Jalan Seorang Introvert

Jalan Seorang Introvert
Bagian 36 Nomor tak di Kenal


__ADS_3

Setelah sampai di ruamh Berry langsung mengantar adik-adiknya ke kamar mereka masing-masing karena mereka suda tak tahan ingin tidur dan berbaring di Kasur mereka, mereka langsung rebahan di Kasur tanpa melepaskan jaket yang mereka gunakan tadi ketika keluar dari rumah untuk makan bakso tadi.


Kemudian Berry pun membuka satu persatu jaket adik-adiknya itu agar mereka tidak kepanasan karena itu, setelah itu Berry pun keluar dari kamar adik-adiknya itu dan menuju ke atas ke kamarnya untuk melanjutkan kegiatannya yang biasanya ia lakukan yakni tidur bersama novelnya yang belum kunjung ia selesaikan tadi di tempat bakso.


Sesampainya di kamar ia langsung membuka jaket dan menaru tasnya di gantungan dan mengeluarkan isinya dan di letakkan di atas meja belajarnya yang sekat dengan tempat tidurnya.


Ia pun membuka kembali novelnya dan mulai mencoba membuka gerbang cerita agar ia bisa masuk kedalam ruangan itu.


Beberapa lama kemudian ia pun mulai mendalami novel itu dan ia terus membaca beberapa saat kemudian


Errr


Errr


Errr


Errr


Getaran ponselnya yang terletak di atas mejanya, seketika itu ia belum mau melihat ponselnya itu dan ia berpaling masuk ke dalam dunia novelnya itu kembali, tak lama berselang entah sudah berapa kali getaran ponselnya yang di atas meja membuat Berry penasaran dengan ponselnya yang sedari tadi bergetar sendiri di atas meja.


Berry menutup buku novelnya yang sudah ia baca sebagian dan mulai terganggu dengan ponselnya yang bergetar itu, dan Berry duduk menggambil ponselnya dan membuka ponselnya.


Berry melihat pesan yang begitu banyak dari nomor yang tak ia kenal dan tak terdaftar di ponselnya, Berry bingung dengan nomor itu, kemudia ia membaca pesan itu yang berisi sapaan dari seseorang “Hai kak lagi apa?”


Berry yang masih kaget dengan pesan itu pun membalas dengan cueknya agar ia bisa kembali membaca novelnya tadi “Ia baik kok” kirim


Kemudian Berry mengambil kembali novelnya dan duduk di kursi meja belajar nya dan mengambil buku hariannya yang hampir ia tulis setiap malam karena ia mulai kebiasaan dengan menulis ceritanya setiap hari meskipun itu bukan hal penting sekali dalam hidupnya.


Berry membaca kembali novelnya namun konsentrasinya tak seperti tadi dan ia pun langsung menutup dan mulai menulis buku hariannya yakni cerita kegiatan hari ini.


Pagi seperti biasa telat lagi dan bertemu dengan pak satpam yang sudah jadi teman setia ku setiap pagi


hahahha Berry, Berry. Aku sadar kalau telat itu gak baik, tapi mau bagaimana


lagi karena ini kebiasaan ku yang sangat sulit untuk ku ubah entah kapn itu aku


pun gak tau.


Senin ini setelah aku


masuk ke ruang kelas seperti biasanya aku selalu bertemu dengan Iren sebagai


teman yang sering menyapa ku setiap harinya ketika masuk kelas, Iren bagai kan


langit malam yang menenangkan bagiku setiap pagi karena kecantikannya yang


sangat ku suka meski itu bukan satu-satunya yang membuat ku kagum dan


menyukainya.


Pagi itu saat suasan


kelas yang tenang, tiba-tiaba datang seseorang memasuki kelas ku ternyata itu


anak baru yang baru pindah ke sekolah kami hari itu, dan kelas jadi pasar yang

__ADS_1


sangat ramai anggap ku yang sangat ribut terutama cewek-cewek yang histeris tak


karuan karena emang sih, anak baru itu cowok yang tampan dan juga bertubu kekar


tak seperti ku yang biasa saja hahah Berry Berry  aku sendiri merenda pada waktu itu karena


entah mengapa aku bisa merasa begitu saat melihatnya.


Ternyata itu temannya


Nissa waktu smp karena ia pindah keluar kota ikut dengan keluarganya dan


membuat Nissa berpisah dengannya, tapi hari ini jadi hari yang sangat di tunggu


atau di nanti oleh Nissa, Rasa ku yang memperhatikan sesekali Nissa yang begitu


senang dan begitu memperhatikannya ketika memperkenalkan diri di depan kelas


waktu itu.


Terus ketika temannya


Nissa itu duduk di samping Iren, mungkin ini lebai menurut orang lain tapi ya


beginilah diri ku Berry yang jarang mengungkapkan sesuatu yang menyankut


perasaan dan suasana hatiku


Hahah rasanya lucu si kalau


teman ku yang paling ku sayang tapi kami tidak memiliki hungun apa-apa hanya


sahabat yang begitu dekat saja.


Rasa cemburu yang aku


rasakan menurut ku itu wajar saja karena aku lebih dulu mengenal Iren ketimbang


adi temannya Nissa.


Tapi meski begitu aku


tetap tenang hanya berkata dalam hati saja, tentang percakapan ku sendiri dan


fikiran liar sendiri tentang hal itu.


Jadi setelah itu aku


dan Adi nama temanya Nissa itu yang akrab tanpa sepengetahuanku, ternyata orang


nya baik dan juga cukup punya karisma dan jiwa kepemimpinan ketika ia berbicara  di depan kelas.


Aku bersalaman


dengannya dan ia cukup rama kepaku dan aku merasa sedikit tenang dengan

__ADS_1


sikapnya itu, pelajaran untuk ku jangan berfikiran negative karena kecemburuan


yang tak berdasarmembuat ku jadi seorang peramal yang selalu menduga-duga hal


yang belum tentu itu akan terjadi.


Seketika itu entah ini


memang takdir yang sudah di tentukan, aku sekarang memiliki banyak teman meski


sikap lama ku terkadang masih mendara daging seperti jarang menyapa orang


duluan dan lain yang menurutku itu tidak baik.


Kejadian lucu yang


masih ku tertawakan hingga malam ini saat aku mengingat kembali kejadian waktu


Iren yang memberiku pertanyaan yang membuat aku kaget dan berani mengungkapkan


pendapat ku karena Iren bertanya tentang pendapatku.


Iren “Berry kalau


misalkan Iren suatu saat suka sama orang lain menurut Berry gimana ya”


Pertanyan itu membuat


sakit sih dalam hati, tapi enatah mengapa aku bisa sekuat itu untuk menjawab,


tapi belum sempat untuk menjawab Iren langsung meminta kunci dariku untuk


membuka ruangan eskul, ya jadinya aku mengurungkan niat ku karena belum sempat


mengeluarkan kata-kata eh ternyata Iren gak mau dengar pendapat ku, tapi gak


apa aku nunggu waktu yang tepat untuk itu.


Kami pun masuk ruangan


untuk membereskan ruangan eskul karena hari ini kami yang bertugas untuk


membersihkan ruangan eskul, yah aku dengan kesibukanku untuk mengatur buku dan


lain sebagainya, dan Iren bertugas membersihkan lantai dengan sapu hingga


selesai aku dan Iren pun cukup lelah karena hari ini kami hanya berdua yang


hadir krena anggota lain ada kegiatan maing-masing.


Aku dan Iren duduk


berdua di sofa yang ada di ruangan kami, ejenak aku duduk untuk bernafas dan


kemudian aku bangkit lagi untuk membuatkan minuman untuk ku dan Iren karena ku

__ADS_1


lihat Iren cukup lelah karena beres-beres tadi.


__ADS_2