Jalan Seorang Introvert

Jalan Seorang Introvert
Bagian 14. Lanjutan Hari Jawaban


__ADS_3

Di jalan Iren yang menceritakan tentang bagai mana Ia berbicara dengan tenang dan mengikuti saran yang di berikan Nissa dan Berry ketika itu ternyata bisa membuat Yanda mengerti dan tidak marah terhadapnya karena menolak untuk tidak pacaran dengan Iren.


Iren pun menceritakan nya dengan panjang kali lebar kali tinggi hingga ceritanya ke akhir kisah, ia menolak dan ketika ia di tinggal kan Yanda sendirian,


Ia menceritakan ketika Yanda ingin ke kamar mandi


“tadi sewaktu Iren menjawab perasaan Yanda terus Yanda diam menunduk terus ke kamar mandi, tapi tadi salah arah terus Iren panggil terus kasih tahu ke Yanda kamar mandinya di sebelah sana Yan, hahah Iren tadi ketawa sikit tapi gak kedengaran ke Yanda takutnya dia marah lagi sama Iren makanya Iren nahan”


Mendengar cerita itu Nissa dan Berry yang sedang serius mendengarnya di buat tertawa sangat keras hingga orang yang memperhartikan mereka di jalan melihat merkeka yang tertawa dengan lepasnya “hahahahhahahahhahahahahahhaha”


Nissa dan Berry tak hentinya tertawa hingga Iren yang melihatnya ikut tertawa juga tetapi tidak se heboh Nissa dan Berry terus Nissa sampi berhenti sejenak dan duduk di terotowar di tepi jalan karena sangkin tidak bisa jalan karena menurutnya itu kejadian yang sangat lucu hari ini.


Berry yang tidak biasanya seperti ini pun terus tertawa dengan asiknya membuat Iren merasa senang melihat temanya bahagia begini.


Setelah selesai tertawa Iren pun melanjutkan ceritanya hingga akhir.


Cerita nya pun berakhir, sekarang Yanda sudah jadi teman Iren


#################


Di tempat lain Yanda yang menuju rumahnya pun mulai lega karena ia sudah mendapat jawaban dari Iren yang selama ini mengganggu pikiran nya hingga makan tak enak, tidur tak nyeyak itulah yang ia rasakan sebelum ia mendapat jawaban dari Iren


Sekarang Yanda mulai membuka fikirannya karena ia belum perna di tolak oleh seorang cewek karena ia merasa orang yang popular dan juga tampan menurutnya, makanya dari tu Yanda mempunyai kepercayaan diri yang tinggi sewaktu menyatakan perasaan ke Iren waktu itu, tapi apa mau di kata Yanda tak menyangka dengan jawaban Iren yang membuatnya merasakan sakit yang begitu terasa karena belum pernah ia rasakan yakni cinta di tolak.

__ADS_1


Yanda adalah orang yang sudah perna pacaran dengan beberapa orang cewek yang ia pacari ia tidak pernah di tolak oleh cewek yang ia sukai, berbeda dengan Iren yang menolaknya sejak saat itu Yanda menjadi orang yang lebih baik lagi karena kesalahannya dahulu yakni ketika ingin berpacaran ia selalu memaksakan diri untuk mendapatkan cewek yang ia ingin kan sekarang ia mulai merubah agar tidak memaksakan kehendaknya terhadap orang lain dan ia juga cowok yang memutuskan hubungan dengan ceweknya ketika si cewek sudah merasa nyaman dengan nya membuat cewek itu sakit hati kepadanya.


Ia pun meula menghargai cewek yang pernah ia sakiti dulu untuk meminta maaf kepada mereka meski itu membuatnya malu, tetapi ia memiliki tekat untuk berubah agar lebih baik lagi.


-----------------------------------------------


“Berry pulang bu !!!!!”


Berry langsung memasuki rumah dan menjuju kamarnya untuk meletakkan barangnya terus mandi.


Setalh itu Berry pun meneruskan kegiatan membacanya ketika selesai mandi dan sudah memakai pakaiannya, ia pun menghempaskan tubuhnya ke atas kasur dan mulai membaca novelnya hingga waktu makan malampun tiba.


“Berr yok makan, uda ibu siapin ni makanannya nanti keburu dingin” panggil sang ibu Berry dari ruang tamu tepatnya di meja makan dekat dapur rumahnya Berry.


Berry pun duduk dan makan malam bersama keluarganya yakni bersama Ibu, ayahnya dan juga dua orang adik perempuannya yang baru saja masuk smp. Mereka pun makan bersama hingga selesai


Seketika adik Berry yang bernama Rana pun menanyakan ke Berry ia tadi pergi kemana hingga sore baru pulang, Berry pun menjawabnya dengan senyuman sebagi sang kakak laki-laki “oh tadi kakak pergi ke kafe bareng kak Nissa dan Kak Iren cuma duduk-duduk aja sambil cerita” Rana yang penasaran terus bertanya ke kakaknya “Kak Nissa dan Kak Iren? Ohh cantik gak kak?” Berry yang tersenteka dengan pertanyaan Rana pun tersenyum geli karena adiknya bertanya begitu ke dia.


“hahahhaah, cantik lah dek, kayak adek kakak yang dua ni, Rana, Rania” Rana dan Rania pun tersenyum malu karena di puji oleh kakaknya yang mengatakan mereka cantik keduanya, Rania yang mendengarnya pun menjawab pujian dari kakaknya dengan malu-malu dan sedikit cemberut “ihh apaan sih kak, mana ada cantik, biasa aja kok, buktinya apa ayo kalau kami cantik?” Berry yang mendengarnya merasa senang melihat adiknya begitu karena ia sering bercanda dengan mereka berdua ketika di rumah, karena Berry lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah ketimbang di luar.


“mau bukti nanti ya, kakak ajak ke kafe terus ketemu sama kak Nissa dan kak Iren ya” Rana yang langsung menjawab untuk berjanji ngajak mereka ke kafe pun membuka suaranya dengan cepat mendesak kakaknya untuk janji, membawa mereka ke kafe “janji ya kak, kita ke kafe janji kan kak, janji janji jani!!!!” Berry pun mendengar kan seruan adiknya itu pun tertawa sedikit sebelum menjawabnya “ia nanti kakak ajak kok ke kafenya, minggu depan kita pergi ya boleh kan”


Mendengar itu Rania dan Rana sangat senang dimana Rania yang tadinya cemberut pun senang dengan ajakan kakaknya “beneran kan kak ke kafenya minggu depan??” dengan wajah yang sangat berharap untuk di jawab sekali lagi oleh kakaknya “Ia Rania, adik kakak yang paling cantik dan manis” sambil mengelus kepala adik nya itu.

__ADS_1


Rana yang melihatnya pun menertawakan Rania karena lucu menurutnya dan ngeledek Rania “hahhaha kayak anak kecil, di elus-elus kepalnya hahahah” Rania yang cemberut kembali dengan perkataan Rana pun meminta kakaknya untuk mengelus juga kepala Rana “kak Rana tu, elus juga dong biar sama kayak anak kecil, ayo kak” Berry yang memperhatikan tingkah adiknya itu pun menurutinya dan mengelus kedua kepala mereka dan mengatakan “adik kakak yang cantik” Rania pun tersenyum dan tertawa melihat Rana juga di elus kepalanya oleh kak Berry


“hahahahah anak kecil juga di elus, hahahhah”


Rana terlihat cemberut tetapi melihat kakaknya Berry juga tertawa ia pun ikut tertawa bersama.


Setelah itu Berry kembali ke kamarnya dan berpamitan dengan Ibu dan ayahnya “Berry ke kamar ya mau baca buku lagi” dan langsung meninggalkan meja makan.


Langsung menuju ke kamarnya


Ceklek (suara pintu terbuka)


Berry membuka pintu kmarnya dan menutup kembali


Clak (suara pintu tertutup)


Berry melajutkan bacaannya dengan berbaring di atas temapat tidurnya dan membuka kembali halaman yang ia baca sebelum makan tadi.


Ia pun mengahabiskan waktu hingga satu jam membaca novelnya dan setelah mulai jenuh ia pun meletakkannya.


Berry membuka buku catatan nya yang sekarang sering ia tulis seperti buku hariannya tetapi ai tidak mengisinya setiap hari hanya hari-hari yang ia anggap penting dan berharga seperti hari ini ketika ia duduk dan bercerita dengan Nissa dan juga kejadian yang di ceritaka oleh Iren tentang Yanda yang sangat lucu menurutnya dan menjadi kesan penting untuk ia tulis.


Ia pun menulis sejak ia di beritahu oleh Iren kalau ia ingin bertemu dengan yanda di Kafe

__ADS_1


Mohon dukungannya dan jangan lupa komentar dan like nya ya teman-teman semoga sehat selalu


__ADS_2