
Hari itu pun mereka lalui dengan senangnya dan bersama-sama mengelilingi kota untuk bersenang-senang selama hari libur sekolah.
Malam pun hampir tiba
Setelah selesai berkeliling dan bersenang-senang seharian mereka pun memutuskan untuk pulang segera karena hampir malam, Nissa langsung membuka ponselnya dan memesan mobil online agar segera di jemput dan di antar pulang ke rumah mereka, beberapa saat ketika mereka sedang duduk di kursi di dekat taman mereka pun di hampiri oleh mobil online dan mempersilahkan mereka masuk agar di antar menuju tujuan mereka.
Selama perjalanan mereka asik ngobrol tentang kejadian yang mereka alami seharin dan mereka ingin mengunjunginya kembali di lain waktu.
Hari itu pun menjadi hari yang indah bagi mereka terutama Iren yang sangat jarang pergi ke kota untuk bersenang-senang, ia menemukan hal-hal baru dan juga tempat yang asik untuk ia kunjungi dan ia pun merasa senang dan berterimakasih untuk hari ini karena sudah di temani oleh orang-orang yang baik dengan nya.
Sesampainya di rumah, Iren menceritakan hal-hal menyenangkan ke mamanya dan juga menunjukkan foto-foto mereka yang sangat Iren sukai dan menunjukkan tempat yang indah selama mereka berkeliling kota.
Di tempat lain
Berry yang sudah sampai di rumahnya dan telah selesai mandi pun membuka kembali ponselnya dan membuka foto-foto mereka dan ia pun tertawa senang karena ia sangat jarang bepergian seperti ini dengan temannya karena ia orang yang sulit nyaman dengan orang lain, tetapi dengan Nissa dan Iren ia justru menemukan hal yang berbeda karena mereka memiliki kesukaan terhadap buku yang membuat mereka sejalan dan se paham.
Berry yang mulai menyadari hari-harinya mulai berubah karena ia memiliki teman yang selalu ada di dekatnya dan berbagi cerita bersamanya mulai menghargai dan mulai menikmati kehidupan sma nya sekarang ini.
Terbesit di dalam fikirannya tentang sesuatu yang ingin ia lakukan agar tidak kehilangan kenangannya hari ini dan
mulai membuka laci mejanya untuk mencari secari kertas kosong dan pensil dan penghapus untuk ia gunakan sebagi pencurahan pikirannya dan agar ia nantinya tidak melupakan hari ini yang sangat berarti baginya karena ia merasa sangat senang dengan hari ini, karena ia seorang penyendiri.
Ia pun mulai menulis dengan senang hati dan tersenyum sendiri dengan yang ia tulis, ia mulai dari pagi sejak ia mulai berangkat dari rumahnya hingga ia pulang dengan selamat ke rumahnya selama hampir 3 jam ia menuliskan cerita tentang hari ini tanpa ada yang ia lewatkan dan juga ia pun berencana untuk mencetak foto-foto yang ada di ponselnya untuk di temple di kertas itu dan ia ingin membuat album kenangan nya pribadi.
__ADS_1
Berry pun sejak saat itu mulai memiliki kebiasaan menulis kesehariannya yang ia rasa sangat menyenangkan untuk
ia ceritakan suatu saat nanti entah kepada siapa ia temui nantinya terutama ke sahabat nya yakni Iren dan Nissa yang membuat hari-harinya berubah drastis dari yang biasa menjadi hari yang indah untuknya.
Setelah ia selesai menulis dan menyimpan kertas yang ia tulis tadi dan ia pun tidur tidak seperti biasanya hingga larut malam.
Pagi nya Berry pun bangun pagi sebelum alarm ponselnya hidup Berry pun mulai mandi dan membereskan barang-barangnya untuk ke sekolah, setelah itu ia pun ke ruang tamu dan duduk di meja makan, Ibunya yang kaget dengan Berry yang sudah bangun pagi ini pun merasah aneh dan ibunya pun bertanya ke Berry “tumben bangun pagi nak, gak biasnaya?”
sambil terus memasak dan juga sesekali melihat ke arah Berry “ia bu semalam terasa capek kali makanya Berry langsung tidur” ibunya Berry pun tersenyum “ oh gitu, kan enak kalau bangun pagi bisa santai dulu sebelum ke sekolah” “ia sih bu, besok coba lagi lah bangun pagi”
Kemudian setelah Berry sarapan bersama keluarganya ia pun berpamitan dan langsung menuju sepeda kesayangannya dan langsung menaikinya dan mengayuhnya untuk menuju sekolah
Sepanjang perjalanan Berry belum pernah merasakan pergi ke sekolah sepagi ini, Berry memperhatikan sekelilingnya sangat sunyi dan sangat tenang hanya satu dua orang yang sedang berjalan berseragam sekolah yang ia lihat.
Kemudian Berry pun meletakkan sepedanya dan menuju kelasnya ia sendiri berjalan dengan santainya menyusuri
lorong dan menaiki tangga perlahan dan sampai di depan kelasnya dan membuka pintu dan memasukinya, kemudian duduk di kursinya tanpa ada seorang pun di kelasnya, sunyi dan tenang.
Kemudian Berry pun membuka novel yang belum sempat ia baca semalam karena ia menulis dan lupa untuk membaca novel.
Ketenangan yang ia rasakan sangat berbeda dengan biasanya karena belum ada siswa yang datang, membuat Berry sangat nyaman dalam membaca novelnya.
Hingga suara pintu pun berbunyi dengan pelan yaitu Iren yang memasuki ruang kelas pun kaget setengah mati dan
__ADS_1
kebingungan dengan pemandangan yang ia saksikan yaitu ia melihat Berry yang sudah duduk di kursinya dengan novelnya.
Iren perlahan menuju kursinya dan melihat Berry yang tidak menyadari kalau Iren sudah ada di sampingnya, Iren duduk dan memandangi Berry dan kebingungan karena ia belum pernah melihat Berry datang sepagi ini selama ia masuk sekolah ini.
Iren dengan penasaran memanggil Berry yang sedang membaca novelnya dengan suara pelan “Ber?” Berry pun langsung menjawabnya sedikit kaget “iiia, oh Iren rupaya, uda lama ya Ren sampainya?” Berry yang langsung balik Bertanya ke Iren padahal Iren duluan yang menyapa nya.
“baru aja Ber, kok tumben ya cepat datangnya” dengan penasaran dan masih bingung “ia tadi Berry cepat bangun
makanya cepat datang Ren” “oh gitu ya” Iren yang masih setengah bingung dengan Berry
Kemudian kelas pun mulai ramai dengan kedatangan teman-teman lainnya, hampir semua yang masuk kekelas pun bingung dengan melihat Berry yang tidak biasanya datang cepat, dan mereka pun tidak begitu peduli sebenarnya tapi karena melihat fenomena yang sangat langkah di kelas mereka karena sosok Berry yang selalau datang telat.
Nissa yang baru saja datang pun memperhatikan kelas yang hampir semunya melirik Berry yang duduk di belakang pun ikut bingung melihat Berry yang datang duluan darinya, hingga Nissa pun langsung ke belakang dan menepuk pundak Berry seperti biasanya “kok tumben cepat datang Ber, kesambet setan apa ya hari ini bisa datang cepat?” Berry dengan kagetnya menjawab pertanyaan Nissa “karna cepat bangun Nis, gak ke sambet apa-apa kok” memasang wajah datarnya
“hahahha, yang benar Ber, soalnya langkah kali kalau seorang Berry yang biasnya selalu datang paling cepat dari
guru kita sebelum masuk” Nissa pun mengejek dengan kata paling cepat dari guru maksudnya telat, membuat Iren tertawa karena itu
“gak segitunya lah Nis, Berry semalam capek kali rasanya, makanya cepat tidur, gak taunya bangunnya cepat yah kan gak mungkin tidur lagi” Berry sedikit bercanda dengan menjawab pertanyaan dari Nissa tadi.
Mereka pun bercerti bertiga dengan Berry sebelum kelas di mulai dan mereka pun menceritakan hal kemarin yang masih teringat mengenai kejadian lucu yang membuat Iren dan Nissa tertawa bersama karena Berry yang kelaparan kemarin.
Mereka terus bercerita bertiga dengan senangnya dan saling menertawakan satu sama lain.
__ADS_1
jangan lupa like dan komentar dan mendukung cerita ini, semoga teman-teman sehat selalu