Jalan Seorang Introvert

Jalan Seorang Introvert
Bagian 34. tempat bakso


__ADS_3

Malam itu Berry terus di ganggu oleh adik-adiknya karena mereka ingin meminta sesuatu kepadanya hingga satu jam lebih mereka berdua terus berada di kedua sisi nya, ikut membaca dan selalu mengganggunya dengan cara mendekatkan kepala mereka berdua kepalnya Berry dengan tujuan agar Berry bertanya ke mereka dan langsung memintanya


Namun tidak semudah itu, Berry terus menjaga sikapnya agar ia merasa tidak seperti rishi dan ia terus membaca tanpa menghiraukan adik-adiknya itu, kdang sesekali ia menjawab pertanyaan mereka dengan cueknya, karena ia sebenarnya tidak ingin kalau di ganggu selagi ia sedang membaca novel karena ia ingin masuk dan meresapi cerita yang tengah di bacanya.


“Kak ini ceritanya apa sih penasaran ni?”


kata Rana sambil menggeser tangan kakaknya untuk mengarahkan bukunya ke  arah nya agar ia bis juga membaca buku itu.


“Oh ini buku kisah petualangan gitu dek” Berry menjawab agar ia bisa fokus kembali ke bukunya


“oh gitu ya kak, yang kartun gitu ada gak kak Ceritanya”


“ada tu ambil aja di rak buku dek”


Kemudian Rana mengambil dan kembali ke posisinya semula dengan tujuan agar kakanya mengerti dengan apa yang mereka inginkan, setelah cukup lama Berry pun merasa mulai kepanasan karena adik-adiknya terus nempel di kedua sisi badannya, dan karen kepanasan Berry punmenyerah karena itu dan ia menutup bukunya dan duduk dari tidurnya


“ada apa sih dek, kok dari tadi selalu ganggu kaka terus sih, sampe keringetan ni”


Rania senang karena mereka berhasil untuk memaksa kakaknya tanpa mereka paksa dan memohon.


“heheh yok kak jalan-jalan yok keluar mau jajan bakso kak, ya kak ya yayayayayya”


Rania mencoba sedikit memaksa kakaknya untuk mau pergi bersama mereka jajan bakso di luar, Berry menghela nafasnya perlahan dengan langsung memberskan peralatannya untuk langsung pergi, dan Berry pun bercanda dengan adiknya dengan cara diam dan tak mau menjawab pertanyaan dari Rania tadi, dan ia pun keluar kamar dan mematikan sakelar lampu untuk menakuti adik-adiknya itu


“Ceklek”


“kak Berryyyyyyyyy” Rana dan Rania pun ketakutan dan langsung teriak kencang karena gelap.


“hehehehhe” Berry tertawa puas karena hal itu dan ia pun kembali dan menghidupknnya


“he, yok dek kita pergi makan bakso yok, kakak tunggu di bawah ya, mau keluarin motor dulu”


Kemudian Rania dan Rana pun bergegas ke kamar mereka untuk mengambil ponsel mereka dan mengambil jaket dulu.


“horee yok Ran cepat ke kamar”


Wusssss mereka berdua langsung menuju kamar mereka, Berry turun tangga dan langsung menuju ke depan rumah dan mengambil kunci motor di ruangan tamu tempat biasa ibunya meletakkan nya.


Berry pun menunggu adik-adiknya di depan rumah sambil memainkan ponselnya, beberapa saat kemudian datanglah adik-adiknya yang tergesh-gesah rebutan untuk naik motor duduk di depan motor.


“Rana di depan”


“enggak Rania di depan pokoknya”

__ADS_1


Mereka saling sikut sebelum naik ke atas motor Berry pun tertawa karena mereka selalu berantem gini ketika hendak naik motor atau pun sepeda ketika Berry yang membawanya, berbeda halnya ketika mamanya berry yang ngajak mereka.


Kemudian Berry dengn cepat merapatkan kakinya untuk mengisi depan motor agar tidak ada yang di depannya,


“cepat naik di belakang aja dek, kalau enggak kakak tinggal ni!”


“tuhkan kak Berry mau ninggalin kita ni!” Rana cemberut ke arah Rania


“yaudah aku duluan naik aja kak” Rania langsung naik ke atas motor di susul dengan Rana selanjutnya


“hahah uda kan, kita berangkat sekarang ya pegangan ”


Berry menarik gas motornya dan melaju pelan seperti siput karena ia masih sja bercanda dengan kedua adiknya


agar mereka kesal kepadanya.


“Kak kok pelan banget sih motornya, angin aja gak ada yang lewat, mending jalan aja yok kak


“ayo dong kak cepat nanti keburu habis baksonya kak, ayo dong kak cepat lapar ni” Rania mendesak kakanya untuk lebih cepat


Berry masi saja pelan tak menghiraukan mereka berdua, namun ia sesekali melirik ke belakang ke  arah adik-adiknya iyu.


Kemudian Rania mencubit sekitaran pinggang kakanya sedikit keras karena kesal dengan kakanya yang begitu pelan membawa motor.


“hahahah yaudah kak cepetan makanya, nanti keburu habis baksonya kak”


“ia ia kaka cepatin ni”


Berry menarik gasnya sedikit dan motornya melaju kencang, barulah terasa angina yang menerpa kedua adiknya itu.


“huuuuuu kan gini enak ada anginnya” sahut Rana yang tadinya cemberut sekarang sedikit santai karena angina


yang bisa menenangkannya.


Kemudian setelah itu mereka sampai di kedai bakso yang di maksud adik-adiknya itu, dan mereka bergegas turun untuk duduk di sofa yang empuk, Berry yang masih di parkiran lalu turun dari motor dan menuju ke dalam mencari adik-adiknya itu.


Betapa kagetnya Berry ketika melihat adik-adiknya duduk bersama dengan Nissa dan juga Iren yang sedang tertawa dan foto-foto dengan Rania dan Rana.


“eh Berry duduk sini aja dekat kita gabungnya” ucap Nissa yang melihat Berry duluan


“ia Berr sini aja gabing dengan kita aja bair rame” Iren juga mengajak Berry duduk bersama mereka


“heheh ia boleh” Berry tersenyum dikit masih belum percaya bisa ketemu dengan mereka di sini.

__ADS_1


Berry duduk dan melihat menu yang ada di meja dan langsung menulisnya di kertas yang sudah di sediakan.


Adik-adik nya terus-terusan berfoto dengan Nissa dan Iren, karena sudah lama mereka gak bertemu gini.


Kemudian Berry pun sibuk sendiri dengan buku yang tadi belum selesai ia baca di kamarnya, dan langsung membuka halaman tadi dan masuk kedalam cerita tadi.


Suasa di tempat bakso itu pun terus ramai dengan pengunjung yang datang terus menerus.


Seketika Iren melihat Lisa yang tengah kebingungan karena tempat duduk hampir semuanya penuh.


“Lisa….Lisa…..” Iren memanggil


Lisa dari tempat duduknya itu, dan Nissa pun melihat ke arah Lisa dan melambaikan tangannya ke Lisa yang juga melihat lambain tangan Nissa.


“sini aja gabung dengan kita aja” Nissa menawarkannya dari kejauhan


“Oh ia kak boleh ni” Lisa langsung menuju ke arah mereka dan mulai tenang karena ia merasa kalau tadi tempat duduknya sudah penuh semuanya


“ia boleh kan makin rame makin seru kita ngobrolnya, duduk sini aja sebelah kak Iren”  Iren menawarkan ke Lisa untuk duduk di sebelahnya


“Ia kak makasih ka”


“Lisa sendiri ke sini ya atau sama siapa gitu?” Iren menanyakan ke Lisa


“oh ia kak sendiri karna bawa motor sendiri kak”


“oh gitu ya, yaudah pesan aja dulu nanti kita lanjut ngobrolnya”


“ia kak bentar ya kak, kakak uda pesan belum?” Lisa kembali bertanya ke Iren


“oh kakak uda pesan tadi sekaligus sama yang lain”


“oh ia kak”


Lisa menulis pesanannya dan langsung mengantar ke pelayannya biar cepat di prosesnya, kemudian Lisa pun di ajak gabung untuk foto-foto dengan adiknya Berry


“kak sini bagung foto bareng kita yok kak” Rana langsung menarik tangan Lisa untuk merapat bareng mereka untuk foto


“oh ia dek boleh” tanpa bisa menolaknya Lisa langsung jadi bagian dari foto mereka


Di situ mereka berfoto hingga pesanan mereka datang semuanya dan mereka mulai makan terlebi dahulu.


Bersambung

__ADS_1


jangan lupa like dan komen ya Teman-teman semoga sehat selalu


__ADS_2