Jalan Seorang Introvert

Jalan Seorang Introvert
Bagian 41 . Lisa


__ADS_3

Di tengah siang yang sedikit terik terpancar samar-samar cahaya matahari yang menembus awan dengan lembut di susul dengan hembusan angin yang menerpa begitu lembut menggoyahkan daun-daun yang menari riang menjadikan suasana nyaman dan sedikit hening.


Hari dimana mereka mengadakan kegiatan ngumpul sekaligus beres-beres sekeliling ruangan eskul mereka, terasa nyaman damai dan hening hanya anggota eskul novel saja yang ada di sekolah pada hari ini.


Sesaat setelah mereka selesai membereskan segala sesuatu yang telah mereka rencanakan, Berry mengumpulkan mereka semua di ruagan untuk istirahat makan siang, mereka makan bersama di ruangan eskul sembari istirahat karena kepenatan mereka bekerja sedari pagi tadi.


Para cewek-cewek yang sedang membuat minuman untuk mereka santap nantinya setelah selesai makan, dan para cowok-cowok menyiapkan dan mengatur makanan di lantai berbentuk lingkaran agar mereka bisa lebih santai dan juga mudah untuk ngobrol.


Sejenak kemudian mereka semuanya duduk di posisi masing-masing dan para cewek menuangkan minuman ke dalam cangkir dan memberikannya ke pada masing-masing anggota, dan acara istirah makan siang mereka pun dimulai sekitar beberapa puluh menit hingga selesai sekaligus mereka meregangkan tubuh.


Berry yang sedang membaca tulisan yang ada di kertas acara yang akan mereka lakukan selanjutnya yakni diskusi santai seputar kegiatan eskul yang akan mereka buat nanti, dan sekaligus perkenalan anggota baru dan di lanjutkan dengan bakar jagung dan lain sebagainya.


Berry meminta untuk semuanya setelah selesai untuk memberi perhatian sebentar ke dai karena ia akan menjelaskan kembali rencana kegiatan yang selanjutnya akan di lakukan,


Berry memaparkan kegiatan itu, dan setelah itu mereka langsung membereskan ruangan tempat mereka makan selanjutnya mereka semua keluar dan duduk di taman yang telah di berskan dan di tata oleh anggota yang di tugaskan tadi.


Betapa tercengangnya mereka melihat tempat itu sudah sangat rapi sepert tempat wisata alam saja, beberapa orang memuji karena kagum melihat tempatnya yang nyaman dan juga adem di bawah pohn yang rindang yang melindungi dari sinar matahari langsung.


Nissa yang kaget dan ia mengeluarkan ponselnya dan langsung mengak mereka untuk berfoto terlebih dahulu untuk kenang-kenangan katanya.


“yuk semuanya kita foto dulu sebelum duduk, biar ada kenangan nya, sini merapat semuanya”


Mereka pun tanpa menolak langsung rebutan untuk berfoto agar dapat masuk kedalam foto yang di ambil oleh Nissa, hingga beberapa foto belum juga selesai hingg mereka duduk di kursi yang sudah di sediakan.


Berry membuka acaranya dengan bertanya secara langsung ke pada semuanya tentang ide yang mereka ingin buat satu persatu bagi yang memiliki ide

__ADS_1


“baik lah, kita mulai aja bolehkan, tapi kita santai aja jangan begitu tegang” sepatah kata dari Berry mebuka pembicaraan


“yoi Berr tenag aja” sahut salah satu anggota


“baik lah, kita kan sekarang uda jadi anggota terus hampir semuanya uda saling kenal kan”


“ia dong” sahut dari salah satu anggota


“nah Berry ada pertanyaan ke teman-teman semuanya, rencana yang akan kita buta untuk kedepan apa ya kira-kira, kegiatannya yang ada kaitannya dengan eskul kita, teman-teman bebas ngeluarin pendapat atau ide yang mau di buat boleh silahkan di kemukakan”


Sontak suasana hening seketika karena mereka pun berfikir sejenak selama beberapa saat berlalu.


Kemudian beberapa ide muncul dan mereka membahasnya dengan saksama, hingga ada satu ide yang menurut mereka belum pernah di buat oleh eskul atau organisasi yang ada di sekolah mereka.


“itu ide bagus, kita jadi nya bisa nambah akrab dan memperkuat solidaritas anggota kita”


Semuanya setuju dengan usulan kegiatan yang akan mereka rancang hari ini untuk mereka buat nanti nya jika di setujui.


Setelah selesai diskusi yang begitu seru tentang pembahasan kegiatan yang mereka rasa itu aka jadi momen yang bisa mereka kenang sebagi anggota eskul novel sekolah nanti.


“jadi semuanya setuju kan kalau kita adakan kegiatannya dalam waktu dekat ini, karena kan libur semester juga uda dekat, kita manfaatkan saja waktu liburan nya selama beberapa hari untuk kegiatan kita”


Semuanya serentak bersorak dengan gembiranya “setuju, kegiatan ini haru jadi dan semuanya harus ikut”


Setelah selesai mereka diskusi, Berry melanjutkan dan memperkenalkan anggota eskul yang baru saja masuk hari ini, Adi dan Karin di minta oleh Berry untuk memperkenalkan diri kepada semuanya begitu juga Karin yang duduk di sebelah Adi pun ikut berdiri dan memperkenalkan dirinya ke semuanya.

__ADS_1


Acara bakar-bakar jagung mereka pun di mulai dan yang paling suka dengan jagung yaitu Nissa yang begitu antusias dan ia langsung merapan ke dekat arang yang membara itu untuk meletakkan jagung yang sudah ia oles dengan mentega dan sedikit bumbu cabai untuk ia bakar.


“Nissa duluan ya bakar jagung nya, permisi Nissa mau bakar jangung ni, Karin Adi sini terus kita bakar jagungnya, dan yang lainnya ada yang duduk-duduk sembari menunggu jagungnya masak, dan yang bersantai di bawah pohon sambil mendengar musik dan ada juga yang tidur.


Berry duduk di kursi sendirian dan di hampiri oleh Lisa yang ingin membantunya mencatat rencana kegiatan yang tadi baru saja mereka diskusikan.


“kak makasih banyak ya tadi uda nolongin Lisa”


“ia gak apa” Berry sedikit cuek dengan Lisa


“Lisa bantuin kak catatnya, kaka bacain aja biar Lisa yang tulis di kertas”


“oh gak apa Lis, kaka bisa sendiri kok Lisa istirahat aja dulu”


Lisa yang ngotot ingin membantu Berry karena ia merasa kalau untuk yang sedang di kerjakan oleh Berry adalah tugasnya dari itu ia memaksa untuk bisa membantu Berry dalam mencatat meskipun itu sedikit.


“gak apa kak, kan kalau ini juga termasuk tugas Lisa sebagai sekretaris kakak” Lisa mengambil pulpen dan kertas yang sedang di pegang Berry dan ia menariknya secara perlahan agar terkesan tidak merebut


Pelan-pelan tangannya mengambil dengan gugupnya namun ia berani  untuk mengambilnya.


Berry yang pasrah karena ia bukan orang yang tegaan dengan cewek kalau suda di paksa begitu, maka Berry menyerah dan memberkannya ke Lisa


“yaudah deh Lis,ni  tolong bantu kakak nulisnya ya, biar kakak bacain yang tadi kakak catat”


“yup ok kak” Lisa sangat semangat karena ia berhasil untuk membantu dan dapat meluluhkan Berry agar ia bisa membantunya.

__ADS_1


Wajah puas Lisa yang begitu bahagia tak karuan pun terus terpancar dan di sadari oleh Berry ketika ia sedang membacakan catatan yang ia catat tadi. Sesekali Lisa menatap kea rah Berry untuk memastikan kata-kata yang


keluar dari bibir Berry itu sesauai dengan yang ia dengar dan juga ia melihat dan mengagumi sosok wajah Berry yang semakin ia lihat semakin ganteng menurutnya.


__ADS_2