Jalan Seorang Introvert

Jalan Seorang Introvert
Bagian 17. Awal Yang Menyenangkan


__ADS_3

Hingga samapai selesai mereka berbagi bersama diamana suasananya sedikit berbeda dengan biasanya karena mereka sudah berempat dengan Yanda tambahan satunya lagi.


Setelah itu Yanda sesudah selesai pun kembali ke kelasnya dan mengikuti pelajaran berikutnya, Berry, Nissa dan juga Iren juga sama mengikuti pelajaran selanjutnya yang ada hingga pulang sekolah tiba.


Di hari ini pun Yanda yang mulai mencoba lebih dekat dengan Iren, Nissa dan Berry pun mulai terus memperhatikan dan menunggu mereka di parkiran sekolah karena biasanya mereka sering di parkiran ketika hendak pulang sambil menunggu di jemput oleh orang tua mereka (Iren dan Nissa)


Yanda pun menunggu mereka di parkiran hingga mereka tiba di parkiran dan Yanda langsung menyapa mereka bertiga agar ia bisa lebih akrab dengan mereka bertiga.


“kok di sini Yan, nunggu siapa, kan biasanya cepat pulang?” Nissa yang sedikit bingung dengan sikap Yanda yang dari tadi selalu ada dan menghampiri mereka.


“oh lagi nunggu kalian Niss, karena biasanya kan kalian selalu nunggu di parkiran kalau belum di jemput” dengan sedikit tertawa dan tersenyum ke Nissa dan Iren.


Setelah itu pun Yanda bercerita tentang kegiatannya di osis dan juga tentang kegiatan sekolah yang akan di adakan nanti, Yanda pun menceritakannya dengan baik dan juga ingin mencari saran karena ingin membuat kegiatan seperti apa yang bagus untuk masa kepengurusannya.


Mereka pun ngobrol hingga mereka di jemput semua tinggal lah Yanda dan Berry berdua setelah itu, Yanda yang masih penasaran mencoba agar bisa di terima oleh Berry karena menurut nya di antara mereka hanya Berry yang masih bersikap dingin dengannya.


Yanda mencoba mengajak Berry ketemuan sepulang sekolah untuk menanyakan ke Berry apa dia tertarik masuk menjadi anggota Osis atau masuk organisasi lain nya yang ada di sekolah karena ia tahu kalau Berry tidak masuk ke satupun organisasi yang ada di sekolah.


“Berr nanti siang sekitar jam 2 duduk di kafe yuk, ada yang mau Yanda bicarain dengan Berry”


Berry dengan santainya dan sedikit cuek menjawab secara spontan saja dengan wajah datarnya “oh boleh nanti kabarin aja di mana kafenya, biar Berry ke situ”


“oh ok Berr , kalau bisa ajak juga Iren dan Nissa kalau


mereka ada waktu Ber”


“oh boleh ni ajak Nissa dan Iren?”


“ia Ber, boleh kok makin rame kan makin seru ngobrolnya”

__ADS_1


“oh ok, Berry duluan ya Yan”


“ok Berr”


Berry pun meninggalkan Yanda di parkiran.


Sepanjang jalan Berry pun mengayuh dengan santainya menuju rumahnya dan sejenak ia berhenti untuk membeli minuman kesukaannya, dan duduk di kursi sejenak menikmati minumannya, dan teringat sesuatu yakni untuk mengajak Nissa dan Iren ke kafe untuk ngobrol bareng Yanda


Ketikan pesan Berry ke Iren dan Nissa


“Ren, Nis, nanti jam 2 ke kafe yok di ajak Yanda katanya mau ngobrol aja”


Kemudian Berry mengirim pesan ke Iren dan Nissa dan menunggu jawaban dari mereka, setelah itu Berry melanjutkan perjalanannya menuju rumahnya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Setelah itu Berry pun sarapan siang dan istirahat sebentar setelah mandi, setelah itu Ia menerima pesan dari Yanda dan mengabarinya tempat mereka ngobrol nanti yaitu di kafe yang kemarin aja karen tidak begitu jauh dari tempat mereka tinggal, Berry pun langsung mengabari Nissa dan Iren untuk siap-siap karena Berry suda mau jalan ke rumah Iren karena arah kafenya kearah rumah Iren.


Berry mengayuh sepedanya menuju rumah Iren.


Sesampainya di rumah Iren Ia langsung menaruh sepedanya di tempat biasa ia taru kalau kerumah Iren, Iren dan Nissa pun keluar dan berjalan menuju kafe yang biasa mereka kunjungi.


Sepanjang jalan mereka menceritakan hal yang Yanda ceritakan ke mereka tadi waktu di parkiran tentang kegiatan sekolah dan acara yang ingin di buat oleh Yanda, Nissa pun mengetahuinya dan mengatakn ke Iren dan Berry kalau Yanda mungkin mau melanjutkan pembahasan mengenai kegiatan yang Ingin di buatnya.


Sesampai mereka di kafe, mereka duduk di tempat mereka biasa duduk, kemudian Berry menghubungi Yanda dan memberitahu kalau mereka suda sampai di kafe.


Sesaat kemudian Yanda pun muncul dari balik pintu dan langsung duduk dan menyapa semuanya dengan senyumannya.


Kemudian mereka memesan minuman dan makanan.

__ADS_1


Berry dengan canggung mencoba langsung bertanya ke Yanda mengapa mengajaknya ke kafe siang ini


“Yan maaf ni, Berry langsung aja ya, ada apa ngajak Berry ke kafe ada yang mau di omongin kan Yan soalnya Berry orngnya penasaran” Berry yang sedikit mulai bercanda ke Yanda mencoba untuk bisa beradaptasi dengan Yanda karena Berry juga sebenarnya menganggap Yanda uda seperti sahabatnya karena Yanda juga baik dengannya.


“oh ia Berr, langsung aja Yanda jelasin ya, kan Yanda sekarang jadi ketua osis, Yanda Bingung dengan kegiatan seperti apa yang bagus untuk kegiatan yang bisa Yanda buat agar bisa nanti jadi laporan akhir ketika Yanda habis masa kepengurusan, gitu maksud Yanda terus Yanda juga ada rencana mau nambah organisasi baru tapi belum tau oraganisasi seperti apa yang bisa Yanda buat, kira-kira itu yang pengen Yanda omongin mungkin ada ide dari Berry, Iren dan Nissa mungkin?”


Mendengar itu Berry pun berpikir keras sejenak dan sedikit bingung dengan kegiatan yang ingin di buat oleh Yanda bagusnya seperti apa.


Berry pun mencoba mencari kegiatan yang bagus di ponselnya dan juga memberitahu ke Yanda Iren dan Nissa untuk mencari di internet kegiatan apa aja yang bagus dan belum pernah ada di sekolah kita.


Mereka mencari dan saling menanyakan pendapat satu sama lain dan juga terus mencari hingga mereka bersama-sama memutuskan kegiatan yang Ingin Yanda buat yakni kegiatan ke akraban siswa dengan mengusung tema perkemahan di salah satu tempat hutan wisata di dekat tepi kota.


“yah keren ni kegiatannya kalau ada kemahnya terus kita buat permainan selama perkemahan pokoknya buat seseru mungkin" terus Yanda yang senang karena kegitannya sudah ada ia tinggal mengajukan ke guru agar di setujui, Iren Nissa dan Berry juga senang karena satu masalah Yanda sudah selesai.


Kemudian Iren yang teringat dengan satu masalah lagi “Yan organisasinya gimana apa yang mau Yanda buat kan tadi itu juga Yanda masih bingung kan?”


Yanda yang teringat tentang hal itu pun langsung tertuju pandangannya ke arah nama kafe ini dan ia pun mempunyai ide untuk membuatnya “Oh ia Ren, Yanda uda punya ide kalau membuat organisasinya tapi nanti setelah selesai ini kita bahas ya boleh kan Ren?”


Iren sedikit bingung dengan jawaban Yanda yang tiba-tiba sudah menemukan ide tentang organisasi yang ingin dia buat. “oh ia Yan”


Mereka membahasnya dan membuat skema dan kegiatan apa saja yang akan di adakan ketika acara kemah nanti dan mulai menuliskannya di kertas hinggga selesai.


Waktu berlalu begitu saja dan kegiatan yang mereka rancang pun selesai Yanda yang sangat senang dengan kegiatan itu pun berterimakasih dengan mereka bertiga dengan mengatakan “hari Ini Yanda yang bayar semuanya ya, jangan ada yang nolak ok” mendengar itu mereka pun kaget dengan perkataan Yanda yang tiba-tiba membayarkan semuanya.


“gak bisa gitu dong Yan kan kita cuma bantu aja” Nissa yang mencoba menahan Yanda untuk tidak membayar semuanya karena Nissa merasa tidak enak ke Yanda.


“gak apa kok Nis, Ini untuk ucapan terimakasih Yanda uda di bantuin buat kegiatannya kalau enggak mana ada selesai ni, ok, kita kan teman sekarang”


jangan lupa Like dan Komen ya teman semoga sehat selalu

__ADS_1


__ADS_2