Jatuh Cinta Dalam Semalam

Jatuh Cinta Dalam Semalam
Bab 42


__ADS_3

Linda mengangkat kepalanya, melihat ke arah Fred, bibirnya sedikit tersenyum, mengangkat tangannya dan melambaikan ke arah mereka.


Fred juga melihatnya, lalu berjalan ke depan dan menyapa nya, "Apa kabar nona Linda? saya Fred".


Linda melihat uluran tangan Fred, dia tersenyum, dengan pelan menjabat tangannya, kemudian langsung melepaskannya.


"Tidak perlu sungkan, lagi pula kita berdua juga dipaksa bertemu oleh papaku kan?"


Fred dengan muka Santai, duduk di seberangnya, dan menjawab, "iya, betul".


"Tapi aku dengar kamu hebat juga, bisa mendapatkan lahan dari tangan Ryan, sepertinya susah payah untuk mendapatkannya ya?"


"Tidak bisa dibilang hebat, hanya beruntung saja, Nona Linda di Inggris kamu kuliah bisnis, harusnya mempunyai prestasi yang banyak kan?"


Fred tidak ingin membahas lebih lanjut tentang lahan itu, dia langsung mengalihkan percakapan ke dirinya.


Linda tersenyum, badannya bersandar ke belakang, sambil berkata, "kalau aku berprestasi, papa aku mana mungkin menitipkan aku kepadamu".


Diana yang duduk disamping, matanya berkedip, dia tidak menyangka kalau Linda akan berbicara jujur sekali.


Linda sambil bermain ponsel berkata, "papaku bilang kamu itu orang yang hebat, dia mau aku mengikutimu untuk belajar, tapi aku tidak tertarik dengan hal itu. Jujur aku menemuimu, karena hanya untuk mengikuti keinginan papaku saja. Beberapa hari ini aku menemani kalian main, tapi aku tidak akan ikut kalian ke kota H".


Diana tiba-tiba tersenyum setelah mendengarnya.


Begini lebih baik, mereka juga tenang, dia juga tidak berencana membawanya ke Pratama Jaya Group, awalnya dia berniat mencari alasan sebelum pulang, tapi tidak disangka justru Linda sudah berpikir begitu.


"Nona Linda, kamu atur saja bagaimana baiknya".


"Tapi beberapa hari ini, aku harus bersama kalian juga, paling tidak aktingnya juga harus terlihat asli"


"Nona Linda sudah mempunyai rencana ke mana saja?"


"Papaku ingin membawa kalian jalan-jalan di kota B, persisnya ke mana, kalian cukup ikuti aku saja nanti".


Setelah Linda selesai berbicara, dia melihat ke arah Fred dan Diana, sambil tersenyum ia berkata lagi, "aku ada urusan penting, jadi aku duluan, kalian bisa menunggu telponku nanti".


Selesai berbicara, Linda berdiri dan meninggalkan Fred dan Diana. Fred melihat Linda yang semakin menjauh, matanya sedikit mengecil, sepertinya ada yang dipikirkannya.


Diana yang di samping sama sekali tidak mengerti apa yang terjadi, dia menarik nafas, melihat Linda yang sudah menjauh, dia langsung berkata, "pak Fred, kenapa jadi begini?".

__ADS_1


Mereka datang untuk bertemu dengan Linda, belum sampai 20 menit, Linda sudah pergi duluan...


Fred mengalihkan pandangannya, sambil berkata, "Linda ini, pasti bukan orang biasa".


Selesai berbicara, dia berdiri melihat Diana yang memikirkan sesuatu, "Kita pulang, tunggu kabarnya saja".


Mereka tidak menyangka, bahwa Linda akan menghubungi mereka sekitar jam 10 malam. Dan tempat ketemuannya di salah satu bar terkenal di kota B.


Bagaimanapun, Linda adalah anaknya Handoko, dia sudah mengiyakan Handoko, pastinya dia tidak boleh menolak permintaan putrinya. Jadi mau tidak mau Fred harus pergi.


Sesampainya Fred dan Diana di bar, dan jam sudah menunjukan sekitar jam 11, tetapi di dalam bar masih saja sangat ramai dan suara musik yang begitu kencang.


Diana masuk ke dalam bar, telinganya langsung penuh dengan suara musik, dia mengerutkan alisnya, mengikuti Fred di belakang dan melewati orang-orang disekitar.


Setelah melewati orang-orang itu, Fred dan Diana sampai di meja bar, mereka melihat-lihat dan mencari Linda.


Di samping mereka banyak pasangan pria dan wanita yang saling berpelukan. Diana yang berada disana, merasa sangat tidak nyaman, apalagi ada Fred disampingnya.


Dan disampingnya lagi ada beberapa pria yang sedang minum, mereka melihat ke arah Diana, dan bersiul ke arahnya.


Diana membalikkan kepalanya, dan melihat beberapa pria mesum sedang melihatnya, dia langsung merasa geli.


Suaranya terdengar sedikit tidak senang, Diana mengerutkan alisnya lalu berkata, "coba hubungi nona Linda, tanya dia lagi dimana sekarang".


Handoko menyuruh Linda membawa mereka jalan-jalan di kota B, siapa sangka Linda justru malah mengajaknya ke tempat ini, kalau bukan sengaja, berarti Linda kerjaannya setiap hari hanya di bar saja.


Fred mengambil hpnya, baru saja mau menelpon Linda, tiba tiba dari samping ada tangan yang menariknya.


"Akhirnya kalian datang juga".


Linda memakai gaun mini, dandanan tebal, dia menarik Fred ke tengah-tengah, "Pak Fred! Temanin aku... Menari!".


Ekspresi Fred sedikit marah, kemudian dia langsung mendorongnya, Linda pun hampir terjatuh.


Sepertinya Linda sudah terlalu banyak minum, sehingga membuat nya mabuk berat, jalannya saja sudah goyang sana sini.


Fred mengerutkan alisnya, satu tangannya memegang lengan Linda. Dan satu tangannya lagi memegang telponnya, Fred ingin menelepon Handoko.


Kalau terjadi apa-apa dengan Linda, dia tidak sanggup untuk bertanggung jawab, pilihan terbaik adalah menghubungi Handoko.

__ADS_1


Linda sepertinya membaca gerak-gerik Fred. Linda menempel ke badan Fred dan mengambil handphone nya.


"Tidak boleh menelpon! Temani aku menari!"


Fred menahan emosinya lalu berkata, "Nona Linda, saya tidak ada waktu untuk menemani kamu bermain main".


Setelah berbicara, Fred menarik Linda keluar dari kerumunan orang, kembali ke tempat meja bar tadi.


Fred membalikkan kepalanya, melihat sekeliling nya, Diana telah hilang!


Belum 3 menit di tinggal, kenapa tiba-tiba dia hilang?


Fred melepaskan Linda, mengerutkan alisnya dan melihat ke sekeliling, tetap tidak melihat bayangan Diana! Beberapa pria yang duduk disamping meja bar tadi juga menghilang, jangan-jangan...


Fred mengepalkan tangannya, berjalan ke depan dan bertanya ke bartender di sana, "tadi ada wanita berambut panjang berdiri disini, kamu lihat tidak dia kemana?"


Bartender mengelengkan kepalanya, tanpa ekspresi berkata, "Tidak lihat".


Fred mengepalkan lagi tinjunya, segera mencoba menelpon Diana.


Telepon nya masuk, tapi tidak di angkat. Di saat ini, Linda tiba-tiba maju ke depan, dia menarik tangannya Fred, "pak fred, bukannya sudah janji mau menemaniku?"


Ekspresi Fred sangat dingin, dia mendorong tangan Linda, lalu berkata, "Nona Linda, tolong kontrol Dirimu".


Setelah itu, Fred lanjut untuk mencari Diana.


Linda semakin tersenyum, "Pak Fred, kelihatan nya kamu lumayan melindungi sekretaris kamu itu ya!"


Musik di bar sangat keras, suara Linda juga keras di tutupi oleh suara musik, tapi ternyata Fred mendengar ucapannya dengan jelas.


Fred terhenti, lalu berbalik melihat ke arah Linda, dia menatap nya selama beberapa detik, kemudian bertanya, "Apakah kamu yang melakukannya?"


Mana mungkin bisa secara bersamaan gitu, saat baru saja dia ditarik oleh Linda, dalam sekejap mata, tiba tiba Diana sudah menghilang, apalagi kalau bukan ada orang yang sudah merencanakannya.


Linda tersenyum, badannya bersandar ke meja bar, lalu berkata, "melakukan apa? Aku hanya sedikit penasaran saja.."


Linda penasaran oleh wanita yang disukai oleh Ryan, dan seberapa penting dihatinya Fred.


Dia dan Ryan adalah sepupu, Ryan sudah di permainkan oleh Fred, masalah itu Linda pasti tau, Sebagai kakak sepupu nya, sudah pasti dia ingin membalas dendam.

__ADS_1


__ADS_2