Jalan Seorang Introvert

Jalan Seorang Introvert
Bagian 6. Lanjutan


__ADS_3

Iren dan Berry pun terdiam sambil menghabiskan makanan mereka, kemudian Berry dengan santainya melirik ke Iren dan kemudian ia bertanya ke Iren “ Ren masakannya enak banget, siapa yang masak Ren” tanya Berry ke Iren dengan santai dan sikap yang sedikit gugup bertanya ke Iren.


Iren yang juga sudah selesai makan pun menjawab pertanyaan Berry yang ia dengar tadi, dengan rasa malu-malu Iren pun menjawabnya pelan “ Iren sama mama yang masak Ber, gak enak ya masakan Iren sama mama ya” dengan nada ragu padahal tadi Berry sudah mengatakan bahwa makanannya enak, dengan sigap Berry pun dengan gagap dan langsung menjawab pertanyaan Iren “enak kok Ren gak kalah sama masakan mamam Berry di rumah yang tiap pagi Berry bawa untuk sarapan di sekolah, karena enak makanya Berry sering di kelas ketimbang ke kantin” dan tertawa renyah “ahahahahh” dengan memberi alasan seprti itu pun Iren dengan senyumannya, kagum dengan Berry yang sederhana orangnya yang gak malu membawa bekal dari rumah ke sekolah sedangkan ia sudah sma.


Iren yang senang dengan pujian dari Berry mengucapkan terimakasih karena ia suka dengan makanan yang Iren masak dengan mamanya


Suasana di ruang tamu yang tadinya hening sekarang di penuhi dengan tawa Iren dan Berry.


Setelah selesai tertawa Iren dan Berry pun ngobrol dengan akrabnya dan Berry pun menceritakan kembali kejadian lucu yang ia alami tadi sebelum kerumah Iren, Berry pun memulai ceritanya dengan Iren yang sangat penasaran dengan kejadian yang di alami Berry


kemudian Iren yang mendengar dengan serius cerita Berry kemudian tertawa dengan senangnya karena sangat lucu di karenakan Iren yang membayangkannya juga ikut terbawa ke dalam cerita Berry karena Berry orangnya kalua cerita suka datar dan juga dengan candaan yang garing menambah kelucuan di mata Iren.


Kemudian Iren pun sangat senang dan tak berhenti tertawa dengan cerita Berry.


Tak terasa mereka asik bercerita tentang berbagai hal yang lucu dan juga hal-hal yang ada di novel yang perna Berry baca yang mana Iren sangat suka jika mendengar cerita apa pun itu di tambah dengan Berry yang menceritakannya.


Tanpa sadar waktu terus berjalan dan matahari pun mulai tenggelam dan mamanya Iren pun menghampiri mereka dan menggoda mereka berdua "seruh ya ceritanya, nak Berry gak pulang udah mau malam ni, nanti di cariin mamanya loh”


Berry pun merasa tidak enak karena ia terlalu lama dirumanya Iren, dengan membereskan meja makan dan mengangkatnya kedapur untuk di cuci, mamanya Iren pun melarangnya “gak apa nak taru situ aja, nanti biar ibu yang beresin” Berry pun dengan bimbang mengangkat piring yang sudah kotor tadi ke dapur dan membereskan meja makan sehingga bersih, setelah selesai Berry pun langsung pamit ke mamanya Iren dan di antar Iren ke depan rumahnya dengan mengikuti Berry dari belakang.


Kemudia Berry pun mengambil sepedanya dan mulai mengayuhnya dan berpamitan ke Iren "Ren pulang dulu ya, makasih makanannya enak soalnya” dengan wajah senang dan tersenyum bahagia ke Iren, Berry pun mengayuh sepedanya dengan santai, dan Iren yang terseyum dan menjawabnya "ia sama-sama Berry, uda mau datang ke rumah Iren, hati-hati ya Ber di jalan” dengan tersenyum dan melambaikan tangannya ke Berry.


Melihat Berry yang sudah jau Iren pun masuk kerumahnya dan mengunci kembali pintu dan duduk di ruang tamu untuk nonton tv dengan mamanya yang sudah duluan duduk di ruang tamu


Mama Iren pun memanggil Iren untuk duduk dan cerita ke mamanya apa yang tadi di ceritain sama Berry sampai asik gitu hingga lupa waktu, Iren pun menceritakan ke mamanya apa aja yang ia dan Berry ceritakan tadi, mama Iren pun

__ADS_1


tertawa juga mendengar cerita Iren tentang Berry yang tersesat dan salah rumah sewaktu mau ke rumah Iren.


Dengan senang dan juga tertawa Iren dan mamanya tertawa bersama. Mama Iren yang sangat senang melihat Iren sangat senang dengan Berry pun merasa salut dengan Berry karena bisa membuat Iren tertawa dan senang.


Berry yang menyusuri jalan menuju rumahnya pun terbayang dengan kejadian yang ia ceritakan ke Iren dan tertawa sendiri karena mengingat kejadian ia salah rumah.


Sesampainya di rumah, Berry pun menuju kamarnya dan melakukan aktifitasnya seperti biasanya yakni membaca novel dan main game.


Setelah ia asik dengan gamenya terlintas di fikirannya untuk menghubungi Iren karena ia ingat kalau Iren mau minjam novel lagi, Berry pun menulis pesan yang berisi judul-judul buku yang ada untuk di pilih yang mana yang ingin di


baca Iren.


Iren pun membalasnya ia pun mau membaca novel yang berjudul jalan seorang introvert, dengan melihat buku itu dan Berry pun mencarinya di rak bukunya dan menemukannya lalu, ia memasukkannya ke dalam tas sekolahnya agar nanti tidak lupa ketika ia mau berangkat ke sekolah nantinya.


Ke esokan harinya


Berry pun sudah sampai di sekolah langsung duduk di kursinya dan langsung menyapa Iren yang ada di sebelahnya "Pagi Iren” dengan tersenyum seperti biasanya “pagi juga Ber, telat bangun lagi ya” dengan tertwa sedikit “heheh ia Ren, telat tidur semalam” dengan tertawa dan sekaligus mengeluarkan


bukunya dan novel untuk di berikan ke Iren


“ini Ren novel yang mau Iren baca kan” Berry


“ia Ber makasih banyak ya, uda mau minjamin ke Iren novelnya” Iren


“hahah gak apa kok Ren” Berry

__ADS_1


Kemudian Nissa pun datang untuk ngobrol dengan mereka berdua karena ia.mau menyampaikan sesuatu masalah Iren, dengan serius Iren pun bertanya ke Nissa “ada pa Nis” dengan wajah penasaran, Nissa pun menceritakan gossip yang baru


ia dengar tadi pagi sebelum masuk kelas "gini Ren, tau gak Yanda yang ketua osis kemarin yang duduk sama kita di kantin” Iren pun berfikir sejenak “oh ia Iren ingat, yang kemarin makan barengkita ya” Nissa pun dengan antusiasnya


menjawab kembali


”ia Ren katanya dia suka sama Iren soalnya ada temannya yang nyebarin kalau dia suka sama Iren". Iren pun dengan tersenyum menjelaskan ke Nissa kalau dia gak suka sama Yanda "Iren gak suka Nis karena Iren uda punya orang yang Iren suka Nis” dengan kagetnya Nissa pun heran karen Iren menolak Yanda yang cukup popular di sekolah yang mana banyak cewek yang uda nembak Yanda tapi ia tolak dan ada juga yang berpacaran dengan Yanda tapi selalu di putusin sama Yanda karena mereka yang nembak dulun


Berry yang sedang membaca novelnya sedikit mendengar obrolan Nissa dan Iren pun merasa penasaran dan juga mendengarkannya dengan saksama dan ia pun penasaran dengan orang yang Iren sukai


Dan Berry pun merasa kalua ia bukan orang yang di sukai oleh Iren, ia pun memendam rasa sukanya ke Iren karen ia berfikiran bahwa Iren yang secantik dan semanis itu suka kepadanya yang mana ia tau kalau Iren tu salah satu cewek


idaman yang ada di sekolah ini.


Dengan memendamnya Berry pun melanjutkan membacanya, seperti ia tidak mendengar apa-apa, kemudian Nissa pun mencoba menggoda Iren dengan mengatakan "oh Berry ya yang Iren suka” dengan spontan Berry pun menjawab “haah mana mungkin Iren suka sama Berry” dengan tertawa Nissa pun tertawa karena Berry yang kaget dan langsung menjawabnya dan Iren pun tertawa melihat Berry yang


kaget secara spontan begitu.


Berry yang merasa malupun mencoba bersikap santai padahal ia gugup setengah mati. Nissa pun terus tertawa dan terus menggoda Berry hingga pelajaran di mulai karena gurunya sudah datang.


Selama pelajaran Berry pun terfikir tantang perkataan Nisa yang menggodanya tadi, karena Berry berfikir kalau Iren tau kalua ia suka ke Iren.


Berlanjut


Jangan lupa like dan komen ya teman-teman semoga sehat selalu

__ADS_1


__ADS_2