
Sudah hampir seminggu sejak Berry pertama kali di usik oleh nomor yang sampai sekarang terus saja mengriminya pesan itu.
Tepat hari ini adalah kegiatan yang mereka rencanakan dan Berry pun bersiap untuk berangkat ke sekolah dengan sepedanya, kemudian ia pun menuju rumah Iren terlebih dahulu karena ia akan pergi bersama Iren ke sekolah.
Berry mengayuh sepedanya dengan santai menuju rumah Iren, sepanjang jalan ia masih terfikir tentang nomor itu lagi, namun Berry tetap mengayuh sepedanya hanya sekilas teringat, sesampainya di rumah Iren ia langsung menghubungi Iren mengabarkan kalau ia sudah sampai di depan rumahnya.
‘Ren Berry uda nyampe di depan rumah ya’ kirim
Kemudian ia pun menunggu sambil membuka pesan dari nomor tak dikenal tersebut, Berry membaca nya kembali, dan pesan hari ini juga hampir sama seperti sebelumnya dan Berry belum membalasnya juga, meski begitu nomor itu tetap saja mengirimkan pesan di tiga waktu yang sama, yakni pagi siang dan malam.
Iren turun tangga depan teras rumahnya dan meunuju Berry yang sedang menatap ponselnya dan memanggilnya.
“Berr, selamat pagi, maaf nunggunya agak lama ya” sambil tersenyum semanis buah
“ia pagi juga Ren, gak apa kok, yok jalan Ren yang lain uda pada nyampe katanya”
“oh ok Berr, yok jalan”
“ok Ren”
Berry menarik gas sepedanya dan mulai melaju dengan sangat-sangat perlahan menuju sekolahnya, sepanjang jalan Berry banyak terdiam tak seperti biasanya ketika bersama Iren, ia biasanya banyak bercanda ringan
dengan Iren dan juga selalu membuka candaan dari cerita novel yang ia baca semalam dan menceritakan kembali hal-hal yang menarik ke Iren.
Namun kali ini belum ada sepata kata yang keluar dari mulutnya, Cuma menanyakan ke Iren apa sudah makan atau belum
“Ren uda makan belum?”
“belum Berr, tadi bantu mama Iren buat bekal yang di janjikan kemarin untuk kita makan bareng sama anggota eskul hari ini”
“oh kalau gitu yok makan dulu ya Ren, Berry pun belum sempat
__ADS_1
makan karena tadi mama Berry belum ada di rumah lagi ke pasar dulu”
“oh yaudah boleh ni kita telat Berr, nanti gak enak lo sama yang lain kita telat’
“gak apa kok Ren, nanti Berry kabarin ke Nissa kita lagi singgah untuk sarapan, kan kita mulai kegiatannya kan satu jam lagi”
“ia sih kan sekarang pukul 07:07 kita mulainya jam 08:00 kan Berr?”
“ia Ren, makanya kita santai aja dulu sarapan dulu isi tenaga, kan nanti kita sampai sore kegiatannya kan”
“ia sih Berr, yuk cari warung makan nya”
“ok Ren, tempat Berry biasa makan aja boleh gak”
“ok dimana tu Berr?”
“di lorong sebelah kiri, sebelum nyampe sekolah kita, di situ ada banyak menunya bebas pilih harganya murah enak lagi”
“hehe ada dong Ren, lengkap pokoknya, hampir semua toping ada loh Ren, dari bakso, sosis, kerupuk, lain juga ada kok, tinggal pilih aja”
Berry memaparkan dengan senang hati dan juga menguasai semua menu yang ada di warung makan itu, karena Berry juga sering ke sina setiap ia ingin pergi ke kota untuk jalan-jalan beli sesuatu ia selalu singgah untuk sarapan di sini kadang ia bersama adiknya makan di sini bertiga.
Iren yang senang karena Berry begitu senang terlihat dari gaya bicaranya yang meladeni nya untuk ngobrol tentang makanan dan tempat yang ia sering kunjungi, Iren baru tahu kalau Berry juga punya tempat sarapan
tersendiri nya yang sering ia kunjungi selain kafe yang biasa mereka datangi.
Iren yang senang karena ini hal baru yang baru ia ketahui selama bersama dengan Berry, Iren merasa senang dengan hal ini.
“Berr tempatnya gimana ya Berr, jadi penasaran Iren kok bisa Berry jadi langganan di warung makan itu?”
Iren yang penasaran dengan hal itu
__ADS_1
“oh itu Berry gak sengaja kejebak hujan dulu waktu smp kelas 3, Berry kan dulu uda naik sepeda terus hujan turun deras, sebelum sampe di sekolah Berry, singgah di warung makan itu karena belum sarapan pagi dari
rumah, jadi Berry berani in diri makan di situ, nanya ke ibu penjaga warung nya, terus Berry ambil sendiri yang Berry suka terus makan, karena rasanya enak terus Berry pun kaget waktu bayar harganya kok murah banget ya terus Berry masih belum yakin kan, hari libur Berry coba ke tempat itu lagi, terus makan lagi di situ harganya sama yaudah jadinya Berry sering makan di situ deh sampai sekarang kalau hari libur, Berry biasanya di bangunin adik-adik Berry untuk bangun cepat kalau hari libur karena mereka biasanya selalu mau jalan-jalan
kalau hari libur gitu lah kisah singkatnya, haha kepanjangan ya Berry ceritanya ya Ren?”
“Hahaha, enggak kok Berr, kan Iren nanya wajarlah kalau panjang penjelasannya”
“hehhe ni kita uda mau sampai Ren”
“ia Berr” Iren semakin penasaran dengan tempat yang ingin di tunjukkan oleh Berry itu
Setalah samapi Iren melihat warung makannya yang terlihat sederhana namun bersih dan rapi juga banyak orang yang duduk dan makan di tempat itu,dari mulai anak kecil hingga orang dewasa ada di situ
Iren merasa kalau tempatnya begitu nyaman karena tempatnya terbuka seluas mata memandang tak ada tembok yang menghalangi hanya ada tiang dan juga satu bangunan petak di sudut kiri ujung yakni dapur
“Wah Berr tempatnya adem banget sih, banyak pepohonan sekitarnya terus rame lagi orangnya”
“ia dong Ren, makanya Berry nyaman di sini tempatnya adem terus, meskipun rame pengunjungnya tapi gak begitu ribut, ke sana aja yok Ren tempat Berry biasanya duduk, di situ tempatnya nyaman dikit, menurut Berry sih”
“oh ok yok Berr, oh ia pesannya gimana ni Berr” Iren kebingungan cara pesannya karena pelayannya gak ada satu pun yang terlihat menghampiri meja, hanya ada yang ngantri di depan banguna petak itu.
“oh ia lupa Ren kita antri dulu untuk ngambil sendiri makanannya dan minumannya, kayak di KFC gitu ren kan ngantri dulu heheh”
“hehe oh gitu ya, keren juga warung nya Berr” Iren tertawa geli karena ia belum pernah ngantri gini di warung makan mana pun yang pernah ia datangi.
“Ia Ren, yok lah kesana Ren ikut ngantrinya”
“ok Berr”
Berry ngantri bersama Iren sejajar karena ia ingin memberitahu ke Iren system nya bagaimana di sini cara pesan hingga bayarnya.
__ADS_1
Kemudian giliran mereka mengambil nampan masing-masing dan mengambil nomor meja mereka berdua, dan mencatat minuman yang ingin mereka pesan terlebih dahulu lalu mereka baru mengambil makanannya yang sudah teredia di meja dan rak yang memiliki tulisan nya sendiri yang di sertai harga sekaligus, agar mempermudah mereka untuk membayarnya nanti sesuai yang mereka makan.