Jalan Seorang Introvert

Jalan Seorang Introvert
Bagian 40. Lisa yang Terluka


__ADS_3

Kemudian jam menunjukkan pukul 08:00 dan mereka semuanya keluar dari ruangan dan mulai menuju posisi mereka masing-masing.


Kegiatan mereka hari ini adalah beres-beres pekarangan dan ruangan eskul.


Semua anggota telah hadir tak terkecuali Yanda  yang langsung gabung ke tempatnya Berry dan juga Lisa dan teman lainnya yang satu  posisi dengannya.


“Berr ini kita beresin yang mana dulu ya, biar nanti kerjaan kita selesainya cepat” Yanda menanyakan ke Berry karena ia baru saja tiba dan tak mengetahuai apa yang akan di kerjakannya


“kita mulai dari pekarangan dekat jendela ruangan eskul aja dulu”


“ok Berr, ambi peralatan dulu ya di ruangan”


“ok Yan”


Iren yang beres-beres di ruangan bersama dengan Adi, Karin dan Nissa menata ruangan eskul mereka dan merapikan agar ruangan bisa memiliki tempat yang kosong untuk mereka duduk-duduk bersama di ruangan itu.


Ketika Lisa yang sedang membersihkan tumpukan sampah yang ada di halaman yang tak jauh dari posisi Berry tiba-tiba saja Lisa menjerit kesakitan


“aduh sakit”


Sontak Berry yang mendengar itu pun langsung bergegas menuju ke arah Lisa yang sudah terduduk kesakitan di atas rumput, dan ia memegang kakinya yang mengucurkan darah.


“ada apa Lisa, kok bisa ada darah di kakinya”  Berry berpikir mencari cara untuk menghentikan darah yang mengucur di kakinya Lisa.


“Lis tahan ya darahnya, jangan di apa-apain ya, Berry cari air dulu” Berry langsung pergi ke ruangan eskul dan mengambil segelas air dan juga kotak P3K untuk mengobati kaki Lisa yang sedang terluka.


Iren, Nissa dan Karin yang melihat Berry tanpa sepata kata pun masuk dan mengambil segelas air dan kotak P3K di tangannya tak sempat bertanya karena Berry langsung bergegas ke luar menuju tepat Lisa yang sedang


terluka tadi.


“Niss, kok Berry bawa kotak P3K?”


“kayaknya ada yang terluka Ren, yuk keluar ikutin Berry”


“ayo Niss”


Mereka berempat langsung keluar bergegas mengikuti Berry yang juga tergesa-gesa keluar, sedangkan Iren, Nissa, Adi dan Karin mengikutinya dari belakang, Adi yang penasaran mencoba memanggil Berry dari posisinya yang tidak begitu jauh


“Berr siapa yang terluka?”


Berry tak mendengar perkataan yang di keluarkan Adi dan ia terus berlari secepat mungkin.


Sesampainya di tempat Lisa

__ADS_1


“Lis tahan dikit ya, biar Berry siram dulu lukanya”


Berry menyirami kaki Lisa yang sudah di penuhi darah dan ternyata kakinya terkena pecahan kaca yang masih menempel kemudian Berry perlahan mencabut serpihan kaca itu


“maaf ya Lis, tahan dikit ya biar kakak Berry cabut dulu serpihan kacanya, tahan ya”


“Aduuuuuuuuuuuuuuu” teriak Lisa sedikit keras


Tak lama kemudian Iren, Nissa, Adi dan Karin pun tiba di tempat Lisa yang sedang duduk di tanah dan sedang di obati oleh Berry.


“Knapa dek?” tanya Iren yang cemas karena ia melihat ada bekas darah di tanah namun tidak begitu banyak karena telah di siram air oleh Berry.


“kena serpihan kaca kak, ke injak gak sengaja kak”


“oh gitu ya dek” Iren pun mendekap bahu Lisa dari samping dan memegangi tubuhnya


Berry yang sedang mengeringkan pendarahan akibat luka tadi pun di bantu oleh Nissa dan Karin untuk menyiapkan perban dan juga obat infeksi, Adi yang memegang kotak P3K pun mengeluarkan satu persatu dari dalam kotak itu.


“gimana ceritanya bisa kena serpihan kaca dek?” tanya Nissa sambil menggunting perban dan menuangkan obat infeksi ke perban


“ia kak tadi Lisa sedang misahin sampah plastik terus di tumpukan daun-daun itu rupanya ada serpihan kaca bekas botol minuman yang uda pecah, ke injak gak sengaja Lisa, jadinya serpihannya kena kaki Lisa jadinya”


“ia dek, lain kali hati-hati ya dek, untung lukanya gak dalem, kalau dalem takutnya nanti infeksi kalau gak segera di obatin”


“ia dek gak apa, kan kak Berry tadi yang bantu Lisa duluan”


“ia kak, kak Berry, makaih banyak ya kak” Lisa tersenyum dengan penuh terimakasih ke Berry


“ia sama-sama dek, kebetulan aja mungkin kakak yang bantuin Lisa, karena kan yang di sini cuma kakak dengan Lisa aja, jadinya kan kakak harus tanggung jawab juga”


“ia kak, maaf uda ngerepotin  ya kak”


“gak apa dek kan ini uda jadi tugas kakak juga dek”


Setelah selesai mengobati kaki Lisa yang terluka, Lisa di antar oleh Iren dan Karin ke ruangan eskul untuk istirahat dulu sampai nyeri karena luka nya sedikit berkurang.


Kemudian Berry pun melanjutkan kegiatannya dan membereskan sisa pekerjaan Lisa yang tadi belum selesai dan di bantu oleh Adi untuk memeberskannya agar lebih cepat dan Nissa juga ikut membantu.


"makasih banyak ya Niss, Di, uda bantuin Berry di depan"


"ok Berr sama-sama kami masuk ruangan lagi ya, bantuin Iren lagi"


"ok Berry ke sana dulu bantu Yanda sama teman yang lain"

__ADS_1


Setelah selesai dengan kegiatannya di depan Berry pergi untuk membantu Yanda yang sedang menata taman untuk tempat mereka makan bersama dan juga mengadakan acara mingguan mereka hari ini.


Berry menuju tempat Yanda segera karena ia sudah menyelesaikan tugas beres-beresnya di depan.


“Yan Berry bantu ya, apa lagi yang belum selesai?”


“oh boleh dong Berr, tinggal nata kursi aja ni yang lain uda semua kok”


“oh ok, gimana ni buatnya?”


“gini aja Berr, buat melingkar aja biar nanti kita enak ngobrolnya terus bisa liat wajah semuanya kan kita jarang ngumpul sekaligus gini kan?”


“oh ide bagus tu Yan benar juga sih, selama berdirinya eskul kita dengan anggota yang cukup banyak gini baru hari ini kita bisa buat kegiatan dan datang semuanya?”


“ia Berr, Yanda pun selama jadi ketua osis, anggotanya belum pernah bisa hadir semuanya kayak gini, kadang ada yang berhalangan setiap kami mau buat kegiatan palingan anggota ketua divisi aja yang rajin datang waktu


rapat, pas kegiatan baru lah datang semuanya”


“kok gitu Yan anggota osis”


“ia Berr, kebanyakan anggotanya kan masuk karena pingin keren aja, karena osis kita emang dari dulu jadi buah bibir yang selalu di pandang wow sama siswa di sma kita, makanya kebanyakan yang jadi anggotanya tu tertarik


bukan untuk kerja dan kamauan untuk berorganisasi Berr”


“oh ia juga sih, kan waktu pemilihan anggota osis di tentukan dari perangkat kelas masing-masing yang ada jabatan semua kan”


“ia itu sebenarnya yang menurut Yanda salah untuk pemilihan anggotanya, maunya kan di seleksi lagi atau di cari orang yang mau kerja bukan karena dia uda ada jabatan di kelas”


“Berry pun kepikiran dulu juga gitu, makanya Berry gak pernah mau masuk jadi anggota oraganisasi Yan, karna tau gitu jadinya gak ada kesempatan, hehhe”


“ia Berr, tapi kan sekarang eskul ini beda , semua anggotanya kebanyakan punya hobi yang sama terus anggotanya pun masuk karena kemauan sendiri buka karena di tunjuk oleh guru untuk jadi anggota, ide yang


Berry ajukan untuk buat eskul, Yanda paling setuju karena waktu rapat dengan anggota osis lain gak ada ide yang lain, buat kegiatan yang uda pernah di lakuin sama kepengurusan yang lama gitu aja idenya yang Yanda dengar dari anggota osis waktu rapat kemarin”


“hehe itu kan karena ide dari Nissa Iren juga kan Yan, bukan Ide Berry sendiri kan”


“ia sih tapi kan kalau enggak diskusi sama Berry mana mungkin Yanda punya program buat eskul baru gini, ini jadi kenangan nantinya untuk Yanda selama jadi osis, ada yang Yanda tinggalkan di sma kita ni, yaitu eskul ni Berr”


“ia Yan, Berry berterimakasih juga ke Yanda uda mau buat eskul novel, karena Berry sangat suka sama yang namanya novel, dulu Berry cuma sekedar baca aja, sekarang sejak ketemu sama teman-teman yang ada di eskul ni, Berry jadi tambah suka lagi lebih banyak hal baru yang Berry dapat dari anggota lainnya yang punya keahlian masing-masing, ada yang pintar rangkum cerita, buat cerita, nulis terus juga ada juga yang bisa jadi aktor dari dalam novel gitu pokoknya Berry.


“ia sih Berr yang penting jaga kekompakan aja kita di eskul ni, meski kita beda-beda jabatan tapi kita harus tetap setara kalau lagi cerita bercanda atau ngumpul bareng gini.


“selesai juga Yan”

__ADS_1


“ia Berr gak terasa ya, karna asik ngobrol tadi, heeh”


__ADS_2