Jalan Seorang Introvert

Jalan Seorang Introvert
Bagian 32 lanjutan


__ADS_3

Sambil makan mereka cerita beberapa hal, Berry yang penasaran bertanya ke Adi menanyakan alasan bisa kenal dengan Iren dan Nissa,


“Di boleh nanyakan?”


Adi dengan senang hati menjawabnya


“oh boleh dong Berr, tanya aja Berr”


“gini Di kok bisa kenal ya sama Iren kan Baru hari ini masuk


sekolahnya?


“oh ia ceritanya gini Berr, hari libur beberapa hari yang


lalu kami jumpa di kafe”


“gimana ceritanya bisa kenal sama Iren Di”


“kalau itu kami ketemunya gak sengaja aja, waktu di kafe, Adi lagi cari buku yang biasa Adi baca ketika di kafe itu, tapi kok tiba-tiba di rak buku gak ada, terus Adi cari lah keliling kafe nyamperin satu-satu meja kafe terus bukunya lagi di baca sama Iren, dari situ lah Adi kenal sama Iren”


“oh gitu ya Di, suka baca buku juga ya Di ?”


“ia Berr tapi sesekali aja kalau lagi pengen aja Berr, terus karena kalau menarik ceritanya harus sampai habis Adi baca kalau enggak jadinya gak seru penasaran aja gitu”


“oh gitu ya Di”


“iya Berr”


Pembicaraan mereka pun terus belangsung higga kelas di mulai kembali.


Saat pulang sekolah Nissa yang sudah memiliki niat untuk mengajak Adi keliling sekolah untuk melihat-litah tempat-tempat yang ada di sekolah ini pun langsung mengajaknya tanpa ragu karena ia sudah terbiasa dengan Adi meski sudah sekian lama tidak bertemu dengan nya.


Nissa langsung ke hadapan Adi untuk mengajaknya


“Di yok putar-putar sekolah sebelum pulang, Nissa mau tunjukin tempat yang ada di sekolah ni”


“sekarang Niss?” sahut Adi tanpa ada renca sedikit pun


“iya lah Di, masak tahun depan sih Di !”


“ohhh Ok ok, bentar ya Niss, Masukin buku dulu”


“ok DI”


Beberapa saat kemudian Karin yang juga sudah selesai membereskan barang-barangnya pun tanpa pikir panjang langsung meminta ikut dengan Adi untuk keliling-keliling bersama Nissa.


“Nissa Karin ikut ya sama kalian berdua keliling sekolah, ikut ya, boleh ya”

__ADS_1


Karin begitu manja dengan suaranya yang lembut itu membuat Nissa menertawakan Karin karena Karin gak seperti biasanya ke dia


“hahhhah kok jadi aneh gaya bicaranya Rin, gelih jadinya”


“hehehe biar di kasih ikut, boleh kan Niss?”


“ok Rin boleh kok ikut nya, tapi jangan tiba-tiba ngilang nanti ya” sedikit ngeledek


“haha ok Niss”


Karena mereka sudah berjalan bertiga duluan, Berry dan Iren pun tidak ikut dengan mereka dan mereka berdua menuju ruang eskul karena mau beres-beres ruangan sebelum mereka pulang.


Di perjalanana menuju ruang eskul Iren bertanya ke Berry karena ia merasa kalau ia sudah mulai lega dan mulai nyaman kembali dekat dengan Berry karena sudah menumpahkan segala persaan nya ke Nissa kala itu.


“Berr boleh nanya gak ni?”


“ia boleh Ren apa tu”


“Berr seandainya Iren nanti suatu saat suka sama seseorang apa Berry setuju gak kira-kira”


Tanpa sadar Iren menanyakan hal itu ke Berry kemudian panik sendiri dengan pertanyaannya itu


“enggak Berr, gak usa di jawab lupain aja Berr, hehehhe”


Iren tertawa malu bukan main dan salah tingkah


Belum sempat mengeluarkan kata-kata Iren langsung memotong perkataan Berry


“Berr kita uda nyampe ni, mana kunci biar Iren aja yang buka pintunya”


Berry berhenti bicara dan mengambil kunci di dalam katong celana nya


“ni Ren kuncinya”


Iren langsung membuka pintu dan langsung masuk dan mencari sapu yang ada di ruang itu, Berry pun berlalu dengan pertanyaan dari Iren tadi dan ia masih ingat betul dengan pertanyaan Iren, tapi ia belum mau menjawabnya tungu selesai dan duduk dikursi untuk istiraht barulah Berry mau menjawabnya.


Iren terus menyapu debu yang ada di lantai hingga bersih semuany dan Berry juga sibuk dengan pekerjaannya membereskan tumpukan buku yang ada di rak dan mengurutkan nya sesuai dengan jenis buku yang ada.


Selang beberapa saat setelah selesai membereskan ruangan eskul, Iren dan Berry pun duduk di sofa yang ada di ruangan yang dekat dengan jendela tempat biasa mereka sering duduk untuk ssantai setelah selesai beres-beres.


Berry pun beranjak dari sofa menuju meja tempat minuman dan membuat minuman untuk ia dan Iren karena capek dengan pekerjaan yang sedikit menguras tenaga juga.


Kemudian Berry kembali ke sofa dna memberikan minuman yang di buatnya untuk Iren dan duduk di sebelah Iren yang terlihat kelelahan karena beres-beres tadi.


“Ren minum dulu ni, biar ngurangin capek  nya”


“oh ia Berr makasih ya, uda ngerepotin ni”

__ADS_1


“gak apa kok Ren”


Kemudian Berry pun duduk dan kembali melanjutkan jawabannya karena ia meresa ini waktu yang tepat untuk bisa bicara menjawab tentang pertanyaan Iren tadi.


Meskipun tadi juga bisa ia menjawab secara langsung namun apa daya Berry karena ia juga tau kalau Iren sebenarnya tidak ingin jawaban dari Berry saat itu.


“Ren sebenarnya Berry gak setuju Ren kalau Iren nanti sama orang, meskipun ini jawaban Berry sedikit egois sih, tapi itu jawabang dari Berry kalau Iren kasih pertanyaan tadi”


Berry seketika langsung serius menjawab pertanyaan Iren yang tadi belum sempat untuk di jawabnya.


Sesaat kemudian Nissa, Adi dan Karin pun langsung masuk keruangan tanpa aba-aba dan tanda-tanda kedatangan mereka tanpa di sadari ole Iren dan Berry yang sedang serius ngobrol perihal cinta.


Seperti biasanya Nissa dengan gaya khas nya yakni ngagetin Berry yang sedang minum


“hayo Berry” dengan mendorong Berry dari sampng hingga minuman yang di pegang Berry hampir tumpa ke lantai.


“aduh Niss ngagetin kayak biasanya” Berry yang tadi berwajah tegang, dalam sekejab berubah sedikit lebih tenang karena Nissa yang mengejutkannya sedikit terbantu karena kedatangan mereka mencairkan suasana


yang kaku tadi.


Adi duduk di sebelah Berry dan di ikuti Nissa yang bersebelahan dengan Iren dan Karin mereka duduk sejajar semuanya.


“Berr kok tegang banget sih, lagi bahas apa sih?” Nissa melempar pertanyaan ke Berry secara langsung tanpa ragu.


“enggak kok tadi kami lagi bicara serius aja dikit” sebelum Berry selesai Iren yang takut kalau Berry akan mengatakan pertanyaan yang ia berikan tadi ke Berry dan Iren secara cepat memberi kode ke Berry agar tak


melanjutkan jawabannya masalah yang mereka ceritakan tadi.


“Berr nanti aja ceritanya ya heheh” Iren tertawa senyum


Kemudin percakapaan mereka berlanjut ke permasalahan tentang kegiatan eskul.


Nissa mau menjelaskan tentang kegiatan yang ingin dia buat, tapi Adi dan Karin yang terlihat bingung karena tak tahu tentang apa yang akan di bahas Nissa.


Berry yang menyadari kalau Karin dan Adi kebingungan dengan pembahasan mereka pun, meminta Nissa untuk menjelaskan terlebih dahulu tentang eskul yang sedang mereka jalankan.


“Niss sebelum masuk ke pembahasan kita, Berry minta tolong untuk jelasin dulu ke Karin dan Adi tentang eskul kita, karna Berry perhatiin Adi sama Karin kebingungan tu, tolong ya Niss”


Nissa pun tertawa sedikit karena ia baru sadar kalau Karin dan Adi bukan anggota organisasi eskul mereka, dengan gaya nya ia pun tertawa dan langsung menjelaskan permasalahan dan juga tentang eskul mereka ke Adi dan Karin.


Ketika Nissa sedang menjelaskan tentang eskul mereka Adi begitu serius mendengarkan dan memperhatikan Nissa begitu juga dengan Karin.


Karin melirik ke arah Adi yang teru tersenyum manis saat Nissa menjelaskan tentang eskul ini, Karin pun cemburu akan hal itu, namun apa daya yang dapat ia lakukan karena dia bukan siapa-siapanya Adi.


Jangan lupa like dan comentar ya teman-teman, semoga sehat selalu


Maaf kadang telat upnya

__ADS_1


__ADS_2