Jalan Seorang Introvert

Jalan Seorang Introvert
Bagian 23. Kafe


__ADS_3

Di kafe itu Berry bersama dengan dua adiknya pun bersantai sambil menunggu pesanan mereka sampai, Berry seperti  biasanya membaca buku yang ada di kafe karena ia belum menyelesaikan bacaannya yang selalu ia baca ketika ke kafe ini hingga selesai.


Rana dan Rania yang asik berfoto berdua dan juga sesekali mengambil gambar Berry yang sedang membaca buku, dan menyimpannya untuk kenangan mereka. Rania yang masih penasaran dengan Iren dan Nissa pun menanyakan ke kakaknya, “Kak kok kita cuma bertiga duduknya, kata kakak ada kak Nissa dan kak Iren juga tapi dari tadi belum datang juga?” dengan wajah yang penasaran dan sedikit kecewa kerena Iren dan Nissa belum datang yang membuat Rania penasaran setengah mati dengan yang di katakana kakaknya ketika itu


Berry pun sedikit kawatir dengan pertanyaan Rania kepadanya, dan ia juga mencoba untuk membuat suasana agar sedikit hidup dengan menawarkan permainan kepada adiknya, “haha, bentar lagi dek, nanti kak Iren dan kak Nissa datang kok, kan uda kakak kabarin mereka, katanya datang nanti, kalau gitu kita main game dulu mau sambil nunggu kak Iren dan kak Nissa mau kan?”


Rana dan Rania yang mendengarnya langsung setuju dengan Berry untuk main game, Berry yang senang dengan itu pun sedikit lega dan memulai permainan dengana adiknya.


Beberapa waktu kemudian Nissa dan Iren pun datang menghampiri meja mereka dan melihat Berry yang sedang duduk dengan dua orang cewek yang membuat Nissa dan juga Iren kaget karena Berry tidak memberitahu kalau ia tidak pergi sendiri.


Iren yang melihat dua cewek yang duduk dengan Berry yang sedang asik bermain game pun kagum dengan paras dua orang cewek itu yang masih sangat polos dan juga cantik imut lagi, hingga Iren yang penasaran langsung menanyakan ke Iren dengan berbisik kecil di telinga Nissa “Niss kok ada cewek yang dekat dengan Berry, apa Berry ada bilang kalau dia bawa cewek imut dan cantik” jawaban Nissa “itulah Ren Nissa juga bingung ni” Nissa yang juga kebingungan pun langsung saja bertanya ke Berry tanpa ragu “Berr itu siapa ya kok gak bilang kalau ngajak cewek lain Ber?”


Berry yang tertawa karena Iren dan Nissa yang salah paham dengan nya pun menyuh Mereka duduk terlebih dahulu di dekatnya dan berhadapan dengan Rania dan Rana “haahhahah, duduk aja dulu Ren, Niss, yok main game dulu kita sambil nunggu Yanda sampai” Nissa dan Iren pun duduk di kursi dan memperhatikan Rania dan Rana yang menurut mereka sangat cantik dan imut lagi.

__ADS_1


Rania yang juga menatap heran dan sangat kagum ketika kakaknya menyebutkan nama Iren dan Nissa langsung mengambil kameranya dan langsung mengambil gambar mereka bertiga karena mereka duduk tepat di depan Rania dan mengabadikannya.


Di sisi lain Rana langsung berkenalan dengan Iren dan Nissa duluan dan memberikan tangannya untuk bersalaman “kak nama saya Rana dan Ini adik saya Rania kak” memasang wajah tersenyum ke Iren dan Nissa yang juga membalas senyuman Rana karena kemanisan, Iren yang duluan menjabat tangan Rana langsung mengenalkan dirinya ke Rana “ia dek nama kakak Iren, dan ini kak Nissa salam kenal dek”  Iren yang masih sedikit bingung dengan perkataan Rana karena ia memanggil namanya dengan sebutan kakak.


Rania yang kagum dengan kecantikan mereka berdua langsung memuji dengan polosnya “wah kak Iren dan kak Nissa memang sangat cantik ya Ran, betul kata kak Berry emang benaran cantik ya, jadi iri rasanya” Rania yang kagum tanpa henti mengambil gambar mereka bertiga dan juga ia meminta untuk mereka sedikit rapat dan tersenyum agar fotonya bagus.


Mereka bertiga tanpa membantah langsung mengikuti permintaan Rania dan tersenyum. Nissa yang masih bingung dengan Rania dan Rana langsung menanyakan ke Rania “ dek Rania, boleh kakak tanya sesuatu?” Rania pun memboleh kan Nissa bertanya ke padanya “boleh kali kak, ada apa kak?” Nissa menyambung kembali pertanyaan nya ke Rania “adek ni siapanya kak Berry ya kalau kakak boleh tau?”


“aduh dek, cantik lah kakak aja sampai kagum, karena kok ada bidadari yang duduk di kafe ni, hahahha?” Nissa mencoba untuk bercanda ke Rania agar suasana bisa sedikit ramai dan nyaman.


Mendengar itu Rania dan Rana pun jadi malu-malu dan menunduk mendengarnya, terus Iren yang melihatnya pun tertawa karena mereka malu-malu dengan perkataan Nissa barusan.


Berry yang meliatnya menggoda adik-adiknya itu “aduh kok adek kak Berry malu-malu sih” Rana yang mendengarnya pun menjawab pertanyaan dari kakaknya itu “ia lah kak gak nyangka aja karena kak Iren dan kak Nissa beneran canti kali kak, betul yang kakak katakan kak ” sambil menunduk dan juga tersenyum malu.

__ADS_1


Iren yang mendengar kata dari Rana pun menanyakan kembali untuk memastikan “apa kata kak Berry emang dek tentang kak Iren dan kak Nissa?” Rana melanjutkan dan mengangkat kepalanya dan tersenyum ke Iren “hi, ia kak kata kak Berry kak Iren sama kak Nissa tu cantik kak sama kayak Rana dan Rania kata kak Berry makanya Rana malu-malu kak”


Iren pun tertawa tersipu malau dan mengarahkan pandangannya ke arah Berry “betul gitu Berry kata Rana tadi?” Berry yang tersenyum dan sedikit malu karena kata-kata Rana tadi “ hahhaha, ia Ren betul kata Rana, jadi malu rasanya lah” Nissa pun tertawa senang dan menggoda Berry langsung “beneran Berr, Nissa sama Iren cantik ya kayak Rana dan Rania?” Berry pun malu setangah mati dengan pertanyaan dari Nissa dan mencoba mengalihkan pembicaraan “aduh Nissa dan Iren belum pesankan, pesan dulu aja ya, bentar Berry panggil pelayannya, kak kak teman saya mau pesan”


melihat Berry yang salah tingkah Iren pun tertawa bersama Nissa dan Rania juga menggoda Berry “kok kakak jadi malu-malu sih, katakan aja kak kalau emang kak Iren dan kak Nissa emang beneran cantik, adek aja sampai kagum gak bisa ngeluarin kata-kata karena beneran cantik banget, hehehe” Berry yang bertambah malu pun menjawab kata-kata Rania “apaan sih dek, kakak gak pernah ngomong gitu” Rana pun menyambung perkataan dari kakaknya Berry “is kak Berry kok bicara gitu sih, kan minggu kemarin kakak katakan kalau Rania dan Rana sama cantik kayak kak Nissa dan kak Iren terus kakak muji-muji kalau kak Nissa dan kak Iren cantiknya bukan main”


Berry yang tersudut pun mengakuinya dan Nissa mendesak nya “gimana kata-katanya Ber, gimana Nissa belum dengar ni hahahaha” Berry pasrah dan mengulang perkataannya kembali “ ia Nissa dan Iren tu sahabat Berry yang cantiknya bukan main gak ada tandingannya” Berry memasang wajah datarnya dan wajah nya sedikit memerah setelah mengatakan hal itu.


Iren, Nissa, Rania, dan Rana pun tertwa bersama menyaksikan Berry yang seperti itu dan tertawa senang bukan main “hahahahahahah”


Jangan lupa like dank omen ya teman-teman semoga sehat


selalu

__ADS_1


__ADS_2