
Iren yang sedang bercerita dengan Adi berdua di kafe semakin lama mereka semakin akrab karena Iren yang seru menurut Adi meminta nomor ponselnya untuk di simpannya agar nanti ketika ia ke kafe ia bisa mengajak Iren juga untuk bercerita banyak hal yang seru.
Adi pun meminta terus terang ke Iren, “Ren boleh minta nomor ponselnya biar nanti kalau Adi ke kafe Adi juga bisa ajak Iren biar bisa duduk bareng di kafe boleh kan”
Iren yang menganggap nya biasa saja meski ia teringat dengan keadaan ini seperti pertama bertemu dengan Yanda yang tiba-tiba duduk dan bercerita ke dirinya.
Iren pun memberikan nomor ponselnya ke Adi .
Kemudian Ia Iren teringan dengan Nissa yang belum juga sampai padahal sudah hampir 30 menit ia di kafe dan juga sudah ngobrol dengan Adi suda cukup lama dan ia pun mengambil ponselnya untuk menghubungi Nissa menanyakan keadaannya sekarang sudah di mana.
Iren mengirim pesan ke Nissa dan terkirim.
Iren masih melanjutkan ceritanya bersama Adi yang juga seru menurutnya ketika cerita.
__ADS_1
Sementara di tempat lain Nissa yang baru bangun dari tempa tidurnya karena ia lupa dengan janjinya untuk menemani Iren di kafe kalau jam 9 mereka akan ketemuan.
Nissa melihat ponselnya dan membuka pesan yang masuk, dan membacanya ternyata dari Iren yang sudah menunggunya di kafe biasa, seketika itu Nissa bergegas untuk mandi dan langsung berkemas secepat mungkin karena ia lupa kalau ia ada janji dengan Iren.
Beberapa menit kemudian Nissa pun selesai dan langsung menuju kafe dan mengambil motor punya ayahnya, dan langsung menaikinya dan menarik gas menuju kafe.
Nissa yang merasa tidak enak ke Iren karena sudah membuatnya menunggu cukup lama di kafe, Nissa pun sedikit menarik gas motornya dan melaju agak cepat agar ia cepat sampai di kafe.
Setibanya di kafe Nissa langsung memarkirkan motornya dan masuk ke dalam kafe dan menuju meja yang biasa mereka tempati, ketika berjalan menuju meja Nissa kaget dengan sosok yang duduk di depan Iren karena Nissa heran dengan Iren kalau sebelumnya Iren mengatakan kalau mereka hanya berdua di kafe untuk cerita, Nissa pun menuju meja dan melihat laki-laki yang tidak ia kenal.
Nissa mencoba mengingat-ngingat dalam fikirannya selama beberapa saat, kemudian Iren menyuruh Nissa untuk duduk terlebih dahulu, kemudian Adi yang juga heran karena ia juga mengenal Nissa dan Adi pun sudah lama tidak bertemu dengan Nissa karena mereka dulu pernah satu sekolah dan juga bertetangga.
Adi yang begitu rindu dengan Nissa pun langsung menanyakan nama ke Nissa dengan perasaan yang sangat senang dan bahagia “Nissa kan?” Adi dengan senyuman yang sangat lebar dan bahagia langsung menjabat tangan Nissa, “Niss uda lama kita gak jumpa, Adi rindu tau sama Nissa” Nissa yang membalas senyuman Adi pun sedikit tersenyum dalam kebingungannya mengingat sosok adi yang ia kenal tapi saat ini ia benar-benar lupa dengan Adi teman masa kecilnya dulu hingga smp kelas satu.
__ADS_1
Adi terus mendesak Nissa dengan pertanyaan “Niss apa kabar mama, sama ayah sehat kan, terus bang Rendi gimana kabarnya kuliah dimana Niss sekarang?” Nissa yang begitu bingung dengan Adi yang tahu segalanya dan tahu dengan nama abang nya semakin kebingungan, kemudian Nissa pun melepaskan genggaman tangannya dari Adi.
Dan Ia menjawab semua pertanyaan dari Adi yang bertubi-tubi itu “oh kalau mama sama ayah sehat, kalau bang Rendi sekarang kuliah di Universitas A, oh ia kok bisa tau sama bang Rendi? ” Nissa balik bertanya ke Adi, dan Adi menjawab nya langsung “ini Adi loh Niss, yang dulu satu sekolah sama Nissa waktu SD terus waktu SMP pun kan kita satu sekolah , Adi yang tetangga sebelah ruamah Nissa dulu” adi menjelaskan berharap Nissa langsung mengingatnya, tetapi Nissa masih belum mengingat sepenuhnya tentang Adi, “maaf Di Nissa belum begitu ingat sama Adi”
Adi tidak habis akal agar Nissa mengingatnya kembali, Adi membuka dompetnya dan memperlihatkan foto ia dan Nissa sewaktu SD dulu karena wajah Nissa tidak banyak berubah menurut Adi maka dari itu Adi masih menganali Nissa meski mereka sudah sangat lama tidak bertemu.
Setelah Adi memperlihatkan foto itu Nissa langsung mengingatnya karena di kamarnya Nissa ada foto yang sama dengan yang di perlihatkan Adi kepadanya.
Nissa yang sudah teringat masih bingung karena Adi yang ia kenal dulu belum berubah seperti ini karena dulunya Adi orangnya sangat keeling kulit nya karena sering bermain di panas terik, sekarang Nissa yang sangat terpesona dengan Adi karena adi begitu tampan dan juga bertubuh tegab membuat Nissa tak menyangka kalau adi yang dulu bisa berubah sangat jauh dengan yang dulu.
Nissa pun sagkin senangnya menangis karena ia sangat rindu dengan Adi karena mereka sejak kecil selalu bersama kemanapun pergi dan bermain bersama.
Iren yang melihat Nissa menangis langsung bertanya ke Nissa “Niss kenapa nangis?” Nissa pun menghapus air matanya dan menceritakan sambil tersenyum ke arah Iren, “ahhahah, ini Ren, Adi ni sahabat Nissa sejak kecil Ren, tapi dia pindah keluar kota waktu smp kelas satu, terus Nissa pisah dengan Adi sejak itu, Iren selalu cari ini kontaknya tapi gak ketemu karena dulu Nissa belum ada ponsel karna masih smp gitulah Ren singkatnya” Iren yang mendengarnya ikut terharu karena Nissa belum pernah menceritakan tentang sahabtnya Adi ke Iren maupun ke Berry.
__ADS_1
“oh gitu ya Niss, Iren ikut senang kalau gitu, karena Nissa rindu kan sama Adi ya” Nissa yang menangis kembali karena senang pun menjawab Iren kembali “ia Ren, rindu kali Nissa sama Adi ni” Nissa yang selesai menjabnya pun menanyakan kembali kenapa ia bisa kenal dengan Adi “oh ia Ren kok bisa Iren kenal dengan Adi ?”Iren pun yang ingin menjawabnya di potong oleh Adi untuk menggantikan Iren menjeaskannya “biar Adi jawab aja ya Ren, gini Niss tadi kan Adi ke kafe ni mau baca buku yang sering Adi baca terus Adi cari, eh ternyata ada sama Iren yang lagi baca buku yang sama yang lagi Adi cari, gitu ceritanya Niss” Nissa pun mengerti dengan itu, tapi kenapa ia tidak pernah ketemu dengan Adi padahal mereka sering ke kafe ini
Niss langsung bertanya ke Adi “Di kok gak pernah ketemu ya padahal Nissa juga sering ke kafe ni setiap hari libur” Adi yang tertawa karena Nissa menyangka kalau ia sering ke kafe ini padahal ia baru beberapa minggu samapai di sini, karena meraka baru pindah lagi ke kota dimana Nissa tinggal, tapi mereka tidak tinggal di sebelah rumahnya Nissa lagi.