
Kemudian pembicaraan
kami mulai lagi tentang pertanyaan yang di berikan iren kepada ku, hahahh aku
mengumpulkan keberanian untuk bisa menjawabnya.
Aku langsung berkata
dan menjawabnya terus terang tanpa aba-aba dari ku
“Ren sebenarnya Berry
gak setuju kalau Iren suka atau pacaran dengan orang lain” begitu kira-kira
jawaban ku ke Iren kemudian suasana jadi hening seperti di kuburan
Wajahku kaku tak
sanggup membuat ekspresi selain tegang dan panas dingin, tiba-tiba tanpa ku
sadari ternyata teman ku yang lain sudah ada duduk bersama kami entah datang
dari mana dan sudah berapa lama mereka sudah ada di ruangan membuat dada ku
sesak tak karuan karena aku tadi menjawab pertanyaan Iren tentang perasaan
sukanya.
Keringat ku sedikit
menetes di pipi ku.
‘Hayooo’ kata yang
membuat ku tersadar dari lamunan ku dan ketakutanku yang sedaritadi
menguasaiku, itu suara Nissa yang mengagetkan ku, yang membuat ku terbangun
dari lamunanku dan aku bersyukur karena itu aku bisa berbicara seperti biasa lagi.
Dalam hati fikiran ku
berkata “selamat makasih Niss”
Kemudian kami
bercerita seperti biasanya lagi dan membahas tentang kegiatan eskul untuk
minggu ini karena kami jarang ngumpul jadinya ada ide yang di ajukan Nissa dan
kami pun membuatnya sekalian kami juga mengenalkan anggota baru yakni Adi dan
Karin sebagai anggota baru yang akan juga ikut ketikan kegiatan hari minggu ini
Ini cerita ku hari ini
yang begitu berkesan, mungkin aku tertawa sendiri meski pun ketika buku ini
mungkin ku temukan lagi suatu saat nanti ketikan tua, semoga dapat ku baca buku
ini.
Err
Err
Err
Err
Bunyi getaran ponsel Berry yang kembali berbunyi setelah ia
selesai menulis buku harian nya, Berry mengambil ponsel dan membukanya.
Pesan yang di kirim ternyata terlihat kurang nyambung dengan pertanyaan yang di kirim nomor yang tak
di kenal itu, kemudian Berry tertawa karena Itu.
Berry kembali membalas pesan itu dan meminta maaf karena
kurang nyambung dengan yang di tanya oleh nomor Itu.
Isi pesan Berry
“Maaf ya tadi kurang nyambung jawabnya” dan Berry mengirim
kembali
Dan melihat pesan yang baru masuk tadi ‘lagi apa kak
__ADS_1
sekarang’ isi pesan itu
Dan Berry membalanya tanpa menaru kecurigaan yang berlebihan
dengan nomor itu.
‘Oh lagi duduk-duduk aja’ Berry kembali cuek dengan seteah
membalas pesan Itu, namun Berry masih tetap menaru perhatian ke ponselnya
sembari ai menulis kembali buku hariannya yang ia lanjutkan karena nomor baru
ini membuatnya tergerak untuk menuliskan nya.
Beberapa saat Berry menunggu jawaban dari nomor itu pun tak
kunjung ada balasan lagi dan Berry menaru ponselnya dan menulis kembali hingga
ia selesai dan bermain game di ponselnya sambil berbaring di atas tempat
tidurnya.
Err
Err
Err
Berry membuka pesan itu bertuliskan ‘selamat malam Bg Berry’
dengan emoticon peluk membuat Berry heran dan kaget dengan itu, dan Berry mulai
penasaran dengan nomor itu, hingga akhirnya ia mencob untuk menghubungi
langsung karena sangkin penasarannya.
Tut tut tut tut tut bunyi menyambungkan
Beberapa kali Berry mnghubungi nomor itu tak kunjung di
angkat dan Berry makin penasaran dengan itu.
Kemudian Berry menyerah dan kembali main geme di ponselnya
hingga tertidur.
Paginya Berry bangu seperti biasanya telat dan buru-buru
pemberitahuan pesan yang masuk dari nomor itu juga yang berisi
‘selamat pagi Bg. Sampai jumpa di sekolah bg’
Berry pun tambah kaget dan langsung menutup ponselnya itu
dan langsung berangkat ke sekolah terburu-buru dengan sepedanya
Sesampainya di sekolah seperti biasanya duduk di samping
iren dan mulai belajar seperti biasanya.
Sesekali Berry terfikir tentang orang yang mengucapkan
selamat pagi padanya hari ini, Berry melamun dan tak memperhatikan pelajaran
yang di berikan, dan ia terus melihat ke arah luar jendela kelas dan memikirkan
nomor itu karena ia penasaran dengan siapa orang itu.
Iren beberapa kali memanggil Berry namun tak ada jawaban
dari Berry karena ia masih di dunia khayalannya sendiri
Setelah itu pelajaran selesai dan Berry baru tersadar dari
lamunannya tadi
“Berr kok dari tadi ngelamun aja, Iren dari tadi lo
maggil-manggil Berry” Iren merasa kalau Berry sedang ada masalah dan Iren
berwajah begitu cemas karena itu.
“Tadi Berry ngelamunnya lama ya Ren, maaf kalau gitu ya Ren”
“ia Berr gak apa ko, emang lagi ada masalah ya Berr?”
“heheh enggak kok Ren, Cuma lagi gak konsen aja semalam
telat tidur lagi jadinya gini lah Ren hehehe”
__ADS_1
“oh gitu ya Berr, yaudah Iren maafin kok, makan yuk nanti
keburu bel bunyi lagi Berr”
“oh ok Ren, panggil Nissa, Adi, dan Karin kalau mereka mau
gabung sama kita”
“ia Berr, Iren panggil dulu ya”
Sesaat kemudian mereka gabung untuk makan bersama.
Err
Err
Err
Err
Bunyi ponsel Berry
saata sedang makan.
Berry bergegas mengambil ponselnya dari kantong dan membuka
isi pesan yang ternyata dari nomor yang sama yang mengirimnya pesan saat pagi
tadi.
‘hai kak, sampai ketemu kak nanti’ isi pesan yang di baca
Berry dan Berry selekas mungkin menutup ponselnya dan mengabaikan pesan itu
karena ia sedang makan bersama teman-temanya.
Setelah selesai saat pulang sekolah juga pesan masuk lagi
dari nomor yang tak di kenal itu juga, sekarang isi pesannya berbunyi ‘hati-hati
di jalan ya kak, semangat’
Berry pun mengabaikan pesan itu lagi dan ia hanya duduk di
ruangan eskul bersama dengan yang lainnya yang hadir hari itu terutama Iren dan
Nissa juga ada bersamanya karena mereka selalu bersama kemanapun Berry pergi
kecuali ketikan mereka ada keperluan lain di situ lah mereka gak mengikuti
Berry.
Berry pun bersantai sejenak dan merapikan beberapa buku yang
berserakan yang telah ia baca yang terletak di atas meja dan menarunya di rak
kembali, hingga sore hari mereka pulang kembali kerumah dan Iren pulang bersama
dengan Berry seperti biasanya.
Sesampainya di rumah Berry pun mendapati pesan lagi dan ia mengabaikannya dan menaru ponselnya di atas meja dan ia membaca bukunya kembali
di atas Kasur.
Berry melakukan aktivitasnya lagi seperti biasanya hingga
malam tiba dan waktu makan malam pun tiba, dan Berry tak sedikit pun mau
menyentuh ponselnya karena ia tak mau di ganggu oleh nomor tersebut, dan Berry
turun ke ruang tamu untuk sarapan bersama keluaraganya.
Setelah samapai di meja makan Berry langsung mengambil
sarapannya dan makan dengan santai seperti kebiasaannya kalau makan di
rumahnya, adik-adiknya selalu rebutan ketika makan, membuat Berry sedikit
terhibur dan tertawa karena itu.
Berry setelah selesai tak seperti biasanya ia duduk kursi di
depan rumahnya dan membaca novel yang ia bawa untuk di bacanya di teras
rumahnya.
Namaun Berry tetap
saja tak fokus dengan yang ia baca karena ia terus terbayang dengan pesan yang
__ADS_1
di kirimkan oleh nomor yang tak ia kenal itu.
jangan lupa like dan komen ya teman-teman semoga sehat selalu