
Malam itu pun membuat Berry mencari kembali novel-novel terbaru yang ia cari di ponselnya hingga larut malam karena besok adalah hari libur ia pun ingin membeli novel baru yang ada di tokoh tempat langganannya karena tokoh buku itu hampir setiap minggu mempunyai buku-buku baru yang sedang popular.
Berry pun menyimpan beberapa judul novel yang akan ia beli esok harinya, kemudian Berry mengambil buku hariannya di dalam meja belajarnya lalu mulai menulis tentang kejadian hari ini yang menurutnya perlu diatulis untuk kenangannya nanti pikirnya
#Tulisan Berry#
“Hari ini jadi hari pertama dalam hidup ku memjadi seorang ketua sebuah organisasi sekolah meski anggotanya masih teman-teman dekat ku semuanya, yakni Iren ku, Nissa, Yanda dan adiknya Yanda, kabar yang aku terima hari ini merupakan kabar yang sangat menggembirakan sekaligus membuat ku mempunyai sebuah tanggung jawab yang menurut ku sangat besar sebagai ketua.
Dimana aku harus memulai dari mana untuk mewujudkan impianku mengenai perpustakaan novel yang dapat di nikmati oleh semua orang yang memiliki kesukaan terhadap novel, aku dengan senang hati akan memberikan dan meminjamkan novel yang ada untuk mereka agar mereka dapat merasakan sensasi kedunia khayalan dan imajinasi yang tak terbatas di dalam sebuah novel yang mereka baca tentunya.
Organisasi yang akan ku ketuai hari ini di mulai karena sudah mendapat persetujuan dari guru untuk kami jalankan, sehingga hari ini kami di beri kepercayaan untuk menempati ruangan kelas yang kosong sebagai tempat kami nantinya membuat kegiatan dan tempat kami berkumpul dengan yang lainnya.
Di ruangan itu ketika pulang sekolah aku mengajak dua sahabat ku untuk membantuku membersihkan ruangan kelas yang di berikan untuk kami.
Pada saat membersihkan aku sangat senang karena teman ku Nissa seperti ketakutan karena melihat ruangan yang sangat berdebu dan banyak jaring laba-laba yang menyelimuti peralatan yang ada di dalam ruangan, tetapi berbeda dengan Iren ku yang suda biasa dengan hal seprti itu dimana ia langsung mengambil sapu tanpa pikir panjang ia pun langsung menyapu lantai agar bisa sedikit bersih.
Nissa yang masi ketakutan pun ku coba ajak untuk membantuku agar ia bisa sedikit merasa aman karena ada aku bersamanya membereskan barang-barang yang aku tidak mampu memindahkanya sendiri.
Hampir setengah jam hingga beberapa meja telah kami keluarkan dan yang lainnya membuat Iren yang sedang menyapu lantai menjadi lebih mudah dan sekarang hampir semua lantai telah bersih dari debu yang menumpuk tadi.
__ADS_1
Kejadian yang tak terduga yang membuatku tertawa sendiri dengan diriku sendiri yakni ketika kami di kagetkan oleh sesosok orang yang ternyara itu Yanda dan adiknya yang datang membantu untuk membereskan ruangan agar cepat selesai.
Saat itu Nissa dan Iren yang ku perhatikan sangat ketakutan dengan suara kaki Yanda yang datang menuju ruangan hingga membuat Iren dan Nissa bersembunyi di belakangku yang membuatku juga sedikit takut karena mereka bersembunyi di belakangku tapi aku tetap di depan mereka karna aku kan laki hahahhahah berani aja sikit.
Meskipun aku juga ikut teriak ketika itu tetapi suaraku kalah jauh dengan Iren dan Nissa yang sangat kencang teriakannnya yang membuatku kaget setengah mati dengan teriakan mereka bukan karna Yanda yang datang di hadapan ku.
Yanda yang melihatnya pun menertawai kami yang ketakutan, dan Ia pun juga mengajak adiknya untuk ikut bersama kami.
Terlintas di fikiran ku sepertinya aku pernah bertemu dengan adiknya Yanda tapi entah dimana aku sedikit lupa dengan itu.
Tapi aku mencoba tidak memikirkannya hingga kami pun selesai membersihkannya pada hari itu setelah selesai kami pun pulang kerumah dan aku sebelum pulang meminta tolong ke Iren, Nissa, Yanda dan adiknya untuk mencari ide yang bagus untuk menata ruangan organisasi agar terlihat menarik nantinya dan juga harus bisa membuat anggotanya nyaman dengan ruangan itu.
Iren yang menanyakan kepada ku secara langsung apa ia boleh menanam bunga di dalam pot untuk di taru di sudut ruangan agar sedikit lebih sejuk katanya, aku yang senang mendengarnya pun langsung menyetujuinya dan Nissa pun mendukung Ire karena ia juga memiliki bunga yang wangi dan bagus untuk di taru di dalam ruangan karena di rumahnya ibunya sangat suka menanam bunga di taman di halaman ruamah kata Nissa yang terlihat senang dengan ide yang di sampaikan Iren tadi.
Melihat mereka saling mendukung aku pun jadi bersemangat untuk bisa membuat organisasi ini jadi rumah kedua yang nyaman untuk mereka tinggali nantinya.
Aku pun berusaha mencari ide yang bagus untuk ruangan kami nanti"
#Hari awal impian ku#
__ADS_1
Setelah selesai menulis ceritanya Berry pun memasukkan bukunya dan menyimpannya di laci meja belajarnya. Setelah itu ia pun lupa dengan yang ia berikan tugas ke mereka untuk mencari ide yang bagus untuk membuat ruangan mereka terlihat menarik dan juga nyaman untuk di tempati.
Berry membuka ponselnya kembali dan melihat-lihat dekorasi yang bagus untuk ruangan yang bertemakan buku agar mempunyai ciri khas dari organisasi mereka menurutnya.
Hingga larut malam Berry terus mencari dan mencatat dan menyimpan gambar yang nantinya akan mereka tentukan bersama bagaimana ruangan organisasi nantinya akan mereka buat.
Setelah selesai menulis dan juga menyimpan gambar-gambar yang menurutnya bagus untuk ruangan ia menghubungi Iren dan Nissa untuk mengajak mereka besok untuk ke kafe karena ia besok mau duduk bersama mereka karena hari libur.
Berry pun mengirimkan pesan ke mereka berdua, dan ia teringat dengan Yanda karena sudah menjadi temannya ia tidak lupa untuk mengajak Yanda untuk duduk-duduk di kafe sembari cerita apa saja yang menarik nantinya.
Malam ini jadi malam yang cukup panjang bagi Berry karena ia memiliki banyak pikiran karena besok ia mempunyai banyak kegiatan yang tidak seperti biasanya ia lakukan ketika hari libur.
Kebiasaan yang biasa ia lakukan hanya pergi ke toko buku dan mampir sebentar di kafe lalu pulang dan membaca kembali novel yang ia beli untuk ia baca hingga selesai dan itulah kegiatan yang ia lakukan dulunya sebelum ia menemukan teman-temannya yang sekarang ketika ia tidak ada kegiatan mereka selalu menemaninya ketika hari libur seperti duduk di kafe untuk waktu yang cukup lama hingga sore hari.
Biasanya ia tidak pernah duduk di kafe hingga sore hari karena ia lebih nyaman di rumah dan menghabiskan waktu liburannya hanya di rumah saja.
Begitulah kegiatan Berry dulunya tapi sekarang berubah karena ia memiliki sahabat yang tidak bisa ia tinggalkan lagi ketika ia duduk di kafe tidak lengkap rasanya kalau ia tidak mengaja dua orang sahabat yang ia sayang yakni Iren dan Nissa.
jangan lupa like dan komen ya teman semoga sehat selalu
__ADS_1