
Bella berdiri di samping Fred, melihat ke arah Diana yang berpamitan dengan 2 pria ganteng, terus berkata, "pakai nyari kesempatan kerja untuk menggoda pria..."
Fred mendengar nya, kemudian dengan pelan dia berkata, "Balik ke kantor".
Siang itu mereka pas makan juga disana dengan tamu nya, tidak tau bisa pas begitu, bisa ketemu Diana dan perwakilan dari Perancis.
Proyek Perancis ini Fred tidak ikut campur, tentunya dia tidak perlu menyapa mereka, pesan dari Diana dia juga sudah lihat, Kusuma juga sebelumnya sudah menginfokan ke dia, dia udah tau.
Yang tidak dia sangka, Diana ternyata lebih kuat dari yang dia pikirkan, selain jadi Sekretaris nya, bisa juga jadi penolong untuk bantu terjemahin bahasa asing.
Tenyata sebelum nya, Fred terlalu merendah kan nya.
Disisi lain Diana balik ke ruangannya, baru saja dia duduk, tiba tiba Bella datang menghampiri nya.
"Wah, penerjemah Diana kita sudah balik ternyata"
Bella bertingkah aneh, rasa sindirannya terasa begitu jelas, Diana melihat nya sekilas, sambil tersenyum, "Penerjemah apa coba? Sekretaris Bella jangan menertawakanku!"
"Menertawakan? Aku mana berani, satu sisi kamu sudah menjadi penerjemahnya pak Kusuma, dan bisa sekaligus secara terang-terangan menggoda pria ganteng dari Prancis itu, kesempatan ini bukan siapa saja bisa dapat!"
Diana tetap tersenyum sambil menatap Bella, "sekretaris Bella, kamu jangan bercanda deh, saya hanya bekerja saja".
Ekspresi Bella menjadi dingin, "saya dan pak Fred sudah melihat nya di depan lobi hotel, dan kamu masih tidak mau mengakuinya?"
Diana terkejut dan tidak berbicara
Bella bilang dia dan Fred melihat dia di depan lobi, apakah saat Louis memeluk nya?.
__ADS_1
Diana tersadar, baru ia mau menjawab nya, Bella Langsung memutar bola matanya sambil berkata, "Dasar Bermuka dua!"
Setelah selesai berbicara, Bella pun langsung keluar dari ruangan
Diana menarik nafas dalam-dalam dan tidak berbicara apapun.
Louis memeluk dia hanya sebatas ucapan terimakasih, bukan seperti yang dikatakan oleh Bella, apalagi Kusuma adalah vice managernya di kantor, merupakan atasan dia, Diana hanya ingin membantu pak Kusuma untuk jadi penerjemah nya, memang nya salah apa, lagian juga Diana sudah memberitahu Fred melalui pesan, Tapi setelah semua ini, sepertinya kerjaan Diana hanya sia sia.
Diana mengigit bibir bawahnya, dan tetap merendam emosi nya, tapi dia tidak pernah menyangka nasib buruk akan segera menimpanya.
Pas mau jam masuk kerja, Audrey menelpon, "sekretaris Diana, kamu cepat datang ke kantor pak Kusuma sekarang"
Audrey terdengar tergesa-gesa, keramaha
Dan ketenangan seperti telepon tadi pagi sama sekali sudah hilang, Diana sempat kaget dengan nada bicaranya, belum sempat tanya tentang apa-apa, Audrey sudah menutup telponnya.
Diana mulai gelisah, dengan segera pergi ke ruangan pak Kusuma.
Dari dalam terdengar suara makian yang begitu seram, Diana jadi ikutan panik, sekarang dia punya firasat buruk, langkahnya secara ga sadar mulai di pelankan.
Setelah dia berada di depan pintu, dia melihat Kusuma yang begitu marah sedang duduk di sofa membelakangi pintu masuk, dan Audrey yang menundukkan wajahnya ke bawah.
Saat melihat Diana, Kusuma langsung diam, tatapannya begitu tajam dan menusuk, lalu Diana berjalan ke depan, tangannya berkeringat dingin.
"Ada apa pak Kusuma?" Tanya Diana agak sedikit takut
"Kamu masih punya muka bertanya seperti itu!" Jawab Kusuma, matanya memerah, amarahnya yang tidak bisa di tutupi langsung mengarah ke Diana.
__ADS_1
Diana gemetaran, kepalanya tidak berani diangkat, dipikirannya terlintas semua ke jadian tadi pagi, dari awal sampai ruang tamu, kemudian menemani perwakilan Perancis pergi makan siang, dia pikir tidak ada yang salah dengan tahapannya, kecuali dokumen yang di kasih ke Louis.
Diana tiba tiba kaget, dengan ekspresi yang begitu takut melihat ke arah Audrey, dengan pelan bertanya, "Sekretaris Audrey, apa karena dokumen itu..?"
"Iya, itu harga pasaran final dari pihak kita, sesuai logika, jika dia mau meminta list harga pasaran, kita pasti akan mengubah list harga pasaran dulu, harganya di turunkan baru di kasih ke mereka, untuk mendapatkan harga modal yang lebih rendah dari aksesoris yang kita ingin beli, tapi kamu malah langsung kasih lihat harga asli pasaran kita, sekarang mereka tau berapa profit yang kita dapat, jadi mereka tidak mau kasih kita diskon lebih lagi..." Jawab Audrey menjelaskan dengan wajahnya yang suram.
Bisa dibilang Diana sudah membuka kartunya ke lawan, sekarang pihak lawan pasti sudah tidak akan menurunkan harga, ini artinya negosiasi hari ini tidak ada gunanya.
Diana mengigit bibir bawahnya, sekarang dia tau kalau dia sedang melakukan kesalahan yang besar, dia menurunkan kepalanya lalu berkata, "maaf pak Kusuma, saya tidak seharusnya memberikan harga pasaran kita"
"Maaf?, Kamu tau tidak satu kata maafmu itu, sudah membuang profit perusahaan. Diana, Soal tanggung jawab ini kamu bisa menanggung nya tidak!?" Kusuma dengan nada bicara yang begitu menekan.
Karena kesalahan kecil Diana, langsung menghilangkan usaha yang di coba oleh Kusuma selama beberapa hari ini, dan langsung mendorong jauh jauh profit yang seharusnya mereka Terima, diana mana bisa tanggung jawab.
Kata maaf dari Diana sudah tidak ada gunanya lagi, karena semua sudah terjadi dan tidak bisa di ubah lagi.
"Diana, karena kamu sudah melakukan kesalahan dibawah perintahku, kamu harus ikuti peraturan saya!, Audrey pergi atur nanti bagaimana keputusannya, harus tunggu perwakilan Perancis memberikan harga final dari mereka baru bisa kita putuskan" ucap pak Kusuma
Diana mengigit bibir bawahnya, wajahnya terasa sangat malu memerah, lalu dia mengikuti Audrey, pikiran nya sekarang hanya di selimuti rasa takut.
Masalah ini, fakta nya memang kesalahan Diana, kalau saja saat itu dia menelpon Audrey untuk bertanya dulu, mungkin dia tidak akan memberikan dokumen itu ke Louis, dan tidak akan punya masalah seperti ini.
Audrey membawa Diana ke toilet di dekat kantin staf, dengan pelan dia berkata, "sekretaris Diana, pak Kusuma punya peraturan untuk staff nya, kalau punya kesalahan yang fatal, maka harus membersihkan toilet di dekat kantin staf, kecuali jam pulang kantor, jika tidak ada perintah darinya, maka tidak boleh berhenti"
Diana mengigit bibir bawahnya, lalu melihat ke Audrey, dengan menyesal dia berkata, "aku tau, maaf sekretaris Audrey, karena kesalahanku ini, jadi menyeret kamu juga".
Audrey Hanya tersenyum dan tidak berkata apa-apa, dia hanya menunjuk peralatan bersih- bersih nya, kemudian langsung meninggalkan Diana.
__ADS_1
Hukuman Kusuma begitu kejam, menyuruh nya membersihkan toilet di tempat paling ramai di kantor, ini merupakan hukuman yang paling memalukan.
Diana menarik nafas dalam-dalam lalu berjalan ke arah peralatan, dan mengambil satu alat pel yang terlihat sudah kusam seperti sudah digunakan ratusan kali, setelah itu pun dia mulai membersihkan toilet seperti perintah dari Audrey tadi.