Jalan Seorang Introvert

Jalan Seorang Introvert
Bagian 30. lanjutan


__ADS_3

Nissa yang kaget tanpa sadar ia


mengatakan hal itu, Nissa pun tanpa menutupinya langsung mengatakannya ke Iren


tenatang pendapatnya mengenani Berry ke dia.


“hahah ia Ren, kalau menurut


Nissa kan Ren, Berry tu suka juga ke Iren tau kenapa Ren?”


“kenapa Niss, kasih tau dong”


Iren sangat berharap


“soalnya dari sekian banyak cewek


yang dekatin Berry gak ada yang bisa narik hati nya Ren, cuma sama Iren aja dia


bisa sedekat ini malah bisa jadi sahabatnya lagi cewek lagi, kan itu buktinya kalau


Berry tu suka juga sama Iren karena mungkin dia bisa nyaman dengan Iren”


Nissa sambil tersenyum ke Iren


untuk meyakinkan Iren atas perkataannya bahwa Berry juga suka kapadanya.


Iren yang merasa senang dengan


itu pun mtersenyum malu dengan perkataan Nissa


“beneran Niss gitu ya, tapi kok


Berry gak kasih tau ke Iren ya kalau dia juga suka sama Iren”


Nissa yang mendenganrnya pun


tertawa keras karena perkataan Iren yang membuatnya geli sendiri


“hahahahahha Ren Ren, kalau Berry


uda kasih tahu ke Iren perasaannya nanti kalian pacaran kan, trus Iren knapa


gak kasih tahu ke Berry kalau Iren juga suka ke Berry? Hayo  jawab dong Ren gimana tu”


Nissa yang terus menggoda Iren


agar suasanannya jadi lebih nyaman untuk mereka bercerita panjang kali lebar


“aduh Niss jadi malu Iren, kalau


Iren kasih tahu ke Berry Iren takutnya di tolak terus Berry gak mau temenan


lagi sama Iren itu yang buat Iren takut ngungkapin ke Berry kalau Iren suka ke


dia Niss”


“hah coaba Iren fikir, kira-kira


Berry berfikiran gitu juga gak ke Iren atau gimana Ren?”


Iren yang terdiam sejenak


memikirkan kata-kata Nissa yang membalikkan jawaban Iren jadi pertanyaan


buatnya


“emmm ia juga ya Niss, kalau


Berry kasih tau ke Iren pasti kami uda pacaran sejak lama terus gak jadi


sahabatan lagi gini kan Niss, pasti rasanya Beda nanti kalau menurut bayangan


Iren Niss”


“kan itu Iren tahu kalau Berry


ungkapi perasaannya ke Iren kan”


“tapi kok Iren gak bisa ya Niss


lihat Berry di dekatin cewek-cewek waktu pembukaan organisasi kita ya, rasanya


hati Iren sakit Niss”

__ADS_1


Iren yang membayangkannya pun


meneteskan air matanya yang membasahi pipinya namun ia teteap melanjutkan


ceritanya ke Nissa.


Nissa yang melohat Iren yang


meneteskan air matanya pun mengambilkan tisu dan mengusap air mata Iren yang


membasahi pipinya


“gak apa ren tenang aja Ren Nissa


yakin kok Berry pasti gak akan pacaran sama yang lain Ren”


Sambil memeluk Iren dan


menenangkannya dan Iren terus menangis di pelukan Nissa selama beberapa saat.


Kemudian Nissa kembali ke


kursinya dan kembali bertanya ke Iren


“Ren jadi gimana apa perlu Nissa


sampaikan ke Berry tentang smua perasaan Iren ke dia?”


“aduh Niss jangan dong nanti


takutnya Berry nolak terus menajauh dari Iren, itu malah buat Iren tambah sakit


Niss jangan ya Niss janji sama Iren ya”


Nissa pun melihat Iren yang


sangat berharap agar di sembunyikan.


“haaaaa, ya udah kalau gitu Ren,


Nissa gak bakal bicara apa-apa mengenai hal ini Ren, terus gimana keputusan


Iren”


masih bingung Niss apa Iren harus bilang atau enggak ya”


“Ren dengerin Niss ya Ren, kalau


emang Iren percaya ke Berry dampingin terus Berry **** kalaian gak ada hubungan


pacaran Ren, tapi rasanya pasti sakit Ren, kan gak selamanya Iren ada selalu di


sampingnya Ren, apa Iren siap gitu dengan kabar yang gak enak dari orang lain


missal ada yang bilang kalau Berry sekarang dekat sama yang lain, apa Iren siap


Ren?”


Kemudian Iren pun merasa kalau


perkataan Nissa itu ada benarnya dan mugkin itu rasanya memang sakit tapi Iren


menjawab dengan yakin


“ia Nis mending gitu aja ya, Iren


kuat kok demi kita bertiga tetap sama-sama terus mending Iren gak ngungkapin ke


Berry, tapi Iren tetap jaga perasaan Iren terus ke Berry sampai waktunya tiba


nanti, meski sakitnya nanti pasti ada kan Niss, hahahh”


Iren sambil tertawa sedikit


karena senang suda membuat keputusan yang jadi pedomannya ke depan.


Nissa sangat senang mendengarnya


karen ia yakin kalau mereka nanti akan bersama, karena mereka memberi jawaban


yang sama mengenai perasaan mereka .


Nissa tersenyum senang dengan

__ADS_1


itu.


“ia Ren tapi kalau emang nanti


Iren punya perasaan ke orang lain Nissa gak maksa kok kalau Iren harus jaga


perasaan Berry, itu lah ujiannya Ren kalau kita memilih untuk memendam rasa


suka kita ke seseorang meski kita uda dekat banget dengan orang itu”


“ia Niss Iren juga berusaha agar


bisa jaga semuanya Niss, makasih banyak ya Niss udah mau dengarin cerita Iren


samapi sepanjang ini terus uda luangin waktu untuk Iren, makasih banyak ya Nisss”


“heheh ia Ren sama-sama, gak apa


kok Ren kan Nissa juga lagi gak ada kerjaan hari ini Ren, kan kita sahabat Ren


uda sewajarnya saling bantu kalau ada yang lagi ada masalah Ren, toh nanti kan


pasti Nissa juga ada masalah pastilah nanti Nissa juga minta bantu ke Iren sama


Berry pastinya karena, Nissa uda nyaman terus Nissa juga uda punya kepercayaan


lebih ke Iren sama Berry karena Berry sama Iren juga uda percaya ke Nissa”


Sambil tersenyum dan ia juga


menahan air mata kebagahiannnya sama seperti waktu ia galiha tentang Berry


menceritakan perasaan sukanya ke Iren beberapa waktu yang lalu di kafe yang


sama juga


Kemudian pagi itu jadi cerita


yang membekas di hati Nissa karena ia sangat senang dengan semuanya membuat ia


mendapatkan banyak pelajaran karena Iren yang bercerita tentang perasaannya


karena Nissa pernah merasakan hal yang sama dengan yang Iren dan Berry alami


sekarang meski ia memiliki akhir cerita yang berbeda.


Iren merasa lega dengan semuanya,


sambil duduk menyandarkan badannya ke kursi, kemudian ia teringat dengan adi.


“Niss gak jadi cerita lagi bareng


adi kan Iren uda selesai ceritanya, Iren mau dengan kisah Nissa sama adi waktu


dulu kayaknya seru ya masa kecilnya dulu”


“oh ia Ren, bentar ya Nissa ke


tempat Adi dulu untuk gabung sama kita lagi”


Nissa berjalan ke arah meja Adi


yang sedang membaca dan mendengarkan musik dari ponselnya yang terletak di atas


meja


“Di yok gabung sana aja, kita


cerita-cerita lagi yuk”


“oh ia boleh Niss, bentar ya,


nanti adi kesana kok, tunggu aja di meja Niss”


Nissa pun tanpa berkata-kata lagi


ia menganggukkan kepalanya dan langsung kembali ke mejanya dan duduk di sebelah


Iren.


“Niss mana Adi, kok gak bareng?”


“oh ia tadi kata Adi dia nanti

__ADS_1


nyusul ke sini”


__ADS_2