Jalan Seorang Introvert

Jalan Seorang Introvert
Bagian 37. Nomor tak di kenal 2


__ADS_3

Kemudian pembicaraan


kami mulai lagi tentang pertanyaan yang di berikan iren kepada ku, hahahh aku


mengumpulkan keberanian untuk bisa menjawabnya.


Aku langsung berkata


dan menjawabnya terus terang tanpa aba-aba dari ku


“Ren sebenarnya Berry


gak setuju kalau Iren suka atau pacaran dengan orang lain” begitu kira-kira


jawaban ku ke Iren kemudian suasana jadi hening seperti di kuburan


Wajahku kaku tak


sanggup membuat ekspresi selain tegang dan panas dingin, tiba-tiba tanpa ku


sadari ternyata teman ku yang lain sudah ada duduk bersama kami entah datang


dari mana dan sudah berapa lama mereka sudah ada di ruangan membuat dada ku


sesak tak karuan karena aku tadi menjawab pertanyaan Iren tentang perasaan


sukanya.


Keringat ku sedikit


menetes di pipi ku.


‘Hayooo’ kata yang


membuat ku tersadar dari lamunan ku dan ketakutanku yang sedaritadi


menguasaiku, itu suara Nissa yang mengagetkan ku, yang membuat ku terbangun


dari lamunanku dan aku bersyukur karena  itu aku bisa berbicara seperti biasa lagi.


Dalam hati fikiran ku


berkata “selamat makasih Niss”


Kemudian kami


bercerita seperti biasanya lagi dan membahas tentang kegiatan eskul untuk


minggu ini karena kami jarang ngumpul jadinya ada ide yang di ajukan Nissa dan


kami pun membuatnya sekalian kami juga mengenalkan anggota baru yakni Adi dan


Karin sebagai anggota baru yang akan juga ikut ketikan kegiatan hari minggu ini


Ini cerita ku hari ini


yang begitu berkesan, mungkin aku tertawa sendiri meski pun ketika buku ini


mungkin ku temukan lagi suatu saat nanti ketikan tua, semoga dapat ku baca buku


ini.


Err


Err


Err


Err


Bunyi getaran ponsel Berry yang kembali berbunyi setelah ia


selesai menulis buku harian nya, Berry mengambil ponsel dan membukanya.


Pesan yang di kirim ternyata  terlihat kurang nyambung dengan pertanyaan yang di kirim nomor yang tak


di kenal itu, kemudian Berry tertawa karena Itu.


Berry kembali membalas pesan itu dan meminta maaf karena


kurang nyambung dengan yang di tanya oleh nomor Itu.


Isi pesan Berry


“Maaf ya tadi kurang nyambung jawabnya” dan Berry mengirim


kembali


Dan melihat pesan yang baru masuk tadi ‘lagi apa kak

__ADS_1


sekarang’ isi pesan itu


Dan Berry membalanya tanpa menaru kecurigaan yang berlebihan


dengan nomor itu.


‘Oh lagi duduk-duduk aja’ Berry kembali cuek dengan seteah


membalas pesan Itu, namun Berry masih tetap menaru perhatian ke ponselnya


sembari ai menulis kembali buku hariannya yang ia lanjutkan karena nomor baru


ini membuatnya tergerak untuk menuliskan nya.


Beberapa saat Berry menunggu jawaban dari nomor itu pun tak


kunjung ada balasan lagi dan Berry menaru ponselnya dan menulis kembali hingga


ia selesai dan bermain game di ponselnya sambil berbaring di atas tempat


tidurnya.


Err


Err


Err


Berry membuka pesan itu bertuliskan ‘selamat malam Bg Berry’


dengan emoticon peluk membuat Berry heran dan kaget dengan itu, dan Berry mulai


penasaran dengan nomor itu, hingga akhirnya ia mencob untuk menghubungi


langsung karena sangkin penasarannya.


Tut tut tut tut tut bunyi menyambungkan


Beberapa kali Berry mnghubungi nomor itu tak kunjung di


angkat dan Berry makin penasaran dengan itu.


Kemudian Berry menyerah dan kembali main geme di ponselnya


hingga tertidur.


Paginya Berry bangu seperti biasanya telat dan buru-buru


pemberitahuan pesan yang masuk dari nomor itu juga yang berisi


‘selamat pagi Bg. Sampai jumpa di sekolah bg’


Berry pun tambah kaget dan langsung menutup ponselnya itu


dan langsung berangkat ke sekolah terburu-buru dengan sepedanya


Sesampainya di sekolah seperti biasanya duduk di samping


iren dan mulai belajar seperti biasanya.


Sesekali Berry terfikir tentang orang yang mengucapkan


selamat pagi padanya hari ini, Berry melamun dan tak memperhatikan pelajaran


yang di berikan, dan ia terus melihat ke arah luar jendela kelas dan memikirkan


nomor itu karena ia penasaran dengan siapa orang itu.


Iren beberapa kali memanggil Berry namun tak ada jawaban


dari Berry karena ia masih di dunia khayalannya sendiri


Setelah itu pelajaran selesai dan Berry baru tersadar dari


lamunannya tadi


“Berr kok dari tadi ngelamun aja, Iren dari tadi lo


maggil-manggil Berry” Iren merasa kalau Berry sedang ada masalah dan Iren


berwajah begitu cemas karena itu.


“Tadi Berry ngelamunnya lama ya Ren, maaf kalau gitu ya Ren”


“ia Berr gak apa ko, emang lagi ada masalah ya Berr?”


“heheh enggak kok Ren, Cuma lagi gak konsen aja semalam


telat tidur lagi jadinya gini lah Ren hehehe”

__ADS_1


“oh gitu ya Berr, yaudah Iren maafin kok, makan yuk nanti


keburu bel bunyi lagi Berr”


“oh ok Ren, panggil Nissa, Adi, dan Karin kalau mereka mau


gabung sama kita”


“ia Berr, Iren panggil dulu ya”


Sesaat kemudian mereka gabung untuk makan bersama.


Err


Err


Err


Err


 Bunyi ponsel Berry


saata sedang makan.


Berry bergegas mengambil ponselnya dari kantong dan membuka


isi pesan yang ternyata dari nomor yang sama yang mengirimnya pesan saat pagi


tadi.


‘hai kak, sampai ketemu kak nanti’ isi pesan yang di baca


Berry dan Berry selekas mungkin menutup ponselnya dan mengabaikan pesan itu


karena ia sedang makan bersama teman-temanya.


Setelah selesai saat pulang sekolah juga pesan masuk lagi


dari nomor yang tak di kenal itu juga, sekarang isi pesannya berbunyi ‘hati-hati


di jalan ya kak, semangat’


Berry pun mengabaikan pesan itu lagi dan ia hanya duduk di


ruangan eskul bersama dengan yang lainnya yang hadir hari itu terutama Iren dan


Nissa juga ada bersamanya karena mereka selalu bersama kemanapun Berry pergi


kecuali ketikan mereka ada keperluan lain di situ lah mereka gak mengikuti


Berry.


Berry pun bersantai sejenak dan merapikan beberapa buku yang


berserakan yang telah ia baca yang terletak di atas meja dan menarunya di rak


kembali, hingga sore hari mereka pulang kembali kerumah dan Iren pulang bersama


dengan Berry seperti biasanya.


Sesampainya di rumah Berry pun mendapati pesan lagi dan ia mengabaikannya dan menaru ponselnya di atas meja dan ia membaca bukunya kembali


di atas Kasur.


Berry melakukan aktivitasnya lagi seperti biasanya hingga


malam tiba dan waktu makan malam pun tiba, dan Berry tak sedikit pun mau


menyentuh ponselnya karena ia tak mau di ganggu oleh nomor tersebut, dan Berry


turun ke ruang tamu untuk sarapan bersama keluaraganya.


Setelah samapai di meja makan Berry langsung mengambil


sarapannya dan makan dengan santai seperti kebiasaannya kalau makan di


rumahnya, adik-adiknya selalu rebutan ketika makan, membuat Berry sedikit


terhibur dan tertawa karena itu.


Berry setelah selesai tak seperti biasanya ia duduk kursi di


depan rumahnya dan membaca novel yang ia bawa untuk di bacanya di teras


rumahnya.


Namaun  Berry tetap


saja tak fokus dengan yang ia baca karena ia terus terbayang dengan pesan yang

__ADS_1


di kirimkan oleh nomor yang tak ia kenal itu.


jangan lupa like dan komen ya teman-teman semoga sehat selalu


__ADS_2