Jalan Seorang Introvert

Jalan Seorang Introvert
bagian 8. Lanjutan Hal Tak Terduga


__ADS_3

“Ren Yanda kan mau serius sama Iren, menurut Iren kita cocok gak kalau pacaran, karna Yanda uda suka waktu lihat Iren sejak pertama masuk ke sekolah ni” dengan perasaan yang sangat dalam Yanda pun menyatakan semua yang ingin ia katakana ke Iren dengan suara pelan yang hanya di dengar oleh Iren saja karen Nissa pun juga ada di situ.


Iren yang bingung dan mencerna sejenak kata-kata Yanda pun kaget dengan semua yang di katakan Yanda kepadanya, dengan ragu dan malu-malu Iren pun terdiam seribu bahasa dan wajahnya memerah karena malau  dengan kata-kata yang Yanda sampaikan karena sangat dalam menurut Iren.


Melihat Iren yang kebingungan dan terdiam membuat Yanda pun terdiam sejenak dan gugup dengan jawaban apa yang akan di keluarkan oleh Iren.


Beberpa waktu pun berlalu tanpa kata-kata sejenak suasan pun hening, kemudian Yanda pun menanyakan kembali ke Iren “Ren gak apa kok, nanti pun boleh jawabnya” dengan merasa lega Iren pun mampu berkata dengan terbata-bata “ iiia Yan, Iren gak bisa jawab sekarang maaf Yan karna Iren bingung Yan”


kemudia Iren pun bangkit dari duduknya dan memanggil Nissa lalu Iren ijin ke Yanda untuk pamit mau balik ke kelasnya.


Merekapun meninggalkan Yanda yang masih duduk di tangga, Nissa yang teringat dengan tujuan mereke sebenarnya pergi ke kantin untuk membeli minuman, Nissa langsung menarik tangan Iren dan mengajak nya ke kaknti "aduh Ren yok kantin tadi kan kita mau jajan sekalian beli minuman Berry” Iren pun ikut tanpa bertanya apa-apa.


Sesampai di kantin Nissa langsung mengambil minuman yang ada di kulkas dan langsung menuju kasir untuk membayarnya, Iren yang masih kepikiran dengan kata-kata yang Yanda ucapkan terus termenung di kursi hingga beberapa kali Nissa memanggil Iren tak kunjung di hiraukan oleh Iren “Ren..Ren Ren” dengan perlahan Nissa menepuk punda Iren yang sedang termenung “Ren yok balik ke kelas uda mau masuk ni” Iren pun berdiri dan langsung berjalan mengikuti Nissa.


Nissa pun memberikan minuman yang Berry pesan tadi dan duduk kembali di dekat Iren yang masih bingung dan melamun tak seperti biasanya, Nissa yang melihatnya pun langsung bertanya “ Ren kenapa melamun sih, dari tadi kok melamun aja kerjaannya?” Iren pun ragu-ragu menjawab pertanyaan Nissa yang membuat ia bingung apa ia harus memberitahukan ke Nissa tentang kata-kata Yanda tadi.


Denga berani Iren pun menjawabnya “gak ada kok Nis, nanti aja boleh pulang sekolah Iren mau cerita sama Nissa” Nissa pun penasaran dengan yang ingin di ceritakan oleh Iren


“Ren ajak Berry juga boleh nati pulang sekolahnya”, Iren pun kaget dengan perkataan Nissa dengan bingungnya ia


pun membolehkan karena ia berfikir kalau ada Berry mungkin ia bisa dapat pencerahan dan saran karena Berry orangnya tenang kalau ada masalah.


Kelaspun selesai, waktu pulang sekolah mereka seperti biasanya berjalan bersama untuk menuju parkiran,


setelah itu mereka pulang ke rumah masing-masing.


Errrr errrrr errrr (bunyi getaran ponselnya Berry di atas mejanya)


Berry langsung membuka ponselnya melihat pesan dari Nissa yang mengajaknya duduk di kafe yang sering mereka kunjungi akhir-akhir ini ketika mereka mulai akrab, dengan penasaran tanpa bertanya ke Nissa, Berry pun langsung mengetik “ok, siap-siap dulu ya Nis” dan mengirimnya langsung.


Berry pun langsung menuju kafe dengan sepedanya


Di depan kafe


Berry yang sudah sampai di depan kafe langsung masuk dan duduk di kursi dan meletakkan tasnya yang berisi novel dan peralatan lainnya.


Berry pun membuka ponselnya dan mengetik pesan ke Nissa untuk mengabarkan kalau ia sudah sampai di kafe dan duduk di kursi nomor 7 tempat biasa mereka sering duduk.


Sambil menunggu Nissa, Berry pun membuka tasnya dan mengambil novelnya untuk di baca.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian Nissa pun sampai bersama Iren kemudian duduk di depan Berry.


Kemudian Nissa pun menulis pesanan dan memberikannya ke pelayan, setelah itu Nissa pun membuka pembicaraan dengan langsung menanyakan ke Iren yang ingin ia ceritakan, Iren yang sedikit ragu-ragu dalam menyampaikannya ke Iren dimana di situ juga ada Berry yang mendengarkannya meski Berry sedang membaca novelnya


Iren pun bercerita mengenai kejadian di tangga sekolah tadi soal ia dengan Yanda, ia menceritakan langsung apa saja yang di katakana oleh Yanda, kemudian Nissa pun setengah kaget dengan cerita Iren karen ia sebelumnya sudah menduga dengan apa yang ingin dibicarakan oleh Yanda ke Iren.


Nissa pun mendengarkan dengan tenang cerita Iren dan Iren pun meminta saran ke Nissa bagaimana cara ia menjawab perasaan Yanda ke padanya, Nissa pun memberi saran ke Iren “Ren Nissa mau nanya apa Iren suka gak sama Yanda atau gimana Ren?”


Iren yang kebingungan mengenai perasaannya ke Yanda karena ia sebenarnya tidak menyukai Yanda, ia hanya Ingin berteman saja dengan Yanda karena Yanda orangnya juga asik menurutnya.


“yah Nis kalau suka sih enggak, tapi Iren takut nyakitin Yanda karena ia uda nyatain perasaannya tulus ke Iren tadi, trus Iren juga bingung gimana cara agar Iren jawabnya biar gak nyakitin


Yanda”


Sejenak Iren pun berfikir setelah menyampaikan kata-katanya barusan, di sisi lain Berry yang mendengarkan saja merasa lega dengan jawaban Iren karena ia tidak menyukai Yanda, Nissa pun melirik Berry yang ia perhatikan menghela nafasnya seperti merasa lega karena sesuatu.


Nissa pun memanggil Berry “Ber gimana menurut mu cara yang harus di lakukan Iren untuk menjawab perasaan yang uda di sampaikan Yanda ke Iren, kasih cara lah biar Iren nanti gak nyakitin Yanda?”


Berry dengan tenangnya memberikan jawaban menegeni permasalahan yang di hadapi Iren, Berry memberi saran ke Iren untuk memberi jawaban langsung saja ke Yanda dengan cara minta maaf dulu sebelum menjawabnya "jawab aja apa adanya Ren, kan Iren yang nanti jalanin kalau Iren gak nyaman ya jangan di terima Ren, mending dari sekarang aja jelasin ke Yanda biar dia gak berharap lebih dari Iren lagi” kira-kira begitulah kata-kata mutiara Berry yang ia sampaikan dengan bijaknya membuat Nissa dan Iren kagum dengan penjelasan dan kata-kata mutiara Berry itu.


Nissa yang sampai kagum langsung mengeluarkan kata-kata ke Berry untuk menggodanya seperti biasanya, “Ber itu pengalaman mu ya makanya bisa buat kata-kata seindah itu?” hahah dengan respon yang malu-malu Berry pun tertawa “hahahh mana ada Nis pacaran aja belum pernah dekat sama cewek aja gak pernah, gimana mau ada pengalaman Nis” sambil tertawa terus untuk menutupi rasa malu-malunya “hahahahhahahahah”


Tak lama setelah itu pesanan mereka pun sampai di antar oleh pelayan kafe “ silakan kak, bang di nikmati


minuman dan makanannya!!”


Mereka pun melanjutkan pembicaraan mereka tentang masalah cinta yang mana Berry sangat suka dengan cerita cinta karena kebanyakan novel yang di bacanya tentang cerita cinta dari yang sedih hingga yang sangat menyakitkan sudah perna ia baca.


Nissa pun bertanya ke Iren dengan nada bercanda “ Ren, kira-kira Berry tu orangnya seperti apa di mata Iren” dengan menaik turunkan alisnya seperti menggoda untuk bertanya


Iren yang bingung dengan pertanyaan Nissa pun sedikit melirik Berry yang juga sedang melihatnya karen Berry juga ingin mendengar jawaban Iren tentang dirinya.


Iren pun dengan polosnya dan apa adanya menjawab menurut pandangannya “kalau menurut Iren sih Berry tu orang tenang gak banyak bicara tapi kalau uda ngomong asik dan enak di dengar, baik ia, cuek ia itu aja sih kalau menurut Iren” dengan tersenyum ke arah Berry, Nissa pun menggoda Berry dengan candaan “ aduh kan Ren lihat tu Berry terbang tuh  tuh kan terbang dia hahhahh!!!”


Iren tak sanggup menahan tawanya karen candaan Nissa yang membuat Berry tersipu malu di depan nya "hahahhahah Berry jadi malu-malu tu kan Niss” Berry yang wajahnya memerah menahan rasa malunya pun menutup wajahnya dan tertawa bersama mereka berdua “hahah jadi malu rasanya”


Nissa bertanya ke Iren kembali mengenai orang yang ia sukai “Ren ada gak cowok yang Iren suka?” seketika hening seperti di kuburan karen pertanyaan Nissa yang sangat tajam terasa ke Iren dan Berry pun sangat menantikan Jawaban Iren karen ia juga ingin tahu siapa yang Iren suka


Iren terdiam dantersipu malu dan menjawab “ ada Nis”

__ADS_1


Berry yang mendengarnya tersentak kaget dengan jawaban Iren yang membuat hatinya terasa sakit entah kenapa setelah Iren mengatakan itu, ia tidak tau kalau yang Iren suka itu adalah Berry


Tapi Berry pun mmerasakan yang belum perna ia rasakan sebelumnya, karena selama ini ia tidak pernah nyaman dengan orang lain, serasa hati Berry pun hancur seketika dengan tusukan kata-kata Iren barusan


Nissa pun langsung menanyakan langsuk ke Iren dengan penasarannya mendesak Iren agar memberitahukan siapa cowok itu.


“Sipa Ren cowok yang Iren suka, ayo Ren kasih tau dong, Ren Ren Ren?


Iren dengan malu-malu pun tidak mau menjawabnya ia hanya tertawa agar tidak di desak olah Nissa karena ada Berry di depannya ia takut kalau Berry tau ia sebenarnya menyukai Berry.


“hahahha rahasia Nis, nanti lah kau waktunya uda pas, Iren kasi tau siapa cowok yang Iren suka”  Iren pun sebenarnya berharap kalau Berry juga menyukainya tapi ia menduga kalau Berry itu tidak menyukainya, ia mengurngkan niatnya karena ia takut kalau Berry nanti menjauh darinya kalau ia menyatakan


rasa suka nya sekarang.


Berry yang sedang hancur karena pikiran liarnya sendiri pun terdiam dan bersandar di kursi tapi ai tidak memperlihatkan ekspresi kecewanya di depan mereka berdua.


Iren pun karena penasaran dengan Nissa pun menanyakan kembali  “kalau Nissa ada cowok yang Nissa suka juga gak?” Nissa seperti biasanya terwata agar ia terlihat tidak serius “hahahhah ada sih Ren tapi cuma sebatas kagum aja gak pengen memiliki karen belum mau sakit hati Nissa karena kan sekarang masin sma, tapi bukan satu yang Nissa suka Ren” mendengar jawaban itu Iren pun kaget dengan Nissa karena ia menyukai banyak laki-laki tapi ia tidak mau pacaran sekarang karena taku sakit hati.


Terus Nissa pun menjawab kembali “becanda Ren kalau Nissa emang belum mau aja pacaran”


“oh ia Nis kirain serius Nissa, kalau banyak suka sama cowok”


Pembahasan mereka pun mulai merambat ke perasaan masing-masing hinga waktu tak terasa sudah menjelang sore hari sekitaran jam 17:00


Iren yang melihat jam di ponselnya pun mengajak Berry dan Nissa pulang karen sudah sore “Nis Ber yok balik uda jam 5 ni, Iren mau bantu mama di rumah, mana tau mama lagi masak” kemudian Berry dan Nissa pun bangkit dari tempat duduknya menuju kasir untuk membayar pesanan mereka, dan mereka berjalan menuju pintu keluar dan mereka pun berjalan bersama menuju rumah mereka masing-masing


Di sepanjang jalan mereka pun terus asik bercerita dan bercanda terutama Nissa yang sangat suka bercanda ke


Berry dan Iren yang suka tertawa di buat oleh Nissa pun merasa senang jika mereka selalu bersama ketika kemana-mana  selain di sekolah.


Beberapa saat kemudian mereka berpisah karena mereka berbeda arah rumah dan mereka saling berpamitan satu


sama lain.


Sore hari pun telah mereka lalui karena besok adalah hari libur, mereka pun membuat janji untuk besok mau main


bersama lagi.


jangan lupa like dan komen ya, semoga teman-teman sehat selalu

__ADS_1


__ADS_2