
Suara alaram berbunyi yang berusaha membangunkan seseorang yang tengah terlelap tidur di atas kasur yang empuk yaitu Berry, dengan suara alaram yang memekakkan telingan namun ia tak kunjung terbangun dari tidurnya padahal jam hampir menunjukkan pukul 07: 30 pagi.
Terdengarlah bunyi pintu yang terbuka “ceklek” ibunya Berry masuk ke kamarnya dan mengguncang badan Berry agar bangun dari tidurnya. Namaun ia masih saja terlelap tidur kegiatan ini selalu di lakukan oleh ibunya untuk membangunkan Berry untuk ke sekolah.
"nak bangun.... bangun....bangun"
Seketika pun Berry setengah sadar hanya mengerang menjawab “hheeem ia bu kan masih pagi” dengan sontak ibunya Berry langsung menarik selimut dan langsung menariknya untuk duduk dan melihat jam di ponsel nya kemudia ia pun menggenggam ponsel dan melihat jam di ponselnya, dengan mata terbelalak ia pun langsung bergegas untuk berkemas menuju kamar mandi untuk membasuh wajahnya dan menggosok giginya secepat yang ia bisa dan memakai seragamnya untuk berangkat ke sekolah.
"aduh telat lagi telat lagi" seru Berry ke dirinya sendiri
Dengan buru-buru ia mengambil sepedanya dan mengayuhnya dengan kencang menuju sekolah nya, seperti biasa
langganannya setiap pagi selalu menunggunya di depan gerbang yaitu pak satpam yang setia menunggu kedatangan Berry yang terlambat.
Seperti biasanya ia tergesah-gesah menuju kelasnya dan karena terburu-buru ia tidak memperhatikan jalannya dan ia menabrak seorang siswi yang sedang berjalan menuju kelasnya.
“Duuarrr” bunyi tabrakan Berry dengan seorang siswi yang bernama Lisa yang sedang memegang buku dan jatuh ke lantai.
"aduh sakit"
Berry yang sedang terburu-buru pun berbalik dan meminta maaf kepada Lisa dan mengambil buku yang berserakan lalu menyusunnya dan memberikan nya ke tangan Lisa dan Berry pun langsung berlari menuju kelasnya yang sedikit lagi hampir sampai. Dalam hatinya berkata ”selamat-selamat gak telat masuk lagi” sambil menghela nafasnya dan duduk di kursinya.
Tanpa sadar Berry pun di perhtikan oleh Iren yang sedari tadi memperhatikannya tanpa henti dan terus menatapnya dengan penasaran. Iren pun mencoba menyapa Berry dengan cara memanggil nama Berry, kemudian Berry pun dengan spontan menjawabnya denga nada terbata-bata.
“iiiia ada apa Iren” dengan penasaran Iren pun memberanikan dirinya untuk bertanya kepad Berry mengenai alasan ia terlambat datang ke sekolah, dalam fikiran Iren pun menolak untuk bertanya ke Berry karena ia beralasan mungkin Berry akan marah kepadanya karna ia baru saja masuk ke sekolah dan belum mengenal Berry lebih jauh dan ia pun mengurungkan niatnya untuk bertanya.
Seketika pelajaran pun di mulai karena bu guru sudah memasuki kelas dan bersiap memberikan pelajaran kepada semua murid yang ada di kelas.
#Waktu istirahat pun tiba#
Berry yang selalu menyendiri pun melakukan ritual kebiasaanya dengan menikmati sarapannya di kesunyian ruangan kelas.
Tiba-tiba Iren dan Nisa menghampiri Berry yang sedang duduk dan membaca novel yang sering di bacanya di rumah. Dengan sengaja Nisa mengagetkan Berry dengan menepuk belakangnya
__ADS_1
"Hayo baca apa tu Ber! "
aduh....... ha. Ha... haa (helaaan nafas Berry)
Berry pun kaget dengn nafas ter engah-engah seperti di kejar harimau
Iren yang berdiri di samping Nisa pun tertawa melihat ekspesi wajah Berry yang menurutnya lucu, dan Iren pun tertawa dengan mutup mulutnya.
"hik hik hik hik Berry lucu ya kalu kaget" seruan Iren ke Berry
Berry pun malu dan terlihat tertawa juga untuk menutupi rasa malunya di depan Iren dan Nisa dengan perlahan ia pun menjawab pertanyaan Nisa tadi
"oh lagi baca novel Nis"
dengan membuka kembali novel nya yang terletak di meja
Iren yang kagum melihat Berry yang membaca novel penasaran dan bertanya ke Berry
"Hahaha, Ia Iren gak tau ya kalau Berry tu suka sama Iren"
Nisa menggoda untuk mencairkan suasan
Sontag Berry menjawab karena panik dengan kata Nissa
“enggak mana ada” kemudian Nisa pun menggoda kembali Berry
“yang betul gak suka tapi kok malu-malu kalau ada Iren, tuh kan wajahnya merah ayo "hehehehe” tertawa puas menggoda Berry.
Dengan tertawa Nisa pun mengulang perkataannya
"ia maksud Nisa, Berry tu suka baca novel kalu setiap jam istirahat sekolah makanya jarang nongol di kantin bareng kita" Iren "oh gitu ya nis hemmmm!"
Berry pun kembali membaca novelnya dengan tidak menghiraukan mereka berdua dengan fokus ke novelnya dan
__ADS_1
terus membacanya.
Suasana tenang merupakan suasana dimana seseorang mampu menikmasti kesendirian nya dan mampu berfikir dengan tenang untuk melakukan sesuatu, itu merupakan perasaan Berry yang sering di rasakannya dengan menyendiri di kelas dengan novel yang di bacanya membuat ia mampu memahami dan menikmati cerita yang ada di dalam novel tersebut.
Iren yang sedang asik dengan ponsel nya terus memainkannya dan juga suka membaca novel dan buku-buku
cerita lainnya ketika ia sedang bosan dan ketika sendiri. Iren sesekali melirik Berry yang terdiam dan fokus dengan novel yang di bacanya kemudian ia menyapa Berry untuk bicara dengannya.
Dengn suara pelan Iren memanggil nama Berry “Berry Berry” dengan asik nya Berry pun tidak menghiraukan nya masih fokus dengan novel bacaannya. Kemudia Iren pun mendekati Berry dan menggeser kursinya mendekati Berry dengan tidak patah semangat Iren pun mencoba memanggil Berry kembali dengan nada yang sedikit kersa “Berry” dengan spontan dan kaget Berry pun menjawab dengan nada gagap “iiiiiaaaa Iren, ada apa Ren?” dengan senyum Iren pun memandang Berry yang kaget, Iren pun bertanya dan mengajak Berry ngobrol dengan nya
"maaf Iren ganggu gak ?"
"enggak ko Ren, ada apa ya Ren"
"Iren mau tanya, Berry suka baca buku ya, soalnya Iren perhatiiin Berry seringkali duduk sendiri sambil baca buku!"
"hahha ia Ren Berry suka baca buku, tapi gak semuanya Ren, cuma baca novel cerita aja yang Berry suka baca"
"oh gitu ya kapan-kapan boleh dong iren pinjam novel nya!!"
"hahah boleh Ren novel apa yang Iren suka kalau Berry boleh tau?" Berry yang mencoba sedikit asik dengan Iren menanyakan novel yang ia sukai
"oh Berry punya novel apa aja ?" Iren yang balik bertanya ke Berry
"banyak si Ren, dari cerita Cinta, Fiksi, banyak lagi lah, Iren sukanya apa?"
"oh Iren suka cerita romantis Ber, ada gak?"
"ada Ren nanti Berry bawa beberapa novelnya"
Iren pun kagum dengan Berry yang punya banyak novel, ia tidak menyangka kalau ada cowok yang suka baca novel dan mempunyai banyak buku novel. Dengan begitu Iren pun mulai tertarik dan mulai akrab dengan Berry si cowok penyendiri dimana Iren ini adalah orang yang juga suka menyendir tetapi tidak se parah Berry yang tidak memiliki teman akrab selama sekolah nya sejak smp hinggan sma sekarang, kebanyakan temannya hanya sekedar tau dengan Berry hanya sekedar menyapa saja.
mohon dukungan dan juga like dan komentar nya juga jangan lupa favorit kan ya, semoga teman-teman sehat selalu
__ADS_1