Jalan Seorang Introvert

Jalan Seorang Introvert
bagian 7. Hal Tak Terduga


__ADS_3

Ketika Jam istirahat tiba Berry yang seperti biasanya selalu di kelasnya hari ini begitu spesial karena Iren yang juga membawa sarapan dari rumah untuk makan bersama dengan Berry.


Iren yang juga mengeluarkan sarapan nya dari dalam tas ranselnya kemudian meletakkannya di atas meja, Berry kemudian melihat Iren yang juga makan di kelas bersamanya merasa aneh karena biasanya Iren makan ke kantin bersama dengan Nissa, tetapi saat itu Iren memanggil Nissa yang sedang membereskan bukunya untuk di taru ke dalam tasnya, Iren dengan suara pelan pun memanggil “Nis sini makan bareng yuk sama Iren, soalnya mama Iren masak banyak tadi” setelah itu Nissa pun menghampiri Iren dan menarik kursi yang ada di depan Iren kemudian duduk di sebelahnya Iren dan memuji makanan yang Iren bawa


“wah Ren kayaknya enak ni”


Nissa yang langsung mengambil sendok dan mulai memakan makanan yang di bawa Iren, setelah ia memakannya Nissa melupakan sesuatu kalau ia gak membawa minum dan belum membelinya karena biasnya ia makan dan minum di kantin, setelah itu ia pun permisi ke Iren menuju kantin untuk membeli minum sebelum ia pergi Iren pun nitip juga minuman dan juga minuman kesukaan Berry, Iren mengambil uang yang


ada di dalam tasnya dan memberikan ke Nissa untuk di belikan minuman.


Nissa pun langsung berangkat ke kantin sendirian, sedangkan Iren menunggu Nissa kembali baru ia mau memakan


bekalnya bersama dengan Nissa, Berry pun sedang asik makan dan ia pun menawarkan ke Iren makanannya dan Iren pun balik menawarkan makanannya ke Berry


Saat itulah Iren dan Berry pun saling bertukar makanan untuk di rasa bersama, beberapa waktu kemudian Nissa pun datang dan seperti biasanya ia selalu mengejutkan Berry ketika Berry sedang lengah, ketika ia tidak menyadari kalau ada Nissa di sampingnya , seperti biasanya Berry pun kaget dan memasang wajah yang lucu seperti biasanya yang membuat Iren dan Nissa tertawa.

__ADS_1


Merka pun Bertiga makan bersama di ruangan kelas yang kosong itu dan asik bercanda dan ngobrol tentang berbagai hal yang mereka ceritakan, sejak saat itu mereka jadi temannya akrab Berry yang sering menemani Berry di kelas ketika sedang jam istirahat.


Sejak saat itu Berry pun sudah sering bersama dengan mereka dan juga terkadang mereka pun pulang bersama karena arah rumah mereka searah dan tidak berjauhan satu sama lain, mereka sering bertemu bermain bersama dan jalan-jalan bersama ketika waktu sore hari ketika mereka ada waktu luang.


---------


#Nissa#


Nissa adalah seorang sekretaris kelas mereka ia juga orang populer di sekolah karena ia banyak masuk organisasi


Sebenarnya Nissa memiliki orang yang ia sukai dan ia kagumi tetapi ia hanya sebatas kagum dengan keperibadiannya yang unik dari laki-laki lainnya. Nissa yang hampir sama dengan Berry yang pandai dalam menutupi rasa suka nya terhadap seseorang meskipun ia orang yang sedikit cuek terhadap yang namnya cinta, sejak bertemu dengan Iren, Nissa pun memiliki sahabat baru yang sangat akrab dengan nya karena Nissa suka dengan Iren karena Iren orang yang tenang dan juga baik di matanya Nissa, sejak pertama bertemu meski Nissa yang pertama mengajak Iren untuk ke kantin waktu itu.


Berry yang sekarang perlahan mulai nyaman dengan mereka berdua, perlahan mulai biasa dengan keramain di kelasnya, tanpa ia sadari ia sudah sedikit berubah dari yang dulu yang tidak memiliki teman satu orang pun yang mau dekat dengannya.


Libur semester sekolah pun telah tiba tak terasa sudah beberapa bulan mereka berteman dan sangat dekat hingga orang di sekolah mereka pun banyak yang kagum dengan persahabatan mereka karena jika di sekolah mereka selalu saja bertiga entah itu waktu istirahat pulang sekolah dan juga ketika kerja kelompok pun mereka selalu satu kelompok.

__ADS_1


Hingga suatu ketika Yanda seorang ketua osis yang suka dengan Iren pun mulai mendekati Iren ketika itu waktu


istirahan yanda pun menulis pesan ke Iren untuk ketemuan di kantin, Iren pun membalasnya dan dengan ragu dan bertanya-tanya dalam fikirannya, ia pun mengajak Nissa untuk temanin dia ketemu dengan Yanda tetapi ai tidak memberitahu ke Berry karena ia tidak mau mengganggu Berry yang sedang membaca novelnya, Iren pun bertanya ke Berry apa ia mau di belikan minuman karena ia mau ke kantin untuk membeli minuman, Berry pun memeriksa kantong celananya dan memberikan uang ke Iren kemudian Iren dan Nissa pun pergi berdua untuk menemui Yanda yang sudah menunggu di dekat lorong dekat kantin sekolah


Dengan penasaran dan terus ngobrol dengan Nissa, Iren pun bertanya “ Nis kok tiba-tiba Yanda ajak ketemuan ya” Nissa pun sudah tau apa maksud Yanda untuk ngajak Iren ketemuan tapi Nissa pun hanya menduga saja "kurang tau juga Ren kayaknya heemm” dengan nada menggoda Iren “aduh Nis jadi takut ni” dengan cemas dan sedikit takut, Nissa yang melihat Iren panik pun semakin senang untuk menggodanya dengan tertawa “hayo Iren apain Yanda hayo” Iren yang mendengarnya pun merasa panik dan mulai bertanya-tanya sendiri dalam fikirannya “aduh apa ya aduhhhhh”


Sesampainya di lorong, mereka pun melihat Yanda yang sedang duduk di tangga dan sambil memainkan ponselnya, kemudian Iren pun memberanikan dirinya untuk bertanya duluan ke Yanda “Yanda kan?, ada apa manggil Iren ke sini ya?”


kemudian Yanda pun menyuruh Iren duduk dulu "ia Ren duduk aja dulu ada hal yang mau Yanda sampaikan ke Iren” Iren pun langsung duduk yang di temani Nissa yang duduk agak berjauhan dari Iren, kemudian Iren pun melihat Nissa yang menurutnya terlalu jauh duduknya memanggil Nissa "Nis duduk dekat sini lagi dong”


“enggak apa Ren, Nissa di sini aja, takutnya ganggu nanti, tenang Ren rahasia terjamin” dengan tertawa menggoda Iren agar tidak terlalu gugup dengan yanda.


Yanda pun mulai membuka pembicaraan dengan Iren dengan menanyakan kabar Iren "gimana kabarnya Ren sekarang”  Iren dengan santai menjawab” baik Yan, ada apa emang ngajak Iren ketemuan” dengan penasaran dan Iren pun langsung bertanya tanpa ragu ke Yanda, dengan santai juga Yanda pun menjawabnya langsung dengan serius ke Iren “gini Ren, Yanda mau nanya ke Iren, apa Iren punya pacar sekarang gak?” Iren dengan kagetnya pun menjawab nya langsung “ oh gak ada Yan, Iren gak ada pacar sekarang” Yanda punmenyambung kata-katanya “ oh gitu ya” , dengan gugup Yanda pun dengan senangnya dalam fikirannya berbicara sendiri "yes, yeh” kemudia ia pun menanyakan kembali ke Iren tanpa ragu.


Bersambung jangan lupa like ya dan komentar untuk masukannya, semoga teman-teman sehat selalu

__ADS_1


__ADS_2