
Beberapa hari ini di kota B Diana tidak istirahat dengan baik, kalau tidak bangun pagi, dia juga harus tidur larut.
Setiap hari harus pusing dengan beberapa masalah, akhirnya dapat libur setengah hari, Diana sangat senang, tanpa ragu dia langsung pergi tidur.
Sekitar jam 5 sore, Diana masih belum bangun, Fred yang di kamar sebelah ingin pergi makan.
Fred sengaja memesan paket makan berdua di restoran. Setelah melihat sudah waktunya, dia langsung ke kamar sebelah.
Fred mengetuk pintunya beberapa kali, tetapi tidak ada reaksi. Fred berdiri di depan pintu, hatinya mulai tegang.
Mungkin dia keluar?
Fred mengambil hpnya, kemudian menelepon Diana, dari teleponnya terdengar suara wanita yang berbicara bahwa hp tidak aktif.
Tidak aktif? Sejak Diana bekerja di bawahnya, hpnya tidak pernah tidak aktif, tapi kenapa sekarang tidak aktif?
Diana tidak di hotel, hpnya juga tidak aktif, apa yang terjadi Dengannya?
Di kepala Fred terlintas muka Ryan, hari itu dia terlihat tertarik dengan Diana, hari ini mereka bertemu Handoko, Ryan sudah pasti tau.
Jangan-jangan dia tidak senang, saat Diana keluar sore ini lalu dia menculiknya!
Pikiran itu terlintas sekilas di kepala Fred, sekarang di kota B, bukan daerahnya, dan juga melihat emosinya Ryan, sepertinya dia tidak akan menyerah begitu saja...
Fred mengepalkan tinjunya, segera berjalan ke arah lift, dan menelpon ke Rudi, "Bawa mobil ke depan lobbi sekarang!".
Setelah itu dia mematikan teleponnya, lalu menelpon orang kepercayaannya, "cepat pergi cek keberadaan Ryan, kirim nomor teleponnya ke saya".
Dia turun lift ke lantai lobbi, sesampainya di lobi, dia Menuju ke meja resepsionis dan mengeluarkan kartu pengenalnya.
"Saya tidak bisa menghubungi pendamping saya, tolong bantu cek kamera bagian selatan di lantai 18, dan lihat kamera 1821, kapan dia keluar hari ini".
Awalnya pelayan resepsionis ingin bertanya, tapi melihat muka Fred yang begitu serius, dia tidak berani menanyakan lagi. Setelah melihat kartu pengenalnya, dia langsung mengecek kamera pengawasnya.
Fred mengerutkan alisnya, dan dia kelihatan tegang, jika terjadi apa-apa dengan Diana, dia tidak berani memikirkannya.
Secepatnya, telepon dari Rudi masuk,
"Pak, aku sudah di depan lobbi".
__ADS_1
"Baik", Fred memutuskan teleponnya, kemudian melihat lagi ke arah resepsionisnya. Dia melihat pelayan itu terlihat sibuk mengecek cctv-nya, ekspresi mukanya semakin tegang.
Fred memegang erat hpnya, sewaktu ingin berjalan keluar, baru 2 langkah, pelayan itu tiba-tiba memanggil, "pak sudah ketemu nih".
Fred menghentikan langkahnya, dia berbalik ke arah resepsionis.
Pelaya itu setelah melihat tatapan dingin Fred, segera berkata, "Tamu di kamar 1821 setelah jam 1 an masuk tadi tidak keluar lagi sampai sekarang".
"Apa?"
Fred mengerutkan alisnya, dia berjalan ke depan resepsionis, "Kamu bilang apa?"
Pelayan itu mengulanginya, "Tamu 1821 sore ini tidak keluar dari kamarnya".
Fred kemudian terdiam, dan segera berjalan ke arah lift.
Fred kemudian menelepon sekali lagi ke Diana, namun tetap saja tidak aktif, setelah keluar dari lift, dia berjalan ke depan pintu Diana, kali ini, dia mengetuk pintu dengan keras.
"Tok Tok Tok!"
Fred mengetuknya berkali-kali, belum ada reaksi apapun. Sewaktu Fred ingin menelpon pelayan untuk membuka paksa pintu, dari arah pintu tiba-tiba terdengar ada suara.
Diana tidak mengerti, dengan muka bingung melihat ke pria itu, "Kenapa? Ada masalah apa?".
Fred melihat Diana yang rambutnya masih kacau, dan masih berpakaian baju tidur, kelopak mata yang sedikit bengkak, amarahnya naik ke atas, diana dia kamar tidur begitu pulas, tapi tidak tau Fred hampir saja pergi mencari Ryan.
Diana melihat Fred tidak menjawab, ekspresi mukanya semakin tidak enak dilihat, dia langsung sadar dari ngantuknya, dan kelihatan sedikit takut, dia mundur dan menutup pintunya, belum sempat tertutup, Fred sudah mendorong pintunya.
Diana secara tidak langsung mundur beberapa langkah, sekarang dia sepenuhnya sudah bangun.
"Kamu.... Kamu mau apa?"
Ketika panik, bicaranya jadi sedikit gagap, Fred tetap dengan ekspresi dinginnya, dia menutup pintunya, dan melangkah ke depan, memojokkan Diana ke dinding.
Fred menatap Diana sambil bertanya, "pulas tidurnya?"
Diana terdiam sesaat, dan kemudian mengangguk.
Tidur sangat pulas, dia sudah lama tidak tidur sepulas ini.
__ADS_1
Fred tidak menyangka Diana masih berani mengangguk, dia menahan emosinya, melihat muka wanita tak bersalah ini, akhirnya hatinya juga melunak.
Sewaktu tatapan mereka saling bertemu, perut Diana tiba-tiba bersuara "kruyukk kruyukk", suasana yang dari tegang menjadi sedikit aneh...
Diana dengan malu melihat ke arah Fred, saat dia berpikir mau bagaimana ngomongnya, Fred sudah berjalan ke arah pintu keluar.
Dia berdiri di depan pintu, berkata, "Ku beri kamu 5 menit, ganti baju, lalu kita pergi makan!"
Emosi pria ini sepertinya tidak jelas. Diana juga tidak mengerti kenapa dia marah, tapi intuisinya berkata, kalau dalam 5 menit dia tidak keluar, Fred pasti akan bertindak aneh ke dia lagi.
Diana langsung cepat berlari ke kamar mandi, mencuci mukanya, lalu langsung melihat ke lemari dan melihat baju yang kali ini dia bawa untuk dinas.
Kemudian dia mengambil satu stel gaun putih yang mudah di pakai, dan juga memakai sepatu warna putih, dia dengan cepat menyisir rambutnya dan langsung mendorong pintunya keluar.
Fred berdiri di depan, sewaktu Diana keluar dan melihat nya, tatapan mereka saling bertemu, keduanya sedikit terpana.
Fred melihat sekilas ke badannya, matanya terlihat sedikit berbinar, tapi mukanya tetap dengan ekspresi datarnya, dia kemudian berjalan ke arah depan, Diana dengan cepat mengikutinya, dengan sambil mengambil nafas, dia bertanya, "Tadi ada masalah apa?"
Dia sedang bermimpi di tidurnya, tiba-tiba dibangunkan dengan suara ketukan yang keras. Saat buka pintu dia hanya melihat seorang pria yang bermuka dingin, otomatis nggak mengerti ada apa.
Fred melihatnya dengan tatapan dingin, sambil berkata, "Tidak ada apa-apa".
Diana pastinya tidak percaya, tapi Fred sudah ngomong begitu, dia juga tidak bisa menanyakan lagi, akhirnya dia diam-diam mengikutinya masuk ke lift, dan langsung pergi ke restoran hotel.
Mereka baru melangkah masuk ke restoran, langsung ada satu pelayan wanita tersenyum dan menyambutnya, "Apakah sudah reservasi tempat?"
Fred sedikit mengangguk, pelayan wanita itu langsung membawanya duduk ke tempat yang sudah di siapkan.
Sebuah sofa dan meja yang disusun rapi, berbentuk ruang kecil semi tertutup sedikit privasi, di meja terdapat sebuah lilin dan setangkar mawar, terlihat aura romantis disana.
Diana terdiam, melihat pelayan wanita itu mempersilahkan dia untuk duduk, dan dengan terpaksa segera duduk.
Baru saja duduk, melihat pelayan wanita itu langsung bertanya, "Meja yang kalian pesan ini adalah paket makan pasangan, mohon di tunggu, saya segera meminta bagian dapur untuk mulai menyiapkan makanannya".
Setelah selesai berbicara, dia sedikit membungkuk ke arah Fred dan Diana, sambil tersenyum, dan dia langsung berbalik dan pergi.
Fred dan Diana terdiam disana, dan mereka terlihat sedikit terkejut.
Ketika Diana Sadar, dia tiba-tiba terpikirkan ekspresi Fred saat di depan pintu kamar hotel tadi.
__ADS_1
Dia sengaja menunggunya untuk makan bareng, sepertinya dia marah karena Diana bangun telat, terus dia juga memesan paket makan pasangan, dia ingin apa sebenarnya?