Jalan Seorang Introvert

Jalan Seorang Introvert
Bagian 4. Pendatang Baru


__ADS_3

Kehidupan Berry yang seperti biasanya sedikit berubah semenjak ia bertemu dengan Iren yang merupakan orang


cukup menarik yang tak pernah di sangka oleh Berry dalam hidup nya akan bertemu dengan sosok Iren yang terlihat sempurna dan berkebalikan dari sikapnya yang penyendiri.


Dimana Iren merupakan orang yang mudah mendapat teman di karenakan ia orang yang terbilang sangat cantik dan manis juga ramah kepada semua orang yang di temuinya.


Iren adalah sosok yang populer di sekolah nya Berry, kebanyakan cowok di sekolah banyak yang dekat dengan Iren


membuat Iren memiliki teman yang sangat banyak ketimbang Berry yang masuk terlebih dahulu di sekolah tersebut .


Berry yang sering bersama dengan Iren pun sering di bicarakan oleh orang-orang yang ada di sekolahnya, sehingga


mereka menyangka bahwa Berry dan Iren itu berpacaran.


Suatu ketika Berry di hampiri oleh seorang cowok yang berbeda kelas dengan nya dengan tubuh yang hampir sama dengan Berry dan juga memiliki wajah yang cukup tampan dari Berry, sebenarnya Berry tampan tapi ia jarang memperhatikan dan juga berpenampilan biasa saja tanpa memperdulikan ia tampan atau tidak.


Cowok itu adalah ketua osis di sekolahnya Berry merupakan orang yang populer di kalangan cewek-cewek yang ada di


sekolahnya, ia memiliki karisma dan juga penampilan yang terkesan keren di mata para wanita yang ada di sekolahnya, dengan menghampiri Berry yang sedang berjalan di lorong sekolah untuk membeli minuman ke kantin sekolah karena ia


ingin minum susu kedelai kesukaannya


Yanda menghentikan langkah Berry dengan memanggil namanya karena nama Berry sekarang sudah populer di sekolah, dengan penasaran Yanda pun berdiri di sampingnya dan sambil mengikuti Berry yang menuju kanti dengan bertanya ke Berry tentang kedekatannnya dengan Iren yang di kabarkan berpacaran dengan Berry, dengan wajah datarnya Berry pun menjawabnya dengan tenang ia tidak berpacaran dengan Iren dan menjelaskan ia dengan Iren cuma sekedar teman biasa tidak lebih.


Dengan serius dan merasah lega Yanda menghela nafasnya dengan menjawab ”oh gitu ya, makasih Ber infonya” dengan cepat ia pun kembali ke kelasnya karena sudah mendapat jawaban dari Berry.


Berry yang terus berjalan menuju kantin dengan tenang memikirkan pertanyaan dari Yanda yang penasaran dengan


hubungannya dengan Iren, Berry tak menghiraukan nya dan menuju kantin dan membeli minuman kemudian ia langsung kembali ke kelasnya, melanjutkan membaca novel yang belum selesai ia baca.


Beberapa saat kemudian Iren dan Nissa pun menghampiri Berry yang sedang asik membaca Novelnya, seperti biasanya

__ADS_1


Nissa pun mengagetkan Berry dengan mendorong bahunya Berry dan berkata "ayo ngapain tu?”, dengan kaget Berry pun menjawabnya dengan santai untuk menghilangkan rasa kagetnya “ oh ini lagi baca Novel Nis”


Kemudian Nissa pun duduk di depan Berry dan mulai menanyakan ke Berry kenapa ketua osis tadi bisa bersama dengannya, Berry pun menjawabnya “oh tadi Yanda nanyain masalah hubungan Berry sama Iren”


Terus Nissa dengan penasaran menanyakan kembali "terus kamu jawab apa Ber?” dengan santai dan sedikit cuek Berry pun menjawab apa adanya tanpa ia menyadari ada Iren di sebelahnya, “ Berry bilang cuma teman” .


Kemudian Nissa dengan tersenyum menggoda Berry dan Iren “apa betul cuma teman Ber” dengan tertawa dan terus


menggodanya, Iren pun jadi tersenyum malu dan menjawab Nissa “enggak kok Nis kita cuma teman kan Ber” dengan menapat ke arah Berry.


Dengan menyembunyikan perasaannya ke Iren, Berry pun menjawabnya “ ia Ren”, dan Nissa pun terus menggoda Berry


hingga waktu istirahat pun berakhir, pelajaran pun di mulai kembali.


Beberapa hari pun berlalu si ketua osis itu pun sering sekali memperhatikan ketika Iren pergi ke kantin bersama Nissa dan ia terkadang mengikutinya dari belakang dan sering kali menunggu Iren kalau pulang sekolah. Yanda yang suda beberapa hari sering memperhatikan Iren pun memberanikan diri untuk mendekatinya dengan duduk dan memperkenalkan


dirinya di depan Iren secara langsung yakni ketika Iren sedang makan dengan.


Nissa dengan ramahnya mempersilahkan Yanda untuk bergabung dan duduk bersama mereka.


Sesampainya di kelas Yanda pun langsung mengirim pesan ke


Iren melalui ponselnya untuk mengajaknya pulang bersama dengan tujuan agar ia bisa lebih dekat dengan Iren. Iren yang sudah selesai sarapan pun kembali ke kelasnya dan membuka ponselnya karena berbunyi, ternyata ada pesan yang masuk dan ia membacanya, ternyata itu dari Yanda yang mengajaknya untuk pulang bersama.


Iren pun langsung menjawabnya dan ia mengirim pesan ke Yanda bahwa ia di jemput oleh mamanya nanti pulang sekolah, kemudian Iren pun mematikan ponselnya karena jam pelajaran pun sudah di mulai.


#Pelajaran selesai#


Berry yang seperti biasanya selalu cepat dan langsung menuju parkiran untuk mengambil sepedanya untuk pulang ,di hampiri oleh Iren untuk jalan bersamanya menuju parkiran dengan senang hati Berry pun berjalan bersama dengan Iren menuju parkiran, dari kejauhan Yanda memperhatikan Iren yang sedang berjalan dengan Berry dan ia melihat kedekatan Iren dan Berry yang membuatnya bertanya-tanya kembali “apa benar mereka gak pacaran”.


Sesampainya di parkiran Iren pun menuju motor Ibunya dan

__ADS_1


pamit ke Berry dengan melambaikan tangannya ke Berry dan ibunya Iren pun tersenyum ke arah Berry dan pamit ke Berry juga, dengan malu bercampur senang Berry pun membalas dengan lambaian tangan ke arah Iren dan ibunya dan


berkata “ia” dengan terenyum dan senang.


Sesaat kemudia Berry pun mengambil sepeda dan mengayuhnya untuk pulang menuju rumahnya, sesampainya di gerbang ia pun berpamitan seperti biasanya ke pak satpam yang baik kepadanya karena selalu menunggunya di parkiran


ketika ia terlambat masuk sekolah.


Sepanjang jalan Berry yang sontak teringat sesuatu tentang


pertanyaan dari Yanda saat di sekolah tadi membuat Berry bertanya dalam fikirannya “apa mungkin yanda suka ya sama Iren?” sembari mengayuh sepedanya menuju rumahnya.


Sesampainya di rumah ia meletakkan sepedanya dan langsung masuk untuk mengganti pakaiannya dan mandi untuk membersihkan dirinya.


Di rumah Iren


Iren yang sudah sejak tadi sampai di rumahnya yang sedang


memainkan ponselnya mengirim pesan ke Berry karena di undang mamanya untuk makan bersama di rumahnya nanti sore. Iren yang sedang menunggu jawaban dari Berry pun selalu menatap ponselnya dan sesekali ia meletakkannya dan melihat apakah Berry suda membaca dan membalas pesannya.


Berry yang baru saja selesai mandi langsung memeriksa


ponselnya, karena kata mamanya Berry tadi ponselnya berbunyi. Dengan cepat Berry pun membuka ponselnya dan langsung membuka pesan yang ternyata dari Iren yang


mengajak ke rumahnya, dengan berfikir beberapa saat Berry pun minta ijin ke mamanya untuk pergi kerumah temannya nanti sore dan mama Berry pun memberi ijin ke Berry dan Berry langsung membalas pesan dari Iren dengan


senyum-senyum sendiri menatap ponselnya.


Iren yang sedang menunggu jawaban dari Berry pun mendapat pesan dan membukanya lalu membacanya dan ternyata Berry mau datang ke rumahnya untuk makan bersama keluarganya Iren, kemudian Iren menyampaikan ke mamanya kalau Berry nanti jadi datang kerumahnya.


Seketika dengan senangnya Iren pun membantu mamanya untuk menyipkan makanan agar bisa cepat selesai nantinya

__ADS_1


jangan lupa Like dan Vote agar saya lebih semangat menulisnya, semoga teman-teman sehat selalu


Thanks


__ADS_2