Jalan Seorang Introvert

Jalan Seorang Introvert
Bagian 35 Drama Rana dan Rani


__ADS_3

Rana dan Rania kembali duduk di sebelah kaka mereka dan saling rebutan makanan kakak nya karena kepingin rasa yang lain selain pesanan mereka, begitulah kelakuan adik-adiknya Berry yang selalu saja membuat Berry menggelengkan kepalaya karena adiknya ini bisa saja berantem karena hal kecil seperti ini namun itu tidak berlangsung lama.


Berry sudah terbiasa dengan hal ini dan ia selalu bisa menyelesaikan pertengkaran adik-adiknya ini.


“udah gini aja coba gentian nyendok punya kaka, Rania duluan nanti barau Rana ya”


“Ia kak boleh kan ni” Rana meminta ijin dulu meskipun tadi sudah duluan mengambil nya hanya sekedar basa


basinya saja


“heheh boleh kok apa yang gak untuk Rana” kata Berry tertawa di ikuti oleh teman-temannya yang melihat


tingkah lucu adiknya itu.


“hehehe makasih kak” tawa Rana sambil terus menyendok ke mangkuk bakso kakaknya Berry


Kemudian Rania yang terus menunggu di buat kesal karen dari tadi ia tidak di beri kesempatan oleh Rana


untuk mengambil dan merasa yang milik kakanya itu, drama pun terjadi lagi


“Rana…….Rania belum coba sikit pun punya nya kak Berry”


Rania memasang waja yang cukup serius bak pemain sinetron yang memainkan perannya dengan sungguh-sungguh, kemudian Rana yang juga meladeni perkataan Rania dengan gaya yang sama.


“yaudah lah ni ambil punyanya kak Berry aku uda gak butuh lagi, silahkan ambil aja, hahahah”


Rana tertawa setela itu karena ia tak sanggup menahan nya karena drama yang di mainkannya itu.


Melihat itu Berry dan yang lainnya menatap ke arah mereka dan diam saja melihatnya sambil tersenyum geli


dengan adegan yang di mainkan oleh Rana dan Rania itu.


Kemudian itu terus berlanjut beberapa saat hingga mereka berdua berhenti, dan pembicaraan mereka pun beralih ke kegiatan yang akan mereka lakukan di sekolah hari minggu ini.


“Lisa, apa surat-suratnya sudah selesai untuk kita buat kegiatan hari minggu ini?” Nissa langsung bertanya ke


Lisa karenayang bertanggung jawab adalah Lisa untuk masalh surat menyurat di


organisasi mereka.


“oh ia kak uda kak tinggal antar ke kepalasekolah untuk di tandatangan dan di setujui, tapi Lisa gak berani


sendiri ngantarnya besok kak?”


“oh gitu ya bagus kalau gitu, nanti kakak temenin aja sekalian jelasin juga kan bentuk acara kita gimana,


nanti kak Iren juga ikut kok”


Nissa menjelaskan agar Lisa tetap semangat dan tak takut untuk mengantarkan surat ijin kegiatan nantinya


“oh ia boleh kak, jadi tenang Lisa jadinya kak, soalnya Lisa gugup kalau ketemu pak kepala sendirian karena


segan”

__ADS_1


“ia Lisa tenang aja kita kan satu tim sekarang di organisasi jadi kalau emang ada masalah yang Lisa gak bisa


selesaikan bisa kok cerita sama kita-kita mana tau nanti kita bisa cari solusi yang baik ya jangan sungkan ya”


“ia siap kak, kadang Lisa juga berfikir kak kalau ada masalah Lisa gak tau mau curhat ke siapa”


“kak Yanda kan ada”


“heheh kalau Lisa cerita sama kak Yanda malah di aja becanda terus kak, bukannya selesai maslah Lisa yang ada jadi ketawa terus-terusan sama kak Yanda jadinya”


“ia sih”


“oh Ia kak, Kegiatannya kita buat sampai malam kak atau sampai sore aja?” Lisa bertanya ke Nissa karena masih bingung akan kegiatan hari minggu ini


“ia sampai sore kegiatannya soalnya kita nanti ada kedatangan anggota baru, terus kita kan belum pernah


sekalian ngumpul semuanya kan kalau hari biasa, karena ada kegiatan masing-masing terus kalau ada waktu aja kita datangnya”


“heheh ia juga ya kak, jadi minggu ini sekalian kita ngumpul gitu ya kak”


“ia dek terus kita juga bisa cerita-cerita gitu, karena kita kebanyakan ngobrolnya kan lewat chatingan aja


yang akrabnya”


Iren pun coba untuk menjelaskan juga mengenai kegiatan yang akan di buat nanti dan ia juga menawarkan makanan yang akan di buat mamanya untuk kegiatan hari minggu ini


“oh ia, Iren ada pesan dari mama, katanya nanti mama mau masakit cemilan untuk kita waktu kegiatan, apa boleh”


“iia boleh Niss, kan emang enak maskan mamanya Iren, kan kita sering di bawain makanan sama Iren kan”


“oh ia juga ya, jadi lupa Berr”


“berarti boleh kan”


“Ia boleh Ren” ucap Berry


Lisa yang sudah di jemput oleh kakaknya Yanda sudah menunggu di depan dan ia buru-buru dan langsung membuka dompetnya dan mengeluarkan uangnya dan memberikannya ke Nissa”


“kak Lisa duluan boleh, soalnya uda di jemput kak Yanda di depan”


“kok buru-buru, ajak masuk dulu kak Yandanya” ucap Berry


“ia kak karna tadi uda janji sama kak Yanda, mau temenin kak Yanda ke kota sebentar karna tadi kak Yanda jemput mama dari tempat saudara”


“oh gitu ya, yaudah Hati-hati ya dek” ucap Berry


“oh iiiia kak, kalau gitu Lisa duluan ya kak” ke arah Iren Nissa dan ke arah Berry sekaligus ke adik-adiknya


Berry dan sedikit salah tingkah karena Berry yang mengucapkan hati-hati kepadanya


Kemudian Lisa langsung ke luar dari kedai bakso itu dan langsung menuju parkiran karena kakaknya sudah menunggunya di situ.


“dek kok lama sih” ucap Yanda ke Lisa

__ADS_1


“ia maaf kak, soalnya tadi bayar dulu terus minta ijin untuk duluan pulang ke Kak Berry kak Iren dan kak Nissa


kak


“oh gitu tadi ada kak Berry juga ya sama kak nisa dan kak Iren ya dek”


“ia kak, Lisa naik ni”


“oh ia, nanti aja kita ceritanya”


Yanda langsung saja menarik gas motornya dan langsung melaju kencang meninggalkan kedai itu menuju tempat tujuan mereka.


Kembali ke kedai bakso


Rania pun sudah mulai ngantu karena suda larut malam dan Berry langsung mengajak mereka untuk pulang segera.


“dek yok pulang, uda ngantuk kan”


“ehhe ia ni kak, Rania uda mulai ketiduran ni, heheh”


“ia yok lah kakak bayar kekasir dulu  ya tunggu sini dulu”


“ia kak” Rana dan Rania menempelkan kepala mereka ke atas meja untuk tidur sejenak sambil menunggu kakaknya membayar makanan mereka.


“Ren kita pulang juga yok, uda ngantu juga ni Nissa”


“oh ia boleh Niss, Iren pun uda mulai ngantuk juga ni, Iren berapa bayarnya Niss?”


“bentar ya Ren tanya  dulu ke kasirnya berapa”


“oh ok Niss”


Kemudian Berry pun kembali dari kasir dan mengajak adik-adiknya pulang, dan sekalian pamit ke Iren dan Nissa


“dek yok pulang uda kakak bayar semuanya”


“emmm, ia kak” jawab Rania malas untuk bangun lagi


“Ran yok pulang kak Berry uda ngajak tu” Rana mengoyangkan tubuh Rania agar mau cepat bangun dari tidurnya itu.


Kemudian mereka berdua bangun dan memegang tangan Berry dan memeluknya sabil tudur kembali di tangannya Berry


“hati-hati ya Berr pulangnya, awas nanti jatu adik-adiknya” ucap Iren ke Berry


“ia makasih ya Ren”


“yaudah Ren, Niss, Berry duluan ya, eh dek pamit dulu sama kak Iren dan kak Nissa”


Setengah sadar Rania dan Rana pamit ke Iren dan Nissa


“kak pulang ya!!!!” sambil memejamkan mata mereka berdua karena ngantuk berat


jangan lupa komen like dan sarannya teman-teman semoga sehat selalu

__ADS_1


__ADS_2