Jalan Seorang Introvert

Jalan Seorang Introvert
Bagian 29. Cerita Iren


__ADS_3

Di kafe Itu jadi pertemuan yang sangat mengharukan bagi keduanya yakni Adi dan Nissa dimana bagai kan induk yang merindukan anaknya yang telah hilang selama bertahun-tahun seperti itulah perumpamaan yang bisa jadi gambaran pertemuan mereka.


Di sisi lain Iren yang mulanya ingin bercerita ke Nissa tentang perasaannya ke Berry mengenai ketakutannya pun menguruangkan niatnya untuk bercerita karena Iren merasa senang sekarang karena sahabatnya begitu senang karena bertemu dengan sahabatnya yang telah lama ia cari hingga mereka di pertemukan di kafe ini sekarang, begitulah anggapan Iren.


Seketika Adi tertawa dengan pertanyaan Nissa kepadanya karena Nissa mengira kalau ia sudah sering ke kafe ini kemudian Adi menjawab pertanyaan Nissa tadi “hahaha ia Niss, Adi baru beberapa minggu di kota ini , jadinya belum pernah ketemu kan karena baru akhir ini Adi sering ke sini karena kafenya nyaman untuk Adi karena tenang terus di sini juga bisa baca buku seru lah”


Nissa yang kaget karena anggapannya ternyata salah karena mengira Adi memang sudah lama di kota ini.


“oh gitu ya Di, pantes jarang kelihatan di kafe ni, baru pindah ke sini ya, oh ia di nanti mampir ke rumah yuk ketemu mama, kan udah lama gak main ke rumah kayak dulu, haah”


Nissa dengan nada yang sedikit malu-malu karena ia belum menyangka kalau ia bakalan ketemu dengan Adi sahabatnya dari kecil dahulu.


Setelh sekian lama Nissa baru bertemu dengan Adi ia merasa senang bukan main, setelah itu Nissa pun meminta ijin ke Iren agar Adi bergabung dengan mereka berdua untuk cerita bersama, kemudian Nissa langsung mengatakan ke Iren


“Ren apa boleh Adi ikut gabung dengan kita disini”


Dengan nada berharap ke Iren, setelah itu Iren yang mengerti dengan permintaan Nissa kepadanya Iren pun menyetujuinya langsung


“oh boleh kali Niss gak apa kok kalau Adi ikut gabung dengan kita”


Iren tersenyum ke arah Nissa dan juga Adi,


Adi yang merasa kalau kehadirannya sangat tiba-tiba dan juga ini sangat kebetulan baginya bisa bertemu dengan Nissa sahabatnya, Adi pun mencoba untuk menanyakan apa ia tidak mengganggu mereka karena mereka baru saja bertemu terus Adi pun suda duduk di salah satu meja yang lain dan minumannya pun sudah berada di sana, kemudian Adi pun membahas kembali buku yang ia cari dan memintanya ke Iren apa kah Iren masih ingin melanjutkan bacaannya.


“maaf Ren apa Iren masih lanjut baca bukunya gak, apa boleh Adi pinjam Ren?”


Kemudian Iren pun memberikan bukunya ke Adi karena Nissa sudah datang, kemudian Iren memberikannya


"Ini Di baca aja dulu soalnya Iren mau cerita banyak ke Nissa”


kemudian Adi yang mengerti dengan situasi pun mencoba untuk secara halus pindah karena ia juga merasa tidak enak dengan Iren karena mungkin mereka ada hal yang penting yang ingin mereka ceritakan


“Ren Niss, Adi pindah kursi ya ke sana soalnya tadi Adi duduk di sana terus barang Adi pun di sana semuaya


karena mau sekalian buat tuigas sekolah, permisi ya Niss Ren”

__ADS_1


kemudian Nissa pun kaget dengan Adi yang pindah kursi dan ia pun langsung menanyakannya ke Adi,


“gabung sini aja Di, gak apa kok”


kemudian Adi pun menjawabnya kembali, “gak apa Niss nanti kalau uda selesai tugas Adi gabung lagi soalnya mau buat tugas dulu sebentar” Nissa pun mengerti dengan perkataan adi dan Nissa pun teringat karena Iren mau cerita banyak dengannya.


Kemudian Nissa pun mengizinkan Adi untuk pindah meja dan duduk di mejanya yang tadi, Nissa pun langsung mengingat tenntang tujuannya datang kemari karena Iren ingin bercerita banyak dengan nya mengenai perasaannya yang mengganggunya beberapa hari ini.


Nissa langsung menanyakan ke Iren ketika Adi suda pergi ke mejanya menanyakan


“Maaf ya Ren karena Nissa kebawah suasana karena ketemu dengan Adi tadi jadi lupa tujuan Nissa datang ke kafe ni !!!!”


Nissa memegang tangan Iren untuk meminta maaf kepadanya karena ia merasa tidak enak dengan Iren karena suda mengabaikan Iren selama beberapa saat.


Iren yang sebenarnya tidak terlalu ambil pikir karena ia juga mengerti dengan perasaan yang Nissa rasakan ketika bertemu dengan Adi yang sudah snagat lama tidak bertemu dan sekarang bertemu secara tidak sengaja.


“ia gak apa kok Niss Iren ngerti kok kalau Nissa rindukan dengan Adi karena uda lama gak pernah jumpa heheheh”


Iren sedikit tertawa ke Nissa dan ia pun berbalik untuk menggenggam tangan Nissa dan mencoba untuk membuat Nissa merasa tenang dan tidak begitu bersalah.


“Niss Iren mau cerita boleh kan” dengan begitu berharap ke Nissa agar mau mendengarkan ceritanya menurut anggapannya


“ia Ren cerita aja Nissa siap dengar kok, kan kita cuma berdua sekarang tenang aja Ren”


Iren pun merasa lega dengan jawaban dari Nissa


“Niss Iren mau cerita tentang perasaan Iren, soalnya uda lama Iren mendamnya terus Iren gak kuat karena Iren gak tau mau cerita ke siapa yang bisa Iren percaya”


“ia Ren cerita aja, mengenai Berry ya” Nissa bercanda ke Iren agar ia tidak terlalu tegang saat cerita dengannya


“heheh ia Niss” dengan wajah yang malu-malu Iren pun menunduk karena Nissa mengetahui kalau ia akan menceritakan perasaan sukanya ke Berry


“beneran Ren masalah Berry, ayo dong Ren cerita” Nissa yang menggoda pura-pura kaget dengan itu meskipun ia sebenarnya sudah mengetahuinya


Kemudian Nissa merasa senang dengan Iren yang mau menceritakan perasaannya kepada Berry

__ADS_1


Iren mulai menceritakan semunya dari awal yang mengganggunya selama beberapa hari ini karena Berry takut kalau Berry akan berpacaran dengan orang lain dan juga ia takut nantinya Berry akan menjauh darinya.


“Niss Iren knapa ya takut kehilangan Berry akhir-akhir ini seperti kalau Iren perhatiiin terus Berry , rasanya hati Iren perih Niss”


Nissa pun kembali bertanya ke Iren karena ia belum tau permasalahn mengapa sampai segitunya Iren takut kehilangan Berry meski ia tahu kalau Berry sebenarnya juga takut kehilangan Iren.


“Ren emang gimana sih samapi bisa buat hati Iren perih gitu, contohnya gimana Ren bingung Nissa?” Nissa sedikit bingung dengan Iren yang terlalu ngambang dalam ceritanya, kemudian Iren mencoba untuk langsung menjelaskannya ke Nissa


“gini Niss Iren kalau lihat Berry di dekati cewek rasanya perih hati Iren Niss padahal kan Iren sama Berry gak ada hubungan apa-apa tapi kok bisa ya Iren ngerasa sakit yang gak bisa di jelasin kalau liat Berry gitu Niss, knapa ya Niss?”


Setelah menjelaskan intinya langsung Nissa pun mulai paham maksud Iren mengatakan hal itu


“oh gitu ya Ren, itu namanya Cinta Ren, Iren suka kan sama Berry kan itu yang jelasnya Ren?”


Nissa mulai tertawa geli dengan memandang Iren yang malu setengah mati di depan nya yang mengetahui kalau ia suka ke Berry


“hehe gitu ya Niss, ini ya namanya cinta tapi kok sakit banget ya rasanya”


Nissa yang masih tertawa namun ia senang karena ia jadi lebih yakin dengan mereka berdua dan ia memiliki harapan kalau mereka berdua nantinya akan bersama.


“hahaha ia Ren emang Ren cinta tu nyakitin Ren tapi gak apa Ren nanti juga biasa aja kok Ren, tenang aja Rem”


“ia Niss tapi Iren susah ngapa-ngapain kebayang terus Berry Niss, sakit rasanya”


“gak apa Ren pasti nanti Berry ngerti kok Ren, kan Berry juga suka terus sayang lagi sama Iren”


Tanpa sadar Nissa mengatakan kalau Berry juga suka dengan Iren, Iren begitu kaget dengan perkataan Nissa dna ia menanyakan kembali ke Nissa mekasud dari kata-katanya.


“Niss beneran kalau Berry suka sama Iren”


Nissa yang kaget tanpa sadar ia mengatakan hal itu, Nissa pun tanpa menutupinya langsung mengatakannya ke Iren tenatang pendapatnya mengenani Berry ke dia.


“hahah ia Ren, kalau menurut Nissa kan Ren, Berry tu suka juga ke Iren tau kenapa Ren?”


“kenapa Niss, kasih tau dong”

__ADS_1


Iren sangat berharap


__ADS_2