
Ia pun terus seperti itu dan terkadang ia senyum sendiri
ketika selesai melihat Berry dari samping dan ia membayangkan hal indah yang
hanya ia saja yang tahu.
Berry yang mulai menyadarinya bertanya-tanya penuh
kebingungan di dalam pikirannya “kok Lisa senyum-senyum sendiri ya dari tadi,
apa ada yang aneh dari aku ya?”
Berry masih terus berusaha fokus dan ia pun menghentikan
bacaannya dan melirik ke arah Lisa sedikit
“Lis, apa ada yang aneh ya dari kakak” Berry tak secara
langsung bertanya tentang maksud yang ingin ia tanyakan
“heheh enggak kok kak, selanjutnya apa ya kak” wajah Lisa
sedikit memerah dan ia menunduk agar Berry tak melihat wajahnya kemudian Lisa
mengalihkan pertanyaan Berry langsung.
Berry terus berusaha untuk tenang karena ia merasa kalau
Lisa mungkin sekedar memastikan perkataan yang ia ucapkan, Berry melanjutkannya
tanpa pikir panjang.
Lisa yang matanya penuh dengan harapan yang begitu besar dan
bercampur senang terpancar dari wajah dan matanya, saat itu tak di sia-siakan
Lisa untuk bisa bersama dengan Berry karena Lisa meras nyaman dengan kehadiran
Berry di sisinya apa lagi ketika Berry secara sigap dan menolongnya bak super
hero yang datang untuk menyelamatkannya.
Lisa menulis dan tak henti bertanya dan menanyakan pendapat
agar Berry tak pergi darinya, semilir angina yang berhembus lembut menambah
suasana yang membuat perasaan Lisa bertambah nyaman dengan aroma wangi yang
berasal dari pakain Berry menambah kelekatan di dalam ingatannya yang begitu
indah.
Waktu itu jadi kenangan yang mungkin tak akan terlupakan
bagi Lisa dalam benaknya, ini adalah hari terbaiknya meski kakinya yang terluka
terasa terobati dengan kehadiran Berry di sisinya.
“kak, boleh nanya gak, tapi jangan marah ya kak” dimana Lisa
mengecilkan intonasi suaranya dan bertanya sedikit ragu dalam benaknya yang
juga sangat penasaran denganBerry
“Ia boleh, tanya apa Lis” seraya Berry tak melirik ke
Lisa,ia fokus memperhatikan catatannya memeriksa agar tidak ada yang terlewat.
“kak, apa kakak ada hubungan ya dengan kak Iren?” Lisa
secara langsung mengungkapkan pertanyaannya ke Berry, meski ia takut dan cemas
__ADS_1
setengah mati dengan jawaban yang akan keluar dari lisan Berry
Berry yang mendengar itu menunjukkan respon yang biasa saja
berwajah datar seperti biasanya tanpa ada yang ia sembunyikan, begitu mendengar
itu Berry menghela nafas panjang sejenak.
“oh ia ada kok dek” jawaban Berry dengan maksud lain.
“ia kak, apa kakak pacaran dengan kak Iren ya, aduh” jawaban
lisa sedikit kecewa dengan jawaban yang ia dengar dari Berry
“ia kakak dengan kak Iren emang ada hubungan tapi…”belum
sempat ia melanjutkan, Lisa memotong perkataannya langsung
“tapi apa kak, oh maaf kak” Lisa merasa bersalah karena
memotong perataan Berry yang belum selesai dalam hatinya berkata ‘aduh Lisa kok
motong sih, kan jadi malu deh ke kak Berry, ahhhhhh’
Berry yang mengarahkan pandangannya ke Lisa yang sedang
tertunduk dan menepuk-nepuk pipinya pelan seraya memejamkan mata karena merasa
bersalah atas kelakuannya barusan, namun Berry tak menganggapnya serius dan ia
pun tertawa karena kejadian itu Lisa begitu lucu menurutnya.
“hehehe, kakak sahabatan sama kak Iren lo dek itu paling
berarti bagi kakak”sembari menulis dan memalingkan pandangannya dari Lisa
Lisa yang mendengar itu pun masih belum percaya dengan
berry, tapi ia bersikeras untuk memperjelas kembali jawaban yang ia dengar tadi
“aduh kak, Lisa gak dengar tadi, boleh ualang kak”
“ia dek, kakak sahabatan sama kak Iren gak lebih karena kak
Iren sahabat pertama kakak” sembari menulis
Lisa yang mendengar dengan jelas jawaban Berrypenasaran
dengan itu, dan ia pun tak menyia-nyiakan kesempatan itu dan melanjutakan
introgasinya karena rasa penasarannya yang begitu tinggi akan kehidupan Berry
yang begitu dekat dengan Iren.
“oh gitu ya kak, kak cerita dong gimana kisah kakak bisa
sahabatan dengan kak Iren secara kan, kakak tadi bilang kalau kak Iren tu
sahabat pertama kakak” penuh harap dengan Berry untuk di jawab
“oh ceritanya panjang sih dek”
“ia gak apa kok kak, kan hari ni lagi banyak waktu luang
terus kita kan lagi nyantai aja hari ni kan”
“ia sih tapi….”
“Lisa penasaran lo kak dengan cerita persahabatan kakak
dengan kak Iren, Lisa jadi iri litany kak, sedangkan Lisa punya banyak teman
__ADS_1
tapi gak ada yang bisa jadi sahabat Lisa, kebanyakan teman-teman Lisa yang uda
Lisa anggap jadi teman malah manfaatin Lisa kak, jadi nya Lisa gak tau bedain
yang mana bisa di anggap sahabat atau teman sekedarnya aja kak”
“hehehhe, ia deh kakak cerita dikit ya kisah kakak, dengan
kak Iren ya, tapi janji jagan ketawain kakak ya soalnya kisahnya lucu dikit”
“heheh ia kak gak kok” semakin penasaran dengan cerita Berry
“kan itu aja uda ketawa”
“hehhehe”
“gini ceritanya dek, kakak dulu orangnya tu gak suka bergaul
dengan banyak orang terus kakak punya prinsip untuk gak mau punya banyak
teman rasanya kalau banyak teman bagi
kakak itu hal yang ngerepotin dek, kakak lebih suka kalau sendirian aja baca
novel lebih seru aja dalam fikiran kakak dulu”
“oh gitu ya kak, pantesan kakak jarang nongol di kantin di
organisasi atau apalah gitu”
“heheh ia siah gitulah dek, karena kakak lebih sering di
kelas ketimbang ke kantin”
“knapa gak suka ke kantin kak?”
“yah karena berisik suasananya, jadi maleh kakak ke kanti
duduk lama-lama, mending di kelas apalagi waktu istirahan, kelas jadi tenang
aman rasanya damai aja gitu”
“oh gitu ya, terus gimana kakak bisa sahabatan dengan kak
Iren secara kakak kan gak suka bergaul tadi katannya” semakin penasaran dengan
kehidupan Berry yang begitu ingin ia ketahui
“ia dek, itu lah sebabnya kakak sekarang jadi punya banyak
teman termasuk Lisa juga sekarangkan uda jadi teman kakak kan”
“heheh” Lisa tersipu malu dan wajahnya sedikit memerah dan
tersenyum malau
“karena kak Iren yang buat kakak membuka pikiran kalau
prinsip yang kakak pegang selama ni kurang benar, pertama kali kakak kenalan
dengan kak Iren rasanya lucu, dengan sikap kakak yang cuek gini tiba-tiba kakak
kaget waktu telah masuk kelas, kakak kan buru-buru masuk kelas langsung duduk
di kursi kakak, waktu itu kakak kaget setengah mati ngeliat kakak Iren uda
duduk di sebelah kursi kaka, kakak langsung berdiri karena kaget kok ada yang
duduk di sebelah kursi yang sejajar dengan kak, kakak pun langsung nanya ke kak
Iren yang menatap kakak sambil tertawa, katanya kakak lucu kagetnya karena
__ADS_1
wajah kakak kayak orang yang ngeliat hantu aja kata kak Iren tapi lucu katanya”