Jalan Seorang Introvert

Jalan Seorang Introvert
Bagian 26. Kesabaran Iren


__ADS_3

Setelah mereka bersenang-senang di kafe dan bercerita banyak hal tentang kegiatan organisasi nanti dan juga yang lainnya, mereka kembali kerumah masing-masing untuk mengakhiri kebersamaan mereka yang di batasi oleh waktu yang terus maju dan membuat mereka menghentikan kebersamaan mereka.


Iren di hari itu sangat terluka karena ia mempunyai perasaan yang lebih dari sekedar teman ke Berry yang membuatnya merasakan sakit yang tak berdarah karena perasaan yang membuat nya sakit.


Iren mencoba untuk tidak memberitahukan karena itu keputusan Iren yang ia anggap benar dan itu adalah yang terbaik baginya dan juga teman-temannya.


Karena Iren lebih menginginkan kalau ia tetap bersama dengan mereka semua meski ia memiliki rasa yang lain ke Berry, ia memilih untuk tetap kuat agar tidak menyakiti siapa pun, Iren adalah orang yang memiliki perasaan yang sangat lembut bagaikan angin yang berhembus perlahan membuat seseorang nyaman begitulah perasaan Iren.


Sejak saat itu Iren mulai merasa kecewa karena ia sebenarnya tidak sanggup jika Berry di dekati oleh cewek lain karena ia sangat takut kehilangan sosok Berry yang sangat ia sayang, begitulah Iren sekarang meski ia tetap tidak ingin menyatakan ke Berry kalau ia menyukai dan juga menyayanginya.


Berry yang juga tidak menyadari kalau sebenarnya Iren sangat menginginkan untuk jadi milikinya, mereka di halangi oleh tembok yang sangat tinggi dan tebal karena anggapan dan juga prasangka yang sama-sama bertolak belakang dengan perasaan mereka yang sebenarnya.


Beberapa minggu telah berlalu sejak mereka duduk di kafe bersama dan hari itu merupakan hari di mana Iren pertama kalinya meneteskan air matanya ke sosok laki-laki yang sangat ia sayangi, yang bisa membuat air matanya menetes meski bibirnya tersenyum manis dan hatinya terasa tersayat sayat.


Sejak itu sosok Iren yang dulunya hanya merasa senang dan bahagia ketika ada Berry bersamanya kini ia juga merasa ketakutan yang sangat kuat akan kehilangan sosok Berry dari sisinya.


Begitulah perasaan Yang Iren rasakan sekarang tidak seperti Iren yang dulunya.

__ADS_1


Pada hari sabtu tanggal 17 oktober 2015 organisasi mereka pun di resmikan oleh kepala sekolah dan beberapa guru yang hadir untuk menyaksikan pembukaan organisasi baru di sekolah mereka dan acara itu di buka oleh Nissa sebagi pembawa acara dan juga Berry sebagi ketua yang menyampaikan kata sambutan dan sebaginya.


Setelah itu organisasi mereka pun terbentuk dengan anggota yang masih sangat sedikit namun hari itu juga ada beberapa siswa yang ingin bergabung ke organisasi mereka dan kebanyakan dari kalangan cewek yang ingin bergabung.


Pada saat itu hampir semunya bertanya ke Iren mengenai organisasi dan lain sebagainya, Iren yang sangat senang karena banyak yang tertarik dengan organisasi mereka pun menjawab semua pertanyaan mereka dengan senangnya dan tak ada satu pun yang terlewat.


Iren terus di hujani pertanyaan dari para siswa yang mengerumuninya pada saat acara selesai dan ia pun terus berusaha untuk menjawabnya sebisa mungkin hingga semuanya telah terjawab dan satu persatu siswa pun pergi dengan mengambil kertas formulir pendaftaran yang telah di sediakan oleh mereka.


Sejenak mereka pun duduk bersama di kursi untuk istirahan karena banyak dari siswa yang ingin mendaftarkan diri membuat mereka sedikit mengeluarkan tenaga lebih.


Iren yang termenung karena dari tadi ia di hujani berbagai pertanyaan dari siswa yang ingin mendaftarkan diri, sejenak berfikir dan baru menyadari kalau kebanyakan yang ingin mendaftar adalah cewek membuat ia berfikiran yang tidak-tidak “aduh tadi kebanyakan cewek yang daftar ya, aduh gimana ni nanti organisasinya di penuhi cewek-cewek dong, giaman ni pasti banyak yang dekat-dekat dengan Berry aduh gimana ya…” Iren yang terus ber imajinasi di dalam fikirannya dengan kemungkinan yang tidak-tidak menurutnya merasa resah  sendiri dan gelisah tak menentu di kursinya.


Nissa yang masih penasaran dengan kegelisahan Iren menanyakan terus terang ke Iren kembali “ada apa Ren cerita aja Ren, mana tau Nissa bisa bantu Ren?” Iren yang tidak Ingin cerita ke Nissa masalah pikirannya yang sangat liar tadi pun mengalihkan pembahasan dan bertanya kembali ke Nissa “gak ada Niss cuma pusing aja dikit dari tadi Iren di tanya terus makanya gelisah gini, oh ia Niss tadi gimana formulirnya habis gak, soalnya formulir yang Iren bawa tadi semuanya udah habis karena banyak yang pingin masuk makanya formulirnya banyak yang ngambil dari Iren”


Nissa kaget dengan pernyataan Iren dan ia pun melupakan pertanyaan nya ke Iren tadi  “oh habis ya Ren formulir yang ada di Iren ya, wah kayaknya bakal ramai ni organisasi, kalau punya Nissa sih gak banyak tadi cuma 10 lembar tapi semuanya uda habis, heheh”


Setelah itu mereka bercerita bersama membahas tentang kegiatan yang akan di buat besok setelah pulang sekolah.

__ADS_1


Iren yang masih kepikiran tentang cewek-cewek yang akan daftar ke organisasi membuatnya gelisah terus memikirkan yang bukan-bukan tentang Berry, seperti Berry nanti akan di dekati oleh para cewek yang lain.


Hampir seharian Iren terus memikirkan nya hingga ia tidak bisa tidur nyenyak di kamarnya untungnya besok adalah hari libur, ia mengajak Nissa untuk ke kafe besok berdua saja karena ia mau cerita ke Nissa tentang pikirannya yang seharian menghantuinya hingga ia telat tidur.


Iren pun menghubungi Nissa, ia pun mengambil ponselnya dan mengetik pesan ke Nissa


“Niss, besok pagi ke kafe yuk, Iren mau cerita ke Nissa boleh kan, nanti Iren tunggu di kafe ya Niss di meja biasa kita ya” isi pesan yang si ketik Iren ke Nissa.


Beberapa saat kemudian Nissa membalasnya "ia Ren boleh jam berapa besok ke kafenya?”


Nissa yang sudah tidur pun terbangun untuk membalas pesan Iren, Iren pun membalas pesan Nissa kembali “oh ia Niss lupa Iren, jam 9 aja kita ke kafenya bisa kan Niss?” setelah itu Nissa langsung membalasnya “ok Ren jam 9 ya, Nissa tidur lagi ya Ren ngantuk soalnya, hahah” Iren pun tertawa membaca pesan dari Nissa karena ia membayangkan wajah Nissa yang ngantuk sambil membalas pesannya dan ia pun merasa tidak enak karena sudah mengganggu tidur sahabatnya itu.


Iren pun sudah sedikit lega karena ia besok akan cerita ke Nissa tentang semua keluhannya yang seharian menghantuinya.


Hari ini Iren merasah sangat gelisah seharian melebihi gelisahnya waktu itu ketika hendak menolak Yanda yang ingin berpacaran dengannya.


Jangan lupa like dan Komen ya teman-teman terus dukung,

__ADS_1


Semoga teman-teman yang membacanya sehat selalu


__ADS_2