Iren dan Iren pun tersipu malu dengan Berry yang meliriknya sepanjang pelajaran tadi.
Kemudian salahseorang teman kelas Berry yaitu sekretasri kelasnya Berry bernama Nissa menyapa Iren dan berkenalan dengannya dan langsung mengajaknya untuk ke kantin membeli sarapan dengan malu-malu Iren pun permisi untuk lewat dan pamit ke Berry
"maaf permisi lewat ya Berry!!!"
Berry yang kaget dengan suara Iren menjawab dengan sedikit panik dan terbata-bata
"iiiia Ren"
Nisa yang memperhatikan jawaban Berry dengan sengaja menggoda Berry yang ia tahu adalah orang yang penyendiri dan ketika kaget sangat lucu karena Nissa sering bercanda ke Berry namun tidak begitu dekat dengan Berry.
"Berry kok malu-malu ya jawab pertanyaan Iren, eheem ada sesuatu ni!!!"
Dengan nada yang menggoda Berry, Nissa pun melihat wajah Berry yang gugup dan malu kemudian Nisa pun mencoba untuk mengajak Berry untuk ke kantin bareng.
"Yuk Berry ikut kan bareng kita" dengan sedikit memaksa
"ia nanti aku nyusul ya Nis"
Kemudian Nissa dan Iren pun pergi kekantin dan makan di sana. Berry yang sedang makan bekal yang ia bawa dari rumahnya dengan santai menikmatiya sendiri di ruang kelasnya, beberapa waktu kemudia setelah Berry menghabiskan bekalnya ia pun di suguhkan oleh Iren yang membawa sebotol minuman yang di sukai oleh Berry yakni susu kedelai memberikannya ke Berry
"Ber ni minuman untuk kamu!!"
"Ia terimakasih ya Ren"
Berry yang sedikit panik pun menerimanya dan Iren pun tersenyum kepadanya dan duduk di kursinya dan kelas pun di mulai kembali. Dengan perasaan yang tercampur aduk Berry pun gelisah selama pelajaran berlangsung.
__ADS_1
Tanpa henti ia sesekali melirik kearah Iren dan sesekali pun Iren menyadari kalau Berry memperhatikannya, dengan malau Iren pun mencoba untuk tidak gugup dan malu meskipun ia sangat gugup dan malu hingga kelas pun selasai.
Berry dengan cepat membereskan barang-barangnya dan langsung keluar ruangan kelas menuju parkiran dan
mengambil sepedanya tanpa menghiraukan apa-apa, kemudian tanpa sadar di belakangnya ia di ikuti oleh Iren yang sama-sama menuju ke parkiran untuk menunggu di jemput oleh ibunya yang sekalian lewat sekolahnya karena pulang kerja.
Seketika Berry menoleh ke belakan dan kaget melihat Iren di belakangnya dengan spontan Berry pun bertanya ke Iren
"eh Iren ya" Berry menyapa Iren duluan
Iren yang senang karena Berry mau menyapanya duluan sebelum ia menyapa Berry
"hehehehe Ia Ber ini Iren"
Dengan tertawa melihat ekspresi Berry yang kaget menurutnya lucu. Dengan berani Berry pun bertanya lagi ke Iren
"Iren bareng siapa pulangnya?" Berry yang masih sedikit gugup berbicara dengan Iren yang baru ia kenal kemudian Iren mencoba menjawab pertanyaan Berry
"Bareng mama, itu uda ada di parkiran mama Iren"
Berry yang sedikit alah tingkah dan dengan wajah datarnya pun menjawab kembali perkataan Iren
"oh kirain jalan kaki!!" dengan gaya sedikit sok asik.
Iren yang kaget dengan candaan Berry pun tertawa sedikit
"hahaha kan rumah Iren jauh dari sekolah Berr"
melihat Iren yang tertawa, Berry pun bertany-tanya dan langsung menanyakan ke Iren tanpa ragu
"emang dimana Ren, rumahanya?
"Di wilayah A Ber"
Berry yang mengetahuinya pun menjawab dengan percaya diri
"Oh dekat dong dengan rumah Berry, Berry tinggalnya di wilayah C kan gak jau dari wilayah A"
Dengan harapan ia bisa pulang dengan Iren nantinya dalam khayalannya, Iren yang sedikit bercanda karena Berry orangnya lucu juga meski dengan ekspresi datarnya
"oh ia bisa bareng dong ke sekolah nya"
Iren tersenyum karna Berry ternyata asik orangnya di ajak ngobrol
Sepanjang jalan mereka ngobrol dan tanpa sadar mereka sampai di parkiran dan ibunya Iren memanggil Iren kemudian Iren pun pamit ke Berry dengan melambaikan tangannya dan tersenyum ke Berry. Sesaat kemudian Berry pun terdiam dan memandang Iren dari parkiran sambil memegang sepeda nya, dalam fikirannya terbayang senyuman Iren yang sangat manis yang mengganggu fikirannya sehingga ia terdiam beberapa saat di parkiran.
Tanpa sadar Berry pun sudah hampir beberapa menit berdiri mematung sendirian di parkiran dan ia pun tersadar seketika temanya meneriakinya dan ia pun tersentak dan langsung menaiki sepedanya dan mengayuhnya dengan bayang-bayang Iren yang melintas di pikirannya sepanjang jalan menuju rumah nya.
Sesampainya di rumah
Berry langsung ke kamarnya dan melepaskan seragamnya dan langsung menuju kamarmandi dan membersihkan badanya, beberapa lama kemudian setelah ia selesai mandi dan berbaring di atas tempat tidurnya sembari ia membaca novel yang sering ia beli setiap bulannnya ketika uang saku yang di kumpulkannya telah cukup, dengan berbaring ia membaca novel tetapi bayang-bayang Iren yang masih menempel di kepalanya membuat ia gelisah dan menghentikan bacaanya dan duduk untuk mengambil ponselnya dan memaninkannya.
Berry juga seorang yang suka bermain game di ponsel dan juga ia sering lupa waktu ketika suda bermain game dan ketika membaca buku novel hingga larut, terkadang ia juga belajar hingga larut malam setelah ia bermain game dan setelah membaca novel.
Bersambung
Jangan lupa like ya dan coment untuk jalan cerita kedepannya *-*
__ADS_1