Jalan Seorang Introvert

Jalan Seorang Introvert
Bagian 42. lanjutan


__ADS_3

Ia pun terus seperti itu dan terkadang ia senyum sendiri


ketika selesai melihat Berry dari samping dan ia membayangkan hal indah yang


hanya ia saja yang tahu.


Berry yang mulai menyadarinya bertanya-tanya penuh


kebingungan di dalam pikirannya “kok Lisa senyum-senyum sendiri ya dari tadi,


apa ada yang aneh dari aku ya?”


Berry masih terus berusaha fokus dan ia pun menghentikan


bacaannya dan melirik ke arah Lisa sedikit


“Lis, apa ada yang aneh ya dari kakak” Berry tak secara


langsung bertanya tentang maksud yang ingin ia tanyakan


“heheh enggak kok kak, selanjutnya apa ya kak” wajah Lisa


sedikit memerah dan ia menunduk agar Berry tak melihat wajahnya kemudian Lisa


mengalihkan pertanyaan Berry langsung.


Berry terus berusaha untuk tenang karena ia merasa kalau


Lisa mungkin sekedar memastikan perkataan yang ia ucapkan, Berry melanjutkannya


tanpa pikir panjang.


Lisa yang matanya penuh dengan harapan yang begitu besar dan


bercampur senang terpancar dari wajah dan matanya, saat itu tak di sia-siakan


Lisa untuk bisa bersama dengan Berry karena Lisa meras nyaman dengan kehadiran


Berry di sisinya apa lagi ketika Berry secara sigap dan menolongnya bak super


hero yang datang untuk menyelamatkannya.


Lisa menulis dan tak henti bertanya dan menanyakan pendapat


agar Berry tak pergi darinya, semilir angina yang berhembus lembut menambah


suasana yang membuat perasaan Lisa bertambah nyaman dengan aroma wangi yang


berasal dari pakain Berry menambah kelekatan di dalam ingatannya yang begitu


indah.


Waktu itu jadi kenangan yang mungkin tak akan terlupakan


bagi Lisa dalam benaknya, ini adalah hari terbaiknya meski kakinya yang terluka


terasa terobati dengan kehadiran Berry di sisinya.


“kak, boleh nanya gak, tapi jangan marah ya kak” dimana Lisa


mengecilkan intonasi suaranya dan bertanya sedikit ragu dalam benaknya yang


juga sangat penasaran denganBerry


“Ia boleh, tanya apa Lis” seraya Berry tak melirik ke


Lisa,ia fokus memperhatikan catatannya memeriksa agar tidak ada yang terlewat.


“kak, apa kakak ada hubungan ya dengan kak Iren?” Lisa


secara langsung mengungkapkan pertanyaannya ke Berry, meski ia takut dan cemas

__ADS_1


setengah mati dengan jawaban yang akan keluar dari lisan Berry


Berry yang mendengar itu menunjukkan respon yang biasa saja


berwajah datar seperti biasanya tanpa ada yang ia sembunyikan, begitu mendengar


itu Berry menghela nafas panjang sejenak.


“oh ia ada kok dek” jawaban Berry dengan maksud lain.


“ia kak, apa kakak pacaran dengan kak Iren ya, aduh” jawaban


lisa sedikit kecewa dengan jawaban yang ia dengar dari Berry


“ia kakak dengan kak Iren emang ada hubungan tapi…”belum


sempat ia melanjutkan, Lisa memotong perkataannya langsung


“tapi apa kak, oh maaf kak” Lisa merasa bersalah karena


memotong perataan Berry yang belum selesai dalam hatinya berkata ‘aduh Lisa kok


motong sih, kan jadi malu deh ke kak Berry, ahhhhhh’


Berry yang mengarahkan pandangannya ke Lisa yang sedang


tertunduk dan menepuk-nepuk pipinya pelan seraya memejamkan mata karena merasa


bersalah atas kelakuannya barusan, namun Berry tak menganggapnya serius dan ia


pun tertawa karena kejadian itu Lisa begitu lucu menurutnya.


“hehehe, kakak sahabatan sama kak Iren lo dek itu paling


berarti bagi kakak”sembari menulis dan memalingkan pandangannya dari Lisa


Lisa yang mendengar itu pun masih belum percaya dengan


berry, tapi ia bersikeras untuk memperjelas kembali jawaban yang ia dengar tadi


“aduh kak, Lisa gak dengar tadi, boleh ualang kak”


“ia dek, kakak sahabatan sama kak Iren gak lebih karena kak


Iren sahabat pertama kakak” sembari menulis


Lisa yang mendengar dengan jelas jawaban Berrypenasaran


dengan itu, dan ia pun tak menyia-nyiakan kesempatan itu dan melanjutakan


introgasinya karena rasa penasarannya yang begitu tinggi akan kehidupan Berry


yang begitu dekat dengan Iren.


“oh gitu ya kak, kak cerita dong gimana kisah kakak bisa


sahabatan dengan kak Iren secara kan, kakak tadi bilang kalau kak Iren tu


sahabat pertama kakak” penuh harap dengan Berry untuk di jawab


“oh ceritanya panjang sih dek”


“ia gak apa kok kak, kan hari ni lagi banyak waktu luang


terus kita kan lagi nyantai aja hari ni kan”


“ia sih tapi….”


“Lisa penasaran lo kak dengan cerita persahabatan kakak


dengan kak Iren, Lisa jadi iri litany kak, sedangkan Lisa punya banyak teman

__ADS_1


tapi gak ada yang bisa jadi sahabat Lisa, kebanyakan teman-teman Lisa yang uda


Lisa anggap jadi teman malah manfaatin Lisa kak, jadi nya Lisa gak tau bedain


yang mana bisa di anggap sahabat atau teman sekedarnya aja kak”


“hehehhe, ia deh kakak cerita dikit ya kisah kakak, dengan


kak Iren ya, tapi janji jagan ketawain kakak ya soalnya kisahnya lucu dikit”


“heheh ia kak gak kok” semakin penasaran dengan cerita Berry


“kan itu aja uda ketawa”


“hehhehe”


“gini ceritanya dek, kakak dulu orangnya tu gak suka bergaul


dengan banyak orang terus kakak punya prinsip untuk gak mau punya banyak


teman  rasanya kalau banyak teman bagi


kakak itu hal yang ngerepotin dek, kakak lebih suka kalau sendirian aja baca


novel lebih seru aja dalam fikiran kakak dulu”


“oh gitu ya kak, pantesan kakak jarang nongol di kantin di


organisasi atau apalah gitu”


“heheh ia siah gitulah dek, karena kakak lebih sering di


kelas ketimbang ke kantin”


“knapa gak suka ke kantin kak?”


“yah karena berisik suasananya, jadi maleh kakak ke kanti


duduk lama-lama, mending di kelas apalagi waktu istirahan, kelas jadi tenang


aman rasanya damai aja gitu”


“oh gitu ya, terus gimana kakak bisa sahabatan dengan kak


Iren secara kakak kan gak suka bergaul tadi katannya” semakin penasaran dengan


kehidupan Berry yang begitu ingin ia ketahui


“ia dek, itu lah sebabnya kakak sekarang jadi punya banyak


teman termasuk Lisa juga sekarangkan uda jadi teman kakak kan”


“heheh” Lisa tersipu malu dan wajahnya sedikit memerah dan


tersenyum malau


“karena kak Iren yang buat kakak membuka pikiran kalau


prinsip yang kakak pegang selama ni kurang benar, pertama kali kakak kenalan


dengan kak Iren rasanya lucu, dengan sikap kakak yang cuek gini tiba-tiba kakak


kaget waktu telah masuk kelas, kakak kan buru-buru masuk kelas langsung duduk


di kursi kakak, waktu itu kakak kaget setengah mati ngeliat kakak Iren uda


duduk di sebelah kursi kaka, kakak langsung berdiri karena kaget kok ada yang


duduk di sebelah kursi yang sejajar dengan kak, kakak pun langsung nanya ke kak


Iren yang menatap kakak sambil tertawa, katanya kakak lucu kagetnya karena

__ADS_1


wajah kakak kayak orang yang ngeliat hantu aja kata kak Iren tapi lucu katanya”


__ADS_2