Jalan Seorang Introvert

Jalan Seorang Introvert
Bagian 39. Lanjutan kegiatan


__ADS_3

Kemudian setelah itu mereka pun mengambil minuman mereka yang bertuliskan nomor meja mereka tadi sesuai dengan pesanan yang telah tertulis.


Kemudian mereka menuju meja yang tadi di tunjukkan oleh Berry dan duduk di sana sambil meletakkan nampan mereka yang berisi pesanan mereka.


“Berr betul ni harganya segini ya, kan Iren uda ambil banyak topingnya tapi kok tadi waktu Iren hitung jumlahnya cuma 15.000 ya sekaligus minumannya gitu ya.


“betul kok Ren, harganya emang segitu loh Ren, makanya Berry sering ke sini karena banyak topingnya jadinya gak bosen makannya itu-itu aja, bisa ganti-ganti”


“ia sih Berr, nanti kalau kesini ajak-ajak Iren ya Berr”


“oh ok boleh kok Ren, tapi Berry sering ke sini tiap hari libur aja kalau mau jalan ke kota karena searah Ren”


“oh ok boleh Berr, kayaknya Iren jadi nyaman makan di sisni loh, gak ngebosenin menurut Iren sih, terus betul Berry katakan meski rame tapi gak begitu berisik karena tempat duduknya pun jaraknya jauh-jauhan sama yang lain jadi nya gak begitu berisik”


“ok Ren”


Berry merasa begitu senang karena Iren juga menyukai tempat yang ia sering kunjungi, dan ia merasa kalau ia baru kali ini mengajak sahabatnya ini ke sini dan Iren adalah orang pertama yang ia ajak ke sini dan tau tempat ini.


Selama mereka makan bersma, mereka bercerita tentang tempat ini dan rencana yang akan mereka buat nantinya untuk mengajak yang lain juga karena tempat ini bisa jadi tempat nongkrong mereka yang kedua bersama anggota eskul lainnya karen tempatnya yang luas dan juga dekat dengan sekolah mereka.


Hampir 20 menit mereka sarapan di tempat itu karena terlalu asik bercerita dan membuat renca, akhirnya pesan masuk ke ponselnya Berry dan Iren sekaligus ternyata dari Nissa yang menghubungi mereka berdua ‘Ren Berr,


Nissa sama yang lain uda ngumpul di ruangan eskul ya’


Kemudian mereka barenga membalas pesan Nissa ‘ok Niss, ni kami mau kesana sekarang ya’


Kemudian mereka membayar sarapan mereka itu, dan Berry membayar semuanya sekaligus dan Iren pun terdiam karena sudah di bayarin oleh Berry.


“Berr, sarapan Iren tadi berapa ya Berr?”


“udah gak apa kok Ren, uda Berry bayar semuanya kok”


“jadi gak enak jadinya Iren loh Berr”


“gak apa kok kan harganya terjangkau di sini tenang aja Ren”


“makasih banyak ya Berr”

__ADS_1


“ia sama-sama Ren, yok langsung gerak”


“ok Berr"


Iren yang mengikuti Berry dari belakang langsung naik ke atas sepedanya Berry dan mereka langsung melaju ke sekolah.


Iren yang begitu kagum dengan Berry yang hampir setiap saat membayarkan nya, Iren pun jadi merasa tidak enakan denga Berry , dan ia bertekat untuk bisa membalas kebaikan Berry kepadanya.


Sepanjang jalan Iren berfikir tentang rencana yang ingin ia lakukan untuk bisa membalas kebaikan Berry itu kepadanya, yakni ia berencana untuk selalu membelikan Berry minuman kesukaannya itu yakni susu kedelai yang biasanya ia minum di sekolah dan juga membawakan makanan setiap hari khusu untuk Berry.


Iren jadi sosok wanita yang bertekat kut untuk bisa membalas kebaikannya Berry, dan ia pun tanpa sadar mengepalkan tangannya dan bersorak kecil ‘semangat Ren yok balas’ tanpa ia sadari Berry melirik ke belakang dan melihat Iren yang sedang mengepalkan tangannya itu dan sedikit mendengar sorakan Iren tersebut.


“Ren kok ngepalin tangan, mau nonjok Berry ya”


Wajah Iren yang kaget memerah dan perlahan meurunkan kepalan tangan nya itu sembari tersenyum tipis ke Berry


“heheh enggak kok Berr”


“tadi Berry dengar balas apa Ren”


“hehheh oh gitu ya Ren, kirain mau balas terus nonjok Berry dari belakag”


“eh enggak kok Berr, mana tega Iren nonjok Berry kan Iren…”


Perkataannya terhenti sejenak hampir kelepasan ‘aaduh mulut


tolong dong jangan kelepasan nanti Berry marah loh kalau dia tau’


“Iren kenapa kok gak di lanjutin Ren?” Berry merasa kalau Iren mau mengatakan kalau Ia sayang kepadanya ‘ah jangan ngacok dong Berr mana mungkin Iren bilang gitu sih’


“hehhe gak jadi Berr, kita hampir sampai Berr”


“oh ia juga ya Ren”


Sesampai mereka di sekolah dan menuju ke ruangan eskul dan hampir semuanya sudah berkumpul dan mereka pun sedang duduk santai di posisi masing-masing dengan kesibukan dan tugas mereka sendiri karena mereka memiliki tugas berbeda-beda, ada juga yang sedang santai dan tiduran di atas sofa sambil menggunakan headsetnya.


Setelah itu Iren dan Berry pun duduk sebentar sembari menunggu yang lainnya karena kegiatan mereka jam 08:00 baru di mulai.

__ADS_1


Berry pun mengajak yang sudah hadir untuk absen terlebih dahulu, agar mereka bisa langsung membagi tugas untuk kegiatan hari ini, dan Nissa mengambil pulpen dan mengambil kertas dari Lisa karena ia yang membuat


absen.


Kemudian Nissa pun memanggil nama mereka satu persatu dan mencatatnya.


Lisa memberikan kertas yang sama ke Berry yang berisi absen nama dan juga kertas kegiatan acara yang sudah di atur dan di ketik oleh Lisa.


“kak ini daftar nama anggota kita, terus juga daftra dan posisi kegiatan kita tinggal kakak tulis dan minta kesedian mereka untuk mengisi posisinya saja kak”


“oh ia ok, makasih banyak ya Lisa unda ngerepotin untuk ngetik ginian” Berry tersenyum ke Lisa sebagi ucapan terimakasihnya ke Lisa


“iiiiia kak, kan ini uda tugasnya Lisa sebagi sekretaris kak, hehehe” wajah Lisa berwarna kemerahan karena pujian yang di berikan Berry karena ia tipe cewek yang juga pemalu jika di puji seseorang tak terkecuali Berry


“kak Yanda mana ya?” tanya Berry ke Lisa


“belum kak katanya telat dikit kak, karena tadi ngantar mama dulu belanja”


“oh gitu ya, kira-kira kak Yanda di posisi mana ya kita tempatkan?”


“terserah kak Berry aja, kata kak Yanda tadi pesannya dia di posisi yang sama sama kak Berry katanya kalau bisa”


“oh ok kalau gitu, kak Yanda satu posisi sama kakak aja ya, di bagian beresin halaman”


“oh ia kak, Lisa boleh ikut kakak juga gak posisinya?” Lisa berharap untuk bisa satu posisi dengan kakanya dan Berry


“boleh aja kok, tapi yakin kan soalnya kerja nya berat sikit loh karna ngangkat berat gitu?”


“gak apa kak, kan yang lain juga berat kerjanya heheh”


“ia sih, ok deh”


Kemudian Berry memaparkan tugas di setiap posisi dan mengatur terlebih dahulu posisi sesuai dengan yang ia buat, kemudia ia meminta persetujuan ke anggota yang telah ia tempatkan


Setelah ia memaparkan dan mereka semua tidak ada yang membantah karena posisi yang di atur oleh Berry sudah sangat ideal karena ia menempatkan cewek dan cowok di setiap posisi agar mempermudah kegiatan paracewek-cewek ketika ada yang berat-berat akan di kerjakan oleh cowok-cowok.


Jangan lupa like dan komentarnya semoga teman semua sehat selalu

__ADS_1


__ADS_2