
Pagi yang sedikit mendung pun membuat Berry terbangun karena alaram yang membangunkannya yakni adik-adiknya
yang menagih janji kakaknya Berry yang minggu lalu berjanji kepada mereka untuk mengajak mereka berdua ke kafe yang kakaknya sering kesana dan juga ingin bertemu dengan teman kakaknya yaitu kak Iren dan kak Nissa yang di katakan oleh Berry mereka sangat cantik dan manis mirip adik-adiknya yang cantik dan manis juga.
Rana dan Rania pun menarik tangan Berry dan juga meneriaki Berry yang masih tertidur di kasurnya padahal ia masih mengantuk, tetapi karena adiknya yang sudah menarik tangan nya untuk lekas bangun dan cepat mandi agar mereka bisa pergi ke kafe.
Setelah beberapa saat Berry pun bangun dari tempat tidurnya dan menuju kamar mandi untuk mandi setelah Berry masuk ke kamar mandi adik-adiknya pun menunggu di depan pintu kamar mandi dan duduk di lantai karena mereka ingin segera ke kafe.
Teriak Rana yang berharap agar kakaknya cepat mandi “kak cepat dong, nanti hujan ni” Rania yang juga berteriak memanggil kakaknya “Ia kak uda mendung ni kalau gak cepat nanti gak bisa ke kafe kita kak, ayo dong kak cepetan kak kak kak” Rania yang berteriak agar bisa cepat pergi ke kafe kerena ia tidak sabar lagi ingin melihat kafe yang kata
kakaknya sangat bagus dan minumannya banyak yang enak-enak dan juga bisa foto-foto di kafe nya
Rana dan Rania yang sudah seminggu menunggunya sudah mempersiapkan segalanya yang akan mereka bawa ke kafe nanti terutama kamera dan juga tripod kamera agar nanti mereka bisa foto bareng dengan kak Iren dan Kak Nissa.
Setelah itu Berry pun keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk, seketika itu Rana yang langsung berdiri dan
menarik tangan kakaknya untuk segera jalan ke kamarnya untuk memakai baju terus, setelah itu Berry pun masuk ke kamarnya dan memakai bajunya dan tak lupa juga celana.
Rana dan Rania pun segera ke ruang tamu untuk menyiapkan makanan kakanya agar tidak membuang waktu, mereka
berdua pun membagi pekerjaan agar perlengkapan mereka kumpulkan, Rana yang sudah selesai menyiapkan sarapan kakaknya langsung menuju kamar kakaknya yang sudah selesai berpakain langsung mengambil tas kecil kakaknya dan langsung membawanya ke meja makan dan juga ia melupakan sesuatu yakni ponsel kakaknya
__ADS_1
Rania pun langsung ke kamar kakaknya dan mengambil ponsel kakaknya terus turun dan langsung duduk di meja makan sarapan secepatnya agar mereka cepat pergi ke kafe.
Rana yang memperhatikan kakaknya yang masih sedikit mengantuk membuatkan secangkir kopi untuk kakaknya “ini kak, minum dulu kopi biar gak ngantuk kakak” dengan perasaan yang sedikit aneh dan juga senang karena adik-adiknya sangat perhatian kepadanya karena mereka selalu begitu ke Berry karena sering telat bangun mereka sering menyiapkan keperluan Berry agar ia tidak terlambat ke sekolah.
Rana dan Rania sangat menyayangi kakaknya tersebut karena Berry sering sekali mengabulkan permintaan mereka apa pun itu karena Berry juga sangat menyayangi kedua adiknya itu.
Selesai mereka makan dan Berry pun menuju pintu keluar dan pamit ke ibunya dan ayahnya untuk pergi ke kafe bersama adik-adiknya, Berry pun mengeluarkan sepedanya lalu adik-adiknya duduk di belakangnya dan Berry pun mengayuh sepedanya dan menuju kafe tempat ia biasa duduk dan cerita dengan sahabatnya Iren dan Nissa.
Sepanjang perjalanan Rana yang selalu bertanya tentang Iren dan Nissa pun membuat Berry berfikir sepanjang perjalanan dan terus menjawab yang di tanyakan oleh adiknya Rana itu.
sedangkan Rania yang sedang memegang kamera yang ia bawa dari rumah pun memotret berbagai hal yang ia lihat bagus sepanjang perjalanan ia mengambil gambar hingga mereka sampai di depan kafe.
Rania dan Rana pun turun dan Berry memarkirkan sepedanya, melihat depan kafe yang begitu indah dan bagus Rania pun
Berry yang melihat adik-adiknya sangat senang pun tertawa dan kemudian memuji adik-adiknya itu “aduh manisnya adik kakak ni lah samapi terpesona kakak liahatnya, hahhaha”
Mendengar pujian itu pun Rana dan Rania pun jadi malu-malu bercampur senang karena pujian kakaknya tersebut. Setelah
itu mereka masuk ke kafe dan duduk di temapat biasa Berry duduk bersama Iren dan Nissa dan memesan minuman dan makanan yang mereka sukai, Rana dan Rania pun karena baru pertama ke kafe ini tanpa ragu mereka bertanya satu per satu tentang minuman ke pelayan yang memberikan mereka menu.
Berry yang melihatnya pun merasah tidak enak dengan pelayannya meski pelayannya sudah kenal dengan Berry karena sudah jadi salah satu langganan di kafe ini.
__ADS_1
Si pelayan pun dengan senang hati menjawab pertanyaan adik-adiknya Berry yang menurut pelayan tersebut mereka
sangat lucu dan juga manis karena mereka berantem, karena ingin memesan minuman membuat si pelayan pun tertawa melihatnya.
“kak maaf ya, adik-adik saya memang gitu kak sering berantem masalah hal kecil gitu kak” dengan sedikit cemas karena Berry tidak enak dengan pelayannnya
Tetapi si pelayan dengan ramahnya dan mengerti dengan sikap kedua adiknya Berry dan ia pun dengan senang hati
melayani adik-adiknya Berry, “gak apa kak, namanya aja masih anak-anak kak wajar gitu, santai aja kak” sambil tersenyum ke arah Berry
Berry pun menulis pesanan adik-adiknya itu karena mereka sudah memutuskan ingin memesan apa dan Berry pun memberikan ke pelayan “Ini kak, maaf ya kak uda ngerepotin kali, sekali lagi maaf ya kak”
Si pelayan pu tersenyum “ia kak gak apa kak”
Seketika itu Rana dan Rania juga berbarengan mengikuti kata-kata kakaknya tadi “maaf ya kak uda ngerepotin, kami minta maaf ya kak, maaf kali” melihat mereka bersamaan meminta maaf seperti itu, Berry dan si pelayan pun sedikit tertawa karena lucu saja menurut mereka berdua.
“iiiia gak apa dek kakak pun senang bisa bantu adek, kakak kesana dulu ya, nanti kalau ada perlu panggil aja kakak ya dek” kemudian si pelayan meninggalkan mereka.
Berry pun tertawa karena ia melihat adik-adiknya tadi lucu bisa berbarengan meminta maaf begitu dan juga bisa mengikuti kata-katanya tapi dengan ekspresi yang berbeda.
Setelah Itu Rania yang heran karena cuma mereka bertiga yang duduk di sini, dan Rania pun menanyakan ke Rana sambil berbisik “Rani kok kita bertiga aja yang duduk di sini ya, katanya ada kak Iren dan kak Nissa mana ya?”
__ADS_1
jangan lupa baca episode selanjutnya dan jangan lupa like ya semoga teman-teman sehat selalu