Jalan Seorang Introvert

Jalan Seorang Introvert
Bagian 31 Adi


__ADS_3

Kemudian mereka melanjutkan perbincangan yang terputus tadi ketika Iren ingin bercerita mengenai masalahnya


yang sedang mengganggunya.


Waktu terasa berjalan begitu saja mereka bercerita banyak hal, hingga akhirnya siang pun datang dan mereka pun berpisah kerumah masing-masing dan hari itu jadi pertemuan yang takkan pernah dapat dilupakan oleh Nissa yang telah menunggu bertahun-tahun sahabatnya yang telah lama pergi darinya yang membuatnya menunggu.


Skip


Beberapa hari kemudian Iren dan Nissa mendapatkan kejutan yang sangat menggembirakan, membuat mereka tak mampu berkata-kata banyak terutama Nissa yang sangat senang karena ia mendapatkan kejutan lain setelah mendapatkan hadia yang begitu berharga.


Nissa yang tak menyangka begitu senang karena Adi juga bersekolah di tempatnya dan hari itu Nissa langsung


mengajak Adi berkeliling sekolah ketika jam pulang sekolah.


Ketika Adi masuk ke kelasnya Nissa tak berhenti tersenyum ke arah Adi ketika memperkenalkan dirinya di depan


kelas. Saat itu Adi yang melihat Nissa langsung melambaikan tangannya ke Nissa dengan senyuman yang membuat para cewek-cewek kegirangan dan bersorak pelan karena senyuman Adi yang begitu manis menurut mereka.


Meyaksikan itu Nissa pun heran dengan teman-temannya karena mereka semua seketika melihat ke aranya dengan tatapan heran juga.


Kemudia Nissa tersipu malu karena Itu, kemudian Adi yang melihatnya langsung menenangkan suasana meski ia baru saja masuk kelas hari itu namun ia mampu untuk menarik perhatian mereka semua.


“Teman-teman sekalian, Nissa itu sahabat saya dari kecil sekarang kami baru ketemu” Adi melempar seyum ke semuanya, dan saat itu juga salah serang siswi langsung bertanya dengan lantangnya.


“Hai Adi boleh nanyakan?” sambil bercanda


Adi dengan senang hati memperbolehkannya untuk bertanya


“dulu dari sekolah mana ya, terus apa uda punya pasangan belum?” tanpa ragu bertanya


Seisi kelas pun langsung heboh seketika memaksa Adi untuk menjawabnya terutama dari kalangan cewek-cewek yang sedari pertama Adi masuk kelas terus kegirangan dan tersenyum bagaikan melihat artis ternama tigkat desa.


Adi yang sedikit tertawa karena pertanyaan itu pun langsung menenangkan dan menjawabnya.


“oh ok, ok tenang ya teman,-teman, kalau dulu saya sekolah di Sma 3 di kota B, oh ia tadi apa satu lagi


pertanyaannya lupa jadinya?


“uda punya pasangan belum Di” sahut cewek yang tadi bertanya kepadanya.


“oh kalau itu sih belum ada, masih sendiri aja dulu”


Sahut cewek-cewek yang kegirangan tanpa henti pun serentak “ohhhh masih ada kesempatan dong kalau gitu ya di?” si cewek tadi terus menerus meladeni jawaban dari Adi


Adi tersenyum ke aranya membuat cewek-cewek lain histeris tak karuan karena senyuman Adi.


Kumudian di Adi pun duduk di sebelah Iren karena hanya tinggal yang di kursi belakang yang tidak memiliki penghuni dan sejajar dengan kursi Nissa dan Karin.


Kemudian Adi yang baru masuk pun menyepa Iren karena ia sudah pernah Bertemu dengan Iren di kafe tempo hari.


“Hai Ren, apa kabarnya ?”

__ADS_1


Iren pun menjawabnya dengan tersenyum indah ke Adi


“baik di, Adi gimana kabarnya?”


“Baik juga Ren”


Berry yang dari tadi terus membaca novelnya pun merasa sedikit terusik karena Iren sedang ngobrol dengan Adi.


Berry pun tak begitu menghiraukanya dan mengurungkan niat nya untuk bertanya ke Iren, dan kemudian Iren tiba-tiba memanggilnya dan bertanya ke Berry.


“Berr Berr Berr”


Berry pun menoleh ke Iren sedikit cuek karena ia sedikit cemburu karena Iren begitu akrab dengan Adi yang ia


tidak kenal sama sekali.


“Oh ia, ada apa Ren,?” sahutnya


“Berr kenalin ini Adi, temannya Nissa Berr”


Berry membalasnya dan mengulurkan tangannya terlebih dahulu ke Adi untuk memperkenalkan dirinya


“hai saya Berry slam kenal”


Begitupun Adi membalas kembali sapaan Berry


“Ia saya Adi, salam kenal juga Berr, semoga kita jadi teman baik ya”


“oh ia Di”


itu senang dengan suasana itu.


Kelas pun di mulai


Selama pelajaran di mulai Karin yang masih penasaran dengan Adi kenalannya Nissa pun terus bertanya ke Nissa


hingga pelajaran selesai.


Nissa seperti biasanya setelah selasai pelajaran ia langsung bergabung dengan Berry dan Iren sekarang sudah di


tambah dengan Adi yang memang temannya dan mengajaknya untuk bergabung untuk makan bersama dengan mereka, tiba-tiba Karin yang akan pergi ke kanti mengajak Adi terlebih dahulu untuk ke kantin karena Karin mau pergi ke kantin.


“Di mau ikut ke kantin gak bareng Karin”


“ oh boleh, sekalian beli makanan di kantin, Nissa, Iren, Berry, ke kantin dulu ya beli makanan”


Nissa, Iren dan Berry tidak keberatan dan mengijinkannya


“oh ok Di”


Kemudian mereka pun ke kantin bareng.

__ADS_1


Berry yang sedang makan pun bertanya ke Nissa tentang Adi kerena masih penasaran dengan Adi, Nissa


bercerita sedikit tentang Adi ke Berry selama mereka makan bersama.


Dengan begitu Berry sedikit memiliki gambaran dengan karakter Adi setelah Nissa bercerita kepadanya.


Tak lama kemudian Adi kembali ke kelas bersama Karin


Di kantin


Ketika di kantin Karin dan Adi yang sedang memesan makanan menunggu tidak terlalu lama karenana siswa lain


belum begitu membludak di kantin, dan Adi memesan makanan dan minuman tetapi bungkus dan Karin pun heran padahal ia mau makan berdua dengan Adi, namun karena Adi yang membayar semuanya lalu ia pun ngikut aja kemana Adi.


Karen Adi ingin makan bersama dengan Nissa, Iren dan Berry, kemudian setelah selesai mereka kembali ke kelas


di perjalanan Karin bertanya ke Adi


“Di kok di bawa ke kelas makanannya kan bisa makan di kantin aja Di?”


Adi tersenyum ke Karin karen bertanya seperti itu, Adi sedikit bercanda dengan nya


“Rin kan tadi ngajaknya ke kantin bareng kan, yah kan gak ajak makan di kantin kan?”


Karin sedikit berfikir karena jawaban Adi tersebut karena menurutnya benar juga.


Dalam fikiran Karin “ia juga ya tadi kan Karin ajaknya ke kantin aja ya, bukan makan di kantin kan”


Karin pun tertawa karena baru nyadar dengan jawaban Adi


“hahhahahaha ia juga ya Di, ha ok lah makan di kelas aja kalau gitu”


Adi tertawa geli dengan kepolosan yang di perlihatkan Karin


“hahhaha ia kan gak salah Adi kan Rin”


“hehehe” Karin tertawa dengan candaan Adi meski sedikit kecewa karena gak bisa makan bareng dengan Adi berdua saja di kantin.


Kemudian sesampai mereka di kelas, dan langsung duduk dan langsung gabung dengan Iren, Nissa dan Berry


untuk makan bersama.


“Di kok uda balik ke kelas, gak jadi makan di kantinya?” Nissa bertanya ke  Adi sedikit heran


“oh ia gak jadi makan di kantin, karena pengen makan bareng sama kalian, sambil cerita-cerita gitu kan lebih


seru kalau ramean!!!”


Nissa menganggukkan kepalanyamenyetakan kalau ia paham


Maaf Telat up karena lagi gak ada inspirasi lanjutinnya

__ADS_1


mohon dukungannya untuk saya dan masukan jalan ceritaya


terimakasih


__ADS_2