
Keesokan harinya
Pagi yang indah pun muncul dengan sinar matahari yang bersinar cerah tanpa ada awan yang menghalangi sedikit pun burung-burung berkicau dengan senangnya.
Kebiasaan Berry pada hari libur ia manfaatkan untuk pergi mencari novel yang ia suka untuk di beli dan di koleksinya di kamarnya, karena Berry ingin membuat perpustakaan novelnya sendiri agar nanti ia bisa berbagi untuk orang yang suka membaca novel.
Cik cik cik cik cik (bunyi nada ponsel Berry)
Berry pun membua ponselnya ternyata pesan dari Iren yang mengajaknya untuk pergi jalan-jalan bertiga dengan Nissa
karen kemarin mereka sudah janjian kalau hari ini mereka bertiga pergi ke kota untuk jalan-jalan sekaligus membeli buku novel karena Berry pun sering kalau pergi selalu meyempatkan untuk mebeli novel meskipun itu hanya satu novel yang ia temukan.
Kemudian Berry pun menuju rumah Iren untuk bertemu mereka berdua sebelum berangkat bersama dengan kendaraan umum karena Nissa dan Iren tidak memiliki sepeda.
Berry pun mengayuh sepedanya menyusuri jalan yang biasa ia lalui untuk kerumah Iren, sesampainya di rumah Iren ia pun
menekan bel yang ada di pagar gerbang rumah Iren “tingtong” (suara bel rumah Iren)
Kemudian di dalam rumah Iren dan Nissa pun keluar karena mereka tau itu pasti Berry yang di depan, mereka pun keluar bersamaan dan Iren pun pamitan ke mama nya untuk ijin pergi begitupun Nissa pamit ke mamanya Iren “hati-hati di jalan ya nak” saut mamanya Iren dari ruang tamu yang sedang menonton TV.
Iren pun membuka pintu dan membuka pagar gerbangnya dan menyapa Berry “uda nyampe ya Ber”, “ia Ren dimana Berry taru sepedanya biar aman” Iren menuntun Berry meletakkan di samping rumahnya dan Berry yang mengikutinya dari Belakang.
Setelah itu Nissa yang tadi sedang memesan mobil online pun sedang menunggu di gerbang agar mudah untuk di temukan
__ADS_1
oleh pengemudinya, sesaat kemudian mereka pun di hampiri oleh mobil yang menyambut mereka, pengemudinya pun bertanya untuk memastikan mereka yang memesannya.
“permisi, adek yang mesan tadi ya atas nama Nissa ya” kemudian Nissa pun menjawabnya “ia kak saya yang mesan tadi” “ oh ok silahkan naik dek, agar kita bisa langsung jalan ke tujuan”
Kemudian mereka pun naik, Berry duduk di depan dengan pengemudi mobilnya sedangkan Iren dan Nissa duduk di kursi
belakang tepat di belakang Berry dan pengemudi mobilnya, sepanjang perjalanan mereka pun ngobrol dengan pengemudinya karena mereka suka seperti ini untuk mendengar cerita pengemudinya agar mereka tidak merasakan perjalanan menuju tujuan mereka
sesampai mereka di tujuan mereka pun membayarnya dan langsung turun untuk menuju toko buku terlebih dahulu karena mereka mau membeli buku Berry dulu karena mereka tau kalau Berry suka dengan novel, maka dari itu Nissa dan Iren pun memutuskan untuk mengajak Berry ke toko buku dulu, Berry pun mengikuti mereka menuju toko buku.
Sesampai di toko buku mereka langsung mencari rak novel dan mereka pun berpencar mencari buku yang mereka sukai
karena mereka bertiga memiliki kesukaan untuk membaca buku terutama Berry yang sangat suka membaca novel apalagi novel dengan ke populeran tinggi dan baru, meski harganya mahal Berry akan membelinya.
Beberapa saat kemudian mereka pun bertemu kembali untuk membayar buku yang mereka ambil tadi dan menuju kasir
untuk membayarnya. Setelah itu mereka pun keluar dari toko buku dan menuju kafe untuk istirahat sejenak sebelum mereka menuju temapat hiburan permainan atau wahana permainan.
Di kafe mereka bercerita lagi tentang buku yang mereka beli tadi, sambil menunggu pesanan mereka selesai di buat.
“Nis kita habis ini keman ya” Iren yang belum tau mau kemana pun menanyakannya ke Nissa karen ia jarang pergi jala-jalan ke kota seperti ini selain bersama mamanya untuk membeli keperluan, itu pun ke pasar.
Nissa pun menjelaskan dengan santainya
__ADS_1
“tenang Ren kita hari ini kunjungi semuanya kalau bisa, soalnya Nissa pun jarang juga ke kota untuk main-main” kemudian Iren pun merasa sedikit takut karena mereka tidak tau mau jalan kemana dulu
Di sisi lain Nissa pun menanyakan ke Berry karena Berry sering pergi sendiri ke kota dengan sepedanya untuk mencari toko buku yang punya buku baru, “Ber kita kemana dulu habis ini, kan Berry sering ke kota jalan-jalan kan?” Berry pun menghela nafasnya “hadee Nis Nis, tenang aja kan kita ada peta di ponsel, coba aja dulu lihat-lihat dimana yang kita mau kunjungi duluan soalnya Berry pun kalau ke kota sendiri biasanya pake peta online yang ada di ponsel makanya Berry banyak tau tokoh buku yang ada di kota, terus Berry kalau ke kota ke toko buku aja gak ada ke tempat lain pun"
Iren pun menghela nafas lega karena rasa takutnya sudah sangat berkurang karena mendapat jawaban dari Berry yang
membuatnya tenang untuk melanjutkan perjalanan hari ni, “ia juga ya Ber kan ada peta online ya gak kepikiran ke situ Iren soalnya Ber” dengan tersenyum dan sedikit tertawa bersama dengan Nissa.
Nissa pun bersama dengan Iren membuka ponsel mereka dan mencari tempat yang mereka ingin kunjungi dan sesaat kemudian mereka bersama Berry mengatur rencana dari yang terdekat dulu yaitu tempat foto-foto yang berada di taman dengan berbagai tempat foto mulai dari gambar yang ada di
tembok atau sering di sebut mural atau juga di sebut gravity dengan berbagai gambar yang lucu hingga gambar yang seram ada di sini, kemudian mereka berfoto di taman bunga yang sedang bermekaran dan seterusnya.
Setelah selesai dari taman mereka menuju museum sejarah dan berkeliling selama hampir setengah jam, karena mereka sambil berfoto-foto di beberapa tempat yang mereka sukai.
Tak terasa hari pun sudah hampir melewati siang dan Berry yang sudah merasa perutnya kelaparan mengajak Nissa
dan Iren yang sedang asik foto-foto untuk mencari tempat makan yang dekat dari tempat mereka sekarang
Nissa pun mencari di ponselnya dan menemukan tempat makan yang paling dekat dan mereka bersama keluar dari museum itu dan menuju tempat makan tersebut dengan berjalan kaki, mereka pun menikmatinya dengan santai meskipun Berry yang sudah sangat kelaparan karena ia tidak makan dari rumah karena ia ingin makan di kota saja.
Sesampainya di tempat makan Berry dengan cepatnya memesan ke penjualnya untuk secepatnya di buatkan makan karena ia sudah sangat kelaparan, di sisi lain Iren dan Nissa sangat terkejut dan tertawa melihat Berry yang sudah sangat kelaparan seperti mau mati rasanya, mereka pun menertawakan Berry terutama Nissa yang suka sekali untuk menggoda Berry yang sering membuat Nissa ingin selalu menggodanya “bg cepat buatin pesanan teman saya uda 3 hari dia belum makan bg ayo bg cepat, hahahh” Nissa yang ngobrol dengan penjualnya pun tertawa dengan lepasnya mendengar Nissa berbicara bercanda seperti itu “hhahahahahahhah” beberapa orang pelanggan pun ikut tertawa bersama karena candaan Nissa ke Berry.
Berry yang tertunduk malu pun menertawakan dirinya sendiri untuk menutupi rasa malunya karena ia sudah biasa bercanda dengan sahabatnya yang dua orang ini.
__ADS_1
Jangan lupa like dan Komen terus favorit kan, semoga teman-teman sehat selalu